Satria Naga Legendaris

Satria Naga Legendaris
BADAI AIR


__ADS_3

Akibat jurus yang di keluarkan oleh Niken, terjangan Tanah membuat lokasi sekitar menjadi porak poranda, para bandit banyak yang pingsan di mana-mana.


Kali ini Dita hanya bisa diam tanpa berkata apapun, dari arah belakang tiba-tiba ada seseorang yang telah menusuk pungung Chika, namun pedang orang itu tidak bisa menembus pakaian yang dikenakan olehnya, kali ini orang itu sedikit khawatir dengan lawanya.


"Hei kenapa kamu main belakang, bukankah main belakang itu tidak baik" ucap Chika dengan sangat marah.


"Kalian semua adalah Monster"


"Tutup mulutmu bandit.


Sebelum aku merobek mulutmu menjadi lebar" kata Chika sedikit kesal.


"Bukanya kamu yang bekerja sama dengan para Monster, harusnya kamu itu yang Monster bukan kami semua" kata Dita menjelaskan.


"Bukanya kamu putri dari Negeri Moderen, bila aku bisa menculikmu aku akan menjadi kaya"


"Coba saja culik aku bila kamu bisa, aku rela tanpa melawan cepat bawa aku" ucap Dita.


Ninja itu dengan cepat berhasil membawa Dita dengan cara mengendongnya dari samping, tetapi tidak lama tubuh Dita mengeluarkan percikan petir yang cukup kecil, sehingga ninja itu tersengat dan melepaskan gendongannya, dengan cepat Dita melancarkan tendangan ke arah wajah lawanya hingga dia jatuh tersungkur ke tanah.


Karena area ini sudah di bersihkan dari para bandit yang menghalangi jalan mereka.


Tanpa ada halangan, mereka melanjutkan perjalanan masuk ke dalam, menuju ruang penjara bawah Tanah.


Sementara di hutan tempat tinggal Raja Naga kegelapan, disana terlihat Dinda sedang gelisah dengan mimpi yang baru saja dia alami.


Mimpi yang sangat menakutkan, di dalam mimpinya, adiknya yang bernama Wulandari berhasil membawa Satria Naga Legendaris untuk membunuh dirinya, keringat dingin membasahi wajahnya namun dia berusaha untuk menenangkan diri.


Dia menghadap Raja Naga Kegelapan untuk meminta izin, dia ingin menyempurnakan pedang kehancuran yang dia dapat dari Negeri Cahaya.


Sementara Raja Naga Kegelapan masih menunggu experimen untuk membuat pengawal Naga Kegelapan berhasil dengan sempurna.


"Lakukan saja sesuai dengan keinginanmu, tetapi ingat kamu tidak boleh berhadapan dengan mereka, karena Satria Naga Legendaris dan pengawalnya sangat kuat.

__ADS_1


Sebelum pedang itu menjadi sempurna apa kamu mengerti" kata Raja Naga Kegelapan mengingatkan.


"Baik Raja Naga Kegelapan akan aku ingat pesanmu padaku" jawab Dinda dengan sangat patuh.


Sementara di tengah hutan banyak Monster lalat yang terbang di langit, mereka semua melihat ada kepulan asap hitam yang membumbung tinggi ke langit, Monster Lalat mulai datang menghampirinya.


Sedangkan di sana terlihat Bagus dan Yuyun serta kedua temannya sedang makan daging dengan lahapnya, setelah mereka semua sudah kenyang Yuyun pun menceritakan masa lalunya yang sangat suram.


Yuyun berasal dari desa sunyi, di mana desa itu hanya sedikit para penduduknya, dia tinggal di rumah sangat sederhana bersama kedua orang tuanya, tetapi setelah satu Minggu berlalu desanya di serang oleh para bandit, semua penduduk yang ada di sana di bunuhnya tidak terkecuali kedua orang tuanya.


Namun untuk anak-anak mereka membawanya dan di masukan ke dalam kereta yang di kelilingi jeruji besi, Sintia pada waktu itu hanya bisa menangis.


Namun di dalam kereta bukan hanya dia saja yang di culik, banyak anak-anak lainya juga di culik dari desa yang mereka lewati, serta banyak penduduk yang telah di bantai dengan sangat kejamnya.


Ketika memasuki kota hilir para bandit itu membawa anak-anak yang tidak memiliki tempat tinggal, dua di antara anak itu Gadis dan Suci, dari sanalah mereka bertiga di pertemukan.


"Jadi kami bertiga tidak memiliki rumah untuk di tinggali" ucap Yuyun.


"Maaf aku tidak bisa bila harus meninggalkan mereka berdua sendirian" jawab Yuyun dengan berat hati.


"Baiklah aku tidak akan memaksa kamu untuk ikut menyelamatkan dunia ini, tetapi bila kamu berubah pikiran bilang saja" ucap bagus meyakinkan.


"Baik aku mengerti" jawab Yuyun dengan mengedipkan mata kanannya.


Dia memberi respon kepada Bagus kalau dia sangat menyukainya, tetapi Gadis mengatakan kalau mereka berdua sangat cocok seperti sepasangan kekasih, wajah Yuyun menjadi merah setelah mendengar perkataan temannya.


Tiba-tiba dari atas langit munculah gerombolan Monster Lalat yang sangat banyak, Yuyun dan kedua temanya menjadi sangat takut.


"Baru saja aku hampir mati sekarang masak aku harus mati lagi" pikir Yuyun dalam hati.


Kali ini Monster Lalat yang datang jumlahnya sangat banyak, jumlah mereka sekitar 50 ekor, tetapi Bagus terlihat sangat tenang setelah melihat begitu banyak Monster yang mengepung dirinya, situasi seperti ini sangat baik untuk mengajari pengawal tipe Air untuk mengunakan jurusnya.


Bagus menyuruh Yuyun untuk membuat badai air, akan tetapi dia tidak mengerti apa itu badai air.

__ADS_1


Tanpa berkata apa-apa lagi, Bagus memegang kedua tangan Yuyun dan di arahkan ke atas, dada dia menempel di punggungnya, sontak saja Yuyun menjadi sangat senang dan yakin.


"Wahai air, bantulah aku penuhilah keinginanku dan keluarlah, Badai Air datanglah" teriak Yuyun dengan suara yang sangat keras.


Butiran Air yang sangat kecil pun tercipta, tidak butuh waktu lama butiran air itu mengelilingi mereka semua.


Di saat yang sama Bagus mengatakan fokuskan butiran Air itu, agar mengenai tubuh Monster Lalat yang ada di sekitarnya.


Ketika di tembakkan, butiran Air melesat mengenai tubuh semua Monster hingga berlubang, butiran Air terus menerjang tubuh Monster yang masih hidup, hingga para Monster Lalat yang terbang di sekitarnya berjatuhan ke tanah.


Kedua temannya sangat takjub dengan butiran air yang melesat ke sana dan ke mari seperti meteor jatuh dari langit.


Ketika semua Monster sudah mati, Yuyun pun menghentikan jurusnya, dia pun takjub dengan kekuatan serangan yang dia keluarkan, serangan miliknya sangat hebat dan mematikan, namun jurus itu banyak mengunakan tenaga, sehingga tubuhnya lemas dan nafasnya terlihat terengah-engah.


"Kakak Yuyun jurus kakak sangat hebat dan indah aku sangat suka melihatnya" ucap Gadis dengan wajah senang.


"Iya betul jurus kak sangat hebat, jurus itu bisa membunuh gerombolan Monster yang sangat banyak, tubuhnya saja bisa sampai berlubang" kata Suci dengan sangat bangga.


"Kekuatanku terlihat sangat berbahaya, aku takut kalau jurusku bisa melukai teman-temanku" ucap Yuyun dengan sangat sedih.


"Jurusmu memang berbahaya, tetapi bila kamu bisa mengendalikan arahnya jurusmu tidak akan bisa melukai orang lain atau melukai teman-temanmu" jawab Bagus dengan santainya.


Di sekeliling mereka terlihat mayat Monster Lalat yang bergelimpangan di mana-mana, Bagus mematikan api unggun yang mereka buat, karena api itu bisa memancing Monster Lalat untuk datang ke mari.


Bagus mengajak Yuyun dan kedua temanya untuk kembali ke Negeri Moderen, Bagus akan melaporkan kepada Raja tentang apa yang dia lihat di dalam hutan.


Tetapi mereka bertiga sangat ketakutan, mereka sempat berpikir kalau mereka akan di jual lagi sebagai budak bila mereka tertangkap, rasa trauma yang begitu dalam masih menyelimuti mereka bertiga.


"Perlu kalian semua ketahui tentang satu hal, Raja di sana melarang penjualan Manusia atau budak, bila ada pedagang budak yang ketahuan, mereka akan di penjara dan di adili" kata Bagus.


Mereka bertiga pada akhirnya perlahan-lahan percaya dengan kata-katanya, dan mulai ikut bersamanya menuju Negeri Moderen.


Dari jauh terlihat tubuh Monster Lalat yang terbaring kaku di atas tanah, tubuhnya yang mengalami retak-retak tiba-tiba bangkit dari kematian, matanya berwarna merah menyala-nyala seperti cahaya laser, nafas yang berhembus dari mulutnya membuat bulu kuduk pun berdiri, Monster itu mulai melangkahkan kakinya perlahan maju ke depan, sedangkan langkah kakinya terlihat begitu berat.

__ADS_1


__ADS_2