Satria Naga Legendaris

Satria Naga Legendaris
TANTANGAN MONSTER BATU


__ADS_3

Karena merasa kesal Monster Air pergi meninggalkan temannya Monster Batu, namun Monster Batu tidak menghiraukan perkataan temannya.


Tidak berapa lama Air yang menyapu daerah itu perlahan-lahan mulai surut, ketika pelindung batu di buka terlihat pemandangan yang sangat indah sedang tercipta, pelangi yang sangat indah terlihat dari atas bukit, pohon dan tumbuhan kecil sedang berkilau sangat indah di pandang mata.


Kejadian itu membuat monster yang lain merasa senang dan bergembira, tak berselang lama mereka semua dikejutkan oleh pisau cahaya yang sedang mengarah ke tempat mereka, kepanikan mereka semua dan Monster Batu semakin menjadi.


Sekali lagi Monster Batu mengeluarkan pelindung batu, Ketika pelindung batu di buat dengan sangat cepat tapi monster yang lain sedang berhamburan ke luar, karena mereka merasa sangat senang bisa selamat dari terjangan sunami, mereka semua tidak mengetahui kalau bahaya sedang mengintai.


Saat pisau cahaya melintas, mereka semua terlihat panik dan berusaha menghindar, serta berlindung dari bahaya yang mengancam nyawanya, tak berselang lama semua Monster yang keluar dari pelindung batu langsung terpotong dan hancur semuanya mati, Pisau Cahaya itu lenyap saat menerjang pelindung batu, Keadaannya sudah tenang dan aman.


Pelindung Monster Batu perlahan-lahan menghilang, ketika Monster Batu melihat ke arah sekitarnya dia sangat terkejut, semua anak buahnya mati mengenaskan dengan cara terpotong, dan sebagian lagi tubuhnya hangus seperti terpanggang api.


"Kurang ajar siapa yang membuat anak buahku seperti in???


akan aku bunuh kalian yang telah mengakibatkan semua anak buah ku mati mengenaskan seperti ini" teriak monster batu dengan sangat keras.


Teriakan monster batu menggema hingga membuat burung-burung berterbangan, suara itu terdengar sampai ke telinga para penduduk.


Penduduk pun merasa takut dengan teriakan monster yang memekakkan telinga, mereka berusaha bersembunyi tapi Bagus memberi semangat agar para penduduk tidak usah takut, karena mereka bertiga akan membunuh semua Monster yang ada di seberang sungai.


"Kakak hati-hati Monster yang ada diujung sungai, dia adalah pimpinan Monster Ular, Monster itu sangat kuat sekali.


Dia itu Monster Batu, satu pukulannya saja bisa menghancurkan batu yang sangat besar" ucap Antok


"Baiklah aku akan pergi ke sana dan membunuhnya untukmu, kami pengawal Satria Naga Legendaris akan menyelamatkan dunia, dan membuat perdamaian kembali seperti sediakala" jawab Hariyati dengan senyuman kecil.


Kata-katanya membuat Antok semakin yakin kalau perdamaian akan tercipta dengan kehadiran mereka Satria Naga Legendaris.


Mereka berempat mulai melangkahkan kaki, dan berjalan menuju ujung jembatan batu yang telah mereka buat, akan tetapi Antok meminta ikut, dia ingin menyaksikan kehebatan Bagus Hariyati dan Chika.


Penduduk pun menunggu di seberang sungai, mereka semua takut kalau keberadaan mereka akan menjadi penghalang untuk pertempuran yang menentukan perdamaian dunia, ketika Bagus dan yang lainnya melangkahkan kaki ke depan terlihat pemandangan yang sangat luar biasa indahnya.


Mereka semua tertegun akan keindahan sungai yang sangat luas dan indah, tanpa sadar mereka lupa akan tujuannya.


Naga pun mengingatkan Bagus untuk melanjutkan perjalanan.


"(( Kamu sedang apa Bagus???


Lihatlah itu ilusi yang sudah diciptakan Monster Air untuk mengecoh kita ))" ucap Satria Naga Legendaris.


"(( Ada apa Naga???


aku sadar tapi tubuhku tidak bisa digerakkan, sedangkan tenagaku sudah banyak berkurang ))" jawab Bagus dengan pelan.


"(( Kalau kamu termakan jurusnya terlalu lama maka kamu akan mati, sebelum itu terjadi serang dia dengan bola cahaya ))" ucap satria naga legendaris.


"(( Baiklah akan aku coba mengunakan bola cahaya naga ))" jawab Bagus.


Telapak tangan bagus mengeluarkan cahaya kecil dan sangat menyilaukan, Hariyati merasa heran kenapa dia mengeluarkan Cahaya Naga.


Dengan sangat cepat bola Naga ditembakkan ke arah Air yang terlihat sangat indah, ledakan besar pun terjadi dengan sangat kuat air pun membumbung tinggi ke atas awan dan jatuh membasai tubuh mereka semua, percikan air menciptakan pelangi yang sangat indah.


"Bagus apa yang telah kamu lakukan, pemandanggan yang sangat indah jadi rusak, apalagi bajuku menjadi basah seperti ini ???" ucap Chika sedikit kecewa.


"Chika maaf kalau aku membuat bajumu menjadi basah, tapi lihatlah apa benar bajumu basah, dan lihatlah siapa yang ada di dalam sungai" jawab Bagus.


"Loh.....loh kok bisa ya" tanya Chika dengan wajah keheranan.


"Bajumu tidak akan bisa basah loh Chika" jawab Hariyati dengan senyum kecil.


"Iya benar juga, kok bisa ya tapi rasanya dingin air meresap ke tubuhku" tanya Chika terheran-heran.


"Inilah kehebatan baju dari para pengawal Satria Naga Legendaris lihatlah baju ku yang tadinya robek karena sayatan pedang kegelapan, sekarang sudah kembali seperti semula" ucap Hariyati.


"Hebat juga kamu bisa menemukan aku satria naga legendaris, kamu bisa mengatasi hipnotisku dengan sangat cepat, tapi aku tidak berminat melawanmu karena di seberang jembatan ini ada temanku yang siap untuk membunuhmu" ucap Monster Air.

__ADS_1


"Satria naga legendaris sangat hebat, aku yakin kalau mereka semua bisa membuat perdamaian di seluruh dunia" ucap Antok.


"Aku akan membunuhmu dengan kekuatanku Monster Air, Pisau Cahaya hahah...." teriak Hariyati dengan suara keras.


Pedang Hariyati mengeluarkan cahaya, namun Monster Air cuma tersenyum melihat tingkahnya, sebilah pedang pun diayunkan ke arah monster air hingga tubuhnya terbelah menjadi dua, sontak Hariyati kaget setelah melihat tubuh Monster Air kembali lagi seperti semula.


"Perlu kamu ketahui kalau aku tidak akan bisa mati dengan pedangmu, tubuhku ini terbuat dari Air jadi percuma kalau kalian akan menyerangku, kalau aku mau aku bisa saja membunuh kalian semua dengan sangat mudah" ucap Monster Air dengan tatapan mata yang sangat serius.


"Kamu pikir kamu tidak bisa mati, kamu itu salah besar kalau kamu bilang seperti itu, sekarang akan aku tunjukan kehebatan kami Satria Naga Legendaris dan pengawalnya" ucap Hariyati dengan pandangan tajam.


"Ckckckckck......hari ini aku tidak berminat untuk melawan kalian semua, sekarang aku akan pergi.


Suatu hari nanti kita akan bertemu lagi, jadi siapkan diri kalian untuk mati ditanganku.


Tapi jika kalian bisa selamat dari teman-temanku yang lainnya hahahahahahaha" jawab Monster Air dengan mulut tertawa lebar.


"Aku tidak takut dengan kalian semua para Monster, akan aku tumpas habis kalian semua" ucap Bagus dengan raut wajah kesal.


Raut wajah kesal tampak terlihat jelas di tatapan Bagus, namun Hariyati memegang tangan dia dengan lembut, serta mengingatkan agar jangan terlalu terbawa suasana.


Chika yang mengetahui kejadian itu semakin cemburu, tangan Hariyati di singkirkan dan Bagus di suruh melanjutkan perjalanan.


Linda yang mengetahui kejadian itu cuma bisa geleng-geleng kepala, kejadian itu sama seperti kejadian masa lalu yang telah lampau pikir naga.


Perjalanan mereka pun berlanjut dengan di iringi oleh angin yang berhembus sepoi-sepoi, sehingga membuat badan menjadi segar, setelah mereka berjalan cukup lama mereka semua kaget, dan langkah mereka terhenti setelah mereka mendengar suara teriakan yang sangat keras.


Teriakan itu terdengar jelas dari arah depan jembatan, Bagus dan teman-temannya bergegas agar sampai di tempat Monster yang sedang di tujuh.


Setelah sampai di akhir jembatan, Bagus terkejut melihat satu Monster yang cukup tinggi, besar dan berwarna hitam, semua badannya terbuat dari batu.dia sedang berdiri tegap menyambut lawanya.


"Kalian semua sudah berhasil sampai di sini, kalau boleh tahu siapa di antara kalian yang berhasil membunuh pengawalku???" ucap Monster Batu dengan suara besar mengema.


Mereka semua terdiam mendengar perkataan Monster Batu yang cukup besar, tidak ada satu orang pun yang menjawab perkataannya, sehingga dia pun marah dan menyerang mereka semua, sontak saja mereka semua kaget dengan serangan tiba-tiba yang telah di lancarkan oleh lawanya.


Tembakan batu bertubi-tubi dilancarkan sehingga Hariyati tidak dapat memotong batu yang besar dan keras, hingga tubuhnya terpental karena tertabrak oleh batu yang akan di potongnya, tubuh Hariyati terjatuh ke tanah dan terluka cukup serius.


"Hebat juga kamu bisa memotong batu yang keluar dari tubuhku, siapa namamu???


Biar aku bisa mengingat namamu kalau kamu sudah mati di tanganku" ucap Monster Batu dengan cukup bangga.


"Coba saja siapa yang akan mati, Bagus kamu diam saja dan jangan membantuku.


Perkenalkan namaku Chika pengawal Satria Naga Legendaris elemen kegelapan" jawab Chika dengan bangganya.


"Kamu menarik sekali Chika pengawal kegelapan, maukah kamu bergabung bersama kami para Monster untuk menguasai dunia, keinginan kamu semuanya akan terkabul bila kamu berada di pihak kami" ucap Monster Batu.


"Aku tidak tertarik dengan tawaranmu.


kalau aku memilih aku lebih memilih untuk membunuhmu di tempat ini" ucap Chika menantang.


"Pedang kegelapan milik Chika bisa memotong batu yang keluar dari tubuh monster batu, sedangkan pedangku tidak bisa memotong batunya malahan aku terkena seranggannya, lukaku cukup serius aku harus menyembuhkan lukaku dengan cepat" kata Hariyati dengan nada lirih.


"Ayo kita mulai siapa yang akan mati duluan di tempat ini" teriak Monster Batu menantang lawanya.


Chika memasang aba-aba untuk menyerang lawannya, saat Monster Batu berlari mendekatinya tiba-tiba kedua kakinya terputus hingga dia tersungkur ke Tanah, setelah berhasil momotong kedua kaki Monster Batu Chika merasa gembira, Hariyati pun kaget melihatnya kenapa pedang kegelapan bisa memotong kaki monster batu, sedangkan pedang samurai panjang milikku tidak bisa momotongnya, pikir hariyati dengan perasaan kesal.


Monster batu yang tersungkur mencoba untuk bangkit namun usahanya sia-sia, Chika tidak menyia-nyiakan kesemapatan, dengan senyuman dia mengayunkan pedangnya, tubuh monster batu terpotong menjadi dua bagian, namun Chika heran setelah melihat tubuh lawanya yang terpotong tidak mengeluarkan darah, akan tetapi potongan tubuhnya bisa kembali seperti semula.


"Hahaha.....ha aku ketahuan ya, lihatlah tubuhku walau terpotong aku tidak bisa mati, pedangmu itu sangat hebat tapi pedangmu tidak bisa membunuhku" ucap Monster Batu.


"Kenapa tubuhmu bisa kembali seperti semula, tubuhmu seperti Monster Ular yang berhasil di bunuh oleh temanku" ucap Chika.


"Oh jadi gadis itu yang sudah berhasil membunuh pengawalku monster ular, akan aku bunuh dia sekarang dengan tanganku" jawab Monster Batu dengan sangat marah.


"Tidak akan aku biarkan kamu pergi dari sini, lawanmu adalah aku karena pedangku lebih hebat dari pedangnya" jawab Chika dengan nada sombong.

__ADS_1


"Oh.........kamu pikir pedangmu lebih hebat, kamu terlalu sombong Chika.


Sepertinya aku harus mengalahkanmu sebelum aku membunuh temanmu, kalau boleh tahu kenapa teman cowokmu tidak membantu kalian berdua???" tanya monster batu.


"Jangan remehkan kekasihku, kalau dia mau kamu bisa dengan mudah di bunuh olehnya" jawab Chika dengan sangat marah.


"Oh jadi kekasihmu itu Satria Naga Legendaris yang sudah di bicarakan oleh temanku Monster Air" tanya Monster Batu.


"Jadi monster air dia itu temanmu ya, dia itu pengecut beraninya cuma kabur, mungkin dia takut mati" jawab Chika dengan kata mengejek.


Monster batu sangat marah mendengar perkataan Chika, dengan cepat dia menyerang Chika dengan cepat pula tubuh monster batu terpotong-potong, walau berkali-kali monster batu menyerang berkali-kali itu pula tubuhnya terpotong.Perasaan jengkel pun keluar dari mulutnya.


"Akan aku bunuh kamu Chika, akan aku tunjukan kekuatanku yang sebenarnya" teriak Monster Batu.


Monster Batu pun marah dan mengelaurkan kekuatan yang sesungguhnya, entah kenapa langit tiba-tiba menjadi gelap, hembusan angin sangat kencang menerpa batu-batu yang ada disekitarnya, tak lama tubuh Monster Batu di selimuti oleh aura hitam yang sangat pekat, kepanikkan Hariyati mulai keluar hingga membuatnya ketakutan.


Saat temanya ketakutan Chika malah meremehkan musuhnya yang akan dilawannya, setelah aura hitam yang telah membungkus tubuh Monster batu tiba-tiba menghilang, dalam hitungan menit pancaran aura hitam keluar kembali, dan berhembus menerpa tubuh Chika dan teman-temannya, setelah dia berteriak hooooahhh, pancaran aura hitam membuat Hariyati terpental hingga sejauh 10 meter.


Hariyati terlihat gemetaran setelah melihat dan merasakan pancaran aura hitam, namun Bagus menepuk bahu Hariyati sambil tersenyum, tapi tidak untuk Chika yang telah terpental hingga jatuh tersungkur ke tanah, saat Chika berdiri dia pun sangat marah, dengan kecepatan penuh dia berlari menyerang Monster Batu.


Tapi Chika sangat terkejut setelah melihat pedang kegelapan miliknya tidak berhasil memotong tubuh lawannya.


"Kenapa Chika ???


Kamu terkejut ya, kenapa tubuhku tidak bisa kamu potong dengan pedang kegelapan milikmu.


Perlu kamu ketahui inilah kekuatanku yang sebenarnya, kekuatan yang tak terkalahkan oleh siapapun apa kamu mengerti" ucap Monster Batu dengan penuh percaya diri.


"Aku tidak akan menyerah, walau kekuatanmu telah bertambah dan tubuhmu juga semakin keras, namun aku tidak akan takut untuk melawanmu mengerti" jawab Chika dengan mata sinis.


"Baiklah khusus untuk kamu, aku akan menunjukkan kekuatanku kepadamu" teriak Monster Batu


dengan penuh amarah.


Pertarungan masih terus berlanjut dengan sengit, namun anehnya tubuh lawanya berkali-kali terkena sabetan pedang kegelapan tapi tubuh Monster Batu tidak tergores sedikitpun, Chika semakin heran dengan pedangnya kenapa pedangnya bisa menjadi tumpul.


"Hariyati bantulah Chika, karena hanya pedangmulah yang bisa memotong dan membunuhnya" ucap Bagus dengan tenang.


"Bagus tadi kamukan sudah melihat kalau pedangku tidak bisa memotongnya, apalagi untuk membunuhnya itu tidak mungkin" jawab Hariyati penuh dengan rasa kecewa.


"Kamukan pengawal Satria Naga Legendaris, jadi kamu jangan menyerah keluarkan kekuatan pedangmu yang sesungguhnya, karena hanya pedangmu lah yang bisa memotongnya" ucap Bagus.


"Kalau kamu bicara seperti itu aku akan mencobanya" seruh Hariyati dengan penuh percaya diri.


"Ayo kalian semua maju melawanku, akan aku ***** habis tubuh kalian semua dengan kekuatan terhebatku" teriak Monster Batu dengan sombongnya


"Sialan Monster ini jadi semakin kuat,tapi aku akan tunjukkan kekuatanku di depan Bagus, biar aku dipuji-puji olehnya" pikir Chika dengan penuh harapan.


"Chika ayo kita serang dia bersama-sama, kalau kita bersatu mungkin kita bisa membunuhnya" ucap Hariyati dengan kata memerintah.


"Menarik sekali, jadi kalian berdua menyatukan kekuatan dan ingin membunuhku, baiklah aku akan membunuh kalian semua" jawab Monster Batu.


Belum selesai berbicara Chika dan Hariyati menyerang lawanya dengan sangat cepat, sayatan pedang mereka tidak mempan di tubuhnya, tapi mereka tidak ingin menyerah dengan lawanya.


Mereka terus menghujani serangan dan tebasan dari pedang mereka masing-masing, namun serangan mereka tidak bisa melukai tubuh musuhnya.


Serangan balasan di keluarkan oleh Monster Batu dan tepat mengenai perut Chika dan Hariyati, mereka berdua terpental jauh dan tersungkur ke Tanah, namun kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Monster Batu.


Pukulan bertubi-tubi dilancarkan olehnya hingga mengenai tubuh Hariyati, saat Chika bangkit dia juga di hujani pukulan yang sangat kuat dan cepat.


Kebencian akan kalah dari lawanya membuat Hariyati terlihat berbeda dari biasanya.


Sedang pukulan terakhir dilancarkan ke arah mereka berdua namun naas tangan Monster Batu terputus setelah tertebas pedang Hariyati.


Dia sangat terkejut dengan kekuatan lawanya, kenapa kekuatannya meningkat dengan sangat cepat.

__ADS_1


Tubuh Hariyati mengeluarkan pancaran cahaya putih, tak berselang lama cahaya itu menyala sangat tenang, namun bukan tubuhnya saja yang mengeluarkan cahaya putih, akan tapi pedang miliknya juga berubah bentuk, tatapan dia juga semakin tajam.


Matanya berubah menjadi merah dan baju yang di kenakannya juga berubah, Chika yang melihat kejadian itu pun kaget dan terkejut dengan kekuatan temannya yang baru, namun Monster batu malah tersenyum melihat lawannya yang telah bangkit hingga menjadi semakin kuat.


__ADS_2