
"Seranganmu tadi sangat hebat,tapi kita harus lari dari sini sebelum kita dibunuhnya" ucap Rio dengan rasa takut.
"Aaa...(( aku tidak akan membiarkan Monster itu membunuh teman-temanku ))" ucap Miya dengan tatapan tajam.
"Kamu bicara apa aku tidak mengerti dengan perkataanmu, tapi aku berusaha mengerti akan kemauanmu" jawab Monster Bayangan dengan gagal paham.
Kobaran api semakin membesar namun dengan cepat api yang berkobar menghilang karena di tepis oleh tangan Monster Bayangan, Miya pun menjadi kaget setelah melihat kejadian itu, jurus bola api miliknya berhasil di tepis oleh Monster yang sangat kuat.
Tetapi dia tidak menyerah dia terus menyerang lagi dengan bola api, namun bola api itu sekali lagi berhasil di tepis dengan tangan kanannya, api yang di keluarkan Miya membakar taman yang ada di sekitarnya.
"Apa cuma seperti itu seranganmu, tapi kamu itu hebat juga bisa mengeluarkan bola api yang cukup besar" ucap Monster Bayangan dengan wajah kagum.
"Aaaaaa.....(( Kamu kenapa bisa menepis jurus bola apiku ))" ucap Miya dengan penasaran.
"Kamu bicara apa sih.....oh rupanya kamu itu gadis bisu ya, sebaiknya aku akan membunuhmu dengan sangat kejam" jawab Monster Bayangan.
Serangan jarum bayangannya melesat dengan cepat menujuh ke arah Miya, kepanikkan terlihat di wajahnya namun dia berusaha tidak takut dengan serangan Monster Bayangan.
Seketika itu pula tangan Miya di angkat ke atas dan wajahnya berlindung di balik tangan, namun bila Miya terkena serangan itu maka tubuhnya akan tertembus dan dia pasti akan mati.
Tak lama sebuah tangan mengenggam jarum bayangan dari samping dengan sangat kuat, saat Miya membuka ke dua tangannya dia sangat terkejut melihat jarum bayangan di hentikan dengan satu tangan kiri.
Ketika dia melihat wajah orang yang menolongnya Miya sangat terkejut, wajah laki-laki itu seperti pangeran yang menolongnya di dalam mimpinya.
"Kamu tidak apa-apa???
Kamu tenang saja Monster itu tidak akan aku biarkan hidup, aku akan membunuhnya" ucap Bagus dengan raut wajah serius.
"Iasi..miii...ada...eatt......(( terima kasih kakak berkat dirimu aku jadi selamat dari maut perkenalkan namaku miya ))" kata Miya merasa senang karena dia seperti Pangerang yang akan menyelamatkan hidupnya dari masa lalu yang membelenggunya.
"Jangan berterima kasih kepadaku karena itu sudah menjadi tanggung jawabku, Miya kamu tidak bisa bicara ya.
Hariyati tolong sembuhkan mereka berdua yang sedang terluka" ucap Bagus memberi perintah kepada temannya.
"Baiklah akan aku menyembuhkan merek berdua" jawab Hariyati.
"Hei Monster jelek kenapa kamu membuat onar di kota ini???" ucap Chika dengan serius.
"Hai nona bicaramu sangat kasar, oh jadi kalian adalah Satria Naga Legendaris dan pengawalnya.
Kalau tidak salah namamu Bagus dan Chika, kalian berdua berasal dari Dimensi lain yang telah di panggil oleh peri Linda, Hariyati gurumu telah di bunuh oleh Monster Ular, itu semua perintah dari tuanku Raja Monster Maikel.
kalau gurumu tidak di bunuh maka ancaman yang terburuk akan terulang kembali" jawab Monster Bayangan
"Jadi Raja Monster Maikel adalah dalang dari semua ini, aku akan mencari dia dan membunuhnya" ucap Hariyati dengan sangat marah.
"Mana mungkin kalian bertiga bisa mengalahkan Raja Monster Maikel dengan kekuatan kalian saat ini, ingat Satria Naga Legendaris baru bangun dari tidurnya jadi kekuatannya masih belum pulih betul bukan begitu" kata Monster Bayangan.
"(( ................ ))" Satria Naga Legendaris hanya mengawasi saja.
"Jadi mereka adalah Satria Naga Legendaris yang sesungguhnya, padahal dia itu masih anak-anak" tanya Rio dengan rasa malu.
"Aku kira dia anak kecil biasa, kalau seperti ini aku tidak bisa berada di kota ini" ucap Rina dengan wajah menunduk.
"Aaaa......(( ternyata kakak itu adalah Satria Naga Legendaris yang melihat atraksi kami, kalau tahu seperti ini aku jadi sangat malu sekali, kami terlalu berharap menjadi dirinya dan menipu para penduduk Kota Palam ))" ucap Miya.
Hariyati menghampiri orang yang terluka, Rina dan Rio kaget dengan kehadiran perempuan yang bernama Hariyati, ketika dia mendekat Rio pun cuma termenung karena kedua kakinya tertancap jarum bayangan.
__ADS_1
Matanya melihat Hariyati mengangkat kedua tangannya sangat tinggi ke atas, namun tak lama kedua tangannya mengeluarkan cahaya yang sangat terang, Rio dan Rina terkejut kenapa gadis ini tangannya bisa bercahaya pikir mereka berdua.
Ketika cahaya itu menghilang tiba-tiba muncul pedang samurai yang sangat panjang di genggaman tangannya, Rio pun kaget mungkin pedang itu disayatkan ke arahnya pikir dia.
Pedang itu di arahkan ke jarum bayangan dalam hitungan detik jarum bayangan pun terbelah menjadi dua, kejadian itu membuat mereka berdua menjadi kaget, mata mereka berdua melotot memandanggi pedang samurai milik Hariyati.
Monster bayangan pun kaget setelah melihat tubuhnya bisa di potong oleh lawanya yang telah dia anggap remeh, setelah jarum bayangan terputus Hariyati dengan cepat mencabut jarum bayangan yang masih menancap, darah segar pun keluar membasahi tanah dan jeritan pun keluar dari mulut Rio dengan keras.
Ketika tangannya menyentuh luka di kaki Rio tiba-tiba tangannya mengeluarkan cahaya putih, Rio menjadi sangat takut kalau tangan hariyati yang mengeluarkan cahaya terang dan akan memotong kakinya
"Kamu jangan takut dengan cahaya yang ada di tanganku, kamu cukup diam dan lihat saja" ucap Hariyati dengan senyum manis.
"Hariyati kamu sangat hebat, pedangmu bisa memotong jarum bayangan miliknya, lukaku juga perlahan agak enakan.
Maaf kalau aku mengaku sebagai Satria Naga Legendaris, padahal yang asli tidak pernah berkata tentang dirinya, walau dia Satria Naga Legendaris yang sesungguhnya, tapi demi uang aku malah membohonggi semua penduduk di Kota Palam ini.
Terima kasih kamu telah menyelamatkan nyawa kekasihku dan nyawaku" ucap Rina dengan wajah senang.
"Kalau masalah itu tidak usah di pikirkan lagi atau di sebut lagi.Setelah ini aku akan memotong-motong tubuhmu Monster Bayangan menjadi kecil-kecil dengan pedangku" kata Hariyati
"Hahahahaha......kamu mau memotong tubuhku kecil-kecil, tapi apa kamu bisa membunuhku dengan pedangmu???" tanya Monster Bayangan dengan tertawa meremehkan.
"Aku tidak akan menyerah walau pun tubuhmu susah di potong-potong atau di sayat oleh pedangku, karena aku akan menyelamatkan dunia dari para Monster seperti kalian, dan aku akan membuat perhitungan dengan Raja Monster Maikel" kata Hariyati dengan wajah yang serius.
"Pemikiranmu sama persis seperti gurumu yang sangat menyusahkan kami para Monster yang akan menguasai dunia ini" jawab Monster Bayangan.
"Aku akan berusaha membunuhmu dengan kekuatanku, pasti ada kelemahan yang kamu miliki aku pasti tahu" ucap Bagus dengan tatapan tajam.
"Hahahahaha......Coba saja kalau kamu bisa mencari kelemahanku, karena orang ini akan menjadi wadahku untuk membunuh kalian semua" jawab Monster Bayangan.
"Aku akan melawanmu dengan kekuatanku dan jangan remehkan kami semua Monster Bayangan" ucap Chika dengan sangat marah.
Kejadian yang sama membuat Rio dan Rina menjadi kaget, ternyata mereka adalah para gadis yang sangat hebat pikirnya, setelah luka Rio sembuh dia pergi menjauh dari tempat pertarungan.
Hariyati bersiap melakukan penyerangan dengan sebuah pedang samurai panjang, sedangkan Chika mengangkat pedangnya tinggi ke atas namun tak lama pedang itu di tancapkan ke tanah dan chika mengeluarkan jurus andalannya gravitasi kegelapan, namun Monster Bayangan tidak merasa panik.
"Aku tidak akan pernah takut dengan jurusmu Chika" ucap Monster Bayangan.
"Hehehhh lihat saja Monster Bayangan tubuhmu sudah tertangkap, bagaimana bisa kamu mau kabur dari jurus gravitasi kegelapan" jawab Chika.
"Chika apa kamu gadis bodoh, perlu kamu ketahui kalau diriku juga sama seperti dirimu terbuat dari kegelapan" ucap Monster Bayangan.
"Kalau seperti ini kamu tidak akan bisa mengendalikan tubuh orang yang telah kamu pakai" kata bagus.
Bagus melempar Monster itu tinggi ke atas langit, alangkah kagetnya setelah dia tidak menyadari kalau dirinya telah masuk ke dalam perangkap mereka.
Pedang samurai milik Hariyati mengeluarkan cahaya yang sangat terang, tak lama kemudian cahaya itu di tembakkan ke arah Monster Bayangan yang sedang melayang ke udara, kecepatan pisau cahaya mengenai tubuh Monster Bayangan yang tidak bisa menghindar karena tubuhnya melayang ke udara.
Ledakan besar pun terjadi di atas langit dengan di iringgi suara gemuruh dan angin kencang yang berhembus, namun tak cuma itu saja hariyati mengayunkan kembali pedang samurai hingga berkali-kali, 100 pisau cahaya melesat menerjang ledakan di mana tubuh Monster Bayangan yang sedang terkena serangan pisau cahaya dari awal.
Rio, Rina, Miya dan para penduduk yang melihat dari kejahuan sangat takjup melihat aksi Hariyati.
Ledakan yang sangat besar membuat pohon dan tanah terangkat ke atas dengan perlahan, sedangkan tembok rumah yang terkena guncangan mengalami retakan dan kaca rumah banyak yang pecah.
Penduduk takut kalau rumah dan Kota mereka akan hancur seperti kota yang lainnya, napas Hariyati terengah-engah karena dia sudah banyak kehabisan tenaga.
"Dengan begini Monster itu pasti akan mati dengan jurus 100 pisau cahaya milikku" ucap Hariyati.
__ADS_1
Tidak berselang lama Niken pun tiba di tempat mereka bertarung, terlihat nafasnya terengah-engah karena dia membawa tangan robot yang sangat besar, jadi langkah kaki niken menjadi sangat lambat.
"Kamu terlalu bersemangat, kalau kamu mengeluarkan jurus seperti itu lagi kota ini pasti akan menjadi hancur dan porak-poranda" kata Niken mengingatkan.
"Maaf aku terbawa suasana, karena aku sangat emosi jadi aku tidak bisa berpikir jernih" jawab Hariyati dengan wajah menunduk ke bawah.
"Kamu gadis yang sangat kuat dan hebat aku jadi kagum sama kamu" kata Rio.
"Kamu anak profesor yudi yang sudah lama meninggalkan kota ini" jawab Rina.
"Iya namaku niken aku anak profesor yudi, sebaiknya kalian menjauh dari tempat ini sebelum kalian celaka" jawab Niken dengan wajah serius.
Miya mengangukkan kepala dan pergi menjauh dari pertarungan, Niken mengetahui kalau Monster Bayangan tidak akan bisa di bunuh, setelah kabut hitam yang sangat pekat perlahan-lahan menghilang tiba-tiba serpihan bayangan pun terlihat berjatuhan ke tanah.
Namun bayangan itu berkumpul menjadi satu dan membentuk lagi menjadi Monster Bayangan, mereka semua kaget kecuali Niken, dia tampak biasa saja dengan tubuh Monster Bayangan yang sudah menyatu kembali.
"Hariyati kamu hebat juga bisa mengeluarkan jurus yang sangat mengerikan seperti tadi, seandainya jurus tadi mengenai Monster lain pasti dia akan mati dan hancur" ucap Monster Bayangan.
"Kenapa tubuhmu walau sudah hancur masih bisa kembali lagi seperti semula" tanya Hariyati.
"Aku tadi sudah bilang kalau aku tidak bisa di bunuh dengan jurus apapun, hei kamu yang memakai tangan robot besar, aku tahu kamu tidak akan merasa kaget dengan tubuhku yang tidak bisa di bunuh bukan begitu" ucap Monster Bayangan.
"Aku sudah tahu kelemahanmu Monster Bayangan, kenalkan namaku Niken dengan senjata ini aku akan menghajarmu" kata Niken.
"Hahahaha....kamu mau menghajarku, padahal Satria Naga Legendaris saja tidak bisa membunuhku selama 500 tahun, tapi kamu mau mencoba membunuhku dengan senjata robot milikmu" jawab Monster Bayangan tersenyum.
"Niken kamu menjauhlah biar kami bertiga yang akan membunuh Monster ini" ucap Bagus.
Niken cuma diam saja mendengar perkataan Bagus, dia mengeluarkan kekuatan yang di miliki Satria Naga Legendaris, guncangan hebat keluar saat Satria Naga Legendaris mengambil alih tubuh bagus, namun getaran pun berhenti saat rambut bagus berubah menjadi merah, serta aura putih meluap-luap keluar dari tubuhnya.
"Kali ini aku pasti akan bisa membunuhmu dengan kekuatanku" ucap Satria Naga Legendaris.
"Kamu mau membunuhku dengan kekuatanmu yang sekarang, apa kamu tidak ingat kalau sebagian kekuatanmu telah di ambil oleh temanmu sendiri" jawab Monster Bayangan.
"Aku akan membantumu Satria Naga Legendaris dengan tangan robot buatanku" ucap Niken dengan tatapan mata tajam.
Niken melakukan aba-aba untuk menyerang Monster Bayangan, dia melesat menyerang Niken dengan jarum bayangan, namun dia berhasil menghindarinya dengan sangat cepat, kehebatan Niken menghindari serangan Monster Bayangan membuat Bagus dan Satria Naga Legendaris kagum.
Pukulan tangan robot di lancarkan hingga mengenai tubuh lawannya, karena kaget Monster Bayangan terkena pukulan tangan kanan sehingga tubuhnya terpental ke atas, Rio dan Rina tertegun dengan aksi niken yang bisa menghadapi Monster Bayangan, padahal dia gadis biasa.
Ketika Monster Bayangan jatuh ke tanah Niken langsung memukul tubuh Monster Bayangan, tanah pun menjadi hancur dan menimbulkan suara keras DHUMmmmmm....batu kecil pun berterbangan dan berserakan kesana dan kemari.
"Kamu pikir dengan pukulan seperti itu kamu bisa melukaiku dan mengalahkanku dengan mudah" ucap Monster Bayangan meremehkan.
"Kamu lihat saja apa yang akan aku lakukan pada tubuhmu Monster, tempatmu adalah di kurungan segel yang telah aku buat.
Wahai Monster aku perintahkan masuklah ke dalam kepalan tangan robotku, SEGEL...." teriak Niken dengan kencang.
Monster Bayangan pun menjadi panik ketika telapak tangan robot milik Niken menghisap tubuh Monster Bayangan dengan sangat kuat.
Dia pun berusaha keluar dan menjauh dari Niken, tapi akhirnya dia tidak bisa berontak lagi, dan akhirnya Monster Bayangan terhisap masuk dan terkunci ke dalam tangan robot.
Chika yang mengetahui semua itu memberi acungan jempol sedangkan Niken cuma tersenyum.
Namun tak berselang lama tangan robot milik Niken berubah warna menjadi merah dan tak lama tangan robot itu pun meledak ketika terjadi ledakan Monster Bayangan keluar dengan cepat.
Senjata andalan miliknya sedang rusak cukup parah dan tangannya mengalami luka bakar dan mengeluarkan darah, Hariyati menghampiri Niken dan menyembuhkan luka-luka yang telah di derita.
__ADS_1
"Hampir saja aku mati di senjata gadis itu, dia sangat pintar tapi aku tidak bisa di hisap lagi oleh alat itu, karena alat itu sudah aku hancurkan" ucap Monster Bayangan.