
Banyak Monster yang menghadang Bagus dan tetua Naga didepan pintu gerbang, namun mereka bertiga tidak gentar untuk melawannya, semua Monster yang ada di sana dipimpin oleh Monster Air.
Sementara di bukit didekat tambang Emas terlihat penguasa sedang sempoyongan, tubuhnya mengalami luka yang cukup parah di sekujur tubuhnya, Dia berjalan sambil tertatih-tatih.
"Sial......kurang ajar kau Naga sialan, gara-gara jurusnya tubuh ini tidak bisa aku kendalikan lagi, kenapa Ratu Pencipta ikut campur urusanku, bila tidak ada Dia aku pasti akan membunuhmu" ucap penguasa.
Lama kelamaan tubuhnya melepuh perlahan-lahan, hingga wujudnya berubah menjadi Monster kumbang yang terlihat sangat kuat.
Dia berjalan menjauh dari Kota Air dan masuk kedalam goa yang ada didekat hutan, Monster itu memancarkan aura kebencian yang sangat kuat.
"Tunggulah suatu saat aku akan menemuimu Naga, kalau sudah saatnya aku akan membunuhmu, serta akan aku minum Darahmu dan aku akan menjadi abadi" teriak Monster Kumbang badak.
Teriakan Monster itu membuat hewan-hewan disekitarnya menjadi ketakutan, serta aura yang sangat kuat tiba-tiba menghilang seperti ditelan oleh alam.
Sementara di Kota Palam Niken membawa ibunya menaiki Pesawat Terbang, sedang dibelakang pesawat Naga Petir mengikutinya dari belakang, kehadiran mereka membuat para penduduk menjadi sangat cemas.
Kali ini Manusia Emas dan Monster Anjing mereka berdua mulai bersiaga, mereka akan membunuh Naga itu bila Dia dianggap sebagai ancaman, sementara Naga Petir masih terbang berputar-putar diatas Langit, ketika Pesawat Terbang mulai mendarat. disana Manusia Emas dan Monster Anjing dikejutkan oleh seseorang yang keluar dari dalamnya.
"Teman-teman kita semua sudah sampai, Manusia Emas dan Monster Anjing selamat sore, sudah lama aku tidak pulang ke rumah" kata Niken.
Mereka berdua merasa sangat senang karena yang keluar dari sana adalah Putri Niken, mereka berdua juga terlihat sangat terkejut dan tak lama mereka berdua meneteskan Air mata, setelah Siska keluar dari dalam pesawat terbang beserta ketiga Gadis dan Peri Linda yang baru mereka kenal.
"Nona Siska apakah benar ini anda???" Kata Manusia Emas dengan sangat penasaran.
"Iya ini aku, sudah lama kita tidak bertemu dan sudah lama pula aku tidak pulang ke rumah" jawab Siska sambil tersenyum.
__ADS_1
"Senang bisa melihatmu lagi nona Siska, Profesor Yudi pasti akan merasa sangat senang sekali setelah melihatmu kembali" kata Monster Anjing.
"Kalian berdua perkenalkan mereka bertiga temanku, Putri, Gadis dan Suci. Sedang di atas Dia juga temanku Naga Petir" ucap Niken.
Mereka semua mulai masuk ke Kota Palam sedangkan Linda menunggu di samping Naga Petir, kali ini Putri ingin mampir ke restoran yang terkenal mahal, namun Manusia Emas mengatakan kalau restoran itu sudah bangkrut, kata pemiliknya Dia dirampok oleh tiga badut kecil.
Mendengar itu semua mereka bertiga tersenyum kecil. Di sana terlihat Linda sedang mendekati tubuh Naga Petir, Dia mulai memegang tangan Naga yang terlihat sangat besar, Dia kagum dengannya yang terlihat sangat kuat.
"Terima kasih sudah membantu kami semua, bantuan darimu sangat membantu dan terima kasih sudah menghidupkan temanku Chika" kata Linda sambil tersenyum lebar.
"Yang menghidupkan temanmu bukan aku tetapi tetua Kamilah yang telah menghidupkannya" jawab Naga Petir.
"Jadi Naga Putih yang ikut Bagus yang telah menghidupkan mereka berdua, kali ini Niken tidak perlu repot-repot untuk menyegel Monster Air" ucap Linda dengan sangat senang.
Naga Petir tersenyum setelah mendengar perkataan Peri Bunga, mereka berharap Dunia ini akan kembali damai, setelah hancurnya Raja Monster Maikel, Naga Petir hanya diam dan berpikir tentang dalang dibalik ini semua bukanlah Raja Monster Maikel, karena Dia adalah Monster rendahan.
Profesor Yudi merasa sangat senang dan bahagia sekali setelah melihat istrinya bisa kembali seperti semula, Dia sangat bangga memiliki anak yang sangat pintar dan kuat, terlebih lagi anaknya adalah pengawal Satria Naga Legendaris.
"Ayah Ibu aku minta izin untuk menolong teman-temanku dan calon suamiku" ucap Niken terlihat sangat senang dan bahagia sekali.
"Ayah sangat senang sekali setelah mendengar dia mau melamarmu anakku, tinggal menunggu pernikahan kalian berdua" kata Profesor Yudi.
"Masih terlalu dini untuk menikah untukku Ayah, karena yang menjadi calon istrinya bukan hanya aku tetapi masih ada empat lagi" jawab Niken sambil tersenyum.
Profesor Yudi terlihat sangat kaget setelah mendengar anaknya berkata seperti itu, akan tetapi Dia tetap berdoa agar anaknya kelak bisa hidup bahagia, sedangkan Ibunya cuma tersenyum karena Dia berpikir yang menjalani hidup itu Dia bukan kedua orang tuanya.
__ADS_1
Setelah berpamitan Niken pergi meninggalkan Kota Palam dengan menaiki Naga Petir, kali ini Dia tidak mengajak Linda, Putri, Gadis dan Suci.
"Temanku kamu harus hati-hati bila bertempur melawan mereka Raja Monster Maikel, karena aku tidak mau semua teman-temanku celaka" kata Linda.
"Aku akan berhati-hati dan aku pasti akan kembali lagi ketempat ini menemui kalian semua" jawab Niken sambil tersenyum.
"Janji ya.....karena janji harus ditepati, ingat jangan sampai mengingkarinya" ucap Linda sambil tersenyum.
Setelah berpamitan Niken menaiki punggung Naga Petir, mereka berdua pun mulai terbang, ketika kedua sayap dikepakkan. hembusan Angin yang sangat kencang menerbangkan debu yang ada disekitarnya.
"Sudah waktunya kita pergi menyusul mereka temanku" ucap Naga Petir.
"Baiklah ayo kita berangkat, aku percayakan semua kepadamu" jawab Niken.
Mereka terbang tinggi kelangit dengan sangat cepat. Naga Petir pun melesat dengan kecepatan maxsimalnya dan pergi, Linda sangat terkejut setelah melihat mereka terbang jauh dengan sangat cepat, Dia sempat berpikir kalau dirinya ikut dengan kecepatan seperti itu, sudah dipastikan Linda pasti akan jatuh ke bawah.
Sementara kondisi di Kota Monster Mama Chika terlihat sangat bersemangat, setelah mereka melangkahkan kaki maju ditengah Kota, banyak Monster yang sedang bermunculan dimana-mana, mereka semua telah dikepung oleh gerombolan Monster yang terlihat sangat kuat, namun itu semua tidak membuat Mama Chika dan yang lainya ketakutan.
"Kalian berdua sudah siap untuk mengamuk disini" ucap Mama Chika dengan penuh semangat.
"Kami berdua sudah siap, akan aku bunuh mereka tanpa ada sisa" jawab mereka berdua.
Kali ini Chika mulai menyerang menggunakan sayatan pedang kegelapan, banyak tubuh Monster yang terpotong-potong dengan sangat mudah, akan tetapi Dia kewalahan waktu melawan satu Monster yang menggunakan sebuah pedang panjang.
Dita menyerang mereka dengan menggunakan Badai Petir, kali ini Naga Kegelapan juga ikut mengunakan serangan bola Hitam, Naga Kegelapan kali ini terlihat sedang menggila, Dia menembakkan banyak Bola hitam sehingga tempat itu banyak yang hancur.
__ADS_1
Mama Chika mengunakan tinjunya hingga Kota Monster hancur, banyak bangunan yang hancur dan lulu lantah dengan Tanah, kejadian itu membuat para Monster yang tersisa lari kocar-kacir, Mama Chika tidak ingin semua Monster kabur, Dia menggunakan jurus gelombang kematian, tubuhnya mengeluarkan aura Putih yang sangat pekat, kali ini Naga Kegelapan menghampiri Dita dan Chika, Dia menggunakan pelindung hingga membuat mereka berdua menjadi kaget.
Ketika aura putih dihempaskan banyak Monster yang terkena Cahaya itu hancur menjadi debu.