Satria Naga Legendaris

Satria Naga Legendaris
BANGKITNYA SATRIA NAGA LEGENDARIS


__ADS_3

"Hahahahahaha kamu sudah dipermalukan oleh perempuan itu, seriuslah kalau melawannya kalau tidak kamu yang akan mati" ucap manusia besi.


"Kamu jangan ikut campur, biar aku yang menghancurkan mereka semua dan kamu lihat saja aksiku" jawab Monster Buaya dengan nada membentak.


"Kalau mereka berdua maju sekaligus aku bisa kewalahan.Sebaiknya aku akan membunuh Monster Buaya dengan cepat sebelum temannya ikut campur" ucap Hariyati dengan nada pelan.


"Kamu mau membunuhku, justru aku yang akan menghabisimu dan aku akan memakan tubuhmu sampai habis" kata Monster Buaya.


Kepanikan muncul saat Monster Buaya mengeluarkan kekuatan yang sesungguhnya, aura berwarna hitam pekat perlahan-lahan keluar dari tubuhnya dan lama-kelamaan aura itu lenyap, akan tetapi tidak butuh waktu lama cahaya merah pun bergantian keluar dari tubuh Monster Buaya.


namun kali ini tubuh Monster Buaya berubah menjadi lebih besar dan memakai amor berwarna kuning keemasan, tubuh yang sangat kekar serta kaki dan tanganya terbentuk otot-otot yang kuat, kali ini dia berbeda dari yang sebelumnya.


Kejadian itu membuat Hariyati merasa gugup, saat Monster Buaya menyerang tiba-tiba dia kaget dengan kecepatan Monster Buaya yang telah dilawannya, pukulan dan tendangan Monster Buaya berhasil ditangkis namun kaki Hariyati bergeser kebelakang, karena kekuatan Monster Buaya yang semakin kuat


Hariyati masih bisa mengimbanggi kekuatanya dan kecepatan lawanya, pertarungan sengit masih berlangsung cukup lama dan menguras tenaga mereka berdua.


Sementara Bagus masih dalam keadaan pingsan di pangkuan Chika.


Setelah sadar samar-samar terlihat banyak pohon yang sangat tinggi menjulang ke langit, juga banyak rerumputan yang tumbuh sangat subur, serta bebatuan seperti membimbing perjalanannya.


Bagus sangat heran di manakah aku ini berada, dia menoleh ke kanan dan ke kiri tapi teman-temannya tidak ada bersamanya.


Ke mana sebenarnya Chika berada, dan lagi dia sedang berada di mana, lokasi dan tempat yang berbeda membuatnya bingung.


"Sebetulnya tempat ini tempat apa, mungkin di sini ada seseorang yang mau menolongku" pikir Bagus dengan perasaan bingung.


"Pergilah dari sini hai anak muda, jika kamu melanjutkan perjalanan kamu akan mati" ucap satria naga legendaris dengan nada membentak.


"Siapa kamu, jangan bersembunyi tunjukan dirimu padaku ???" jawab Bagus dengan rasa penasaran.


"Kamu berani sekali menantangku, apa kamu tidak takut mati" tanya satria naga legendaris.


Bagus diam dan berpikir panjang sebelum dia melakukan kesalahan yang sangat fatal, kalau nyawanya melayang disini dia sudah tidak bisa bertemu lagi dengan kedua orang tuanya, pikirannya campur aduk.


Kabut yang berwarna putih sangat tebal dan udara dingin bertiup sepoi-sepoi namun udara itu membuat bulu kuduknya berdiri setelah melewati kedua tangan dan kaki.


"Anak muda apa kamu sudah merasa takut dengan hembusan napasku, sebaiknya kamu akan aku makan sekarang juga" jawab satria naga legendaris dengan sangat keras.


"Namaku Bagus bukan anak muda ingat itu, aku tidak takut mati dan demi bisa kembali ke duniaku dan menolong teman-temanku yang sedang dalam bahaya, aku rela kehilangan nyawa" jawab Bagus dengan penuh keyakinan.


"Oh namamu Bagus....namaku satria naga legendaris, kamu lucu sekali tadi kamu bilang kalau kamu tidak takut mati, kenapa kamu mau berkorban nyawa demi temanmu" tanya satria naga legendaris penasaran.


"Aku tidak bisa melihat temanku disakiti atau sedang dalam bahaya" jawab Bagus.


"Kalau begitu terimalah ini" bentak satria naga legendaris dengan suara yang cukup keras.


Tiba-tiba angin kencang berhembus sangat kuat, ketika mulut satria naga legendaris mehembuskan nafas, angin itu membenturkan tubuh Bagus hingga tubuhnya terlempar membentur dinding gua yang berwarna hitam kemerahan.


Namun Bagus tidak menyerah dengan angin yang meniupnya hingga terbang walau tubuhnya terluka akibat benturan yang dia alami, kegigihan Bagus membuat satria naga legendaris menjadi sangat marah sekali.


Tiba-tiba raja naga muncul menampakkan diri, sosok naga bertubuh kecil dan kekar serta kaki dan tangan yang terlihat pendek dan berotot.


Bagus sangat terkejut naga yang dipikirnya sangat besar ternyata tubuhnya sangat kecil.


"Apa benar kamu itu seekor naga, tapi kalau aku lihat kamu tampak seperti ular berkepala naga" kata Bagus dengan penuh semangat.


"Apa yang barusan kamu katakan, aku bukan ular berkepala naga, aku adalah Satria Naga Legendaris, ini bukan wujud asliku, wujutku lebih besar dari pada ini, dan sekarang terimalah seranganku bocah sialan" bentak satria naga legendaris.


"Tunggu bukan maksutku untuk menghinamu, aku hanya ingin bertemu denganmu dan aku hanya ingin kembali keduniaku, aku juga ingin mengembalikan perdamaian dunia ini" tanya bagus.


"Tutup mulutmu anak muda, kalau pemikiranmu seperti itu sebaiknya kamu mati saja" jawab satria naga legendaris.


Satria naga legendaris melancarkan pukulan ke arah Bagus dengan sangat cepat dan kuat, setelah tubuhnya terkena serangan yang sangat kuat secara langsung, hingga tubuhnya terpental jauh hingga menabrak dinding gua.


Kejadian itu membuat tubuh Bagus yang asli juga ikut mengeluarkan darah segar, Chika pun kaget setelah melihat Bagus mengeluarkan darah segar, padahal dia cuma berdiam diri saja dipelukkannya.

__ADS_1


Kemarahan raja naga legendaris meluap-luap walau Bagus mencoba berdiri, tiba-tiba satria naga legendaris menghujani pukulan bertubi-tubi hingga tubuhnya terkena pukulan secara langsung.


Tidak berselang lama keanehan terjadi, setelah mata Bagus berubah warna menjadi merah darah.


Setelah itu dengan sangat cepat kepalan tangan satria naga legendaris dipegang dengan tangan kiri.


"Pukulanmu sakit tahu, tapi pukulanmu tidak berarti sama sekali kepadaku, sekarang terimalah serangan balasan dariku" kata Sugiyono.


"Siapa kamu ???


Kenapa kamu memiliki kekuatan yang sangat besar, padahal kamukan hanya anak manusia biasa" tanya satria naga legendaris dengan penuh penasaran.


"Namaku Sugiyono, aku penjaga Bagus.Akan aku membunuh siapa pun yang ingin mengancam nyawanya mengerti" jawab sugiyono dengan nada marah.


Sisi lain dari Bagus telah keluar karena terkena tekanan kekuatan yang sangat hebat, rambut kuning keemasan serta mata berwarna merah dan wajah yang terlihat sangat sinis, kekuatan yang dia miliki tidak bisa di ukur dengan kata-kata.


karena benturan energi yang sangat luar biasa sehingga membangunkan sosok Sugiyono di dalam tubuh Bagus, sebuah pukulan di layangkan dengan santainya ke arah satria naga legendaris.


Pukulan itu tepat mengenai wajah satria naga legendaris, tak disangka pukulan itu berhasil membuat tubuhnya terpental cukup jauh, sehingga menabrak dinding yang terlihat kokoh, dia heran kenapa bisa dengan satu pukulan dirinya di hempaskan dengan sangat mudah.


Tidak berselang lama tubuh yang melesat karena terkena pukulan pun menabrak batu besar hitam yang menjulang cukup tinggi,


serta besar dan terjadilah ledakan yang membuat area sekitar di tutupi oleh debu hitam, namun sugiyono masih terus menyerang tubuh Satria Naga Legendaris hingga tubuh lawanya menjadi babak belur dibuatnya.


Karena merasa di remehkan dengan cepat dirinya menghindar sejauh mungkin, kemarahan sang penyelamat dunia tidak terbendung lagi, dia mengambil posisi yang membuatnya bisa berubah kembali ke wujud yang sesungguhnya.


Kepalan tangan kecil mulai mengengam dengan sangat erat, dia mulai mengeluarkan aura membunuh yang sangat hebat, tapi Sugiyono terlihat santai menunggu lawanya, tubuh yang tadinya kecil sekarang berubah menjadi sangat besar dan kekar, serta keluar sayap yang sangat lebar dan terlihat kuat, tanduk berwarna coklat panjang mulai tumbuh, serta gigi yang berwarna putih tajam mengeluarkan udara dingin,


tubuhnya berwarna hijau bersisik kuat.


Satria Naga Legendaris kali ini wujudnya sudah berbeda dari yang pertama kali menyerangnya, seekor Naga besar dan memiliki tanduk yang sangat panjang.


tatapan tajam Sugiyono melihat ke arah naga besar yang telah membuatnya babak belur, telapak tangan Sugiyono mengeluarkan bola cahaya namun ukurannya sangat kecil, satria naga legendaris kaget kenapa manusia biasa bisa mengeluarkan bola suci.


Di saat bola suci menyentuh tubuh lawanya terjadilah ledakan yang sangat-sangat besar terjadi begitu saja, angin besar berhembus menerbangkan batu-batuan, serta debu berwarna hitam terus berhamburan dan meluas, tak lama tubuh satria naga legendaris pun jatuh ke tanah.


"Aku bisa membunuhmu dengan muda wahai naga" kata Sugiyono dengan expresi wajah sinis.


"Aku yakin kalau kamu pasti bisa membunuhku dengan mudah, tapi ada satu hal yang ingin aku tanyakan padamu, siapa sebenarnya kamu ???" tanya satria naga legendaris dengan rasa penasaran.


"Namaku kamu sudah tahukan, aku sisi lainnya Bagus yang bertugas menjaganya kalau dia dalam bahaya.


Aku menawarkan padamu bergabunglah bersamaku dan lindungilah Bagus dengan kekuatanmu" ucap Sugiyono.


"..........Baiklah kalau begitu, setelah aku bergabung denganmu carilah semua pengawalku, mereka semua bisa membantumu mengalahkan semua Monster yang sedang menguasai dunia ini, pengawalku ada lima orang dan mereka mempunyai berbagai tipe elemen yang berbeda, yang sedang menjaga tempatku di segel dialah pengawal tipe cahaya dia bernama Hariyati, berikan dia kekuatanku dengan cara mencium mulutnya sekitar 1 menit, sedang untuk pengawal yang lainya kamu harus mencari sendiri dengan kekuatanmu" kata Satria Naga Legendaris.


"Bagus apa kamu sudah mengerti semua perkataannya" ucap Sugiyono.


"Iya aku sudah mengerti" jawab Bagus.


"baiklah kalau begitu aku akan melindungi bagus dengan kekuatanku" jawab Satria Naga Legendaris dengan rasa hormat.


Tubuh satria naga legendaris terhisap masuk kedalam tubuh Bagus namun kejadian itu membuat dia menjadi berbeda dari sebelumnya, bola mata yang tadinya berwarna biru muda sekarang berwarna kuning serta rambut berwarna merah.


Sementara di tempat Chika masih berlangsung pertempuran yang sangat sengit, Hariyati merasa kerepotan dengan kekuatan Monster Buaya yang perlahan-lahan meningkat, dis terkena tendangan dan pukulan tepat di wajah dan perut hingga tubuhnya jatuh tersungkur ke tanah, Monster Buaya itu tidak tinggal diam dia masih menghujani tubuh Hariyati dengan pukulan bertubi-tubi.


Namun serangan terakhir yang dikeluarkan oleh Monster Buaya sudah bertambah kuat, cahaya merah keluar dari mulut buaya dan ditembakkan ke arahnya, terjadi ledakan dan guncangan yang sangat besar.


Asap hitam membumbung tinggi bersama batu-batuan yang berserakan oleh angin, asap hitam membumbung tinggi perlahan menghilang oleh hembusan angin, Monster Buaya tertawa melihat musuh yang sangat tangguh sudah musnah oleh jurusnya yang sangat kuat.


Namun tak lama terdengar suara dari atas pohon.


"Apa cuma itu kemampuanmu Monster Buaya, apa kamu kaget kalau aku bisa menghindari serangan terakhir milikmu" bentak Hariyati.


"Kenapa kamu bisa menghindari serangan terakhir milikku ???" tanya Monster Buaya dengan rasa penasaran.

__ADS_1


"Apa kamu pikir kekuatanku sangat kecil, sekarang akan aku perlihatkan kekuatanku yang sesungguhnya" jawab Hariyati dengan serius.


Di saat Hariyati melakukan aba-aba kepanikan Monster Buaya pun muncul, tiba-tiba tubuh Hariyati mengeluarkan cahaya putih di sertai angin kencang yang mengitari tubuhnya, kekuatan yang meluap-luap muncul dengan teriakan hoahhhhhhhh.........


Hembusan angin kencang membuat Monster Buaya itu bergeser dari posisinya.


"Gila kekuatan perempuan ini sangat besar, kalau seperti ini aku harus cepat-cepat membunuhnya sebelum aku yang terbunuh olehnya" pikir Monster Buaya dalam hati.


Monster Buaya merasa panik mamun tak lama dia itu menyerang Hariyati dengan semua kekuatan yang dia miliki, tapi naas saat dia mengayunkan pedang samurai panjang tiba-tiba kedua tangan Monster Buaya putus, dia semakin takut setelah tatapan membunuh yang sangat tajam muncul di mata Hariyati.


"Sebelum aku mati sebaiknya aku lari dari sini" ucap Monster Buaya.


Namun tragisnya saat Monster Buaya lari tiba-tiba temannya yang di atas tebing melompat turun dan membunuh Monster Buaya dengan sinar lava yang sangat panas.


"Kenapa kamu membunuhku komandan" tanya Monster Buaya dengan rasa kecewa.


"Kamu sudah tidak ada gunanya, sebaiknya kamu harus di bunuh dasar sampah" jawab Manusia Besi dengan suara yang cukup keras.


Tubuh Monster Buaya terkena serangan sinar lava hingga tubuhnya hancur dan musnah, sedangkan tanah yang terkena serangan cahaya lafa menjadi berlubang cukup besar.


Hariyati menjadi geram setelah melihat kejadian itu, kenapa dia bisa dengan mudah membunuh temanya sendiri, namun di sisi lain Chika merasa takut dengan kejadian itu dan menjerit sangat kencang, Linda pun ikut menjerit ketakutan.


Tiba-tiba tubuh Bagus mengeluarkan cahaya putih, Chika pun menjadi panik namun dia berusaha untuk tegar dan mendekap erat tubuh Bagus, dalam hati Chika dia tidak ingin kehilangan Bagus walau nyawanya sebagai taruhannya, Linda hanya diam saja melihat kepanikan Chika.


Hariyati berlari menyerang kapten dari Monster Buaya, serangan pedangnya berhasil memotong jubahnya, saat jubah itu jatuh ke tanah Hariyati menjadi kaget, ternyata yang ada di balik jubah adalah Manusia Besi.


Wajar saja sebuah pedang tidak berhasil memotongnya, akan tetapi Hariyati tidak pernah patah semangat, dia menyerang tubuh manusia besi dengan kekuatan dan kecepatan penuh, tebasan itu tidak membuat tubuh manusia besi tergores sama sekali, dengan jurus andalannya mungkin bisa memotong Manusia Besi.


Aba-aba dilakukan Hariyati untuk mengeluarkan jurus pisau cahaya.


"Oh kamu ingin mengeluarkan jurus yang sama seperti kamu memotong ekor dan tangan Monster pecundang itu ya, baiklah aku akan menerima seranganmu tanpa harus menghindar, biar kamu mengerti sebesar apa kekuatanku gadis bodoh" tanya manusia besi.


"Walau tubuhmu terbuat dari besi aku tidak akan takut, aku akan terus memotongmu dengan pedangku" jawab Hariyati.


Cahaya putih keluar dari pedang yang dipegang oleh Hariyati, kali ini kekuatan yang dikeluarkan olehnya sangatlah besar dari pada yang tadi, jurus pisau cahaya yang sangat kuat di tembakkan ke arah Manusia Besi, pisau cahaya melesat dengan sangat cepat mengenai tubuh Manusia Besi, jurus itu mengikis sebagian kecil tubuh lawanya dan jurus itu tiba-tiba hancur, sedangkan lawanya tidak bergeming sedikit pun.


Karena dada Manusia Besi cuma menderita luka sayatan yang cukup panjang dan agak lebar.


"Aku akui jurusmu memang sangat kuat, tapi jurus pedangmu masih belum bisa memotongku.Sekarang giliranku untuk membunuhmu" ucap Manusia Besi.


"Kenapa jurus andalanku tidak bisa memotong tubuhnya, dia sangat kuat dan merepotkan sekali" pikir Hariyati dengan raut wajah penasaran.


Manusia Besi menyerang dengan sangat cepat dengan kekuatan penuh, tapi Hariyati tidak patah semangat walau musuhnya sangat kuat, karena janji seorang penjaga Satria Naga Legendaris harus mau mengorbankan nyawanya bila melawan musuh yang lebih kuat darinya.


Serangan Manusia Besi berhasil ditangkis namun dia tersenyum melihat Hariyati, dengan cepat mata pedang ditangkap dengan jari tangan kiri, namun tak lama pedang miliknya berhasil di patahkan dengan sangat mudah, kejadian itu membuat dia merasa sangat kaget, pedang yang sangat kuat berhasil dipatahkan oleh Manusia Besi.


Pukulan keras mengenai tepat di perut Hariyati sehingga dia jatuh terpental dan terguling-guling di atas tanah, tidak cukup sampai di situ, sebuah tendangan pun dilancarkan kembali sehingga mengenai perut Hariyati kemudian dia terpental jauh menabrak pohon besar, getaran pohon membuat daun-daun berjatuhan ke tanah, hingga mengotori tempat di mana terbaringnya Hariyati.


Masih belum cukup dengan pukulan dan tendangan tiba-tiba manusia besi mengeluarkan serangan lava dan ditembakkan ke arah Hariyati yang sedang terluka.


Serangan lava yang sangat panas menyembur dengan sangat cepat ke arahnya, kepanikan Hariyati terlihat jelas di matanya.


"Apa cuma sampai di sini saja hidup sebagai penjaga satria naga legendaris" pikir Hariyati.


Namun cahaya lava yang menyembur ke arah Hariyati terhalang oleh dinding pelindung, kejadian itu membuat dia sangat kaget setelah melihat pelindung yang sangat kuat melindungi dirinya.


Manusia Besi sepontan kaget dengan pelindung yang diciptakan oleh seseorang.


Saat cahaya lava menghilang, di sana terlihat sosok Bagus yang sudah jauh berbeda dari yang sebelumnya, ketika Hariyati memandang Bagus' dari belakang.


"Kamu berhasil dengan sangat cepat, aku pikir kamu tidak akan selamat dari cengkraman Satria Naga Legendaris, mulai sekarang kamu bisa aku harapkan untuk menjaga perdamaian dunia ini" ucap Hariyati.


Satria baru telah lahir kembali, ucap Hatiyati dengan wajah gembira.


"Hariyati terima kasih kamu telah melindungi diriku dan teman-temanku dari Monster Buaya yang menyerangku" ucap Bagus.

__ADS_1


__ADS_2