
Perjalanan mereka kembali ke Negeri Moderen berjalan dengan lancar, tanpa ada halangan apa pun.
Ketika memasuki pintu gerbang Dita pun tersadar, dia menyuruh Hariyati untuk menurunkan dirinya, dia mulai memandangi baju Hariyati dengan sangat teliti.
"Hei baju kalian baru ya, sedang kekuatannya sangat dahsyat, dan juga untuk kalian berdua baju kalian berdua juga juga baru, hei kenapa kalian berdua tidak mendekat ke sini malah semakin jauh saja" ucap Dita di buat penasaran.
"Bukannya kami menjauh sih, tetapi kami berdua sedang menjaga jarak biar tetap aman" jawab Chika sedikit takut.
"Aman dari siapa???
Sikap kalian berdua membuatku menjadi sangat penasaran" ucap Dita.
Dita menjadi sangat penasaran kepada mereka, dengan cepat dia menghampirinya, setelah dekat dia mencium bau yang tidak sedap dari badan mereka berdua.
Chika dan Niken menjadi kaget, setelah Dita tahu apa yang telah terjadi kepada mereka berdua, ketika Dita mau bilang kalau mereka berdua sedang, tiba-tiba mereka berdua membekap mulutnya, sehingga Dita tidak bisa berkata-kata lagi.
"Kamu jangan bilang ke padanya kalau kami berdua sedang....., Kamu mengertikan, kami seorang wanita memiliki perasaan yang cukup peka sama sepertimu" kata Chika sangat meyakinkan.
Tak butuh waktu lama Dita pun mengangukan kepala, mereka berdua melepaskan genggaman tanganya dan mengajak Dita ke tempat pemandian umum.
Untuk Bagus dan Hariyati beserta Gadis dan Suci pergi menghadap Raja.
Tetapi sebelum pergi, Gadis dan Suci mencium bau yang sangat harum dan enak.
Mereka berdua berjalan mengikuti bau makanan itu berasal, setelah sampai mereka melihat banyak pedagang yang sedang berjualan berbagai macam makanan.
Sate daging, kue, donat, makanan soto, rawon dan masih banyak lagi jenis makanan yang ada di sana.
Mulut mereka berdua meneteskan air liur yang cukup banyak, tetapi tak lama kemudian mereka berdua hanya bisa menghela nafas panjang, karena mereka berdua sadar sedang tidak memiliki uang untuk membelinya.
Kali ini Bagus melihat mereka berdua tampak murung setelah melihatnya, kali ini dia bertanya kepada mereka berdua secara langsung.
"Kenapa kalian berdua terlihat sangat murung, padahal tadi kalian berdua sangat senang sekali tetapi sekarang kok terlihat sangat murung.
"Tidak ada apa-apa kok kak, hanya saja aku kagum dengan pemandangan Kota di tempat ini" ucap Gadis.
__ADS_1
"Hei Gadis kenapa kamu tidak berterus terang saja kepada kakak" bisik-bisik Suci ke telinganya.
"Kita berdua jangan sampai menyusahkan kakak Bagus mengerti" ucap Gadis.
Dari jauh penduduk yang sedang berjualan daging panggang, dia melihat Bagus dari jauh dan mulai berteriak cukup keras, hingga membuat pedagang yang lain ikut memanggilnya.
"Hei sang penyelamat.....kamu cepat kemari, aku akan meneraktirmu"
"Anak mudah kamu ikut aku ke meja yang ada di sana, kami para pedagang mengucapkan terima kasih banyak, karena pertolonganmu negeri kami tidak hancur tertimpa batu besar"
Gadis dan Suci menjadi kaget, setelah para penduduk mengucapkan terima kasih kepada bagus, mereka berempat di ajak berjalan mendekati meja berbentuk bundar.
Setelah mereka berempat duduk, tak lama para pedagang berdatangan membawah barang daganganya mereka masing-masing, ketika berbagai jenis makanan yang terhidang di atas meja, wajah Gadis dan Suci merasa sangat bahagia.
"Karena penyelamat sudah menyelamatkan nyawa para penduduk, kami beserta pedagang yang lain memberi jamuan makanan gratis, jadi kalian bertiga jangan sungkan-sungkan makanlah sampai kalian semua kenyang.
Kali ini Gadis dan Suci tanpa sungkan atau malu-malu, dia mulai menyantap makanan yang sudah terhidang di atas meja, Suci memakan daging sapi sedang Gadis memakan daging kambing, sedang bagus mulai memakan daging ayam, wajah mereka bertiga terlihat sangat bahagia setelah memakan satu gigitan.
"Wah.......lezat sekali daging ini, rasanya enak begitu di gigit dagingnya melunak di mulut" kata Gadis sambil mengigit daging panggang.
Sedangkan Bagus dan Hariyati juga ikut makan dengan lahapnya, para pedagang yang melihatnya merasa sangat senang sekali.
"Kalau mau nambah kalian bilang saja jangan sungkan-sungkan, karena hari ini kami semua sangat senang sekali.
Sementara di tempat permandian umum mereka bertiga sedang berjalan memasuki loket pembayaran, bau Pesing tercium oleh penjaga loket.
"Hei kalian bertiga ngompol ya"
"Hei kalau bicara di jaga ya, mana mungkin seorang Putri ngompol di celana" kata Dita.
"Jelas-jelas bau Pesing gitu, masak tidak ngompol"
Ketika mendengar nama seorang putri, penjaga loket itu pun kaget dan beranjak keluar melihatnya dengan matanya sendiri.
Penjaga itu kaget setelah melihat putri Dita mampir ke tempat pemandian miliknya, tetapi dia lebih kaget lagi setelah penjaga itu tahu kalau sang penyelamat juga ikut bersama dengannya.
__ADS_1
"Oh selamat datang penyelamat dan tuan Putri Dita, kalian semua silakan masuk dan jangan sungkan-sungkan"
Mereka bertiga cengar-cengir dan mulai masuk ke pemandian, ketika mereka bertiga masuk penjaga itu memasang tulisan TUTUP di pintu.
Penjaga itu mulai masuk dan ikut bergabung bersama penyelamat, Chika, Dita dan Niken mulai masuk ke dalam Air, dia heran kenapa penyelamat mandi dengan mengenakan pakaian lengkap.
Tetapi dia tidak berani bertanya karena takut kalau mereka akan marah.
"Hei Chika dan kamu Niken, kenapa penampilan kalian bisa jauh berbeda, kekuatan kalian terasa sangat kuat, kekuatanmu jauh lebih kuat dari padaku" tanya Dita.
"Oh baju ini........ini baju pengawal LV2, kekuatanya sangat besar sekali" jawab Chika.
"Apa aku juga bisa mengunakan kekuatan LV2 ya" kata Dita sangat penasaran.
"Kamu juga bisa, semua pengawal Satria Naga Legendaris bisa mengunakannya dengan bebas, kekuatan ini bisa muncul bila kita mempunyai Amarah yang cukup besar" jawab Niken.
"Tetapi kekuatan ini tidak boleh di salah gunakan" ucap Chika.
Dita merasa sangat senang setelah mendengar kata-kata mereka berdua, dia mulai yakin kalau dia juga bisa mengunakan kekuatan LV2.
Sementara kondisi bagus dan kedua temanya, mereka sedang berjalan sempoyongan, mereka bertiga telah kebanyakan makan sehingga perut mereka kekenyangan, tetapi tidak untuk Hariyati dia makan apa adanya, kali ini mereka di hadang oleh pemilik toko baju.
"Selamat datang di toko kami penyelamat, silahkan masuk dan pilih baju yang kalian mau, aku memberi kalian 10 baju gratis, ini sebagai tanda terima kasihku kepadamu"
"Tidak-tidak aku tidak memerlukan baju, jadi maaf aku tidak ingin merepotkanmu" jawab Bagus.
"Kalian berdua sedang butuh pakaian kan Gadis kecil, silakan masuk untukmu aku beri kalian baju gratis jadi jangan sungkan-sungkan"
"Betulkah kami berdua di beri baju gratis, kalau iya aku merasa sangat senang" kata mereka berdua.
Bagus yang melihatnya hanya menepuk jidatnya dan mengeleng-gelengkan kepalanya, mau tidak mau dia terpaksa menerima tawaran pemilik toko.
Kali ini Gadis dan Suci memakai baju yang sangat indah, baju gaun putih berenda-renda dan memakai sepatu pendek, sedangkan suci memakai baju panjang kuning dan rok panjang biru, serta memakai sepatu panjang.
Bagus melihat pemilik toko merasa sangat bahagia, padahal dia memberi baju yang cukup banyak, apa dia tidak rugi ya pikirnya.
__ADS_1
Baru berjalan 20 meter mereka berdua bertemu Chika, Niken dan Dita, mereka berdua telah selesai mandi dan baju mereka berbau harum.