Satria Naga Legendaris

Satria Naga Legendaris
DIHADANG EMPAT MONSTER


__ADS_3

"Kalian Semua boleh memetik Buah atau sayuran yang ada disini, dan bawalah yang banyak untuk bekal dijalan" jawab Sintia.


"Terimakasih karena kamu sudah memberi Kami ijin untuk memetiknya" kata Hariyati dengan sangat senang.


"Aku akan memetik untuk Setok dalam perjalanan, ayo Putri bantu Aku memetik sayuran dan Buah" ucap Niken.


"Padahal enakan langsung dimakan dipohon, kalau urusan memanen bisa membuatku capek" kata Putri dengan nada malas.


"Sudalah Putri....... Kamu jangan mengeluh dan cepat bantu Aku" jawab Niken.


Sintia hanya bisa tersenyum, akan tetapi Dia tidak bisa melihat senyuman Teman barunya, walau hanya untuk sebentar, sementara Niken mengeluarkan alat berbentuk kotak besar, alat itu bisa berjalan mengikuti sensor dari pemiliknya, Mereka Semua mulai membagi tugasnya masing-masing.


Untuk Hariyati dan Miya mengumpulkan Buah dan sayuran untuk dimasak, sedangkan Niken, Putri dan Linda mengumpulkan Buah dan sayur sebanyak-banyaknya, dan di ikuti oleh alat berbentuk kotak, Chika hanya memetik untuk dimakan sendiri. Sedangkan Aku menghampiri Sintia yang sedang duduk termenung seorang Diri.


"Kakak Bagus apa keputusanku untuk tidak ikut itu sudah benar, karena dari Kecil Aku sudah dibesarkan di tempat ini, Aku juga buta dari Kecil Kak" kata Sintia dengan sangat sedih.


"Keputusan itu hanya Kamu sendiri yang menentukannya, jadi Aku tidak berhak memaksamu" jawabku.


"Tempat ini adalah tempat tinggalku dan juga menjadi kampung halamanku, rasanya sangat berat kalau Aku harus meninggalkan tempat ini" kata Sintia.


"Sintia Aku mengucapkan Terimakasih sudah memberi Kami banyak makanan. Maaf ya karena sikap Teman-temanku, kebun Buah dan sayur milikmu tinggal sedikit" jawabku dengan sangat menyesal.


"Tidak apa-apa kok Kak, Aku bisa menumbuhkan lagi dengan sangat cepat seperti sebelum dipetik" kata Sintia sambil tersenyum.


"Hei Kalian Berdua kalau duduk jangan berdekatan" ucap Chika dengan sangat Marah.


"Maafkan Aku.........karena Aku tidak bisa melihat Kak Bagus walaupun Dia dekat denganku, jadi sekali lagi maafkan Aku" jawab Sintia.


"Chika sudalah Kamu jangan seperti itu, Aku yang mendekatinya bukan Dia" kataku.


"Maaf ya kalau Aku telah membuatmu Marah" ucap Sintia dengan sangat menyesal.

__ADS_1


"Itu hanyalah alasanmu saja untuk tetap tinggal ditempat ini, tapi kenyataanya malah sebaliknya, Teman Kami yang bernama Miya, Dia dari Kecil tidak bisa berbicara karena Dia bisu, setelah Dia menjadi pengawal Elemen Api Dia bisa berbicara normal" jawab Chika dengan panjang lebar.


"Chika kalau Miya itu bisunya karena Dia diracuni bukanya dari lahir" kataku sedang mengingatkan.


"Bodoh amat, kalau belum dicoba siapa tahu akan berhasil, apa Kamu tidak ingin bisa melihat alam sekitar dan melihat-lihat keramaian Kota" jawab Chika.


"Untuk saat ini Aku masih belum bisa yakin, kalau Aku bisa melihat seperti yang lainya" kata Sintia dengan sedikit menyesal.


Mendengar kata-kata Sintia yang sudah tidak ada harapan lagi, Chika pun pergi dan melanjutkan makan Buah sambil menggerutu, sebetulnya didalam hatinya Dia ingin mencoba, apa yang telah dikatakan oleh Chika.


Namun Dia takut untuk mengatakannya. Setelah Satu jam telah berlalu, hidangan makanan dan sayur-sayuran telah siap untuk dimakan, namun sebelum itu Hariyati menyuruh Sintia untuk mencicipi hasil dari karyanya, satu suapan mulai masuk ke dalam mulutnya, Dia merasakan sensasi rasa manis, asam dan pedas membuatnya makan lebih banyak.


Mereka Semua mulai ikut mencoba memakannya dan banyak yang suka, tetapi tidak untuk Putri dan Linda, Dia tidak suka rasa pedas, lidahnya terlihat seperti terbakar.


"Kalau olahan Buah ini ditempatku namanya rujak" kata Chika.


"Kamu tahu banyak ya Chika" jawab Hariyati dengan sangat kaget.


"Janji ya........Aku sudah tidak sabar ingin memakannya" jawab Hariyati dengan sangat penasaran.


"Apa se'enak itu yang namanya salat Buah" tanya Sintia dengan penuh penasaran.


"Sangat enak sekali salat Buah, makanan yang terdiri dari buah-buahan yang ditaburi keju dan diberi susu segar, hemm rasanya Yami....." Ucap Chika sambil memanas-manasi.


Mendengar Chika mengatakan itu, Sintia menjadi sangat penasaran sekali, Dia ingin mencoba memakannya, namun Dia sudah mengatakan tidak akan ikut.


Canda dan tawa Kami membuat kenangan dihati Sintia, seandainya Dia bisa melihat alangkah senangnya Dia.


Waktu sudah menjelang Sore, Kami Semua mulai berpamitan kepadanya untuk melanjutkan perjalanan ke Negeri Cahaya.


Ketika Kami berjalan menuju Pesawat, Tiba-tiba Niken menjadi sangat kaget, setelah melihat Empat Monster telah merusak Pesawatnya.

__ADS_1


Kami Semua terlihat sangat panik sekali, karena kekuatan Kami telah terkuras habis, sedangkan yang masih bisa mengeluarkan kekuatan hanyalah Aku dan Miya saja, untuk meminta bantuan Putri itu pun tidak mungkin, karena Dia hanya Gadis Kecil biasa, sedangkan untuk Chika, Hariyati, Niken dan Linda apa mungkin Mereka masih bisa bertarung.


Akan tetapi pertarungan Mereka Semua tidak bisa optimal. Ke Empat Monster itu merusak dan meledakkan Pesawat, Sehingga Pesawat itu hancur dan terbakar, Aku berpikir kalau seperti ini bagaimana Kami bisa cepat sampai ke Negeri Cahaya, alat transportasi Kami satu-satunya telah dihancurkan oleh Monster.


Sore hari Udara yang berhembus sangatlah sejuk, sinar matahari yang hampir terbenam membuat badan merasa hangat, Sintia sebetulnya sangat senang sekali, karena telah mendapatkan Teman baru yang sangat baik, namun Teman itu hanyalah sementara, Karena suatu tugas yang sangat berat.


Dia mulai pergi ke arah ladang, terlihat didekatnya ada sungai yang mengalir sangat jernih, Dia berharap Teman-temannya akan selalu mengingat tentang Dirinya, Sintia berjalan Perlahan-lahan memasuki Air.


Tidak lama Dia mulai melepaskan Semua pakaian yang Dia kenakan, Air yang sangat dingin disinari oleh matahari terbenam, suasana itu membuat hati Sintia menjadi damai dan tentram, Dirinya tidak mengetahui kalau Satria Naga beserta Teman-temannya yang lainnya sedang dihadang oleh Monster.


Ketika Dia selesai mandi, Sintia mulai bergegas pulang menuju Rumahnya, setelah sampai didepan rumanya Dia merasa ada Monster yang telah menghadangnya, namun Dia tidak mengetahui kalau Rumahnya telah dihancurkan.


"Siapa Kamu ??? ada apa Kamu datang ke sini" tanya Sintia dengan sangat penasaran.


"Aku Monster Serigala Petir, Aku datang kemari untuk membunuhmu dan Semua Teman-temanmu" Jawab Monster Serigala Petir sedang mengancam.


"Aku tidak memiliki Teman jadi percuma saja kalau Kamu mengancamku" ucap Sintia.


"Kamu tidak akan bisa membohongiku karena Aku sudah melihat Semuanya dari kejahuan, Kamu Gadis buta yang memiliki kemampuan khusus, kemampuanmu itu menumbuhkan biji menjadi Pohon, karena kemampuanmu sangat unik aku memberi tawaran kepadamu, ikutlah bersamaku dan jadilah bawahanku" jawab Monster Serigala Petir sambil memberi tawaran.


"Aku tidak sudi menjadi Anak buahmu, lebih baik Aku melawanmu, karena Kamu Monster jahat" kata Sintia.


"Aku jahat dari mananya, apa Kamu bisa melihat Wajahku hai Gadis manis" tanya Monster Serigala Petir matanya sambil melotot.


"Aku tidak bisa melihat Wajahmu, tapi Aku bisa melihat aura Hitam pekat yang ada didalam Dirimu, bahwa Kamu adalah Monster yang sangat jahat" jawab Sintia tidak ingin ditipu.


"Mau bagaimana lagi, karena Kamu memiliki mata Dewa, jadi Aku tidak bisa membohongimu hahahaha......." ucap Monster Serigala Petir sambil tertawa.


"Mata Dewa apa maksudmu" tanya Sintia dengan sangat penasaran.


"Kalau Kamu mau menjadi bawahanku, Aku akan memberi tahu tentang mata Dewa yang Kamu miliki, lagian ke Empat Temanku sudah menghadang Teman Kalian diperjalanan menuju Besi aneh" ucap Monster Serigala Petir.

__ADS_1


Kondisi yang tidak diuntungkan untuknya, bila melawan sudah jelas Dia pasti akan kalah dan mati.


__ADS_2