
Kali ini Bagus mencium kening Hariyati dengan perlahan-lahan, karena mereka semua telah tertidur sangat pulas.
"Hari ini sampai akhir hidupku aku akan menjaga kalian semua, tidak akan aku biarkan kalian semua terluka ataupun sendirian" kata bagus dengan sangat pelan.
Namun mereka semua mendengar ucapan bagus, mereka semua mulai bangun dan mengatakan janji tidak boleh di cabut lagi, sontak saja Dia hanya bisa cengar-cengir setelah mendengar para pengawalnya berkata seperti itu.
Setelah Pesawat Terbang sampai di lembah kehidupan, mereka semua mulai keluar dan berkumpul, Bagus menyuruh Putri, Gadis dan Suci untuk menjaga Chika.
Bagus dan keempat pengawalnya serta peri Linda mulai menuju pintu gerbang Beteng, disana hanya terlihat reruntuhan dan lahan kosong yang cukup luas.
"Apakah tempat ini yang dimaksud oleh Putri, disini hanya ada reruntuhan.
Sedangkan pintu masuknya ada di mana" ucap Bagus terlihat sedikit bingung.
"Mungkin kita semua harus berpencar untuk mencari pintu masuknya" kata Niken dengan sangat yakin.
Mereka berenam mulai berpencar untuk mencari pintu masuknya, setelah 10 menit Linda berteriak kepada mereka semua, setelah berkumpul mereka hanya melihat sebuah Batu prasasti bertuliskan kuno.
Bagus mulai menyentuh Batu prasasti itu dengan tangan kanannya, tidak lama Tanah ditempat itu bergetar perlahan, disana muncul suara grrrrrrr........sebuah pintu gerbang muncul dari dalam lantai, tidak lama pintu gerbang itu mengeluarkan cahaya putih.
Mereka agak ragu dengan pintu yang baru saja muncul dari bawah Tanah, namun bagi Bagus pintu itu tidak terlalu menakutkan, Dia berjalan mendekati pintu gerbang dan menyentuh Cahaya pintu, semua telapak tanganya menghilang ban begitu ditarik kembali tanganya kembali utuh.
Dengan perasaan yakin dia mulai masuk sedangkan para pengawalnya mulai menyusulnya, ketika tiba disana mereka sangat kagum dengan pemandangan yang ada di sekitar, disana terlihat lembah yang sangat gersang, disana tidak ada satupun Air yang membasahi lembah itu.
Mereka semua mulai kebingungan tentang mata Airnya yang tidak keluar, dari balik batu ada orang tua berjenggot putih dan berbaju putih panjang, serta memakai topi petani Dia sedang menampakkan diri, dia berjalan perlahan menghampiri mereka semua.
"Selamat pagi wahai anak mudah, ada kepentingan apa kamu datang kemari???" Tanya Kakek Tua.
__ADS_1
"Aku datang kemari hanya untuk mencari mata Air kehidupan, karena aku ingin menghidupkan temanku yang sangat berharga, perkenalkan namaku Bagus sedang Kakek siapa" jawab Bagus.
"Aku hanya Kakek Tua yang tidak punya nama, siapa kamu kenapa kamu bisa tahu tempat ini, panggil saja aku Kakek Tua" ucap Kakek Tua.
"Aku Satri Naga Legendaris dan keempat Gadis itu pengawalku, Kakek di sini sedang apa???" Tanya Bagus hanya ingin tahu.
"Aku disini hanya menjaga lembah kehidupan ini, sudah 1.250 Tahun aku tidak pernah bertemu dan bercakap-cakap dengan Manusia" jawab Kakek Tua.
Mereka semua kaget setelah mendengar kakek itu berkata seperti itu, sudah 1.250 Dia menjaga tempat ini dan tidak bertemu dengan Manusia selain mereka semua, tidak lama para pengawalnya memperkenalkan diri masing-masing.
Setelah berkata panjang lebar tentang lembah kehidupan yang di jaga olehnya, Kakek Tua itu menjelaskan tentang sumber Air itu bisa keluar, mereka semua harus menyelesaikan ujian dan menekan sebuah tombol harus bersama-sama, agar Air kehidupan bisa keluar, tidak lama munculah empat pintu dari dalam Tanah, mereka disuruh masuk dan menekan tombol untuk mengeluarkan sumber Air.
Tanpa berkata lagi mereka berempat mulai masuk ke dalam pintu, setelah mereka masuk disana terlihat sebuah arena yang sangat besar, di seberang arena terlihat sebuah tombol sedang ditengah arena terlihat sosok Manusia berisikkan Naga, mereka berempat harus mengalahkan penjaga yang ada disana.
"Bila kalian semua bisa mengalahkan para penjaga, tekanlah tombol itu bersama-sama agar mata Air kehidupan bisa muncul" kata Kakek Tua.
"Senang berjumpa denganmu namaku Andik, tunjukan semua kekuatamu padaku" kata Andik.
"Namaku Niken aku tidak akan segan untuk melawanmu" jawab Niken.
Dipintu dua Hariyati berhadapan dengan seorang laki-laki yang bertubuh besar dan kekar, dia terlihat sangat kuat sekali.
"Kamu Gadis cantik, sebaiknya kamu menyerah sebelum kamu celaka di tanganku, namaku Rudi siap bertarung bila kamu menginginkannya" kata Rudi meremehkan lawannya.
"Aku tidak akan menyerah, karena tujuanku untuk menghidupkan temanku yang sudah meninggal Dunia, namaku Hariyati" jawab Hariyati dengan sangat yakin.
Dipintu tiga Yuyun melawan laki-laki bertubuh pendek dan gendut, dia terlihat sangat mudah untuk dikalahkan.
__ADS_1
"Hai nona cantik, sebaiknya kamu menjadi calon istriku, namaku Mat karena aku akan menuruti semua perintahmu sayang" kata Mat sangat menggoda.
"Kamu jangan genit karena aku tidak akan mau sama kamu, namaku Yuyun akan mengalahkanmu" jawab Yuyun.
Dipintu empat terlihat seorang Wanita cantik, Dia terlihat sangat lincah dan sulit untuk dikalahkan.
"Hei Gadis kecil sebaiknya kamu menyerah sebelum aku melukaimu, namaku Dewi akan menjatuhkan mu" ucap Dewi.
"Aku juga tidak akan bisa dikalahkan dengan sangat mudah, namaku Dita tidak akan pernah menyerah" jawab Dita.
Mereka mulai bersiap untuk bertarung dan menentukan siapa diantara mereka yang bisa memenangkan pertandingan, mereka semua mulai menyerang lawannya dengan kekuatan yang Dia miliki, Niken melancarkan serangannya ke arah Andik dengan kekuatan yang Dia miliki, pukulan demi pukulan saling beradu satu sama lain, namun kekuatan Andik masih sangat unggul dibandingkan dengan Niken.
Dengan pukulan Tanah tubuh Niken terpental membentur lantai, namun dia masih bisa mengendalikan tubuhnya dengan cara melompat kebelakang, akan tetapi tubuhnya bergeser kebelakang.
Kali ini Niken terkejut dengan kekuatan lawannya yang bisa menggunakan kekuatan Tanah sama seperti dirinya.
Kedua tangan Andik menyatu dengan Tanah dan tanah itu menjadi tangan yang sangat besar, Niken pun terkejut ketika melihat lawanya bisa mengendalikan Tanah dengan sangat sempurna, Andik melancarkan pukulan Tanah ke bawah hingga gundukan Tanah membentur Tubuh Niken dengan sangat kuat, hingga Dia jatuh tersungkur ke Tanah dan terguling-guling.
Dia pun mulai bangkit dan mengepalkan tangannya, tidak lama sebuah senjata Suci Tangan penghcur muncul dikedua tangannya, Andik merasa khawatir setelah melihat senjata Suci Tangan penghancur ada di depannya.
Dengan satu pukulan Tangan penghancur bisa menghancurkan pukulan Tanah dengan sangat mudah.
Andik sangat terkejut setelah jurusnya bisa dihancurkan dengan sangat mudah, dengan satu pukulan penuh dari Niken Dia pun terlempar terguling-guling di atas Tanah, dengan penuh percaya diri Niken mengepalkan gengaman tangan penghancur.
"Aku tidak akan kalah darimu hei penjaga gerbang lembah kehidupan" kata Niken dengan sangat tenang.
Andik mulai bangkit dan mulutnya mengeluarkan darah segar, Dia sangat kagum setelah lawanya bisa mengalahkan dirinya.
__ADS_1