Satria Naga Legendaris

Satria Naga Legendaris
BONEKA PENGUJI


__ADS_3

Yuyun perlahan menghampiri tongkat itu, dia merasa sangat kagum melihat tongkat yang ada di depan matanya, dia mulai menyentuh tongkat itu mengunakan tangan kanannya, namun tidak lama mata boneka itu mulai terbuka, dengan sangat cepat boneka itu menyerang Yuyun dengan kedua kakinya.


Sontak saja tubuhnya terhempas membentur tembok hingga mengeluarkan bunyi BRAKKK......


Semua yang ada di sana menjadi sangat kaget, kenapa ada boneka yang bisa bergerak sendiri, sedangkan boneka itu juga sangat kuat.


Bagus mulai menyerangnya dengan pukulan, tetapi dengan sangat cepat boneka itu menghindarinya.


"Namaku Lili, kalian semua tidak boleh ikut campur dengan masalah ini, karena ini adalah ujian untuk pengawal tipe Air, apa dia berhak memegang senjata tongkat emas atau tidak" ucap Lili mengingatkan.


"Baiklah akan aku tunjukan kemampuanku" jawab Yuyun.


"Baiklah kita pindah ke tempat yang lebih aman" kata Lili.


Mereka semua heran dengan kata-kata Lili, tidak berselang lama tiba-tiba ruangan yang tadinya kecil, sekarang berubah menjadi stadion tempat bertarung.


Yuyun dan Lili sedang berada di tengah stadion pertarungan, sedangkan sembilan temanya sedang berada di kursi penonton, kali ini stadion itu terlindungi oleh penghalang yang tidak bisa dengan mudah di masuki oleh seseorang.


Kali ini Yuyun sangat percaya diri bisa mengalahkan boneka yang ada di depannya, kedua telapak tangannya mengeluarkan pisau Air yang sangat panjang, dia mulai berlari menghampiri lawanya, dengan ayunan kedua pisau Air Lili berhasil menghindarinya dengan sangat mudah.


Dia terus-menerus menyerang dengan mengayunkan kedua pisau Air, tetapi serangannya berhasil di hindari, kali ini Lili berhasil melancarkan serangan balasan, sebuah tendangan tepat mengenai perutnya dan di susul sebuah pukulan tepat mengenai wajahnya, sehingga tubuh Yuyun melesat membentur tembok pembatas, tetapi anehnya tembok itu tidak mengalami kerusakan sedikitpun.


"Apa kamu ini pengawal Satria Naga Legendaris tipe Air, kekuatanmu sangat lemah sekali, bila kamu bergabung dengan mereka semua, kamu hanya akan menjadi beban mereka, karena kamu hanyalah wanita yang sangat lemah, atau lebih tepatnya kamu adalah seorang pecundang" ucap Lili dengan tatapan sinis.


Mendengar kata-kata Lili Yuyun menjadi sangat marah, dia mulai bangkit dan mulai berdiri, kali ini Yuyun mulai mengunakan jurus tembakan Air miliknya, jari telunjuk tangan kanannya di angkat ke atas, dia mefokuskan diri untuk mengeluarkan tembakkan peluru Air.


Kali ini terciptalah sebuah gelembung yang cukup besar, gelembung itu di tembakkan ke arah Lili, dengan sangat cepat jurus bola Air melesat ke arah lawanya.

__ADS_1


Tetapi jurus itu dengan mudah di tepisnya dengan tangan kirinya, dengan cepat jurus itu membentur pelindung hingga terjadi ledakan DHUUARRRRRR.......


Getaran yang sangat hebat pun terjadi, tetapi terjangan jurus itu tidak membuat pelindung itu bergeming.


Yuyun merasa sedikit down, karena jurusnya tidak bisa melukai lawanya.


"Kamu hanyalah beban bagi mereka semua, sebaiknya kamu pergi dan tinggalkan mereka, karena kamu tidak layak untuk menjadi pengawal Satria Naga Legendaris" ucap Lili dengan nada ketus.


"Aku bukanlah beban bagi mereka semua, tetapi aku akan berjuang agar aku tidak menjadi beban bagi teman-temanku semua, aku akan bangkit dan akan terus melawanmu sampai Akhir" jawab Yuyun dengan tegas.


Kali ini Yuyun mengunakan serangan badai Air, jurus andalannya yang di ajarkan oleh Bagus.


"Wahai air, bantulah aku penuhi keinginanku dan keluarlah, Badai Air datanglah" teriak Yuyun dengan suara yang sangat keras.


Di sekeliling tubuh Yuyun mengeluarkan Air yang seukuran bola kelereng, bola itu jumlahnya sangat banyak hingga mengelilingi tubuhnya.


Tatapan mata Yuyun sangat tajam menatap lawanya, serangan bola air melesat menerjang tubuh Lili, tetapi dengan sangat mudah dia menghindarinya, kali ini senyuman Yuyun pun keluar hingga membuat lawanya menjadi sangat waspada.


Dita pun menjadi sangat kagum dengan jurus badai air milik Yuyun pengawal Air, jurusnya begitu hebat bisa memojokkan lawanya.


Tubuh Lili berubah menjadi besar, kejadian itu membuat Yuyun merasa panik, jurus Badai Air di kibas-kibas dengan kedua tangannya, sehingga terjadilah ledakan DHUUARRRRRR.......yang sangat keras.


Kali ini Lili menghempaskan sebuah pukulan ke arah Yuyun, telapak tangan besar pun menerjangnya di sertai angin yang berhembus sangat kencang, tanpa bisa menghindar tubuhnya terkena terjangan hingga mengeluarkan suara Dhummmmm...... pukulan itu membuat Tanah menjadi hancur dan bergetar sangat hebat.


Lantai stadion pun hancur, banyak debu dan batu berhamburan ke mana-mana, kali ini mereka semua di buat khawatir dengan kondisi teman baru mereka, setelah tangan besar di angkat cukup tinggi, di sana terlihat tubuh Yuyun di lindungi oleh Air berbentuk kotak.


"Untunglah aku masih sempat mengunakan Air pelindung, bila aku terlambat sedikit saja tubuhku bisa terkapar tidak berdaya" kata Yuyun sedikit khawatir.

__ADS_1


"Hebat juga kamu bisa mengunakan pelindung di saat darurat, tetapi kali ini kamu tidak akan bisa menghindar lagi dari seranganku" jawab Lili.


"Kali ini aku tidak akan pernah menyerah, walaupun nyawaku sebagai taruhannya, aku juga tidak akan menjadi beban bagi teman-temanku" teriak Yuyun dengan tekat yang telah bulat.


Kali ini Lili melancarkan pukulan disertai angin yang sangat kencang, pukulan itu tidak membuat Yuyun bergeming sedikitpun, ketika pukulan itu hampir mengenai tubuhnya tiba-tiba lantai yang di pijak bergetar sangat hebat, Lili menjadi kaget dari bawah lantai munculah tongkat berwarna keemasan.


Tongkat itu menyerang tangan Lili dari bawah dan terjangan bertubi-tubi menghujani tubuhnya, tidak lama tubuh dia pun roboh jatuh ke atas Tanah.


Tongkat itu menghampiri Yuyun, dia mengangguk sepertinya dia telah memilih tuanya, tubuh Lili yang awalnya besar sekarang menyusut menjadi kecil.


"Aku akui kamu memang sangat hebat, karena tongkat itu telah mengakuimu sebagai tuanya, jadi kamu berhak untuk memilikinya.


Tongkat itu adalah senjata suci penghancur alam" kata Lili.


"Jadi senjata suci ini memilihku sebagai tuanya ya" jawab Yuyun terlihat sangat senang.


"Baiklah kita akan kembali ke tempat semula tuanku" ucap Lili.


"Apa kamu bilang tuan, kamu kan boneka penjaga tongkat emas" jawab Yuyun sedikit kaget.


"Memang benar aku penjaga tongkat emas, aku juga penyimpan tongkat itu dan aku juga bisa bertarung untuk membantumu, maafkan perkataanku yang tadi" kata Lili.


"Baiklah aku terima permintaan maaf dari mu" jawab Yuyun.


"Okay kita kembali ke tempat asal" kata Lili.


Setelah kepemilikan tongkat berhasil di temukan, arwah penasaran pun mulai keluar dan menampakan diri, mereka semua mondar-mandir dan tidak tahu arah atau tujuannya.

__ADS_1


Setelah Yuyun sudah berhasil lolos dari ujian, mereka semua di transfer ke depan altar, sedang di altar mereka semua melihat banyak hantu penasaran dan bergentayangan.


Kali ini Chika dan Niken sangat ketakutan setengah mati, kedua kaki mereka tidak bisa bergerak dan mereka berdua memeluk bagus di sisi kiri dan sisi kanan, dengan sangat erat dan tidak mau melepaskan pelukannya.


__ADS_2