Satria Naga Legendaris

Satria Naga Legendaris
PESAWAT TERBANG YANG LUAR BIASA


__ADS_3

Hariyati mengambil 4 gelang yang sama warnanya,dia langsung memakai 4 gelang dengan warna yang sama, Niken menjadi kagum karena baru kali ini dia melihat kegigihan dan semangat dari teman barunya.


Ketika Hariyati memakai gelang dia merasa tidak nyaman dengan berat rata-rata 25 kilo, tapi wajahnya menunjukkan ekspresi senyum hingga membuat niken terkejut dan juga kagum.


Niken pun bertanya-tanya dalam hati tentang ekspresi yang dilakukan oleh temannya, ekspresi itu di buat-buat atau sungguhan, aku saja kalau memakai gelang hanya saat berlatih saja pikirnya.


Niken mengajak Hariyati untuk menikmati secangkir teh, dengan senang hati dia menerima ajakan Niken untuk menikmati secangkir teh di malam hari, apalagi ada gerombolan ikan koki sedang berenang kesana kemari.


"Hariyati bolehkah aku bertanya sesuatu yang sangat penting kepadamu???" tanya Niken dengan rasa ingin tahu.


"Boleh saja kamu mau bertanya apa saja pasti akan aku jawab, tapi bila pertanyaanmu aku mengerti, tapi jika aku tidak mengerti maka aku akan memberi solusinya, entah solusiku bermanfaat untukmu atau tidak" jawab Hariyati.


"Ah betulkah kamu mau menjawab pertanyaanku" kata Niken dengan rasa senang.


"Benar akan aku jawab, sekarang katakanlah apa yang ingin kamu katakan padaku" jawab Hariyati dengan sangat yakin


"Tadi waktu kamu melawan Monster Bayangan kamu bisa mengeluarkan 100 pisau cahaya.yang ingin aku tanyakan itu apa aku juga bisa mengeluarkan jurus seperti yang kamu keluarkan tadi???" tanya Niken dengan rasa ingin tahu.


"Jurus pisau cahaya aku bisa menggunakan dari aku kecil, tapi jurus itu aku keluarkan melalui sebuah pedang, dalam arti aku harus menggunakan sebuah benda untuk pelantaranya" jawab Hariyati dengan serius.


"Caranya seperti apa???" ucap Niken masih terlihat bingung.


"Caranya kumpulkan semua tenagamu ke satu titik, bila tenagamu sudah terkumpul itu saatnya kamu alirkan lewat benda yang kamu pegang" kata Hariyati menjelaskan.


Hariyati mengambil sebuah sendok dan memberi contoh kepada Niken, sesaat tubuhnya bersinar mengeluarkan cahaya berwarna putih, namun cahaya itu berpinda ke sendok.


Tak lama cahaya yang membungkus sendok pun menjadi sangat tajam, dia mengarahkan ke gelas yang ada di depannya dengan perlahan.


Niken pun terkejut melihat kehebatan temannya, sebuah sendok bisa menjadi senjata apa mungkin aku bisa mepelajarinya pikirnya dalam hati.


"Sekarang kamu bisa mencobanya, ingat jangan lupa fokuskan tenagamu dalam satu titik dan keluarkan" ucap Hariyati.


"Baiklah akan aku coba mengeluarkan tenagaku" jawab Niken dengan sangat serius.


Niken berkosentrasi untuk mengumpulkan energinya ke satu titik, namun dia masih belum berhasil tapi dia tidak mudah menyerah dengan jurus yang di ajarkan oleh Hariyati, namun malam semakin larut dia menyuruhnya untuk beristirahat.


Ketika Hariyati hendak meninggalkan kamar Niken yang sangat indah, tiba-tiba tangannya memegang tangan Hariyati.


"Jangan tinggalkan aku, karena aku ingin kamu temani" pinta Niken memelas.


"Tapi teman-temanku besok akan bingung mencari-cari diriku, sebaiknya aku pergi ke tempat tidurku" jawab Hariyati.


"Aku mau kamu menemani aku, besok pagi kita akan pergi dari Kota ini dan melanjutkan perjalanan, jadi aku berharap kamu temani aku tidur ya" ucap Niken dengan memohon.


"Baiklah aku akan menemanimu" jawab Hariyati.


Niken tersenyum karena mendapatkan teman sekaligus guru belajar.


Hari pun semakin larut mereka pun tidur di tempat tidur yang sangat luas, angin berhembus melewati jendela yang terbuka sedikit, namun malam ini malam yang sangat dingin dan tenang.


Di langit terlihat banyak bintang-bintang yang bercahaya cukup terang, gemerlap bintang membuat malam semakin indah saat di lihat mata.


Malam pun berlalu berganti pagi banyak seranga atau semut yang sedang sibuk mencari makan, udara segar berhembus melewati pepohonan di sana terlihat binatang sedang asik bermain-main.


Namun tak lama terdengar suara ledakan yang sangat kecil, semua binatang pun berlari ketakutan dengan bunyi ledakan yang terdengar cukup kencang, bunyi itu membuat Bagus dan Chika terbangun dari tidur.


Mereka sedang bertanya-tanya bunyi apakah barusan, saat Chika melihat ke arah Linda ternyata dia belum terbangun dari tidurnya, malahan dia lagi asik tidur sangat pulas, akhirnya mereka berdua mencari dari mana asalnya ledakan barusan.


Saat mereka berdua keluar, di sana terlihat kepulan asap hitam membumbung tinggi ke langit, Bagus pun bergegas menuju ke tempat kejadian.


Mereka takut kalau ada Monster yang sangat kuat menyerang Kota ini, karena bisa jadi seluruh Kota ini akan hancur di tangan Monster.

__ADS_1


Mereka berdua bergegas menuju ke lokasi kepulan asap yang sangat pekat, ketika mereka berdua sampai di tempat kejadian mereka berdua sangat kaget, pemandangan yang sulit dipercaya oleh mereka berdua.


Chika merasa kalau ada orang lain yang sangat hebat selain Hariyati, di sana terlihat Niken sedang berdiri tegap melihat sebuah batu yang cukup besar sedang hancur, namun di sana terlihat ada Hariyati yang sedang mengawasinya.


Pagi-pagi sudah membuat keributan sehingga membuat yang lainnya terbangun dari tidurnya, mereka berpikiran kalau ada Monster yang sedang menyerang.


Chika bertanya dalam hati kenapa Hariyati sedang berduaan dengan Niken.


"Maaf kalian semua terbangun gara-gara ledakan barusan, aku memberi contoh kepada niken untuk menggunakan sebuah jurus" kata Hariyati.


"Aku saja tidak pernah kamu ajari cara menggunakan jurus yang sama seperti kamu gunakan" jawab Chika dengan sangat kecewa.


"Maaf tapi kamu tidak pernah minta tolong kepadaku untuk mengajarimu menciptakan sebuah jurus" jawab Hariyati.


"Sudah-sudah kalian berdua jangan bertengkar, sebaiknya kita menemui profesor Yudi" kata Bagus.


"Sebaiknya kita mandi dulu baru kita menemui ayahku" ucap Niken.


Bagus merasa malu mendengar mereka bertiga akan mandi, namun Niken menyuruh Bagus untuk mandi di kamar sendiri.


Niken mengajak Hariyati dan Chika untuk mandi di kamarnya.


Profesor Yudi yang melihat kejadian itu pun tertawa kecil melihat perilaku gadis jaman sekarang, namun profesor Yudi kagum dengan Hariyati yang bisa menggunakan jurus, ketika jurus itu membentur batu saat itu juga batu pun hancur, dia berharap niken juga bisa menggunakan jurus yang sama seperti jurus milik Hariyati.


Pesawat yang diciptakan profesor Yudi sangat besar kuat, profesor Yudi duduk melamun sambil memandangi langit berwarna biru di pagi hari.


"Hari ini hari ulang tahunmu, seandainya aku dulu bisa menyelamatkanmu maka kita akan bersama lagi seperti dulu.Aku berharap mereka semua bisa menciptakan perdamaian dunia" pikir profesor Yudi dalam hati.


Tidak ada waktu untuk meratapi masa lalu dan sambutlah masa yang akan datang, profesor yudi pun tersenyum dia ingin menyiapkan semua makanan yang akan diakan, dia pun bergegas masuk ke dalam rumah, saat Linda terbangun dari tidur dia terkejut melihat semua teman-temannya hilang entah ke mana.


"Teman-teman kalian semuanya ke mana???


Mungkin mereka semua sedang mandi, sebaiknya aku akan ikut mandi bersama mereka" kata Linda terlihat sangat ketakutan.


Saat dia mendengar suara Bagus Linda merasa senang sekali, dia pun masuk keruangan yang sangat besar dan membuka pintu, dia sangat terkejut ketika melihat kamar mandi milik gadis yang bernama Niken sangat besar dan luas.


"Linda kenapa kamu menangis???" ucap bagus sangat heran.


"Aku mencari kalian semua karena aku takut kalau kalian meninggalkan aku sendiri di tempat ini, tapi sekarang aku sangat senang tapi di mana Chika dan Hariyati???" tanya Linda kebingungan.


"Oh mereka berdua sedang mandi bersama Niken, mereka mandi di kamar mandi miliknya, kalau kamu mau mandi aku akan pergi dari sini karena aku sudah selesai mandi" jawab Bagus.


"Jangan tinggalkan aku sendiri, aku takut karena kamar mandi ini sangat besar dan luas, kamu mau menemani aku mandi kan" ucap Linda memelas.


"Baiklah aku akan menemani kamu mandi" jawab Bagus.


Wajah linda merasa senang sekali karena ada yang menemani dirinya, setelah 15 menit mereka semua berkumpul di meja makan, hidangan yang sangat lezat siap di makan, wajah mereka terlihat sangat senang karena menikmati makanan yang sangat lezat.


Setelah makan mereka di antar oleh profesor yudi menuju pesawat terbang, bagus kagum dengan pesawat yang di ciptakan oleh profesor Yudi, ruangan tengah pesawat terdapat tempat tidur yang sangat besar, di ekor pesawat ada kamar mandi dan toilet, sedangkan di belakang kemudi terdapat tempat duduk yang sangat banyak dan terlihat sangat nyaman.


"Wah bagus sekali ruangan yang ada dalam pesawat ini, baru pertama kali aku melihat dan menaikinya, tapi ngomong-ngomong di mana tempat Setok makanan di simpan???" tanya Chika.


"Oh kalian jangan khawatir tentang setok makanan yang ada di dalam pesawat ini, karena setok yang aku siapkan sangat banyak dan melimpah, jadi kalian semua jangan khowatir akan kehabisan bahan makanan, jadi kalian semua jangan khawatir serahkan saja semuanya pada anakku Niken" kata profesor Yudi.


"Baiklah papa aku akan mengendalikan pesawat ini, tapi semua persedian makanan sudah di siapkan di dalam pesawat kan???" kata Niken.


"Oh niken kamu jangan khawatir semua kebutuhan kalian dalam perjalanan sudah aku siapkan" jawab profesor Yudi.


"Terima kasih papa.aku jadi sayang sama papa, aku berangkat dulu ya???" ucap Niken dengan tersenyum lebar.


"Jaga dirimu baik-baik" jawab Professor Yudi.

__ADS_1


Mereka semua masuk ke dalam pesawat terbang, sedangkan Hariyati duduk di ruangan tengah tempat duduk penumpang, sedangkan Chika duduk di samping kemudi dia ingin belajar bersama Niken agar dia bisa menjalankan pesawat terbang.


Sedang Linda duduk di bahu Bagus, dia berusaha untuk mendekati Hariyati yang sedang melamun di cendela pesawat terbang, setelah 5 menit berlalu pesawat mulai bergerak terbang ke langit.


Pemandangan dari atas langit terlihat begitu indah, wajah Hariyati terlihat sangat gembira setelah melihat pemandangan Kota dari atas pesawat terbang.


Ketika dia tersadar ternyata Bagus sudah berada di sebelahnya, sedangkan dia cuma tersenyum melihat pipi Hariyati menjadi merah, sedangkan linda pergi ke ruang tengah, dia sedang asik berbaring di kasur yang empuk sambil melihat pemandangan dari jendela.


"Baru kali ini aku merasakan bisa terbang di langit seperti dulu lagi" ucap Linda.


Linda merasa senang sekali tapi setelah pesawat mulai naik ke atas tiba-tiba Linda merasa panik karena dia tidak bisa melihat pemandangan, yang terlihat di sana cuma kabut yang berwarna putih, sementara di ruang kemudi niken sedang berkosentrasi mengendalikan pesawat terbang, di sana Chika pun terkejut kenapa di sini banyak tombol.


"Chika kamu jangan terkejut seperti itu, katanya kamu pernah melihat pesawat terbang tapi kenapa kamu terkejut melihat benda ini" tanya Niken penasaran.


"Aku tidak boleh naik ke tempat kemudi, karena aku adalah penumpang.Dan aku tidak pernah menaiki pesawat model seperti ini, sebuah pesawat tanpa landasan pacu bisa terbang dan mendarat sesuka hati" jawab Chika.


"Inilah kehebatan ayahku, dia penemu hebat di dunia" ucap Niken dengan sangat yakin.


"Iya-iya aku akui ayahmu memang hebat, kalau boleh tahu pesawat terbang sudah memiliki tempat tidur, ruang duduk dan kamar mandi.tapi sayang sekali ada yang kurang" kata Chika.


"Kalau boleh tahu apanya yang kurang dari pesawat ini???" Jawab Niken.


"Dapur untuk tempat kita makan" ucap Niken


"Kalau memasak kan bisa di luar, sedangkan dapur itu juga sudah ada semuanya, karena itu sudah diperhitungkan matang-matang oleh ayahku" jawab Niken dengan penuh percaya diri.


Perjalanan mereka menujuh pulau terbang masih Sangat jauh, pesawat yang mereka naiki terbang sangat tinggi ke langit.


Setelah 4 jam mereka belum sampai di tempat tujuan, Chika mondar mandir melihat pesawat ini masih belum sampai dan mendarat.


"Chika kenapa kamu kelihatan gelisa sekali, kamu jangan malau katakanlah padaku" kata Niken.


"Perjalan kita menuju pulau terbang apa sudah dekat???" tanya Chika dengan sangat penasaran.


"Kalau perjalanan kita menuju pulau terbang masih lama, kita harus menempuh jarak sekitar 2 hari baru kita bisa sampai" ucap Niken.


"Kesana kok lama amat padahal kita kan naik pesawat terbang, harusnya kita kan bisa sampai dengan sangat cepat" kata Chika tidak percaya.


"Hahahahaha kamu itu lucu juga masak jaraknya 1000 mil lebih bisa di tempuh dengan cepat" ucap Niken sambil tertawa kecil.


Chika cemberut mendengar perkataan Niken yang membuatnya kesal, Niken pun tersenyum melihat wajah temanya yang terlihat sedang cemberut.


Bagus sedang duduk memandangi jendela, tapi di balik jendela hanya ada awan warna putih, dia sedang berpikir kenapa dia harus mengalami ini semua, sedangkan Hariyati merasa kasihan melihat temannya, karena dia sedang duduk termenung seorang diri.


Dengan perlahan dia mendekatinya, dia tidak ingin orang yang di takdirkan untuk menyelamatkan dunia sedang duduk termenung.


"Apa yang kamu pikirkan???


Sebaiknya kamu itu tersenyum bila melihat keluar dari jendela, kelihatannya kamu memikirkan hal yang sangat serius" tanya Hariyati dengan penuh perhatian.


"Entahlah kenapa nasipku jadi seperti ini, jatuh ke Dimensi yang tidak aku ketahui.


Kalau aku ingin kembali aku harus mengalahkan Raja Monster Maikel, padahal aku hanya ingin berangkat sekolah dan aku tidak mau ketinggalan pelajaran" ucap Bagus terlihat sangat sedih.


"Sekolah itu apa???" tanya Hariyati dengan penuh penasaran.


"Sekolah itu tempat kita menimba ilmu dan belajar tentang sejarah dan pengetahuan, kalau kita belajar pasti kita akan menjadi pintar" ucap Bagus.


"Tapi jika kamu tidak ada maka Dunia ini akan hancur oleh para Monster, coba kamu pikir.


Kalau Bumi tempat tinggalmu di serang Monster seperti Dunia ini, pasti kamu tidak akan mau kan.

__ADS_1


Kesimpulanya kamu harus menyelamatkan Dimensi ini dari serangan dan ancaman para Monster, seperti katamu tadi kalau kamu belajar terus maka kamu pasti akan jadi orang yang sangat pintar.


Maka dari itu Dunia ini seperti kamu belajar, kamu telah mendapat tugas untuk menyelamatkannya dari para Monster yang telah menguasai Dunia ini" jawab Hariyati.


__ADS_2