
Dari dalam tumpukan mayat Monster terlihat cairan berwarna putih, cairan itu sedang merayap keluar dengan sangat mudahnya.
Raja Lalat sempat berpikir mungkinkah pengawal elemen tanah sudah meninggal tertimbun tumpukan mayat Monster, akan tetapi Dia sangat terkejut dengan munculnya cairan Timah yang keluar dari tumpukan mayat Monster.
Tidak berselang lama cairan Timah itu berubah menjadi Gadis, hari ini tidak akan mungkin Raja Lalat bisa mengalahkan mereka semua.
Kali ini para perajuritnya hanya tinggal 5.500 ekor, jumlah yang cukup besar untuk menghancurkan sebuah Negeri.
Raja Lalat merasa bingung dengan semua para pengawal Satri Naga Legendaris, mereka semua sangat kuat tidak seperti bayangannya, karena sudah tidak ada cara lagi dia menyuruh anak buahnya yang tersisa untuk menyerang mereka semua sekaligus.
Kali ini Raja Lalat tidak bisa berpikir jernih setelah Dia mengetahui kalau lawanya sangat kuat, tatapan matanya penuh dengan kebencian yang tidak akan pernah bisa padam.
Para pengawal mulai bersiap untuk menyerang dengan kekuatan penuh yang dia miliki, gerombolan Monster Lalat tersisa 5.500 ekor, jumlah yang tidak sedikit untuk dikalahkan dengan mudah.
Kali ini mereka semua bertarung untuk bisa menang, ketika mereka semua bertemu pukulan dan tendangan serta jurus mereka keluarkan, disana terlihat tubuh Monster banyak yang hancur dan tumbang serta berjatuhan diatas Tanah, darah hitam terlihat berserakan dimana-mana.
Di Medan pertempuran terlihat banyak mayat yang bergelimpangan seperti gunung, tetapi mereka tidak menghiraukan tumpukan mayat Monster, yang ada dipikiran mereka semua hanyalah membunuh para Monster yang sangat kejam.
Di wajah Dita tidak ada sedikitpun rasa takut atau lelah yang menyelimutinya, dia terus mengunakan serangan sengatan kilat berulang-ulang, sehingga tubuh Monster menjadi hangus dan gosong.
Raja Lalat merasa sangat heran dengan mereka yang telah membunuh para pasukannya.
"Apa-apaan mereka semua???
Mereka semua terlihat sangat cantik akan tetapi kekuatan mereka sangat hebat sekali" kata Raja Lalat dengan penuh tanda tanya.
"Entahlah aku juga tidak mengerti Rajaku"
__ADS_1
Raja Lalat tidak menyadari kalau dirinya sedang di dekati oleh Dita, dari tadi Dia menguping pembicaraannya, wajah Dita menjadi sangat senang setelah mendengar pembicaraan Raja Lalat dan pasukannya.
"HOooiiii...... teman-teman dia bilang kita semua sangat cantik, bagaimana menurut kalian semua" teriak Dita dengan sangat senang.
Setelah mendengar Dita berteriak mereka semua merasa sangat senang sekali, karena mereka di puji-puji oleh Raja Lalat.
"Sejak kapan kamu berada di belakangku, sedangkan auramu saja aku tidak bisa merasakannya" kata Raja Lalat dengan sangat heran.
"Kamu mau tahu saja apa ingin tahu banget" jawab Dita.
Perkataan Dita membuat Raja Lalat menjadi sangat marah, apalagi panglima yang ada di sampingnya pun ikut marah.
"Hei kamu Raja bodoh, kenapa kamu bisa melihat Gadis cantik seperti kami semua" kata Chika sambil mengejek.
"Apa kamu bilang Gadis ******???
"Hei.....apa kamu bilang aku Gadis ******, akan aku siksa kamu sampai mati dasar Monster bodoh" teriak Chika dengan marah-marah.
"Coba saja kalau kamu bisa datang kesini, karena posisiku sangat diuntungkan"
Panglima Monster merasa sangat percaya diri ketika melihat lawanya tidak bisa Terbang kelangit, Dia sempat berpikir bila Chika melompat dan menyerangnya, maka itu keuntungan baginya untuk menangkap tubuhnya dan menghajarnya dengan kekuatan penuh miliknya.
Chika sempat melihat banyangan panglima terpantul di tanah dengan sangat jelas, Dia menancapkan pedang kegelapan ke Tanah, dengan sangat cepat sebuah bayangan keluar dari pedangnya dan mengarah ke bayangan di Tanah, setelah jurus Chika mengenai bayangan panglima Monster, Dia pun tersenyum lebar sambil berkata matilah kamu.
Panglima Monster merasa sangat kaget ketika tubuhnya tidak bisa digerakkan, Dia berusaha berontak dengan sekuat tenaga akan tetapi usahanya sia-sia saja.
Kali ini Chika mulai berlari dengan sangat cepat kearah panglima Monster, ketika jarak sudah dekat sekitar 20 meter Dia pun melompat sangat tinggi, panglima Monster merasa sangat panik setelah dia mengetahui lawannya sudah berada dibelakangnya, gerakanya sangat cepat hingga kedua kakinya sudah berada di atas punggungnya.
__ADS_1
"Apa yang akan kamu lakukan padaku???" Ucap panglima Monster sangat kaget.
"Aku akan memberimu sebuah kejutan yang sangat menyakitkan, dan kamu tidak akan pernah bisa melupakan rasa sakit yang telah kamu derita" jawab Chika dengan sangat senang.
Kedua tangan Chika mengengam kedua sayap besar dan sangat panjang, dia menarik kedua sayap itu ke atas, kejadian itu membuat panglima Monster merasa sangat kesakitan.
Raja Lalat merasa sangat marah kepada Chika, karena panglima Monster adalah abdinya yang sangat setia, dia berusaha menolongnya akan tetapi Dita menghalanginya.
"Kamu akan menjadi lawanku Raja Lalat, hari ini aku tidak akan membiarkanmu lepas dari tanganku, aku akan membunuhmu sekarang juga" ucap Dita dengan sangat yakin.
"Apa....kamu yakin mau membunuhku dengan kekuatanmu yang seperti ini, lihat saja para perajuritku sangat banyak sekali dari pada teman-temanmu" jawab Raja Lalat.
"Teman-temanku sangatlah kuat, lihatlah para perajuritmu hanya sekali pukul tubuhnya langsung hancur" kata Dita.
Raja Lalat sangat geram setelah mendengar perkataan Dita, Dia mulai melancarkan serangan ke arah Dita, akan tetapi seranganya itu dapat dihindari dengan sangat mudah, mereka berdua melancarkan pukulan terkuat yang mereka miliki, akan tetapi kekuatan dan kecepatan mereka berdua terlihat seimbang.
Sedangkan disana Chika berhasil melepas kedua sayap panglima Monster, ketika kedua sayap itu tercabut keluarlah darah segar berwarna hitam, hingga darah itu memercik kemana-mana, kejadian itu membuat tubuh panglima Monster terjatuh membentur Tanah.
Tidak berhenti sampai di sana Chika manggil pedang Kegelapan miliknya, dengan sangat cepat pedang itu terbang menghampiri tuanya, setelah pedang Kegelapan berada di tangannya dia mengayunkan pedang itu hingga mengenai tangan kanan panglima Monster.
Jeritan yang sangat keras terdengar hingga membuat para Monster Lalat lainya berhenti sejenak untuk menyerang, disana terlihat bagus mengunakan jurus lima Bola merah, sedangkan Yuyun mengunakan jurus badai Air.
Jurus mereka berdua menerjang para Monster hingga membuat mereka semua banyak yang hancur, lama kelamaan para Monster berjatuhan ke Tanah.
Sedangkan Chika masih terus menyiksa tubuh panglima Monster dengan sayatan demi sayatan dia lancarkan, serangan itu terlihat sangat menyiksa panglima Monster dengan sangat kejam, kali ini dia menusuk jantungnya dengan sangat cepat hingga membuat lawanya mati.
Pertempuran itu menciptakan gundukan mayat Monster yang bergelimpangan di mana-mana, Raja Lalat merasa terdesak setelah melihat kekuatan Dita dan teman-temannya yang tidak wajar, kalau seperti ini terus dia takut kalau dirinya akan mati dengan sangat mudah.
__ADS_1
Dia mengerahkan semua pasukannya yang tersisa untuk menyerang mereka semua dengan serentak, akan tetapi semua pasukan mereka terlihat Ketakutan dan berusaha untuk kabur dari tempat itu, Raja Lalat merasa sangat marah, karena pasukannya terlihat seperti Monster pengecut.