
Tubuh Chika kembali seperti semula tidak mengeluarkan Cahaya, kejadian itu membuat Niken dan Hariyati merasa kaget, namun Aku menjelaskan kalau Chika sedang belajar kekuatan yang dimiliki oleh Mamanya, setelah mengetahui itu Hariyati pun kembali ke tenang.
Dari balik puing-puing keluarlah Monster yang sudah babak belur, Monster itu mengeluarkan Darah segar dari mulutnya.
"Sial Aku terlalu meremehkan Dia Sehingga Aku dihajar habis-habisan" gumam Monster Semut.
"Kekuatanku jauh melebihi duganmu, detik ini Aku akan menghacurkanmu" ucap Chika.
"Hebat juga Kamu hai pengawal Satria Naga. Tetapi Aku tidak akan menyerah sebelum tujuanku terwujud" jawab Monster Semut dengan penuh percaya Diri.
"Dasar Semut banyak omong, kali ini Kamu tidak akan Aku biarkan melukai Teman-temanku" teriak Chika dengan penuh amarah.
"Jurusmu itu memang hebat, tapi Jurusmu sudah berhasil Aku baca" jawab Monster Semut.
"Apa benar begitu, kalau begitu coba saja kamu hindari Jurusku yang satu ini" kata Chika.
Monster Semut sangat percaya diri, Dia berpikir kalau kekuatan Chika sudah terkuras habis. Kali ini Chika mengayunkan Pedang Suci Kegelapan dan menancapkannya ke Tanah tidak lama Chika mengucapkan "Jurus Lubang Hitam" Monster Semut meremehkan Jurus yang dikeluarkan olehnya, Bayangan Hitam menghampirinya dengan sangat cepat, namun Monster Semut tidak bisa menghindari Jurus Lubang Hitam milik Chika.
"Kenapa Jurusmu ini, apa Kamu gagal mengeluarkan Jurus. hahahahahahaha......." Teriak Monster Semut sambil tertawa terbahak-bahak.
"Apa Kamu pikir begitu, Kamu telah masuk kedalam perangkapku dan matilah Kamu. Jurus Lubang Hitam, rasakan Jurusmu kembali haaaaaa......." Ucap Chika dengan sangat keras.
"Apa........kenapa Tubuhku tidak bisa Aku gerakkan" ucap Monster Semut terlihat sangat ketakutan.
"Ini adalah Jurus andalanku, hancurlah Kamu Monster Semut jelek" kata Chika dengan sangat tenang.
Bayangan bulat dilapisi Cahaya Putih, serta Lava yang sangat panas membungkus Tubuh Monster Semut, saat Lubang Hitam tertutup sepenuhnya berbentuk bulat, Ledakan pun terjadi dan suaranya pun tidak terdengar, hanya getaran kecil yang terasa, namun tidak lama Lubang Hitam berubah menjadi Merah kehitam-hitaman.
"Sekaranglah saatnya akan Aku akhiri HAaaa......" teriak Chika dengan sangat keras.
Lubang Hitam kemerah-merahan pun lenyap dan tak tersisa, Niken dan Hariyati sempat dibuat takut, kalau Tubuhnya Chika tidak kuat menahannya.
Tidak berselang lama Bola Hitam kecil pun muncul dan mengeluarkan abu, abu itu berterbangan dan tertiup oleh Angin. setelah abu itu hilang disana terlihat Bola berwarna Merah, tidak beberapa lama Bola itu jatuh ke Tanah.
"Chika itu Bola Api milikmu" kata linda merasa sangat senang.
"Apa benar ini Bola Api milikku, bolehkah Aku mencobanya" tanya Chika terlihat sangat penasaran.
"Jangan......kalau Kamu gunakan disini, Negeri Peri ini bisa saja hancur terbakar, Bola Api itu bisa merusak apa pun yang ada didekatnya" jawab Linda terlihat sangat panik.
__ADS_1
"Jadi Bola Api ini sangat hebat sekali ya" kata Chika.
"Wah indahnya" ucap Hariyati sangat kagum.
"Maaf Aku tidak akan menggunakan Bola Api ini disembarang tempat, dan Aku akan menyimpannya Sekarang" kata Chika.
"Chika Kamu sangat hebat, Jurus barumu sangat kuat dan hebat" kataku sambil memujinya.
"Sayang Kamukan yang melatih Aku untuk menciptakan Jurus baru yang sangat hebat" jawab Chika.
"Hehehe.......Chika itu Jurus yang diajarkan oleh Ibumu dan Aku hanya membantumu berlatih" kataku dengan sangat pasti.
"Ihhhh... Sayang Kamu bisa saja" Jawab Chika sambil tertawa kecil.
Mereka kembali ke istana Peri, disana Mereka semua disugui oleh makanan yang sangat enak, sedangkan Miya baru pertama kali ini. Dia merasa sangat bahagia sekali dikelilingi oleh orang yang sangat baik, dan bisa berada disisi pangeran penyelamat Dimensi Cahaya.
Setelah makan kami membicarakan tentang hal serius yang telah menimpa Miya.
"Miya apa yang terjadi dengan Dirimu dan Kedua Temanmu" kataku hanya ingin tahu.
"Auuuauuuuu........( Kedua Temanku telah meninggal Dunia )" jawab Miya dalam bahasa orang bisu.
"Miya Kamu jangan bercanda ya, Kami yang ada disini serius, jadi jangan bercanda mengerti" kata Chika terlihat sangat kesal.
"Chika Kamu jangan Marah kepada MIYA, Dia itu Gadis bisu, Dia tidak bisa bicara ketika berumur 5 Tahun" kata Niken menjelaskan.
"Miya maafkan Aku ya' ucap Chika dengan sangat menyesal.
Miya menganggukkan Kepalanya dan tersenyum manis, Niken pun menggunakan kekuatan Monster Bayangan, agar Dia bisa mengetahui apa yang diucapkan oleh Miya.
"Wahai Monster Bayangan pinjamkanlah kekuatanmu padaku dan bersatulah dalam Tubuhku" ucap Niken.
Tubuh Niken diselimuti Cahaya Putih kehitaman, kejadian itu membuat Miya menjadi sangat kagum, terlihat dari matanya yang berbinar-binar. Setelah Cahaya Putih menghilang Niken sudah menggunakan baju Monster Bayangan, kali ini Miya malah tersenyum-senyum melihat kostum Hitam yang sangat cantik.
"Nah sekarang Aku ingin tahu apa yang ingin kamu katakan" kata Niken sambil tersenyum.
"Auauu....uuu....aaaen....." Kata Miya sambil meneteskan Air mata.
"Teman-temanku telah dibunuh oleh Ratu Kegelapan, Dia sangat menginginkan kekuatanku. Dia berkata kalau didalam Tubuhku ada kekuatan Api yang sangat besar" terjemahan Niken.
__ADS_1
"Oh jadi Wanita yang telah kalah dan melarikan diri seperti pengecut Dia adalah Ratu Kegelapan" kata Chika.
"Aku merasakan kalau Dia menyimpan kekuatan yang sangat besar" ucap Hariyati dengan sedikit penasaran.
"Apa betul begitu....... tetapi buktinya Dia mudah Aku kalahkan" selah Chika.
"Chika Kamu sebaiknya harus berhati-hati kalau melawan Dia lagi" kataku mengingatkan.
"Memang benar Ratu Kegelapan memiliki kekuatan yang sangat besar. Tapi kekuatan yang dimiliki oleh Ratu Kegelapan itu berasal dari Raja Naga Kegelapan" jawab Hariyati.
"Auuuauaen....aem......" Ucap Miya.
"Maafkan Aku Miya, sekarang akan Aku lanjutkan ceritanya. Miya sedang terancam hidupnya, Dia yang sekarang sedang kesepian, saat ini Dia tidak memiliki tempat untuk berlindung. Seandainya Miya bisa menjadi pengawal Satria Naga Legendris, pasti Dia bisa melindungi Teman-temannya dan Dirinya dari Para Monster" ucap Niken.
"Sudah cukup Kami bertiga yang menjadi pengawal Satria Naga, Miya Kamu itu Gadis bisu, jadi tidak akan bisa menjadi pengawal Satria Naga" kata Chika dengan sedikit ketus.
"Chika Kamu jangan bicara seperti itu, mengertilah perasaan Miya" ucapku dengan menasehatinya.
"Sayang jangan-jangan Kamu suka sama Gadis ini, dan ingin menambah calon istri lagi" jawab Chika.
Miya menjadi malu setelah mendengar Chika bilang seperti itu, entah kenapa pikiran Chika menjadi seperti itu, apa mungkin Chika sedang cemburu.
Ataukah ada faktor lain yang membuatnya seperti itu.
"Auuau......uaaaa......" kata Miya sambil menundukkan Kepala.
"Miya minta maaf kepada Chika, Miya cuma bercanda dan jangan dianggap serius. Sudahlah Chika kalau benar Miya adalah pengawal Api, maka Kita tinggal menjadikan Dia sebagai Teman Kita, tetapi itu belum tentu kalau Miya pengawal Elemen Apikan" kata Niken dengan sedikit ragu.
"Iya juga sih" jawab Chika merasa sangat yakin.
"Auuau.....auuhhh......" kata Miya.
"Kalau Ratu Kematian mendapatkan kekuatan Api, maka Dia bisa dengan mudah membakar dan meluluh lantahkan seluruh Kota" kata Niken merasa sangat khawatir.
"Bahaya juga ya, kalau Miya sampai tertangkap Ratu Kegelapan, sebaiknya Kamu ikut Kami berpetualang menyelamatkan Kota yang sedang dilanda bahaya" jawabku.
"Asyik ahkirnya kita bisa berpetualang lagi" ucap putri dengan sangat senang.
"Putri sebaiknya kamu jaga Diri bila Kamu ikut bersama Kami" kata Hariyati sedang mengingatkan.
__ADS_1
"Iya Aku tahu ( Kamu terlalu meremehkan Aku Chika, karena Aku juga pengawal Elemen Es )" jawab Putri.
"Baiklah sekarang Kita Semua harus berhati-hati bila melawan Monster dan Iblis, mulai besok pagi Kita akan melakukan petualangan besar, untuk menyelamatkan Dimensi Cahaya" ucapku dengan penuh semangat.