
Bagus menyuruhnya untuk mengeluarkan pisau air miliknya, dengan senang hati Yuyun mengeluarkan pisau airnya, dia memegang tangan Yuyun Dan melihat air yang dia keluarkan dengan seksama, namun kali ini Yuyun menjadi salah paham.
Dia berpikir kalau Bagus akan memeluknya setelah tanganya di pegang, cinta pertamanya menjadi berbunga-bunga setelah kedatangan pengeran yang telah menyelamatkan hidupnya dari kematian, dia menyuruhnya untuk memotong kaki Monster Lalat dengan pisau Air miliknya, tetapi Yuyun malah melamun sendiri hingga membuat Bagus sedikit heran.
Bagus mendekati wajahnya dan melihatnya dari dekat, matanya berwarna kuning serta rambutnya berwarna kuning, begitu dia tersadar karena wajah mereka berdua sangat berdekatan, mulut Yuyun mulai mendekati mulutnya namun sebuah jari telunjuk menahan bibir manisnya.
"Yuyun kamu sedang apa" tanya Bagus.
"Tidak....ti...dak......kok maaf aku hanya melamun" jawab Yuyun dengan gugup.
"Aku melihat matamu dari dekat ternyata bola mata milikmu banyak menyimpan kesedihan yang sangat dalam" ucap bagus.
Yuyun merasa sangat sedih bila mengingat masa lalunya yang sangat pahit, sedangkan untuk mereka berdua hanya bisa menangis sambil menundukkan kepalanya.
Setelah melihat mereka menangis bagus malah menjadi bingung, dia mencoba mengalihkan pembicaraan namun mereka malah menangis cukup kencang, kali ini dia tidak tega melihatnya.
Dengan perlahan kedua bahu anak itu di pegang dan di tempelkan ke dadanya, menangislah sekencang-kencangnya hingga semua beban di hatimu akan ringan, Yuyun pun ikut menangis di bahunya yang cukup lebar sambil memeluk erat tubuhnya.
Setelah mereka puas menangis Yuyun pun bercerita tentang masa lalunya, namun sebelum bercerita bagus menyuruhnya untuk memotong kaki Monster yang terbaring di atas tanah.
Walau dia merasa ragu tetapi dia mulai mematuhi perintah Bagus, dia mendekati tubuh Monster dan memotong kakinya dengan pisau Air, awalnya dia ragu, namun setelah pisau Air bisa memotongnya dengan sangat mudah, Yuyun pun menjadi kaget.
Dia sempat berpikir kekuatan pengawal Satria Naga Legendaris ternyata sangat hebat, Yuyun memotong semua kaki dan tangan Monster yang tersisa, sedang bagus mengumpulkan ranting kayu, dia pun di bantu Gadis dan Suci untuk memunguti ranting yang ada di sekitarnya.
Setelah terkumpul cukup banyak bagus membuat api unggun dari bola api yang keluar dari jarinya, mereka bertiga menjadi kagum setelah melihatnya.
Monster Lalat yang kabur dia mulai turun ke permukaan tanah, dia sempat berpikir kenapa ada anak manusia yang sangat kuat, dia dengan mudahnya membunuh bangsanya hanya sekali serang.
__ADS_1
Monster itu kaget setelah mendengar suara orang tertawa ringan kikikiki......dari arah belakang munculah Raja Iblis Joko, dia datang bersama Monster Air.
Mereka berdua membuat Monster Lalat merinding ketakutan, Joko mendekatinya dan menawarkan kekuatan yang sangat hebat.
"Kamu ingin berubah menjadi kuat bukan, makanlah beni Iblis ini, maka tubuhmu akan berubah menjadi lebih kuat dari siapapun" ucap Joko sangat yakin dengan targetnya.
"Apa kamu ingin aku memakan benih iblis bulat berakar itu, apa kamu bercanda mana mungkin aku bisa menjadi kuat hanya dengan memakannya" jawab Monster Lalat sangat tidak percaya.
"Aku menemuimu karena aku ingin membantumu, bila kamu tidak mau aku tidak akan memaksa" kata Joko.
Tanpa berkata apa-apa dia pun menerima tawarannya, dia berpikir hanya memakanya saja tidak lebih, Monster itu mulai memegang benih Iblis, tanpa ragu dia mulai menelannya tetapi tiba-tiba tubuh Monster Lalat merasa kesakitan, matanya melotot serta tubuhnya mengalami retakan di mana-mana.
Tidak berselang lama Monster itu pun jatuh terbaring ke tanah, Raja Iblis Joko yang melihatnya hanya bisa menggelengkan kepala.
"Kikikiki......ternyata percobaanku gagal, benih Iblis tidak bisa bergabung dengan tubuh Monster, teman sekarang waktunya kita pergi" ucap Raja Iblis Joko.
Sementara di Negeri Moderen mereka berkumpul di taman kota, Niken mendapat info dari penjaga gerbang tentang Bagus, kata penjaga sang penyelamat keluar dari gerbang dan memasuki hutan, mereka semua mulai bergegas memasuki hutan untuk menemukan Bagus, tetapi kali ini Bulan, Putri dan Linda di suruh tetap tinggal di istana dan menyiapkan makanan untuk mereka semua.
Mereka berempat berlari memasuki hutan yang sangat luas dan pohon-pohon yang menjulang ke atas cukup tinggi, setelah memasuki hutan cukup jauh mereka semua memutuskan untuk berhenti sejenak.
Niken mulai mengunakan jurus deteksi miliknya, ketika jurusnya menyebar Niken melihat ada sebuah ruangan bawah tanah yang cukup Basar dan luas.
Ruangan itu di jaga oleh para bandit, di dalam ruangan itu ada banyak penjaga, kurang lebih mereka berjumlah 200 orang, tetapi Niken melihat ada dua buah ruangan jeruji besi yang cukup besar, dalam jeruji besi terlihat banyak tahanan.
Dita berpikir mungkin tahanan itu adalah para penduduk yang di culik oleh Monster Lalat, Dita mengajak mereka semua untuk menyelamatkan para tahanan, namun Chika memberi usul.
"Sebaiknya kita membagi tugas, Dita dan Hariyati kalian berdua selamatkan para tahanan, Niken kamu ikut aku mencari Bagus di dalam hutan" kata Chika seperti seorang pemimpin.
__ADS_1
"Mereka semua ada 200 orang apa kita berdua sudah cukup" ucap Dita sedikit ragu.
"Kita berdua saja sudah cukup untuk membasmi para bandit itu, ingat kamu jangan mengunakan jurus terkuat milikmu nanti para tahanan bisa ikut tersambar" jawab Hariyati dengan sangat yakin.
"Kalau kamu yang bilang seperti itu baiklah aku akan menurut" ucap Dita.
"Aku juga akan ikut denganmu menyelamatkan para tahanan" kata Niken.
"Tu.....tunggu.... tunggu......Niken kamu harus menemani aku mencarinya" kata Chika agak takut.
"Kalau aku ikut kamu, terus siapa yang akan menolong kita berdua, bila kita bertemu sama hantu dan Monster, sedangkan kita berdua saja takut sama hantu" jawab Niken dengan terus terang.
Chika hanya bisa diam setelah mendengar kata-kata Niken, dengan terpaksa dia pun ikut membebaskan tahanan dari tangan bandit.
Di depan gerbang terlihat dua penjaga berbadan besar dan juga membawa golok yang sangat besar, mereka sedang berdiri tegap di depan pintu, tak lama Niken, Chika, Dita dan Hariyati muncul.
Chika menyuruh mereka untuk menyingkir, tetapi penjaga gerbang tidak menghiraukan perkataannya, kali ini penjaga itu ingin menangkap mereka semua dan ingin bersenang-senang denganya, Chika merasa emosi karena dirinya di lecehkan oleh para bandit yang tidak memiliki akhlak.
Dia pun berlari ke arah penjaga dan memukulnya hingga dia jatuh pingsan,
Mengetahui temanya di kalahkan penjaga itu meniup peluit kecil yang berbunyi wuuuunnngg....
Dari langit terlihat 10 ekor Monster Lalat terbang mendekat ke arahnya, mereka semua mulai mendarat dan menginjakkan kaki mereka ke tanah, Dita pun kaget setelah melihat sosok Monster yang menculik banyak warga muncul di hadapannya, kali ini Dita ragu apa mereka bisa membunuh semua Monster Lalat yang ada di depan mata.
Ketika Monster Lalat menyerang negerinya dia berhasil membunuh salah satu Monster Lalat dengan susah payah, apa lagi mereka ada 10 ekor Monster.
Kali ini Monster itu mulai berkata sesuatu yang membuat Chika menjadi sangat marah.
__ADS_1