
"Kalau soal makanan aku membawanya walau tidak banyak" ucap Linda.
Linda mengeluarkan ikan,buah dan sayur dari dalam tasnya.
Bagus, Chika dan Hariyati tidak mengetahui sejak kapan linda memasukan ikan dan bahan makanan ke dalam tasnya, ikan yang di keluarkan sangat banyak dan ikannya masih hidup.
Linda menyuruh Wati untuk membagikan ke para penduduk yang sedang kelaparan, Wati dan kedua anaknya sangat senang mendapat bantuan ikan segar.
Wati menyuruh kedua anaknya untuk memangil semua penduduk untuk makan bersama, sedang Wati membersihkan ikan dan memasaknya dia di bantu oleh Hariyati dan Chika agar pekerjaan mereka menjadi lebih ringan.
"Maafkan karena aku kalian berdua yang kecapekan mau membantuku di dapur" ucap Wati dengan malu.
"Kami berdua gadis yang sangat kuat jadi kamu jangan sungkan" jawab Chika.
"Iya......betul kata Chika, kami ikut membantu agar lebih ringan pekerjaanmu" kata Hariyati dengan gugup.
Wati mengucapkan terima kasih sambil meneteskan air mata, Chika merasa serba salah sudah membuat Orang Tua menangis.
Bagus meminta Linda untuk mengeluarkan sebagian harta yang mereka dapatkan dari Monster Ular, sebetulnya Linda sangat berat hati untuk mengeluarkannya, karena harta itu untuk perjalanan.
Tapi hati Linda luluh melihat ketelulusan hati Bagus, dia ingin menolong para penduduk yang sedang kesusahan.
Di luar rumah banyak penduduk yang sedang menunggu makanan yang siap disajikan untuk di makan bersama, ada satu orang yang mendekati Bagus dia meminta maaf karena tidak menghiraukan mereka semua, padahal kalian telah menyelamatkan penduduk dari kelaparan, Bagus hanya tersenyum dia senang bisa membuat orang lain sangat bahagia.
Semua masakan sudah siap di atas meja, penduduk yang kelaparan mereka mengantri untuk mendapatkan makanan yang akan di bagikan, semua penduduk mendapatkan satu porsi piring yang berisi ikan dan sayuran.
Mereka makan dengan sangat lahapnya karena mereka tidak makan selama dua hari.
"Untuk para penduduk aku cuma bisa membantu memberi makan dan harta, tapi harta ini cuma sedikit, walau begitu kalian harus berusaha berjuang seperti sedia kala" ucap Bagus dengan tenang.
"Kami semua masih takut dengan Monster Rusa, yang akan datang lagi dan menjarah harta benda dan makanan kami" jawab penduduk dengan sangat ketakutan.
"Untuk Monster Rusa aku akan memusnahkan dia, jadi kalian para penduduk tidak perlu khowatir" ucap bagus dengan sangat yakin.
"Monster itu sangat besar dan kuat, apa kalian bisa membunuhnya untuk kami" tanya penduduk dengan ragu.
"Aku Satria Naga Legendaris, aku akan membantu menciptakan perdamaian dunia ini" jawab Bagus dengan penuh harapan.
Ketika penduduk mendengar nama Satria Naga Legendaris, semua penduduk merasa sangat senang dan lega, mereka semua sangat berharap, mungkin mereka berempat bisa memusnahkan Monster Rusa.
Ketika hari sudah malam para penduduk bergantian berjaga kalau ada serangan dari Monster atau binatang buas lainya, Bagus pun menjadi tenang dia melanjutkan tidurnya.
Pagi hari udara di Desa ini terasa sangat dingin seperti mau menusuk tulang, Desa yang terlihat sepi di sana ada dua penduduk yang berjaga-jaga dari binatang buas.
Bagus dan yang lainya terbangun karena udara yang sangat dingin tidak seperti udara di Negeri Peri, sedangkan di pos penjagaan satu orang penduduk berlari, dia terlihat seperti orang yang sedang ketakutan akan sesuatu.
Keringat dingin membasahi badanya dan nafas yang terengah-engah pun keluar, dia menghampiri rumah Wati dan mengatakan dengan suara yang terputus-putus.
"No......na ada be.....rita bu......ruk..." ucap penduduk dengan wajah pucat karena ketakutan.
"Ada apa pagi-pagi sekali kamu seperti orang kesurupan???" tanya Wati dengan tatapan serius.
"Monster Rusa yang sedang menuju kesini, mereka membawa dua Monster Rusa yang lain, sepertinya mereka membawa anak buahnya" jawab penduduk dengan nafas terengah-engah.
"Kamu jangan takut seperti itu, di sini ada pahlawan kita Satria Naga Legendaris yang akan membantu,aku ingin kamu ajak para penduduk mengungsi dari sini bila terjadi sesuatu pada mereka" ucap Wati memberi perintah.
"Baik nona akan aku laksanakan" jawab penduduk.
Kepanikan penduduk mulai reda, setelah itu Wati membangunkan bagus dan teman-temannya, sedang Wati sang kepala Desa menanggung beban berat para penduduknya.
"Ada apa pagi-pagi sekali sudah membangunkan kami semua" tanya Bagus dengan penasaran.
"Penjaga pos melihat Monster Rusa dan kedua temanya datan kemari" jawab Wati.
__ADS_1
"Oh...jadi Monster itu sudah datang, kamu jangan takut aku akan menolong desa ini dari amukan Monster Rusa" ucap Bagus dengan tegas.
"Pagi-pagi Monster itu sudah mencari masalah di Desa ini" kata Chika dengan raut wajah jengkel.
"Hari ini kami bertiga siap membunuh ketiga Monster itu" ucap Hariyati dengan begitu yakinnya.
"Aku tidak ikut ya, aku mau melihat saja pertarungan kalian bertiga" jawab Linda dengan penuh percaya diri.
"Memangnya kalau kamu ikut bertarung, apa kamu bisa mengalahkannya" tanya Chika sedang menggoda teman kecilnya.
"Tidak sih, aku cuma bisa membantu doa dan melihat saja dari jauh" jawab Linda dengan senyuman kecil.
Chika hanya bisa menghela nafas ketika mendengar Linda berbicara.
Sedang di luar terdengar ada keributan para penduduk, mereka bertiga bergegas keluar rumah dan melihat para Monster sedang menyuruh para penduduk untuk membawakan makanan, namun penduduk menolak karena mereka tidak memiliki makanan yang tersisa akibat di jarah oleh Monster Rusa.
"Hei kamu berani menentangku, sudah dua hari aku tidak kesini mengambil upeti dari kalian, tapi sekarang kalian mulai berani melawanku" bentak Monster Rusa dengan tatapan marah.
"Kami semua sudah tidak takut lagi dengan ancamanmu.karena Satria Naga Legendaris akan menolong kami semua" jawab penduduk dengan kaki gemetaran.
"Bangsat.......kamu bilang Satria Naga Legendaris akan menolong kalian, kamu pikir begitu.
Hei kamu tangkap dia dan kamu makan dia, agar penduduk yang lain ketakutan dengan kehadiran kita" teriak Monster Rusa dengan sangat marah.
Monster Rusa yang di suruh langsung maju dan berusaha menangkap seorang penduduk, namun naasnya kedua tangan Monster itu putus karena terkena sebetan pedang Hariyati.
Dia itu mulai kesakitan dan mengeluarkan teriakan yang sangat kencang, sebuah pedang panjang di arahkan ke arah Monster tatapan Hariyati sangat tajam, terlihat kalau dia siap untuk membunuh lawannya.
"Apa kamu Satria Naga Legendaris yang di ceritakan oleh penduduk" ucap Monster Rusa dengan tatapn tajam.
"Aku pengawal tipe cahaya namaku Hariyati" jawab Hariyati dengan tatapan dingin.
"Hariyati kenapa kamu memperkenalkan diri segala" tanya Chika.
"Iya betul juga katamu, mari kita cincang mereka kecil-kecil" ucap Chika dengan semangat.
"Kalian berdua kalahkan anak buahnya dan aku akan melawan pemimpinya" kata Bagus.
"Kalian mau mencincang anak buahku dan di berikan kepada penduduk, apa kamu Satria Naga Legendaris yang mereka katakan???" tanya Monster Rusa.
"Iya aku adalah Satria Naga Legendaris yang akan mengakhiri hidupmu" jawab Bagus.
"Baiklah akan aku beri contoh kepadamu, kalau kalian akan mati di sini Satria Naga Legendaris, anak buahku bunuh ke dua gadis itu dan bawahkan kemari mayatnya" ucap Monster Rusa kepada kedua anak buahnya.
Kedua Monster itu berlari menyerang Chika dan Hariyati, kedua Monster itu menyerang mereka berdua mengunakan tanduk yang bercabang cukup banyak.
Hariyati menghindar dan terus menghindar dari serangan tanduk Monster Rusa, namun tetap saja tanduk itu mengarah ke padanya dengan sangat kuat, dia melesat ke arah Monster itu, serta dia mengindari terjangan tanduk dari bawah dan mengayunkan pedangnya.
Tapi dia terkena terjangan tanduk yang sangat banyak dan tersungkur jatuh ke tanah, pemimpin mereka tertawa melihat pengawal Satria Naga Legendaris di kalahkan, para penduduk mulai panik karena penyelamat mereka telah di kalahkan.
Hariyati mulai bangkit dan mengatakan kepada penduduk, Rusa itu telah menjadi makanan kalian semua, pemimpin Monster merasa kaget setelah kepala anak buahnya terputus dari badanya.
Sedangkan Chika terlihat kewalahan menghindari tanduk Monster, dia berpikir bagai mana cara menyerang Monster itu karena tanduknya sangat banyak dan juga sangat cepat, terlintas sepintas cara untuk memotong kepala sang Monster, ketika Monster itu menyerang.
Chika menancapkan pedang kegelapan dan mengeluarkan jurus gravitasi kegelapan, Monster yang menyerang tiba-tiba tubuhnya berhenti bergerak.
Dengan cepat chika Menganti bola yang ada di pedangnya dan mengeluarkan jurus cahaya bulan sabit, sebuah pisau yang sangat besar keluar dari bawah tanah dan menerjang kepala Monster Rusa, kepala Monster itu hancur terkena terjangan cahaya bulan sabit hingga tubuh Monster itu tumbang.
"Kurang ajar kalian berdua berhasil membunuh kedua anak buahku, aku tidak akan mengampuni kalian berdua" teriak Monster Rusa dengan sangat marah.
"Lawanmu adalah aku" ucap Bagus menodongkan jari telunjuknya.
"Kalian berdua sangat hebat, bisa membunuh mereka berdua dalam sekejap" kata penduduk.
__ADS_1
"Kamu pikir kalian bisa membunuhku seperti mereka berdua, ingat untuk kalian semua ketika aku sudah menghabisi mereka bertiga, aku akan menghancurkan kalian semua beserta Desa terpencil ini" ucap Monster Rusa.
"Bagus ijinkan aku dan Hariyati untuk memotong kepala Monster itu" tanya Chika dengan emosi.
"Kalian berdua lihat saja aku tidak akan membunuh Monster itu, biarkan para penduduk yang akan membunuhnya" jawab Bagus.
Penduduk menolak karena mereka semua tidak bisa melawan apalagi membunuhnya, Bagus hanya tersenyum melihat para penduduk yang berkata terus terang kepadanya, Monster Rusa sangat marah karena dirinya telah di remehkan.
Dia mengeluarkan jurus api hijau di kepalan tanganya Monster Rusa berlari ke arahnya dan melayangkan pukulan ke arah lawanya, dengan sangat cepat Bagus membalas pukulan itu dengan pukulan terkuatnya.
Ketika kedua tinju itu saling beradu terjadilah guncangan yang cukup hebat dan di sertai angin yang berhembus cukup kencang, mereka semua tertegun dengan kekuatan Bagus.
Tak berselang lama lawanya menjerit kesakitan, setelah tubuhnya jatuh ke tanah dia kaget dengan kondisinya.
"Apa yang telah kamu lakukan pada tubuhku, kenapa tubuhku terasa sangat sakit semua" ucap Monster Rusa.
"Aku menghancurkan semua tulangmu, dan kamu akan merasa kesakitan yang sangat luar biasa, serta renungi semua kesalahanmu yang telah kamu lakukan" jawab Bagus dengan tatapan serius.
"Jangan bunuh aku tolong ampuni aku" kata Monster Rusa dengan wajah memelas agar di ampuni.
"Tadi kamu berkata sangat keras tapi sekarang kenapa suaramu menjadi loyo" ucap Chika.
"Untung kamu tidak berhadapan denganku" kata Linda dengan penuh percaya diri.
Mereka semua merasa gembira karena Desa mereka terbebas dari serangan Monster Rusa, dan mereka mendapatkan persediaan makanan yang sangat melimpah, Wati menyuruh para penduduk untuk menguliti dan memotong tubuh Monster yang telah mati, sebagian besar mereka akan menjualnya di Kota Palam.
Bagus berpesan kepada Wati sebelum mereka pergi melanjutkan perjalanan.
"Bu Wati sebagai kepala Desa di sini, aku serahkan pemimpin Monster untuk kalian apakan dia, karena dia sudah tidak bisa berbuat apa-apa" ucap Bagus.
"Baik dengan senang hati aku akan memotong dia perlahan-lahan, aku akan siksa dia seperti dia membunuh orang yang sangat aku cintai" jawab Wati dengan tatapan sinis.
Monster Rusa yang mendengar itu meminta ampun untuk di bebaskan, dia mulai menangis meratapi semua kesalahannya, namun semua itu sudah terlambat baginya.
Tanpa berkata panjang lebar Bagus, Hariyati, Chika dan Linda pergi melanjutkan perjalanan ke Kota Palam, kedua anak kecil itu mengucapkan terima kasih kepada mereka yang telah menyelamatkan Desanya.
Sementara di Kota Palam terlihat jelas di sana begitu padat penduduk, mereka semua sedang sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing, keramaian orang yang sedang berlalu lalang menandakan kalau Kota ini sedang tidak di kuasai oleh Monster, karena di Kota itu tidak ada teriakan atau jeritan dari penduduk Kota.
Para penduduk sedang sibuk dengan urusannya masing, ada yang berdagang dan juga pembeli yang berlalu-lalang, selain itu di sana sedang ada pertunjukan yang sangat mendebarkan, mereka menyebut namanya Satria Naga Legendaris.
Mereka terdiri dari tiga orang, laki-laki satu dan dua perempuan, yang laki-laki terlihat sangat keren dan tampan sedang yang perempuan terlihat sangat cantik dia tampak ceria, namun yang satu lagi tidak seperti temannya dia gadis manis, akan tetapi anaknya pendiam dan tidak banyak tingkah.
"Ayo teman-teman kita buat para penduduk senang dengan aksi kita" ucap Rio
"Kenapa kita harus terburu-buru, santai saja merekakan sangat mudah untuk dihadapi" jawab Rina menyepelekan.
" ......... Miya membisu.
"Jangan begitu.....kalau tidak begini kita makan apa???" ucap Rio dengan nada pelan.
Mereka berdua sedang berbisik-bisik dengan sangat pelan, rupanya mereka berdua takut kalau perkataan mereka di dengar oleh semua penduduk.
Sedangkan Miya cuma diam saja memandangi temanya yang sedang asik mengobrol.
Sedangkan Bagus dan teman-temannya sudah tiba di gerbang Kota, mereka berempat melihat-lihat Kota yang sangat megah namun Kota itu dilindungi oleh pelindung yang sangat kuat.
"Wah indahnya Kota ini, jangan-jangan di dalamnya banyak Monster yang sedang berlalu lalang, kalau memang ada ini bisa sangat merepotkan untuk kita semua" kata Chika dengan penuh semangat.
"(( Bagus kamu jangan khawatir dengan kota ini, pelindung ini aku dan Nur Akbar yang telah membuatnya untuk Kota ini jadi tidak akan ada Monster di dalam sana, pelindung ini bertujuan menjaga Kota ini dari para Monster yang akan menyerang, tapi bila Monster level rendah masih bisa memasukinya, namun hanya di gerbang yang kedua tidak akan bisa di tembusnya ))" kata Satria Naga Legendaris.
"Chika kamu jangan khawatir tentang apa yang ada di balik kota ini, pelindung yang ada di kota ini sudah berumur 500 tahun, naga yang ada di dalam tubuhku dia yang telah membuatnya" ucap bagus.
"Tujuan pelindung ini dibuat supaya para Monster tidak bisa merusak kota ini, sedangkan pelindung ini ada dua lapis, LV 1 dan LV 2" kata Hariyati.
__ADS_1
"Kalian berdua kenapa bisa tahu banyak hal" tanya Chika penasaran.