
Bola cahaya merah itu berubah menjadi seorang anak perempuan yang sangat cantik dan manis, rambut berwarna kuning terurai panjang sampai mata kaki.
Ke empat bola yang lain melesat dengan sangat cepat memasuki tubuh Chika, Hariyati, Niken dan Bagus.
Setelah bola cahaya itu masuk ke dalam tubuh para pengawal.tak berapa lama tubuh mereka berempat mengeluarkan cahaya yang sangat menyilaukan mata, akan tetapi mereka semua kaget setelah pulau terbang yang mereka pijak mulai bergetar, kelihatannya Pulau Terbang ini akan jatuh ke bawa, kalau sampai jatuh pulau ini pasti akan hancur pikir Linda.
Para pengawal Satria Naga Legendaris pun berubah ke level 2, kejadian itu membuat Manusia Timah menjadi sangat terkejut, karena kondisi Niken yang sudah babak belur menjadi sehat kembali.
Penampilannya juga sudah berbeda dari yang sebelumnya, Manusia Timah sangat marah dia melesat dengan sangat cepat ke arah Niken.
Namun dia cuma diam melihatnya, pukulan yang sangat kuat pun dilancarkan ke arahnya namun dia berhasil menghindarinya, bola cahaya yang telah bersatu dengan tubuhnya membuat Niken menjadi sangat kuat.
Dia mulai serius untuk mengalahkan dan menyegel lawannya dengan cepat.
Sedangkan Bagus cuma melihat dari kejahuan aksi Niken yang sangat mengagumkan, Chika bersiap akan membantunya sedangkan Hariyati terbaring di atas tanah.
Dia mencoba untuk keluar dari lilitan timah yang melilitnya, dengan kekuatan baru yang dia dapatkan dengan sangat mudah lilitan timah bisa di putuskan dengan sangat mudah, dia yang melihatnya menjadi penasaran.
"Kenapa dia bisa menghancurkan timah yang aku buat untuk mengikatnya" kata
Manusia Timah.
"Bukan cuma temanku yang bisa menghancurkan lilitan timahmu, tapi aku juga bisa menghancurkanmu seperti kaleng yang sudah reyot dan tidak bisa kembali seperti semula" ucap Niken memperingatkan lawanya.
"Temanmu itu cuma kebetulan bisa melepaskan lilitanku, aku akan membunuhmu dengan tanganku ini" jawab Manusia Timah tidak percaya.
"Coba saja kalau kamu bisa membunuhku, malah sebaiknya aku yang akan menyegelmu Manusia Timah" kata Niken.
"Hahahahahaha....lucu sekali perkataanmu hai pengawal elemen tanah" ucap Manusia Timah meremehkan sambil tertawa terbahak-bahak.
Serangan Manusia Timah di lancarkan terus menerus namun Niken masih bisa menghindari dan menangkisnya, dengan tangan robot dia menyerang balik lawanya, pukulan bertubi-tubi tepat mengenai tubuh dan kepalanya.
Saat terkena pukulan yang terakhir tubuh dia terlempar, tubuhnya membentur pohon dan terguling-guling di atas tanah, masih belum puas Niken menginjak tubuh musuhnya hingga terjadi kehancuran, tanah yang di pijak menjadi berlubang dan hancur.
Namun Pulau Terbang itu mulai jatuh ke bawah dengan perlahan-lahan, Chika dan teman-teman yang lain mulai khawatir tapi Niken masih terlihat sangat geram, sedang Hariyati dan Chika berlari masuk ke dalam pesawat terbang, sedangkan Bagus masih menunggu temannya.
Dia sedang berpikir kenapa pulau terbang ini bisa jatuh.
Putri dan Linda yang menyaksikan pertarungan mereka dari dalam pesawat, dia merasa khawatir dengan mereka berdua yang masih berada di luar.
"Kenapa Bagus dan Niken tidak masuk ke dalam pesawat terbang, apa mereka berdua tidak berpikir kalau pulau ini akan jatuh" kata Putri agak cemas.
"Putri kamu jangan khawatir dengan mereka berdua, aku yakin mereka akan datang kesini dan menerbangkan pesawat terbang ini" ucap Linda dengan sangat yakin.
Sementara di dalam hutan yang sangat gelap, Raja Naga Kegelapan menyuruh Monster Tanah untuk membuat rencana baru.
Monster Tanah mulai penasaran dengan rencana Rajanya, dia berpikir Rajanya mempunyai ide hebat apa yang akan dia katakan.
Mulut yang sangat besar serta gigi yang sangat tajam berwarna putih, nafas yang sangat dingin keluar dari mulutnya, keadaan itu membuat Monster Tanah menjadi sangat ketakutan.
Raja Naga Kegelapan menyuruhnya untuk menculik 5 anak perempuan dan 5 untuk anak laki-laki, tangkap mereka semua yang terlihat cukup kuat, karena perintah itu adalah mutlak bagi bawahanya.
Tanpa berpikir panjang dan bertanya satu patah kata pun Monster Tanah mulai pergi dari hadapan Rajanya.
Dinda menghampiri Raja Naga Kegelapan dan menanyakan sesuatu yang sangat penting, kenapa bukan dia yang di utus untuk menculik anak laki-laki dan anak perempuan.
"Rajaku kenapa bukan aku saja yang anda beri perintah untuk menangkap mereka???" tanya Dinda dengan sangat penasaran.
"Kamu belum mengerti ya, kenapa aku menyuruh Monster Tanah untuk menculik anak manusia sebanyak 10 orang" ucap Raja Naga Kegelapan.
__ADS_1
"Aku tidak mengerti Raja???
Apa aku tidak berguna untukmu Rajaku???" tanya Dinda penuh dengan pertanyaan.
"Kamu sangat berharga untukku, makanya aku menyuruh Monster Tanah.aku memiliki rencana yang sangat unik, rencana terbesarku aku ingin membuat percobaan dengan membuat pengawal seperti Satria Naga Legendaris, bila percobaanku berhasil ini adalah rencana terhebatku untuk membunuh mereka semua" kata Raja Naga Kegelapan dengan suara yang cukup keras.
"Kenapa anda tidak menugaskan aku saja untuk membunuh mereka semua" jawab Dinda sedikit iri.
"Ingat aku hanya ingin melihat apakah anak yang dia culik bisa menerima kekuatanku atau tidak, satu hal lagi apa kamu sudah menguasai pedang kehancuran" ucap Raja Naga Kegelapan.
"Aku mengerti Rajaku.kalau pedang kehancuran sudah aku kuasai dengan sangat sempurna, akan tetapi pedang itu membutuhkan 10.000 tumbal nyawa" jawab Dinda.
Raja Naga Kegelapan merasa sangat senang, dia menyuruh Dinda untuk diam dan menemaninya, apabila sudah saatnya dia boleh beraksi, dengan cepat dia mengerti akan perintah dan keinginan dari Rajanya.
Di pulau terbang pertarungan masih berlanjut, tubuh Manusia Timah terlihat sangat reyot dan tak berbentuk, tapi anehnya tubuhnya masih bisa kembali seperti semula tapi dengan perlahan, Niken malah tersenyum melihatnya kepalan tangan robot miliknya yang semakin kuat dan sempurna.
"Sekarang giliranmu yang akan tersegel dengan kekuatan baruku" ucap Niken sangat yakin.
"Hahahahaha.....Kamu bercanda ya???
Kedua tanganmu sudah aku belenggu dengan sebagian tubuhku, jadi tidak mungkin kalau kekuatan barumu bisa mengalahkanku" jawab Manusia Timah meremehkan dengan tertawa lebar.
"Kita buktikan saja siapa yang benar kamu atau aku.wahai Manusia Timah aku perintahkan masuklah ke dalam kepalan tangan robotku, SEGEL...." ucap Niken terlihat sangat serius.
Satu tangan robot milik niken mengeluarkan cahaya putih yang sangat menyilaukan mata, tak lama cahaya putih itu menghilang dan timah yang menempel di tangan robot sudah lenyap tersedot masuk ke dalamnya, kejadian itu membuat Manusia Timah menjadi sangat takut.
Ketika dia hendak melarikan diri, tiba-tiba tubuhnya tersedot dengan sangat kuat, namun dia masih melakukan perlawanan, dia mencoba untuk kabur.
Akan tetapi apa daya kekuatan segel jauh lebih besar dari pada kekuatan Manusia Timah, dalam hitungan detik dia tersedot masuk ke dalam tangan robot milik Niken, dia pun tersadar setelah getaran pulau terbang semakin kencang, dia bergegas lari ke pesawat terbang sebelum semuanya terlambat.
Ketika dia masuk ke dalam, sebuah pintu tertutup secara otomatis, Niken berlari ke arah kemudi dia terlihat sangat tergesa-gesa, setelah sampai di ruang kemudi teman-temannya pun sudah menunggu kedatangannya, dengan cepat dia menghidupkan mesin, saat itu baling-baling sayap kanan dan kiri berputar cukup kencang.
Tak lama pesawat terbang berhasil terbang dengan selamat, guncangan pesawat membuat bagus dan teman-temannya tejatuh.
"Aduh sakit kepalaku, hei Niken kalau mengemudikan pesawat terbang yang benar dong, badanku sakit tahu" kata Chika.
"Maaf bukan salahku, karena pesawat terbang ini rodanya terjepit tanah yang retak, sedang pesawat terbang ini rusak di bagian roda" jawab Niken sedikit panik.
"Apa rodanya bisa di perbaiki???" ucap Hariyati penasaran.
"Nanti akan aku perbaiki setelah aku hancurkan pulau itu" kata Niken terlihat raut wajahnya sangat serius.
"Apa pesawat terbang ini dilengkapi oleh senjata seperti rudal" ucap Chika.
"Pesawat ini tidak dilengkapi dengan senjata, rudal itu apa???
Maaf aku baru mendengarnya" jawab Niken penuh dengan tanda tanya.
"Rudal itu sebuah peledak yang bisa menghancurkan satu kota dengan sekali tembak, kalau pesawat ini tidak di lengkapi rudal terus bagaimana kita bisa menghancurkan pulau itu" kata Chika meyakinkan temannya.
"Jadi rudal itu sebuah peledak yang bisa menghancurkan satu kota dalam sekali tembak, kalau senjata seperti itu ada di Dunia ini, maka marabahaya akan terjadi di mana-mana" jawab Niken sedikit panik.
"Lihatlah di bawa ada sebuah Kota yang padat penduduknya, kalau pulau ini jatuh ke bawah apa yang akan terjadi dengan Kota itu" tanya Hariyati dengan sangat resah.
"Kalau pulau itu menimpa kota yang ada di bawahnya maka kota itu akan hancur, dan ledakan besar pun terjadi serta seluruh manusia yang ada di bawahnya akan mati semua" ucap bola cahaya.
"Kamu kenapa bilang seperti itu, terus siapa kamu.
Kenapa kamu bisa tahu semua hal yang sangat mendetail seperti itu" tanya Chika dengan sangat mendetail.
__ADS_1
"Chika dia adalah kekuatan sepenuhnya para pengawal satria naga legendaris yang sudah di ambil oleh musuh" jawab Niken.
"(( Ternyata setengah dari kekuatanku telah menjelma menjadi seorang gadis ))" kata Satria Naga Legendaris.
"(( Aku akan berbicara dengan dia, apa dia mau kembali ke tubuhmu atau tidak ))" jawab Bagus dalam hati.
"Jadi kamu masih belum punya nama??
Bagaimana kalau kamu aku beri nama" ucap Chika.
"Boleh tapi tubuh ini hanya sementara, ketika aku bersatu dengan Satria Naga Legendaris maka tubuhku akan lenyap seutuhnya" jawab bola cahaya merah.
"Jadi kamu tidak bisa di dunia ini sangat lama ya, sayangnya kami tidak bisa berbuat apa-apa" kata Niken terlihat sangat sedih.
"Teman-teman lihat Pulau Terbang Itu hampir dekat dengan kota yang ada di bawahnya" ucap Hariyati dengan sangat panik.
"Bagaimana ini........Kita semua tidak bisa berbuat apa-apa" kata Chika sedang kebingungan.
"Niken ada satu cara untuk menghancurkan pulau itu, turunkan pesawat ini di pinggir kota lalu kalian bertiga mencari tempat untuk mengeluarkan jurus baru yang telah kalian dapatkan" kata bola cahaya merah.
Mereka semua mulai bingung dengan perkataan bola cahaya merah, tapi tanpa berpikir panjang Niken menurunkan posisi pesawat terbang di pinggir Kota.
Niken pun membuka pintu dapur yang ada di atas pesawat terbang, Chika dan Hariyati pun menyusul temanya tak lama bola cahaya merah pun ikut berdiri di samping mereka.
Hariyati melihat ke arah Kota, di sana terlihat banyak penduduk yang sedang ketakutan, sebagian penduduk ada yang bersembunyi di dalam rumah ada yang cuma diam melihat ke atas, mungkin mereka sudah pasrah menerima nasib yang akan menimpanya, Kota yang sangat besar akan hancur seketika setelah tertimpa sebuah Pulau yang sama besarnya.
Mereka bertiga berdiri tegap melihat pulau yang sangat besar, bola cahaya merah memberitahu bagaimana caranya menggunakan jurus baru.
"Kalian bertiga harus mengangkat kedua tangan, setelah itu keluarkan energi kalian kepada kedua telapak tangan" ucap bola cahaya merah terlihat tatapanya sangat serius.
Mereka bertiga melakukan semua perintah dari bola cahaya merah, Chika, Hariyati dan Niken mulai berkosentrasi.
Tak lama tubuh mereka bertiga mengeluarkan cahaya putih yang sangat terang, setelah itu semua cahaya berkumpul di telapak tangan mereka bertiga, tak lama ke dua telapak tangan mereka bertiga mengeluarkan bola yang memiliki energi yang sangat besar.
Lama kelamaan bola itu menjadi besar dan terasa sangat kuat, bola cahaya milik Hariyati berwarna putih besar, bola cahaya milik Chika berwarna hitam besar, sedangkan bola cahaya milik Niken berwarna coklat besar.
Bola cahaya menyuruh untuk menembakkan ketiga bola cahaya sekaligus, ketika ketiga bola di tembakkan jurus itu pun bersatu menjadi bola cahaya super, saat bersatunya bola cahaya terjadi getaran yang sangat hebat namun cuma sementara.
Bola cahaya super melesat dengan cepat menabrak pulau terbang yang jatuh dari langit, ledakan besar pun terjadi hembusan angin pun terjadi sehingga membuat pesawat terbang bergerak-gerak, para penduduk yang merasa ketakutan pun mulai tenang setelah tahu kalau sebuah Pulau Terbang yang akan menimpa Kotanya meledak.
Tak berselang lama ledakan itu mengeluarkan cahaya putih yang cukup besar, cahaya itu dengan cepat membungkus pulau yang sudah hancur lebur, sehingga tidak ada puing-puing yang jatuh menimpa Kota, namun ada sebagian puing-puing yang sangat besar dan banyak sedang berjatuhan.
Hariyati, Niken dan Chika menjadi kagum dengan jurus baru yang mereka keluarkan, karena senangnya mereka bersorak sangat keras dan mereka tidak ingat dengan tujuannya, tapi ketika bola cahaya memanggil mereka bertiga, tak lama mereka pun sadar dengan tugas mereka.
Sementara batu-batu yang cukup besar akan menimpa kota yang ada di bawahnya.
Mereka bertiga pun panik dengan apa yang harus mereka lakukan, bagus pun muncul di depan mereka bertiga dengan berdiri tegap sambil memandangi batu besar yang akan menimpa Kota.
"Ayo naga buat pelindung yang sangat besar karena aku percaya denganmu" kata Bagus sangat yakin.
"Baiklah aku akan membuat pelindung yang sangat besar agar para penduduk bisa selamat dari reruntuhan" jawab Satria Naga Legendaris.
Ketika dia mengeluarkan aba-aba tak lama keluarlah aura berwarna merah dari tubuh Bagus, tak lama di tengah Kota terciptalah sebuah pelindung berwarna merah, karena kota itu terlalu besar pelindung yang dibuat cuma 25% dari keseluruhan Kota.
"Naga berjuanglah kamu pasti bisa" ucap Bagus memberi dukungan.
"Kekuatanku cuma sebatas ini, kalau Kekuatanku kembali itu pun tidak cukup untuk membuat pelindung yang lebih besar lagi" jawab Satria Naga Legendaris dengan sangat kesal.
"Berarti kita harus mengorbankan Kota itu tertimpa serpihan batu besar pulau" ucap Niken.
__ADS_1
"Aku akan melindungi kota itu, Bagus kamu tenang saja aku akan menggunakan jurus seratus pisau cahaya" kata Hariyati penuh kekuatan.