
Naga Tanah, Naga Kegelapan dan Naga Suci memasang sebuah pelindung di Negeri Moderen, mereka bertiga mulai bekerja sama agar pelindung yang mereka buat bisa melindungi seluruh Negeri Moderen.
Setelah semua Negeri tertutup pelindung, tetua Naga menyuruh Bagus dan teman-temannya untuk menutup telinga.
Sang Naga mengambil nafas dalam-dalam Dia mengeluarkan suara yang sangat keras dan kuat, suara itu diiringi oleh gelombang ultra Sonic, pohon-pohon menjadi bergoyang-goyang serta daun-daun pun dihempaskan setelah terkena terjangan suara ultrasonic, dengan cepat Monster Lalat dan pasukannya serta para bandit berjatuhan dari atas pohon, matanya putih serta wajah pucat Pasih.
Setelah dirasa sudah cukup tetua Naga menghentikan serangannya, kali ini Dita dibuat terkejut. ketika Dia melihat musuhnya dari dekat, mereka semua telah mati setelah menerima serangan tetua Naga, pelindung yang dibuat tiga Naga pun hilang.
Dita mengajak mereka semua untuk bermalam di Negeri Moderen, namun tawarannya ditolak oleh tetua Naga, karena Dia ingin cepat menghancurkan markas Raja Monster, penolakannya membuat Dita sedikit kecewa.
Namun demi terciptanya perdamaian di Dunia ini Dia pun akhirnya setuju dengan keputusan tetua Naga, kali ini Yuyun memberi strategi yang sangat gemilang untuk memangkas waktu.
Dia menyuruh Bagus, Naga Suci dan tetua Naga untuk pergi menyerang Gurun Kematian, sedang Chika, Dita, Mama Chika dan Naga Kegelapan menuju Kota Monster untuk mencari senjata Suci, sedangkan untuk Hariyati, Yuyun, Naga Tanah dan Ratu Pencipta membebaskan penduduk yang dijadikan tahanan dan Budak.
Ketika strategi itu disetujui mereka semua mulai naik ke punggung Naga, mereka pun terbang sangat tinggi dan mulai mengepakkan kedua sayap mereka, ke empat Naga mulai terbang ke tempat yang telah dimaksud dengan sangat cepat.
Ketika sampai di Kota Air Naga Tanah mulai turun dengan kecepatan yang sangat menajupkan, ketika kedua kakinya hampir menyentuh Tanah dengan kuat Dia mengepakkan kedua sayapnya yang sangat lebar, hembusan Angin pun bertiup sangat kencang sekali.
Kali ini Kota air terlihat sangat sepi seperti Kota mati, kemungkinan penguasa telah melarikan diri.
Sementara ketiga Naga yang lainya masih terus terbang menuju Kota Monster, perjalanan mereka tidak membutuhkan waktu yang sangat lama.
Dalam hitungan menit mereka telah sampai di Kota Monster, kali ini Mama Chika mengatakan kalau dirinya sudah tidak sabar untuk mendarat.
"Apa kalian berdua sudah siap melakukan aksi bersamaku" ucap Mama Chika sambil tersenyum lebar.
__ADS_1
"Kamu dari dulu tidak pernah berubah sama sekali, dari dulu kamu sangat bersemangat sekali bila ingin melakukan pertarungan" kata Naga Kegelapan.
Chika terkejut setelah mendengar Naga Kegelapan berbicara seperti itu, Dia sempat berpikir mungkinkah mamanya sangat kuat sekali, namun Dita juga terlihat sangat bersemangat setelah mendengar mereka berdua berbicara.
Kali ini mama Chika terlihat sangat nekat, Dia melompat dari punggung Naga dan terjun bebas ke bawah, kejadian itu membuat Dita juga mengikutinya melompat dengan bebas dilangit, Chika terkejut dengan aksi mereka berdua yang sangat nekat dan sembrono.
Namun Chika juga tidak ingin kalah dengan aksi Dita yang menyusul Ibunya, dengan yakin Dia ikut melompat tinggi dari atas Langit, ketika Naga Kegelapan mengatakan kalau Chika ingin mati lagi untuk yang kedua kalinya, Chika sangat terkejut dan juga ketakutan karena dirinya tidak bisa mengunakan jurus seperti mereka berdua.
Dengan sangat cepat Naga Kegelapan melakukan manufer ke bawah, Chika terlihat sangat ketakutan namun setelah Dia jatuh di atas tubuh Naga dirinya bisa bernafas lega.
Sedangkan Mama Chika masih terjun bebas di Udara bersama dengan Dita, tapi kali ini Dia mengunakan sengatan Petir di kedua kakinya, Kali ini Dita terlihat seperti penunggang Naga seperti Mama Chika.
"Hebat juga kamu, akan tetapi aku ingin melihat caramu mendarat diketinggian" ucap Mama Chika.
Tubuh mereka berdua jatuh melesat dengan sangat cepat kali ini Dita mengunakan sengatan Petir dikaki untuk menahan beban tubuhnya, sedangkan kedua kaki Mama Chika mengeluarkan Cahaya Putih, ketika kakinya membentur Tanah terdengarlah suara yang sangat keras, hingga membuat Monster yang ada ditempat itu berhamburan keluar, Tanah yang dipijaknya pun menjadi hancur.
Dita dan Chika dibuat melongo dengan aksi nya, mereka berpikir seberapa kuat Mama Chika.
"Bunyi sangat keras apa tadi"
"Mungkin seorang penyusup"
"Ayo kita tangkap para penyusup itu"
"Bagai mana kalau aku makan mereka semua"
__ADS_1
Banyak Monster yang sedang bergerombol di pintu masuk Kota, mereka semua sudah siap untuk menerkam mereka berdua, akan tetapi mereka kaget setelah melihat Naga Kegelapan mendarat dengan tenang, kali ini para Monster dikejutkan oleh seorang Gadis yang turun dari punggung Naga.
Mereka sempat berpikir kalau Gadis itu penunggang Naga, Mereka semua sedikit ketakutan setelah mendengar kata penunggang Naga, akan tetapi terdengar suara yang sangat keras dari belakang.
"Bunuh mereka semua dan jangan takut dengan penunggang Naga, karena penunggang Naga hanya berita bohong belaka"
"Hehehe.......kalian mau coba maju menyerang kami semua, kesinilah aku akan membunuh kalian semua" ucap Mama Chika.
Tanpa ragu sedikitpun mereka semua mulai berlari kearahnya, dengan senyuman sinis Mama Chika sangat bersemangat sekali, tubuhnya mengeluarkan Cahaya Putih yang sangat pekat, namun dengan perlahan Cahaya itu berpusat dikepalan tangannya.
Chika dan Dita merasa heran Dengan aksi yang akan dilakukan olehnya, ketika semua Monster hampir mendekatinya Dia mengarahkan tinjunya tepat ke depan, dari kepalan tangannya mengeluarkan Cahaya yang sangat besar menerobos semua Monster, serangan itu tidak menciptakan ledakan akan tetapi sebagian dari Kota itu hancur dan semua Monster yang musnah.
Tetapi didepan sana masih terlihat satu Monster yang masih berdiri sangat kokoh, Dia mengunakan tameng akan tetapi tameng itu sebagian terlihat hancur. Daya rusak serangan Mama Chika sangat panjang dan luas, ada kemungkinan kalau Dia sedang serius Kota ini bisa hancur dengan sekali serang.
"Hahahaha........maaf aku terlalu bersemangat, jadinya seperti ini" kata Mama Chika sambil tertawa.
Chika dan Dita hanya bisa melongo melihat kekuatan Mama Chika, kali ini Monster yang sedang berdiri terlihat sangat marah, Dia pun berlari menyerang dengan sebuah pedang besar, Chika dan Dita juga tidak ingin kalah darinya, Dia menggunakan jurus Bayangan Gravitasi sehingga tubuh lawannya tidak bisa bergerak.
Kesempatan itu digunakan oleh Dita menyerang dengan sengatan Petir miliknya hingga kekuatan penuh, dengan seketika tubuh Monster itu menjadi hangus, karena dirasa sudah cukup aman, mereka bertiga berjalan memasuki Kota dan mencari senjata Suci sedang tertidur.
Ketika mereka melewati tubuh Monster yang sudah hangus, tiba-tiba tubuhnya bergerak hingga membuat mereka bertiga terkejut, akan tetapi sebuah Bola Hitam mengenainya hingga tubuhnya hancur menjadi debu dan terbang terbawa oleh angin.
Kali ini Naga Kegelapan ikut andil dalam pertempuran, karena Dia juga bagian dari mereka bertiga.
Sementara bagus dan kedua Naga telah sampai di Gurun Kematian, disana terlihat banyak Monster yang sedang menunggu kedatangannya, mereka bertiga sedang bersemangat untuk menyerang Raja Monster Maikel.
__ADS_1