Satria Naga Legendaris

Satria Naga Legendaris
KEHANCURAN POHON IBLIS KEMATIAN


__ADS_3

Mereka berdua mulai menyerang bersama-sama, pukulan dan sayatan pedang samurai panjang menghancurkan banyak akar pohon yang diam tidak bergerak, kombinasi mereka berdua membuat Chika merasa cemburu.


Dia berpikir sebagai pion dan mereka berdua seperti sepasang kekasih, mereka berdua melindungi diri mereka satu sama lain, keadaan seperti itu membuat mereka terlihat sangat serasi.


Pohon Iblis kematian semakin marah karena dirinya tidak bisa bergerak sedikitpun, sedangkan Chika berusaha untuk bergabung bersama dengan Bagus dan Hariyati, namun dia tidak akan mungkin membiarkan pedangnya menahan Iblis itu sendiri.


Chika pun berpikir dan dia terlihat ragu, setelah tahu kondisinya sebagai peran pembantu mereka berdua, karena dia tidak ingin melihat mereka berduaan, Chika akhirnya ikut bertarung dengan mengunakan tangan kosong.


Pukulan kecemburuan Chika membuat pukulanya menghancurkan banyak akar yang menutupi tubuh Pohon Iblis, melihat seorang gadis menyerang dirinya dengan berutal Pohon Iblis menjadi sangat marah, dia berusaha melepaskan diri dari cengkraman gravitasi kegelapan.


Bagus dan Hariyati menjadi sangat kaget setelah melihat Chika menyerang Pohon Iblis dengan sangat berutal,dia menyerang seorang diri tanpa menggunakan sebuah pedang.


"Aku tidak bisa membiarkan kalian berdua beraksi seorang diri" kata Chika dengan suara yang sangat lantang.


Bagus yang mengetahui kenekatan Chika dia cuma bisa geleng-geleng kepala, sedangkan untuk Hariyati hanya menghela nafas panjang.


"Chika kenapa pedangmu tidak kamu jaga, kasihan pedang kegelapan menahan tubuh Pohon Iblis sendirian, sedangkan dia membutuhkanmu" ucap bagus.


"Aku tidak bisa membiarkan kalian berdua beraksi, kalau soal pedangku dia mengijinkanku untuk membantumu" jawab Chika dengan sangat yakin.


"Baiklah kita serang dia bersama-sama, Niken bantu aku untuk menghancurkan pohon Iblis, gunakan jurus deteksi milikmu" ucap Bagus dengan sangat keras.


Niken merasa ragu dengan lawannya yang sulit sekali untuk di kalahkan, dia sempat bingung menghadapi musuhnya yang satu ini, bagai mana caranya menghancurkan jantungnya, karena jantungnya selalu berpindah-pindah tempat.


Sedangkan energi Niken sudah terkuras habis, harapan mereka untuk musnahkan Pohon Iblis sudah sirna.


Pohon Iblis pun berusaha untuk melepaskan diri, tetapi pedang kegelapan masih berusaha cukup keras untuk menahan gerakan lawanya, sedangkan kekuatan pedang kegelapan tidak maksimal bila dia tidak bersama tuanya.


Tidak berselang lama Pedang kegelapan yang tertancap pun terlepas dan terlempar ke atas tanah, Chika pun kaget dengan pedangnya yang tidak bisa menahan Pohon Iblis.


Karena tubuh lawanya sudah terbebas dari belenggu, dia mulai mengamuk sejadi-jadinya, tanah dan bangunan yang ada di sekitarnya pun mulai hancur terkena terjangan, akar yang cukup banyak dan panjang serta besar.


Joko dan Monster Air melihat mereka semua dari jauh, mereka berdua sangat senang sekali, karena Iblis yang mereka kirim bisa merusak Negeri Moderen.


"Aku berharap Negeri ini bisa hancur lebur oleh serangan Pohon Iblis Kematian" ucap Monster Air dengan sangat senang.


"Kikikikiki........Tentu saja pelanganku, karena Pohon Iblis Kematian sangat sulit untuk di hadapi, dia tahan terhadap api akan tetapi lemah terhadap sengatan Petir" jawab Joko sambil tertawa.


"Terus gadis yang berdiri termenung itu pengawalnya tipe Petir, bisa gawat kalau dia ikut bergabung" ucap Monster Air sedikit takut.


"Kamu jangan khowatir soal dia, karena pengawal petir sedang shok berat, jadi Pohon Iblis masih bisa selamat dari kematian" jawab Joko.


"Kalau keadaannya genting aku akan beraksi" kata Agung sedikit waspada.


"Kikikiki...... anakku kamu selalu bisa di andalkan pada saat genting" kata Joko.


"Aku berharap mereka semua bisa mati di tempat ini" jawab Monster Air.


"Kikikiki....kamu jangan khowatir soal itu"ucap Joko.


Sementara kondisi Dita masih shock berat, pandanganya kosong seperti tidak memiliki harapan untuk hidup, Niken berusaha menyadarkan Dita.


Akan tetapi kata-kata Niken tidak di responnya, dia sampai bingung bagai mana caranya Dita bisa tersadar kembali.


Sempat terlintas tiga kata agar Dita bisa tersadar kembali, Niken mendekatkan dirinya perlahan-lahan hingga sangat dekat, mulutnya di dekatkan ke telinga Dita dan mengatakan.

__ADS_1


"Bagus akan menciummu sekali lagi bila kamu tidak bisa menghadapi kenyataannya" ucap Niken.


Setelah mendengar kata-kata Niken dia pun tersadar sepenuhnya, detak jantungnya pun berdegup dengan sangat cepat setelah mendengar kata-kata cium.


"Ja.....Ngan....cium.....aku....lagi....., Karena aku....be....Lum......si....ap...." kata di Dita dengan sangat panik.


"Untunglah dirimu sudah sadar, sebab aku panik melihatmu tidak sadarkan diri" ucap Niken.


"Tadi aku sempat berjalan-jalan di Padang bunga yang sangat luas, di sana banyak orang-orang yang berkumpul" jawab Dita.


"Kamu berjalan di Padang bunga, jangan-jangan kamu memasuki pintu gerbang antara surga dan neraka" ucap Niken.


"Hehehehe.....iya sih, tapi aku bisa kembali lagi ke sini berkat dirimu" jawab Dita sambil tertawa kecil.


Dita pun melihat penampilannya yang telah berubah sangat dratis, kepala memakai topi berbentuk bulat dengan hiasan telinga di belakang, sedang bajunya dari leher tertutup berwarna biru, baju terusan dengan rok dan di luarnya terdapat jaket berwarna biru laut, sepatu panjang dengan hiasan telinga.


Dia melihat Pohon Iblis merusak tempat pertandingan hingga rata dengan tanah, dia merasa sangat bingung akan di marahi Baginda raja, dan dia juga sangat marah dengan Pohon Iblis Kematian.


Dita melihat Bagus, Chika dan Hariyati bertarung untuk membunuh Pohon Iblis, bila mereka bertiga tidak bertindak maka sudah di pastikan istana akan hancur lebur, di sana terlihat ada banyak perajurit yang siap untuk menyerang.


Entah kenapa perajurinya malah menjauh dan tidak berani mendekat untuk menyerang Pohon Iblis, sebelumnya Niken pernah berpesan agar semua perajurit untuk mundur ke belakang, dan tidak ada satu orang pun yang boleh menentangnya, Dita berpikir kamu seperti seorang Putri, karena bisa dengan mudah menyuruh para perajurit untuk mundur.


Kali ini Dita akan maju, dia juga ingin ikut membantu untuk menghancurkan Pohon Iblis.


Akar yang sangat besar dan panjang menyerang mereka semua, mereka bertiga merasa panik sekali, namun tidak untuk Dita yang terlihat sangat kesal, ketika tangan kanannya di angkat ke depan, tiba-tiba sengatan kilat yang cukup besar pun muncul dari telapak tangannya.


Ketika kilat itu mengenai akar yang sangat besar, dengan seketika akar itu pun hancur menjadi abu, Dita pun semakin pesimis dengan kekuatan baru miliknya, sedang Chika, Hariyati dan Bagus di buat melongo dengan aksi teman barunya.


Pohon Iblis pun semakin marah melihat Dita yang telah menghancurkan akarnya dengan sangat mudah,dia pun mengunakan seluruh akarnya untuk membunuh Dita, karena dia pengawal Petir.


Namun semua akar itu berhasil dia singkirkan dengan sangat mudah, seperti membalikan telapak tangannya.


Bagus, Hariyati dan Chika mulai siap untuk menyerang balik, namun Dita menghentikan langkah kaki mereka bertiga, mereka bertiga di buat bingung dengan sikapnya yang tidak mengerti akan kerja sama.


"Hei Dita kenapa kamu menghalangi jalan kami, apa kamu pikir kami tidak bisa membunuh Pohon Iblis" ucap Chika dengan sangat penasaran.


"Aku mengerti, tetapi serangan kalian semua tidak bisa membunuh Monster itu, hanya serangan pengawal Tanah dan seranganku yang mampu untuk membunuhnya" jawab Dita dengan raut wajah sinis.


Dita terlihat sangat sombong, mungkin dia merasa yang paling hebat dan yang paling kuat, sikap Dita membuat Chika semakin benci kepadanya.


"Hei kamu jangan merasa hebat ya, walau kamu seorang tuan putri aku tidak suka sama sikapmu" kata Chika dengan sangat marah.


"Aku tidak perduli dengan keluhanmu padaku, yang terpenting aku akan menghabisi Pohon Iblis dengan tanganku sendiri" ucap Dita terkesan meremehkan temannya.


"Kalau kamu bukan tuan putri, aku pasti akan menghajarmu" kata Chika terlihat sangat marah.


"Terserah kamu mau bilang apa padaku, aku tetap pada pendirianku" jawab Dita dengan sangat cuek.


Chika menjadi sangat geram dengan sikap Dita, mentang-mentang dia baru mendapatkan kekuatan yang sangat besar dan kuat, kalau berbicara tidak di jaga layaknya seorang Putri.


Bagus menepuk bahu Chika, dia berkata kepadanya biarkan saja dia seperti itu, yang terpenting kita semua jangan sampai memiliki sifat yang sombong serta iri dan dengki, Dita yang mendengar perkataan Bagus, kata-katanya membuatnya semakin marah.


"Untuk kamu Bagus, kita masih ada urusan yang harus kita selesaikan, jadi kamu jangan sampai lari ya" kata Dita.


"Kenapa aku harus lari.....kesampingkan dulu masalahmu sekarang kita lawan Pohon Iblis bersama-sama" jawab Bagus.

__ADS_1


"Terserah kamu mau bilang apa padaku, yang terpenting aku akan membunuh dia dengan sangat cepat" ucap Dita terlalu percaya diri.


Perkataan Dita membuat Hariyati hanya bisa geleng-geleng kepala, sedang Niken yang melihat dari jauh hanya bisa menghela nafas panjang.


Dita berlari dengan cepat ke arah Pohon Iblis, dia mengarahkan telapak tanganya ke depan, dengan sangat cepat Sambaran petir menerjang semua akar yang akan menyerangnya, dalam sekejap akar yang di lewati petir langsung hancur, kali ini Dita mengeluarkan jurus Badai Petir.


Dalam sekejap tubuhnya mengeluarkan cahaya putih, cahaya itu di iringi oleh Sambaran petir, serangan yang keluar dari tubuh Dita semakin meluas, petir itu menerjang semua yang ada di sekitarnya, Bagus dan teman-temannya pun ikut terkena sengatan petir, akan tetapi dia dengan cepat mengunakan pelindung.


Chika kali ini merasa sangat emosi, karena semua teman-temannya ikut terkena serangannya, sementara Pohon Iblis yang melihat lawanya mengunakan jurus yang sangat berbahaya, dia pun membalas serangan itu dengan jurus miliknya.


Mulut pohon iblis mulai terbuka sangat lebar, tiba-tiba mulutnya mengeluarkan cahaya putih, getaran pun tercipta setelah Pohon Iblis mengeluarkan cahaya laser, dengan sangat cepat jurus cahaya laser menabrak jurus badai petir, setelah kedua jurus saling bertemu, terciptalah getaran yang sangat hebat di sertai angin yang cukup kencang, angin itu bertiup ke sana dan ke mari hingga membuat puing-puing batu berterbangan.


Kekuatan jurus mereka berdua sangat membahayakan para perajurit yang ada di sekitar area, Niken menyuruh semua perajurit untuk mengungsi, dengan cepat para perajurit itu pun pergi meninggalkan tempat pertempuran.


Dita tidak ingin kalah dia terus menambah kekuatan seranganya, kali ini jurusnya merambat dengan sangat cepat ke arah Niken dan teman-temannya yang lain, tetapi dengan sigap Bagus membuat pelindung untuk melindungi temannya yang lain.


Kali ini jurus Badai Petir berhasil mendorong cahaya laser yang sangat kuat, perlahan-lahan Badai Petir menyudutkan lawanya, kali ini lawanya tidak bisa berbuat apa-apa lagi, Pohon Iblis hanya bisa menerima kehancuran tubuhnya setelah di terjang oleh jurus Dita.


Ledakan yang sangat besar pun terdengar sangat keras DHUUARRRrrr........


Tubuh Pohon Iblis pun perlahan menjadi butiran cahaya putih, namun jantungnya masih tetap berdetak walaupun tubuhnya sudah hancur.


Butiran cahaya putih terbawa terbang ke langit oleh angin, di sana terlihat sesosok orang laki-laki paruh baya yang di sampingnya ada anak laki-laki kecil serta Monster Air.


Laki-laki itu memegang jantung itu dan membawanya pergi dari tempat itu, namun Dita tidak terima kalau jantung itu belum dia musnahkan.


Dia pun melesat ke arah laki-laki yang memegang jantung dari benih iblis yang sudah berevolusi, serangan petir milik Dita berhasil di tahan olehnya, akan tetapi anak kecil yang ikut bersama mereka menendang tubuh Dita dengan sangat cepat, seketika itu tubuhnya terpental jauh hingga membentur tanah dan terguling-guling, anak itu masih melayangkan pukulannya tepat ke arah perut Dita, hingga darah segar pun keluar dari mulutnya.


Bagus yang melihatnya tidak bisa tinggal diam, dia dengan cepat menyerang anak laki-laki itu, pukulan yang sangat kuat berhasil diarahkan tepat mengenai wajahnya, hingga tubuhnya jatuh tersungkur ke tanah.


Ketika anak itu mulai berdiri dan menyerang balik, tiba-tiba laki-laki itu menyuruhnya untuk diam.


Tanpa berkata anak itu menuruti perkataanya, dia pun tersenyum lebar kikikiki..........


"Perkenalkan namaku Raja Iblis Joko, sedangkan dia anakku agung, dia iblis tingkat tinggi dan belum pernah ada yang menang melawanya" kata Raja Iblis Joko dengan kata-kata sopan.


"Tunggu.......kamu Monster Air pengecut yang pernah ke Kota Surga, apa kali ini kamu ingin lari lagi dari kami" ucap Chika terlihat sangat marah.


"Aku ingin kabur darimu......kamu jangan bermimpi"jawab Monster Air.


Niken yang melihat Monster Air ada di hadapannya, dia merasa sangat senang sekali, tanpa di cari Monster itu sudah datang sendiri di hadapannya, kali ini Niken menggunakan seluruh kekuatanya untuk menyerangnya.


Niken pun berlari dengan sangat cepat, dia melesat sambil mengeluarkan tangan robot miliknya, Monster Air yang ada di sana mulai kaget dengan serangan dadakan dari pengawal tipe Tanah, dia merasa takut kalau dirinya bisa tersegel seperti temannya Monster Bayangan.


Ketika tinju Niken hampir mengenai lawanya, tiba-tiba gengaman tanganya di tangkap oleh Raja Iblis Joko dengan cukup mudah, dia melancarkan pukulan dengan sangat cepat hingga tubuh Niken mengeluarkan darah segar dari mulutnya.


Dengan mudahnya dia di lempar Raja Iblis Joko hingga tubuhnya melesat menabrak batu, tetapi dengan cepat pula bagus menangkapnya sebelum temanya membentur dinding istana.


Kali ini Dita sadar kalau kekuatan barunya membutuhkan teman-teman untuk berjuang bersama.


"Hei kamu Raja Iblis Joko akulah yang akan menjadi lawanmu" ucap Bagus dengan suara lantang.


"Kikikiki.......kali ini aku tidak berniat untuk melawanmu,tujuanku sudah tercapai jadi aku ucapkan selamat tinggal Satria Naga Legendaris" kata Raja Iblis Joko sambil tertawa kecil.


Tiba-tiba tubuh Raja Iblis Joko dan teman-temannya menghilang dari pandangan, dia menghilang dengan sangat cepat seperti di telan oleh Dunia.

__ADS_1


__ADS_2