
Kali ini semua pengawal maju secara bersamaan, mereka semua menyerang mengunakan senjata Suci, kali ini Monster Air menghadang mereka, Dia menjadi sangat besar dan akan menggunakan jurus terkuat miliknya, jurus sunami penghancur.
Akan tetapi Monster Air lupa dengan pengawal tipe Air, kemungkinan otaknya hilang separuh karena terjangan jurus penghancur sekala besar milik Ratu Pencipta, ketika jurus sunami dikeluarkan Monster Air menjadi sangat kaget, kenapa tubuhnya tidak bisa digerakkan.
Ternyata Yuyun mengendalikan tubuhnya dengan kekuatan Air miliknya, kali ini tamatlah sudah riwayatnya ditangan Niken.
Raja Monster yang mengetahui bawahnya sedang dalam bahaya, Dia berlari untuk menyelamatkannya sebelum terlambat, namun Dia dihadang oleh Hariyati, Chika dan Dita.
Kali ini mereka bertiga melawan Raja Monster dengan mengunakan sayatan pedang serta sengatan petir menghujaninya, Raja Monster terlihat sangat kewalahan karena dirinya melawan tiga pengawal sekaligus.
Sementara Monster Air didekati oleh Niken, kali ini Dia dengan senyuman lebar ingin menyegel Monster Air.
"Wahai Monster Air aku perintahkan masuklah ke dalam kepalan tangan penghancur, SEGEL...." Ucap Niken dengan sangat senang.
Dengan sangat cepat tubuh Monster Air tersedot masuk kedalam senjata Suci tangan penghancur.
Raja Monster Maikel sangat marah ketika bawahannya telah disegel, Dia mengeluarkan kekuatan miliknya yang sebenarnya, Hariyati, Chika dan Yuyun mereka bertiga terpental sejauh 10 meter, sementara Niken dan Yuyun mulai ikut menyerang, kali ini Raja Monster serius untuk membunuh mereka semua.
Kekuatannya meluap-luap hingga membuat Tanah yang dipijaknya bergetar dengan sangat hebat, Dia pun melesat dan menyerang menggunakan tinju Monster miliknya, ketika tinju itu dilontarkan mereka semua terlempar hingga terguling-guling di atas Tanah.
Kali ini mereka berlima menggunakan kekuatan LV 2 untuk meningkatkan kekuatan mereka, ketika mereka berlima menggunakan kekuatan LV 2, Raja Monster sangat kaget, ternyata kekuatan mereka setara dengannya.
Mereka berlima mulai menyerang Raja Monster dengan serangan serempak, pukulan dan tendangan menghujani tubuhnya berkali-kali, hingga tubuhnya terlempar membentur Tanah dan tubuhnya terguling-guling.
"Sial ternyata mereka semua sangat kuat daripada yang aku pikirkan, kali ini aku akan menggunakan jurus terkuat ku untuk membunuh mereka" pikir Raja Monster Maikel terlihat sangat kesal.
Raja Monster mulai bangkit Dia memasang kuda-kuda, kedua tanganya mengeluarkan aura hitam yang sangat pekat bercampur dengan kilatan berwarna merah, kelihatanya Dia akan menembakkan jurus yang sangat kuat.
"Teman-teman ayo berlindung di belakangku, setelah itu serang Dia dengan jurus kalian masing-masing" ucap Dita terlihat sedikit khawatir.
__ADS_1
"Baiklah aku sudah siap" jawab Chika dengan penuh semangat.
"Aku juga sudah siap untuk menyerangnya" jawab Hariyati sambil tersenyum.
"Serahkan padaku" jawab Niken.
"Akan aku hajar Dia sampai tidak ingin hidup lagi" jawab Yuyun dengan semangat.
Ketika jurus Laser Hitam ditembakkan, mereka semua telah bersiap untuk menggunakan jurus mereka masing-masing, kali ini Dita menggunakan jurus pelindung Petir miliknya. Ketika pelindung itu diterjang oleh Laser Hitam, tubuh mereka yang dilindungi oleh pelindung pun terdorong ke belakang.
Kali ini pelindung Petir berpusat pada satu titik, hingga tubuh Dita berhenti karena dorongan Laser Hitam, mereka berempat mulai berpencar dan menyerang dengan jurus mereka masing-masing.
Hariyati menembakkan Pisau Cahaya Super, Chika Menganti bola Kegelapan dengan Bola Tanah dan menyerang dengan jurus Bulan sabit, Niken menembakkan Cahaya Laser dengan kekuatan super, Yuyun mengeluarkan Tornado Air.
Jurus mereka semua melesat kearah Raja Monster, Dia kaget setengah mati setelah mendapat serangan dari kedua sisinya. Tanpa bisa menghindar Raja Monster terkena ke'empat jurus secara bersamaan, terdengar ledakan yang sangat hebat setelah semua jurus menerjang dirinya, namun didalam kepulan asap hitam masih terlihat putaran angin masih menerjang tubuhnya, setelah Angin ****** beliung menghilang terjadilah ledakan yang sangat keras. Serta tiupan Angin yang sangat kencang menerbangkan batu-batuan disekitarnya.
Dari dalam ledakan terdengar jeritan Khaaaaa.....suara yang cukup keras, hingga terdengar sejauh 1 kilometer, akan tetapi kali ini aura yang sangat kuat menyelimuti asap hitam yang membumbung tinggi ke langit.
"Hebat jurus kita berdua bisa melukai Raja Monster dengan kekuatan penuh" ucap Hariyati terlihat sangat senang.
"Iya kita berhasil menghancurkan Raja Monster dengan kekuatan kita semua" ucap Yuyun.
"Kali ini kita akan habisi Dia dengan senjata Suci milik kita" ucap Chika sangat bersemangat.
"Kalian bertiga berhati-hatilah, karena Dia masih memiliki kekuatan yang sangat besar, namun kekuatan itu tidak wajar, sepertinya Dia telah menggunakan benih Iblis" kata Niken dengan sangat panik.
Ratu pencipta mengingatkan agar mereka semua berhati hati, karena lawannya kali ini bukan Raja Monster melainkan Raja iblis kematian.
"Dia telah bersatu dengan Iblis penjaga gerbang Kematian serta Iblis lainnya" kata Ratu Pencipta.
__ADS_1
"Ibu aku akan membantu mereka semua untuk mengalahkan Raja iblis kematian" ucap Bagus.
"Tenang saja aku juga akan ikut membantumu pangeran, karena Dia sudah bukan lawan yang bisa kamu hadapi untuk saat ini" kata Mama Chika sangat bersemangat.
Sementara di Kota Palam Putri, Gadis dan Suci masih terlihat sangat sibuk sekali, mereka bertiga menyiapkan menu dan perabotan untuk mengisi Restoran kecil milik mereka bertiga, Fajar yang melihatnya berusaha untuk membantu.
Pekerjaan yang sangat berat menjadi sangat ringan bila di kerjakan bersama-sama, wajah Fajar merasa sangat senang setelah ada tiga malaikat kecil yang mau menolong hidupnya.
"Terimakasih karena kalian sudah mau menerimaku untuk menjaga restoran ini, dan aku merasa sangat senang karena kalian seperti putriku yang telah meninggal Dunia" kata Fajar sambil meneteskan Air mata.
"Sudahlah kamu jangan bersedih lagi, lupakan masa lalu dan tataplah masa depan yang akan membawamu maju ke depan" jawab Putri dengan sangat tegas.
"Chie kakak Putri sangat berwibawa sekali, tetapi kata-katamu sangat bermakna" kata Gadis.
"Iya hatiku juga tersentuh dengan kata-katanya kakak Putri" jawab Suci sambil tersenyum manis.
"Kalian berdua bisa saja memujiku, ayo sekarang bantu aku bersih-bersih diarea dapur" pinta Putri kepada mereka bertiga.
Restoran yang sangat kecil akan cepat berkembang, bila masakan mereka bisa menarik para pembeli, namun bila masakan mereka tidak enak sudah jelas pembeli tidak akan kembali lagi.
Hari sudah menjelang malam Putri dan yang lainya mulai beristirahat di kamar atas.
"Fajar kamu boleh tinggal di kamar yang kosong, tetapi ingat besok pagi-pagi sekali kamu harus membantu kami untuk membuka restoran ini" kata Putri.
"Siap nona" jawab fajar dengan penuh semangat.
"Jangan panggil aku nona, panggil saja aku Putri" ucap Putri.
"Iya baik Putri" jawab Fajar terlihat sangat gugup.
__ADS_1
"Kamu santai saja dan jangan sampai kaku begitu" kata Suci sambil tersenyum.
Mereka semua mulai bergegas tidur di kamar mereka masing-masing, kali ini Putri mengajak Gadis dan Suci untuk pergi ke gurun kematian, mereka berdua sangat setuju tanpa ada penolakan sama sekali.