Satria Naga Legendaris

Satria Naga Legendaris
MENCARI CHIKA DAN NIKEN


__ADS_3

Setelah meninggalkan ruangan Raja mereka semua merasa sangat lapar sekali, wajar saja dari pagi mereka belum makan sama sekali, Dita mengajak mereka semua untuk mampir ke restoran milik temannya, mendengar kata-kata restoran mereka semua merasa sangat senang sekali, karena makanan di restoran sangat enak dan mahal.


Mereka semua mulai berjalan keluar dari istana, kali ini Dita memandu mereka semua melewati pasar yang sangat ramai, di sana banyak para pedagang yang sedang menawarkan berbagai makanan, mereka mulai mencicipi semua makanan yang ada di sana, karena merasa sangat lapar mereka semua lupa tentang restoran yang akan mereka semua tuju.


Mereka semua mulai membeli semua makanan yang ada di sana, karena makanan di sana terasa sangat enak dan nikmat, pada akhirnya mereka semua menjadi sangat kekenyangan.


"Bagus bagai mana caranya kita membunuh para Monster Lalat, aku berharap mereka tidak ada yang masuk ke dalam Kota dan menyerang para penduduk" ucap Dita sedikit panik.


"Entah aku juga lagi berpikir, karena jumlah mereka sangat banyak" jawab Bagus.


"Boleh aku yang mengatur strategi, itu pun kalau boleh" tanya Yuyun memberi saran.


"Kalau strategimu bisa mengatasi masalah ini, maka strategimu bisa aku terima" ucap Dita.


"Kemarin Monster Lalat menyerang Kota lewat depan apa samping" tanya Yuyun.


"Mereka menyerang lewat depan kemudian menyebar lewat samping" ucap Dita.


"Kalau seperti itu kita harus menghadang mereka dari depan, kita bentuk formasi huruf w, aku dan Bagus akan menghadang lewat pintu masuk, sedangkan Chika dan Dita kalian menghadang di samping kiri, untuk Hariyati dan Niken kalian berdua menjaga di samping kanan.


Bila mereka semua telah datang dan berkumpul, aku akan menyerang mereka semua, sedangkan sisanya aku serahkan kepada kalian semua bila tenagaku sudah habis" kata Yuyun.


"Boleh akan tetapi kamu tidak boleh memaksakan diri, ingat kita semua adalah teman jadi kita tidak boleh sampai ada yang meninggal" jawab Dita.


"Tetapi sekarang hanya ada kita berempat, sedangkan Chika dan Niken sedang pergi entah ke mana" tanya Bagus dengan sedikit sedih.


"Untuk mereka berdua biar aku yang akan menjelaskan, jadi kamu jangan khawatir ya" jawab Hariyati.


Mereka semua mulai menyusun strategi untuk kedepannya, sedangkan putri hanya melihat dan mulai tersenyum sedikit, mereka berempat tidak di perbolehkan untuk ikut dalam pertempuran, tetapi Bulan menawarkan diri untuk ikut.

__ADS_1


Karena sosok Bulan bukanlah seorang Manusia, mereka semua setuju kalau bulan juga ikut, akan tetapi dia harus berhati-hati agar tidak merepotkan teman-temannya yang lain.


Sementara di gurun kematian, Monster Burung Api mulai tidak sabar ingin menyerang Satria Naga Legendaris, namun temanya Monster Air masih bersantai-santai tidak seperti biasanya.


"Teman kenapa kamu bisa bersantai seperti ini, padahal Raja sedang menyuruh kita semua untuk membunuh mereka" kata Monster Burung Api sedikit kecewa.


"Untuk masalah itu biarkan aku serahkan kepada mereka, karena Raja Lalat memiliki banyak pasukan yang akan membunuh mereka semua" jawab Monster Air.


"Jadi Monster Lalat yang akan membunuh Satria Naga Legendaris, padahal aku ingin membunuh mereka semua dengan tanganku dan Benih Iblis yang ada di tanganku" ucap Monster Burung Api terlihat sedikit kecewa.


"Aku ingin melihat seberapa besar kekuatan Raja Lalat, beserta pasukan yang mereka miliki, panggung kehancuran mereka semua telah di mulai, pertunjukan besar akan segera kita saksikan" kata Monster Air merasa sangat senang sekali.


"Kalau mereka kehabisan kekuatan, maka saat itu aku akan muncul untuk menyerang mereka semua, dengan kedua tanganku aku akan membawa kepala mereka semua" ucap Monster Burung Api dengan sangat senang.


"Aku tidak akan melarangmu untuk ikut membunuh mereka, tetapi ingat kamu juga harus berhati-hati bila melawan mereka semua" kata Monster Air.


"Baiklah aku bisa menjaga diriku sendiri, kamu jangan khawatirkan diriku" jawab Monster Burung Api.


Raja Naga Kegelapan telah berhasil menciptakan para pengawalnya, mereka terdiri dari 10 elemen, Cahaya, Kegelapan, Tanah, Air, Api, Petir, Waktu, Tumbuhan, Es, Angin.


Dia merasa sangat senang sekali akan tetapi satu pengawalnya tipe penghancur, dia memiliki kekuatan yang sangat hebat, akan tetapi mereka semua tidak di perbolehkan pergi meninggalkan tempat itu, sebelum Raja Naga Kegelapan memberi perintah.


Kali ini Monster Tanah merasa sangat khawatir dengan pengawal tipe Kegelapan, karena tipe kegelapan yang sama dengan elemen yang Dinda miliki, dia takut kalau Dinda akan membelot dan berubah pikiran, dipikirannya menyerang mereka semua, setelah tahu Raja Naga Kegelapan membuat pengawal Kegelapan yang sama berelemenkan Kegelapan.


Sementara di Negeri Moderen.


Hariyati kebingungan setelah mencari kedua temanya dan tidak di temukan, dia mulai mengunakan kekuatan untuk merasakan di mana posisi mereka berdua sekarang.


Kali ini Hariyati mulai memejamkan matanya dan menenangkan hatinya, tidak lama dia merasakan kekuatan yang cukup besar di arah barat Negeri Moderen, dia pun bergegas menuju tempat yang dia rasakan, dia melompat cukup tinggi mengunakan atap rumah untuk pijakan kaki.

__ADS_1


Atap demi atap rumah dia lewati, hingga dia menjumpai sebuah taman yang sangat indah dan luas, dia mulai melompat turun dan menghampiri sumber kekuatan itu berasal.


Setelah dia sampai di Padang Bunga Hariyati menemukan Niken dan Chika, mereka sedang duduk berdua memandangi Bunga yang sedang bermekaran, dia perjalan menghampiri mereka berdua.


"Selamat siang teman-temanku berdua, kalian sedang memikirkan apa hari ini boleh aku ikut bergabung" kata Hariyati sambil sedikit menggoda.


Tetapi Hariyati tidak mendapat respon dari mereka berdua, mungkin mereka berdua sedang tidak mood, tetapi Hariyati hanya menyampaikan sesuatu yang membuat mereka berdua kaget.


"Perlu kalian berdua ketahui, besok kita akan berperang melawan gerombolan Monster Lalat, karena mereka sangat banyak, Yuyun pun memberikan strategi huruf W, sedangkan sekarang Yuyun sedang nempel terus ke Bagus seperti perangko" ucap Hariyati sambil memancing kecemburuan mereka berdua.


"........" Pikir Chika banyak diam.


"Apa Yuyun dan Bagus sedang berduaan, kalau begitu aku juga akan ikut, dari pada aku berdiam diri saja di sini" Jawab Niken dengan sangat bersemangat.


Mereka berdua pergi meninggalkan Chika sendirian duduk di taman bunga, kali ini yang ada di pikiran Chika hanya ada rasa malu dan cemburu.


Mereka berdua pun berjalan kembali menemui Bagus, Hariyati sempat bertanya kepada Niken, agar Niken mau mengajari ilmu beladiri tingkat dasar, karena Yuyun sama sekali tidak bisa menjaga diri dari serangan para Monster.


"Kalau hanya mengajari seni beladiri aku bisa, tetapi kalau dia mau.


Kalau dia tidak mau aku tidak bisa memaksa" ucap Niken dengan pasti.


Tidak lama Chika pun menyusul mereka dari belakang, dia berlari dengan sangat cepat, karena dia tidak ingin dilupakan oleh Bagus, hanya karena malu masak dia mau membencinya.


Kali ini taktik Hariyati telah berhasil membawa mereka berdua kembali, karena mereka semua akan menghadapi musuh yang sangat banyak dan sangat kuat.


Mereka bertiga akhirnya tiba di pintu gerbang Negeri Moderen, kehadiran mereka telah di tunggu bagus dan yang lainya, kali ini Niken mengatakan sesuatu yang membuat mereka sangat antusias.


"Teman-teman mulai sekarang kita akan berlatih, karena kita semua akan bertempur membasmi Monster Lalat, yang jumlahnya cukup banyak" ucap Niken.

__ADS_1


Ternyata Chika, Hariyati, Yuyun dan Dita, mereka semua sangat senang dan mereka sangat berantusias sekali, tidak ada Monster yang tidak bisa mereka kalahkan.


__ADS_2