Satria Naga Legendaris

Satria Naga Legendaris
EMOSI


__ADS_3

Monster itu memberi perintah kepada penjaga gerbang yang memanggilnya.


"Penjaga kamu bekerja dengan baik, mereka semua akan kami makan, tatapi aku memberi kamu bonus karena sudah meberi kami makanan yang sangat enak, pilihlah salah satu dari ke empat gadis itu untuk kamu ajak bersenang-senang"


"Baik tuan, anda sangat mengerti sekali sama keinginanku"


"Hei tutup mulutmu dasar Monster bodoh, kamu itu Monster yang tidak punya otak apa" bentak Chika dengan sangat marah.


"Hehehe.....kamu berani juga gadis kecil, aku jadi tertarik untuk memakan tubuhmu" ucap Monster Lalat.


"Coba saja kalau kamu bisa Monster bloon...." Jawab Chika dengan sangat marah.


Chika mulai berlari mendekati Monster Lalat yang bertubuh besar dan kuat, dia melayangkan sebuah pukulan yang sangat cepat, ketika pukulan itu mengenai tubuhnya, dalam sekejap tubuh Monster itu hancur.


Dita di buat melongo sedangkan Chika heran dengan tinjunya, apa ini gara-gara gelang yang dia pakai atau Monster Lalat yang begitu lemah.


Dita mulai mencoba memukul Monster yang tersisa, dengan sangat percaya diri dia memukul tubuh Monster Lalat, tetapi tubuhnya tidak hancur malahan tubuh Monster itu melesat membentur pohon, hingga pohon itu tumbang.


Dita sangat heran dengan pukulanya tidak bisa menghancurkan tubuh lawanya, penjaga gerbang dan Monster Lalat sangat kaget dengan pukulan kedua gadis itu.


Kelima Monster itu mulai menyerang mereka bersama-sama, kali ini Niken melayangkan pukulan dan tendangan tepat mengenai tubuh lawanya.


Tiba-tiba kelima badan Monster lalat itu pun hancur, kali ini Dita di buat takjub dengan aksi yang dilakukan oleh Niken.


Ketiga Monster itu mulai beralih menyerang Hariyati, mereka berpikir kalau dia adalah gadis yang paling lemah, ketika tangan Monster itu belum menyentuh lawanya, tiba-tiba tubuh mereka bertiga langsung hancur.


Kali ini Dita dibuat down dengan aksi pengawal cahaya, sedangkan Monster Lalat yang tersungkur pun mulai bangkit, dia mengepakkan sayapnya dan terbang menjauh mungkin mereka terlihat takut.


Karena Dita tidak ingin Monster itu kabur, dia mengunakan jurus sengatan petir di kaki untuk menambah kecepatanya, dia mulai melompat cukup tinggi, kedua tangannya mengeluarkan cahaya listrik yang sangat kuat, gerakan dia pun sangat cepat seperti cahaya, setelah cukup dekat dia melontarkan sengatan kilat kearahnya, dalam sekejap Monster Lalat pun hancur tidak tersisa.


Penjaga yang mengetahui mereka berempat bukan gadis biasa, dia pun melarikan diri.


Namun Chika dengan cepat menghentikan langkah kakinya, kali ini Chika ingin mempermainkannya.


"Hei kamu katanya kamu ingin menikmati tubuhku, ayo cepat buruan sebelum aku berubah pikiran" kata Chika sedang menggoda.

__ADS_1


"Tidak tadi aku hanya terbawa suasana saja, jadi maafkan aku dan jangan bunuh aku"


"Coba katakan siapa diantara kami yang paling cantik, bila kamu bisa menjawab kamu akan aku biarkan hidup" ucap Chika.


"Kalian semua sangat cantik, tetapi kamulah yang paling cantik, jadi lepaskan aku"


Chika mendekati penjaga itu dan memukul perutnya dengan cepat, hingga orang itu jatuh tersungkur ke tanah.


Mereka semua berjalan menuju gerbang yang cukup besar, sedangkan gerbang itu terbuat dari besi yang sangat kuat, Dita membuka pintu itu dengan kedua tanganya, karena pintu itu terkunci dari dalam jadi pintu gerbang itu tidak bisa di buka dengan mudah.


Dita mulai mendorongnya dengan sekuat tenaga, namun semua usahanya sia-sia saja.


Chika menyuruh Dita untuk menyingkir dari depan gerbang, dia mulai memukul pintu besi dengan kepalan tangan kanannya, allhasil pintu itu pun terpental membentur dinding dan roboh ke Tanah.


Dita di buat melongo dengan kepalan tangan Chika, apalagi para bandit yang berada di balik pintu gerbang, mereka semua di buat kaget dengan robohnya pintu besar dan tebal serta penyok.


Para bandit mulai marah dengan kehadiran mereka yang telah masuk ke tempat terlarang, mereka mulai menyerang dengan mengunakan golok yang cukup besar, dan ada yang menyerang mengunakan pedang sabit panjang.


Chika melayangkan pukulan dan tendangan kearah wajah dan perut para bandit, banyak dari mereka yang jatuh tersungkur ke Tanah dan pingsan, ketika pukulan dan tendangannya mengenai senjata mereka, tiba-tiba senjata mereka semua patah menjadi dua.


semua para bandit yang tersisa di buat melongo dan ketakutan setengah mati,


Pada akhirnya semua bandit tersudut dengan sangat mudah, dan para penjaga di lantai dasar dengan cepat roboh dan banyak yang pingsan hanya sekali serang.


Dita merasa heran dengan kekuatan mereka bertiga, dia mulai bertanya bagai mana caranya dia mendapatkan kekuatan seperti itu.


Tetapi Chika hanya tersenyum manis, Niken pun mulai menjawab semua pertanyaan yang ingin di tanyakan Dita.


Sambil berjalan menuruni anak tangga Niken menjawab pertanyaan Dita.


"Kami semua bisa kuat seperti tadi karena gelang untuk berlatih, apa kamu masih ingat Chika melempar gelang ke arah Iblis yang bernama Ros, sedangkan kami memukul tubuh Monster hingga hancur itu di karenakan Monster Lalat sangat lemah" ucap Niken.


"Apa Monster Lalat sangat lemah, padahal pukulanku tidak bisa membunuhnya dengan sekali serang, tetapi bagi kalian semua mereka itu sangat lemah" ucap Dita dengan sedikit murung.


"Kamu juga bisa menjadi kuat kok, asal kamu mau berlatih dengan memakai gelang yang kami pakai, tetapi jangan memukul manusia dengan sekuat tenaga, nanti tubuhnya bisa hancur seperti Monster Lalat" jawab Niken mengingatkan.

__ADS_1


"Tetapi gelang kalian sudah tertimbun reruntuhan gedung" tanya Dita.


"Jangan khowatir, aku masih punya persediaan yang cukup banyak" jawab Niken.


Mereka terus berjalan hingga menemukan sebuah pintu yang cukup besar, ukuran pintu itu sama besarnya dengan pintu masuk, kali ini pintu itu juga di kunci dari dalam, Dita mencoba memukul pintu itu dengan sekuat tenaga.


Tetapi pintu itu hanya penyok cukup dalam, tetapi tidak roboh seperti yang dilakukan oleh Chika.


Dari dalam ruangan para bandit menjadi kaget, kenapa pintu gerbang yang sangat kuat bisa penyok seperti di pukul benda yang cukup besar dan keras, mereka semua berkumpul dan melihat siapa yang melakukanya di balik pintu, mereka semua mempersiapkan senjata mereka masing-masing.


Ketika pintu itu di buka mereka semua kaget setelah melihat empat gadis yang sedang berdiri di belakang pintu, mereka semua merasa senang karena di datangi oleh bidadari yang sangat cantik.


"Hei bidadari ku, kalian berempat kemarilah bila kamu ingin bersenang-senang bersama kami"


"Iya kami semua bisa melayanimu dengan cukup baik"


"Cantik...... kalian tidak akan kecewa dengan layanan kami yang sangat memuaskan"


"Tutup mulut kalian semua, kalian itu sama halnya seperti sampah yang tidak berguna" teriak Chika.


"Ayolah cantik......kamu jangan malu-malu begitu kepada kami semua"


"Chika tenangkan dulu emosimu, biar aku yang memberi pelajaran mereka semua"ucap Niken dengan tenang.


Bandit itu menjulurkan lidahnya sambil meneteskan air liur, tetapi dengan perlahan Niken menghampirinya, dia menampar wajah bandit dengan tatapan penuh kebencian.


Bandit itu terlempar dan terguling-guling di atas tanah, pipi kanannya menjadi lebam dan bola matanya terlihat putih, ternyata kondisi bandit itu sudah pingsan.


"Kalian semua bertobatlah dan kembalilah ke jalan yang benar, bila kalian semua menolak.


Aku akan menghabisi kalian semua di tempat ini" ucap Niken dengan suara lantang.


"Oh.....tidak......apa kamu pikir kami semua takut dengan gertakanmu hei gadis cantik"


Kali ini mereka menyulut kemarahannya Niken, tanpa berkata apa pun dia mengeluarkan jurus pukulan tanah, tubuh Niken jongkok dan kedua kaki di buka cukup lebar, serta telapak tangan kanan di hentakan ke tanah.

__ADS_1


Guncangan kecil pun terasa, mereka semua menjadi panik dan mereka takut kalau ruangan ini akan runtuh, tiba-tiba dari bawah tanah munculah tanah yang cukup keras, tanah itu menyerang mereka semua seperti adonan kue.


__ADS_2