Satria Naga Legendaris

Satria Naga Legendaris
LAMARAN SINTIA


__ADS_3

Tidak berselang lama Dia mulai melompat ke belakang untuk menghindar, namun serangan Niken yang Kedua melaju dengan sangat cepat ke arahnya.


Tiba-tiba Monster Katak melindunginya, Sehingga Tubuhnya tertembus Hingga mengeluarkan Darah segar, Monster Katak mulai meminta maaf dan meminta agar niken menghentikan serangannya.


"Maafkan Aku dan Temanku, karena Temanku tidak bisa melihat" ucap Monster Katak sambil menundukkan Kepalanya.


"Kenapa Kamu melakukan ini Semua, kenapa Kamu korbankan Tubuhmu untuk melindungiku" tanya Sintia sambil meneteskan Air mata.


"Kamu jangan khawatir, Mereka Semua itu orang baik" kata Monster Katak.


Gadis itu cuma bisa menangis setelah melihat Temannya yang sedang terkapar bersimpah Darah, Hariyati melangkahkan kaki menghampiri Monster Katak yang terbaring di Tanah.


Telapak Tangan Hariyati mulai ditempelkan ke lukanya, namun tidak berapa lama luka di Tubuh Monster Katak menghilang, sekarang Monster Katak mulai berdiri, kejadian itu membuat Gadis kecil merasa sangat senang.


Degup jantung terdengar sangat kencang, juga terdengar sangat pelan, tidak lama sebuah ucapan keluar dari mulut Monster Katak dengan sangat keras sambil bersujud.


"Maafkan Kami Berdua, karena Kami telah berbuat kasar" kata Monster Katak.


"Apa yang kamu lakukan???" Tanya Sintia.


"Maafkan Kami Berdua, tolong jangan sakiti Temanku" kata Monster Katak.


"Kami tidak akan menyakitimu, Aku hanya ingin tahu kenapa Kalian Berdua menyerang Kami" tanya Hariyati hanya ingin tahu.


"Kami Berdua tidak bermaksut menyerang Kalian Semua, Kami Berdua merasakan kehadiran Monster, Dia memiliki hawa membunuh yang sangat kuat, Aku pikir Monster itu milik Kalian jadi Kami mulai menyerang Kalian Semua" jawab Monster Katak.


"Kami Semua kemari sedang mencari Monster yang Kalian maksud, tetapi Kami Semua menjadi kaget, karena Kalian menyerang Kami dengan Tiba-tiba.


Aku ingin mencoba kekuatan Temanmu, tetapi Kamu menghalangiku jadi Tubuhmu yang terluka parah" ucap Niken.


"Jangan........Temanku itu buta, memang Dia sangat kuat cuma tenaganya sangat terbatas, kalau terkena seranganmu sudah pasti Dia akan mati, jadi kumohon maafkan Temanku" pinta Monster Katak dengan sangat.


"Kalian Berdua tenang saja, Temanku tidak akan menyerang Kalian Berdua" jawab Hariyati yang sedang menenangkan Mereka.


"Hariyati Kamu itu selalu saja seperti itu kepadanya, baiklah Aku tidak akan menyakiti Kalian Berdua, tetapi Aku hanya ingin Kalian Berdua pergi dari sini" ucap Niken terlihat sedikit Marah.


"Untung sayangku Satria Naga tidak ikut turun Tangan" kata Putri.

__ADS_1


"Hei bocah ingusan....... kenapa Kamu bilang seperti itu, Aku disini sebagai kekasihnya tidak akan membiarkanmu berkata seperti itu" jawab Chika dengan sedikit membentak.


"Coba saja hehehehehehe......." Goda Putri sambil tertawa Kecil.


Kelakuan Chika keluar pada saat Putri mulai mengodanya, namun Gadis yang bersama Monster Katak menjadi kaget, saat nama Satria Naga disebut-sebutnya.


Detak jantungnya berdegup dengan sangat kencang, Monster Katak menjadi sangat kaget setelah melihat Temannya menjadi aneh, tidak lama Gadis itu mulai mengatakan sesuatu.


"Perkenalkan Namaku Sintia, Aku tadi mendengar nama Satria Naga, apa Kalian Satria Naga Legendris???" Tanya Sintia dengan sangat penasaran.


"Sintia kenapa Kamu bilang seperti itu???" Ucap Monster Katak.


"Aku hanya ingin tahu saja" jawab Sintia.


"Namaku Niken pengawal Elemen Tanah, sebenarnya Aku ingin bertarung denganmu" ucap Niken dengan sangat penasaran.


"......maafkan Aku Niken" jawab Sintia sambil menundukkan Kepalanya.


"Namaku Chika pengawal Elemen Kegelapan" kata Chika.


"Namaku Miya pengawal Elemen Api" kata Miya sambil tersenyum manis.


"LINDA


Namaku Linda pengawal Elemen Waktu" kata Linda.


"Namaku Putri Aku hanya Anak Kecil biasa" ucap Putri.


"Namamaku Bagus, Aku Satria Naga Legendris" kataku.


Sintia hanya terdiam setelah mendengar nama Bagus, namun tidak lama Mulutnya mulai tersenyum manis, serta pipinya menjadi Merah seperti Buah stoberi.


"Bagus bolehkah Aku memegang Wajahmu, sebetulnya Aku ingin sekali melihat Wajah seorang Pahlawan. Kamu telah menyelamatkan Dimensi Cahaya dari kekejaman Para Monster, namun Aku tidak bisa, karena Aku tidak bisa melihat apa pun" ucap Sintia merasa sangat senang.


"Sintia Kamu jangan seperti itu, Aku ini hanya menolong jadi jangan panggil Aku Pahlawan, panggil saja namaku Bagus" jawabku sambil mengingatkan.


"Kamu jangan sampai kelewat batas ya, karena Kamu cuma Gadis biasa dan Kita baru saja bertemu" ucap Chika dengan sedikit Marah.

__ADS_1


Mendengar ucapan Chika Aku hanya tersenyum Kecil, tidak lama Aku pun mengijinkan Sintia menyentuh Wajahku, kaki Sintia berjalan perlahan-lahan menghampiriku, detak jantungnya semakin lama semakin kencang, disaat itu juga Wajah Sintia berubah menjadi Merah.


Perubahan Wajah Sintia membuat Chika menjadi semakin salah tingkah, Setelah telapak Tangannya menyentuh Wajahku, terdengar sangat pelan dari bibirnya. Kata-kata yang membuat Chika menjadi kaget setengah mati.


"Apa Kamu mau menjadi suamiku ucap Sintia".


"Hei kamu.........jangan merayu sayangku seperti itu" teriak Chika dengan sangat Marah.


"Aku tidak bermaksut untuk merayunya, tetapi Aku hanya merasa bahagiya kalau Aku berada disampingnya" ucap Sintia dengan penuh perasaan.


"Dari ucapanmu kalau Kamu sedang merayu" jawab Chika merasa sangat cemburu.


Ucapan Sintia membuat Chika menjadi sangat Marah, namun tidak beberapa lama Kami dikejutkan oleh kekuatan yang sangat besar, dengan hawa membunuh yang sangat kuat.


Dibalik pepohonan yang sangat rindang dan gelap, terdengar Suara yang sangat kencang, Suara itu membuat banyak binatang yang ada dihutan ini lari ketakutan.


Tidak berselang lama munculah sosok Monster yang sangat besar. Monster itu membuat Linda merasa sedikit khawatir, kepada Kami Semua yang ada ditempat ini, Monster itu mulai menampakan sosoknya yang sangat besar.


Dia bertaring serta kukunya sangatlah tajam, namun Monster itu tidak membuat Chika, Niken dan Hariyati merasa takut untuk menghadapinya.


Tidak berselang lama Monster yang berwujud Singa, Dia mulai tertawa melihat siapa yang akan dihadapinya, ternyata mangsanya hanya Gadis yang sangat lemah.


"Kalian Semua terlihat sangat lemah sekali, apa Kalian Semua mau melawanku hahahaha......" Ucap Monster Singa sedang meremehkan.


"Hei kau Monster bloon...........jangan meremehkan Kami Semua, Kami ini pengawal Satria Naga Legendris, Kami akan menyelamatkan Dimensi Cahaya dari Tangan Monster seperti Kalian" kata Chika sambil mengejeknya.


"Keparat Kamu....... berani sekali memanggilku bloon, Namaku adalah Monster Singa dan Aku tidak akan membiarkanmu meremehkanku seperti itu, Akan Aku beri Kamu pelajaran dasar Gadis lemah" jawab Monster Singa sambil meremehkan.


"Coba saja serang Aku Monster bloon, Kamu pikir Aku takut melawanmu, sini maju cepat" kata Chika sambil mengejeknya.


Kata-kata Chika membuat Monster Singa menjadi sangat Marah, aura membunuh berwarna Hitam mulai keluar dari Tubuhnya, aura itu membuat Monster Katak hanya bisa terdiam dan terpaku, tanpa bisa berkata apa pun.


Sedangkan Sintia ingin membantu tapi Kedua kakinya tidak bisa bergerak.


Monster Singa mulai tersenyum sangat lebar setelah auranya keluar, Dia mulai menyerang dan mengayunkan telapak Tangannya yang besar ke arah Chika.


Tanpa bisa menghindari Tubuh Chika terkena Pukulan dan cakaran, Pukulan itu mulai menghantam Tubuhnya Hingga bertubi-tubi, seketika itu Tubuh Chika terpental membentur Tanah.

__ADS_1


__ADS_2