
"Hahahaha.....kamu hebat sekali bisa memotong tanganku tapi kamu jangan senang dulu, lihatlah tanganku akan kembali lagi seperti semula"
ucap Monster Batu dengan bangganya.
"Kamu jangan bangga dulu, apa betul tanganmu bisa kembali seperti semula" jawab Hariyati dengan tatapan kebencian.
"Pedang Hariyati kini telah berubah wujud, tapi pedangku juga tidak akan kalah hebat" ujar Chika.
"Tidak mungkin tanganku kenapa tidak bisa kembali seperti semula, apa yang telah kamu lakukan kepada tanganku" teriak Monster Batu dengan rasa penasaran yang cukup besar.
"Aku juga tidak tahu apa yang telah di lakukan oleh pedang ini kepadamu, yang terpenting sekarang kamu harus mati ditanganku Monster jelek" ejek Hariyati dengan menjulurkan lidah.
"Sialan kamu ini sebenarnya siapa???
Seharusnya pedangmu tidak bisa memotong tubuhku" tanya Monster Batu.
"Aku adalah pengawal Satria Naga Legendaris, namaku Hariyati pengawal Cahaya yang sudah siap membasmi semua Monster seperti kalian" ucap Hariyati.
Monster batu menyerang Hariyati dengan tembakan batu besar bertubi-tubi, namun semua batu itu terbelah saat melewati pedangnya, dia berpikir kalau menyerang secara langsung maka tamatlah sudah nyawanya.dengan sekuat tenaga dia menciptakan pelindung besar dari batu, pelindung itu terlihat sangat kuat.
Monster batu pun tertawa terbahak-bahak, dia melihat Hariyati yang sedang berdiri tegap menatap dirinya.
Dia sempat berpikir mana mungkin musuhnya bisa menerobos pelindung miliknya.
Terlihat jelas tatapan tajam Hariyati terpancar aura membunuh yang begitu besar, sebilah pedang samurai panjang di sayat-sayatkan dengan sangat cepat, akan tetapi dia tidak bisa melihat gerakan pedang lawanya dengan matanya.
Yang terlihat di matanya hanya sebuah pedang di arahkan ke arahnya, rasa percaya diri Monster Batu hilang, setelah melihat pelindungnya yang paling kuat di hancurkan dengan sangat mudah.
Dia pun mencoba untuk kabur namun Hariyati sudah ada di depan matanya, kepanikan yang sangat luar biasa sudah tergambar jelas di matanya, Chika yang melihat keadaan temannya menjadi tertegun akan kecepatannya dan kekuatanya.
Sedangkan Linda tidak bisa melihat gerakan temannya itu, dia cuma bisa melihat dan membisu tanpa kata.
Monster Batu menyerang menggunakan serangan andalannya yang paling kuat, jurus tabrakan batu berputar.
Kecepatan berputarnya seperti roda, bahkan lebih cepat dari roda berputar, dia berputar menerjang Hariyati.
Dengan santainya dia menghindar, tidak menyerah sampai di situ.
Dia pun kembali menerjangnya dengan kecepatan penuh, namun Hariyati dengan santainya menghindari dan memukul bagian samping dengan tangan kirinya, dalam sekejap tubuh Monster Batu terlempar begitu cepat membentur batu, terjadilah benturan yang sangat keras hingga membuat Batu yang di terjangnya hancur.
Tubuhnya terlihat babak belur, dia pun perlahan bangkit dan berpikir untuk kabur, sebab pertarungan itu sudah jelas siapa yang akan mati.
Tubuh yang sebagian hancur terkena pukulan, serta kedua tangannya putus terkena sayatan pedang, ke adaan Monster Batu sangat memperhatinkan.
Dia mulai ketakutan dan mulai melarikan diri, tapi dia kaget setelah Hatiyati sudah berdiri tepat di depanya, kepanikan yang sangat besar membuat dia tidak bisa berpikir jernih, dengan cepat Hariyati mengayunkan pedangnya hingga mengenai tubuh lawanya, dengan perlahan tubuhnya terbelah menjadi dua, Monster Batu jatuh tersungkur ke tanah dan memandangi lawannya dengan perasaan benci yang sangat besar.
"Kenapa aku bisa dikalahkan dengan sangat mudah, walau pun kamu sudah berhasil membunuhku tapi aku masih belum kalah" ucap Monster Batu dengan penuh kebencian.
Hariyati memandangi Monster Batu dengan mata yang terpancar hawa membunuh yang sangat kuat, namun tak lama pedangnya ditusukan di kepala Monster Batu, kejadian itu berlangsung sangat sangat cepat hingga dia mati.
Tubuh Monster Batu hancur menjadi debu dan terbawa angin sehingga debu itu terbang tinggi ke atas langit, setelah debu berterbangan di situ terlihat bola berwarna biru kecoklatan, Bagus pun heran dengan bola itu dan tak lama bola itu di ambilnya, karena sangat penasaran bola itu dilihatnya terus menerus.
Namun dia sangat kaget setelah dirinya menerima tendangan dari Hariyati yang sudah tidak bisa menguasai dirinya sendiri.
"Bagus tolong bunuh aku, karena baju ini tidak bisa aku kendalikan, kekuatan yang ada di dalam tubuhku sepertinya ingin mengutukku" pinta Hariyati.
"Hariyati apa yang telah kamu lakukan, sadarlah ini aku temanmu???" tanya Bagus.
"Bagus hati-hati, teman kita Hariyati sudah tidak bisa mengendalikan dirinya, aku akan menyadarkan dirinya dengan pedangku ini" ucap Chika dengan penuh percaya diri.
"Chika percuma kalau kamu ingin menyadarkanku bunulah aku sebelum aku di kuasai sepenuhnya" pinta Hariyati.
Chika memasang aba-aba sebelum dirinya di serang oleh hariyati, di samping itu Linda baru menyadari sesuatu, kalau bola itu adalah bola kunci menuju perdamaian Dunia yang telah di curi oleh Raja Monster yang bernama Maikel, namun Linda masih belum bisa mengatakan itu kepada Bagus karena kondisinya masih tidak memungkimkan.
Hariyati mendadak menyerang namun Chika berhasil menahan seranganya, dia kaget dengan kekuatan temannya yang sangat kuat, kekuatanya menjadi 3x lipat dari sebelumnya.
Sabetan kedua pedang mulai beradu dengan sangat hebat, suara yang sangat keras keluar dari kedua pedang yang saling berbenturan, mata Hariyati memandangi mata Chika dan mulutnya sambil tersenyum, karena tatapannya terlalu tajam hingga membuat chika mundur kebelakang.
Karena sabetan pedang milik hariyati terlalu kuat, pedang beserta bola kegelapan terlepas dari tempatnya dan melayang tinggi dan jatuh ke tanah, Chika pun menjadi panik dia berpikir pedangnya sudah rusak, sedang benturan kedua pedang tadi membuat kedua tanganya mati rasa, di saat yang sama Linda berteriak kepada Bagus untuk melemparkan bola yang dipegangnya kepada Chika.
Bagus pun tidak mengerti apa yang dimaksut oleh Linda, tanpa berpikir panjang bola yang di pegang olehnya di lempar ke arah Chika.
"Chika coba kamu pasang bola dari Bagus kepedangmu cepat" teriak Linda.
"Baiklah akan aku pasang" jawab Chika.
__ADS_1
Chika berlari mengambil pedangnya yang terjatuh dengan sigap, dia memasukan bolah berwarna biru kecoklatan, setelah bola itu di pasang ke pedang kegelapan.
Tiba-tiba ada sebuah cahaya berwarna terang menyelimuti pedang kegelapan, setelah cahaya itu menghilang Chika terkejut dengan pedangnya yang sudah berubah warna dan bentuk, saat Chika tertegun ternyata Hariyati akan melakukan penyerangan.
Karena kejadian aneh itu terlalu cepat dia langsung menangkis pedang besar panjang milik temannya, banturan kedua pedang itu membuat Tanah yang di pijak menjadi bergetar, batu-batuan yang ada di sekitar menjadi hancur dan terbang terbawa hembusan angin.
Chika pun menjadi kagum dengan kehebatan pedangnya yang baru, namun kedua tangan Chika tidak bisa mengengam pedang itu terlalu lama, Sebuah pedang yang sangat cepat dan hebat berhasil mengimbangi pedang milik Hariyati.
Entah kenapa Hariyati melangkahkan langkah kakinya ke belakang dan terdiam sejenak, walau dia cuma berdiri dan terdiam tiba-tiba sebuah aura putih keluar dari tubuhnya dan aura itu terhisap oleh pedang cahaya.
Saat pedang di angkat dan di ayunkan ternyata jurus pisau yang berjumlah tiga keluar dari pedangnya, Chika pun tidak mau kalah pedang kegelapan yang telah berubah bentuk kini diayunkan dan mengeluarkan cahaya berwarna coklat.
Setelah pedang berwarna coklat diayunkan ke bawah dan menancap ke tanah, tiba-tiba tanah menjadi hancur dan tak lama keluarlah cahaya seperti bulan sabit yang cukup besar, namun cahaya bulan sabit sifatnya merusak.
Angin berhembus sangat kencang, dan membawa serpihan batu-batuan kecil karena tekanan dari kedua jurus yang sangat kuat.
Antok bingung melihat kejadian yang tak terduga, kenapa kedua pengawal saling bertempur.
Benturan cahaya yang sangat kuat tak terelakan lagi, ledakan besar pun terjadi dengan sangat kuat dan lama DHUARrrrr...., hembusan angin yang cukup kencang membuat semua batu dan pohon yang ada di sekitar berterbangan, Linda pun terbawa naik ke atas, namun dengan cepat Bagus menangkap Linda.
Sedangkan Antok juga terpental cukup jauh karena di terbangkan oleh angin yang cukup kencang, ledakan akibat benturan kadua jurus membuat tanah berlubang cukup besar dan lebar, kabut hitam pekat menutupi pertarungan mereka berdua.
"(( Bagus kamu harus menyelamatkan Hariyati, karena dia tidak bisa mengendalikan kekuatan pengawal cahaya LV2 ))" pinta Satria Naga Legendaris.
"(( Bagaimana caranya aku menolong Hariyati??? ))" tanya Bagus dengan rasa penasaran.
"(( Buatlah dia pingsan, itulah cara kamu menyelamatkannya ))" jawab satria naga legendaris dengan begitu yakinnya.
Terlihat kabut berwarna hitam pekat menutupi area sekitar, kabut itu lama-kelamaan menyebar dan memudar.
Setelah kabut hitam perlahan menghilang, di sana terlihat Hariyati sedang berdiri tegap dengan mengacungkan sebuah pedang, dia sedang memandangi Chika yang sedang tersungkur ke tanah.
Chika belum sempat berdiri tiba-tiba dia menyerang, namun tangan bagus dengan cepat menangkap mata pedang yang di ayunkan ke arah temannya, dia pun terkejut kenapa Bagus bisa menghentikan mata pisau yang di ayunkan ke arahnya, padahal pedang itu sangat tajam dan kuat sekali.
Tatapan matanya sangat tajam melihat ke arah Bagus, namun dia pun melangkah mundur kebelakang dengan sangat cepat, setelah berhenti sejenak dia mengambil nafas panjang, kemudian dia balik menyerang temannya kembali dengan sangat cepat, akan tetapi dia berhasil menghindarinya sehingga membuat Chika kaget dengan kejadian itu, sayatan demi sayatan pedang berhasil di hindari dengan sangat cepat dan mudah.
Kali ini Hariyati sudah jauh berbeda dari yang sebelumnya, rasa ingin membunuh terlihat di matanya sedang terpancar jelas.
Aura putih keluar dari tubuhnya dan kemudian aura putih itu terhisap masuk ke dalam mata pedang, tak lama aura putih itu terkumpul, dan terbentuklah cahaya yang cukup terang.
Tak lama cahaya pedang itu di tembakkan ke arahnya dengan sangat kuat.
Kekuatan yang jauh lebih kuat dari pada yang di tembakkan kepada Chika, Bagus pun mengeluarkan dinding pelindung yang cukup kuat untuk menahan serangan pisau cahaya yang mengarah ke arahnya.
Pisau cahaya pun berbenturan dengan pelindung, guncangan dan terpaan angin yang sangat kencang mengiringi kedua jurus yang saling bertemu, ledakan besar pun terjadi hingga membuat bumi bergetar.
BLAAARRRrrr......kepulan asap hitam membumbung tinggi kelangit hingga membuat burung-burung pun berterbangan.
Chika pun kaget melihat kekuatan yang sangat besar menabrak bagus, setelah ledakan yang cukup besar berhenti dan asap hitam perlahan-lahan menghilang, di sana terlihat jelas pelindung yang di buat Bagus sangat kokoh, serta tidak bisa di tembus oleh pisau cahaya yang sangat hebat.
Bagus pun berlari ke arah Hariyati dengan sangat cepat, sehingga membuatnya sangat kaget, satu pukulanya berhasil mengenai perutnya sehingga Hariyati jatuh pingsan.
"Chika, Linda kalian semua tidak apa-apakan, Antok kamu cepat kesinilah dan kamu ikut aku.
Sedangkan Chika dan Linda kamu jaga Hariyati" ucap Bagus.
Bagus dan Antok pergi ke dalam goa yang sangat gelap dan lembab, ketika mereka berdua melangkahkan kaki dan berjalan cukup lama, tiba-tiba mereka di kejutkan oleh sebuah harta karun yang sangat banyak, di sana terlihat ada 5 peti dan tumpukan koin emas, serta permata yang sangat melimpah, mata Antok menjadi silau dengan keindahan warna yang di pancarkan oleh kepingan koin emas.
"Kakak lihatlah harta ini sebagian milik penduduk kami yang telah di rampas selama 5 tahun, sedang sisanya mereka ambil dari orang-orang yang telah mereka bunuh, separuh harta ini aku serahkan kepada kakak yang telah menyelamatkan Kota kami dari Monster Ular" ucap Antok dengan tegasnya.
"Kamu ngomong apa sih Antok, semua harta ini milik para penduduk yang sudah di ambil secara paksa, jadi aku tidak berhak untuk sebagian harta ini, sebaiknya kamu ajak para penduduk untuk mengambil harta mereka" kata Bagus dengan serius.
"Tidak kakak harus mengambil sebagian harta ini, untuk perjalanan kakak menolong Dunia ini dari para Monster" jawab Antok meyakinkan.
"Bagaimana caranya aku bisa membawa harta sebanyak ini sambil melawan Monster" tanya Bagus.
"Kalau masalah membawa itu sangat gampang, waktu Linda menebar racun ke mata Monster Ular aku jadi heran, kenapa botol racun yang sangat besar bisa masuk ke dalam tas yang sangat kecil.Setahuku itu adalah tas ajaib milik peri bunga yang ada di lereng gunung" jawab Antok.
"Kamu sudah tahu semua tentang peri bunga yang ada di lereng gunung ya" tanya Bagus.
"Jelas sekali aku kan informan handal yang bisa mencari berita di seluruh dunia, tujuan kakakkan mencari di mana tempat Raja Monster yang bernama Maikel kan" tanya Antok.
"Kamu kok tahu kalau aku sedang mencari Raja Monster yang bernama Maikel" jawab Bagus.
"Jelas aku tahu, kakak kan Satria Naga Legendaris, jadi kakak akan menyelamatkan dunia ini dari kejahatan dan ke kejaman, para Monster yang telah menyiksa dan membunuh manusia" ucap Antok dengan sangat yakin.
__ADS_1
"Ayo kita keluar dari tempat ini, kamu juga harus memberi tahu kepada penduduk di Kota ini, kalau harta mereka sudah berhasil di selamatkan" kata Bagus.
"Iya Kakak.
Kalau kakak berjalan lurus melawati gunung ini nanti di sana ada sebuah desa, di sana semua orangnya sangat ramah.
Sedang tempat Raja Monster Maikel ada di Gurun Kematian, lokasi Gurun itu harus melewati 5 gunung lagi baru kakak akan tiba di gurun kematian" ucap Antok.
"Terima kasih atas informasinya" jawab Bagus sambil tersenyum.
Setelah mereka berdua keluar dari gua, tiba-tiba para penduduk sudah ada di seberang jembatan, mereka semua mengucapkan terima kasih kepada bagus, setelah itu para penduduk pun masuk ke dalam gua dan mengambil harta milik mereka masing-masing.
Para penduduk menaruh harta milik bagus di samping Hariyati yang sedang pingsan di pangkuan Chika, namun tidak untuk Chika dia memandangi terus harta yang berupa koin emas dan permata dari para penduduk.
Dia merasa silau melihat semua emas dan permata yang ada di depannya.
"Gila benar.......ini semua emas untuk kami???kalau iya aku bisa kaya" tanya Chika dengan wajah berseri-seri.
Penduduk pun menganggukan kepala kepada dia, namun Bagus cuma bisa mengeleng-gelengkan kepala melihat kelakuan temanya Chika, tapi tidak untuk Linda.
Dia menjadi panik kalau tas yang dia bawa di buat untuk menampung harta yang sangat banyak.
"Kalau aku terima semua harta yang ada di depanku, bagaimana caranya aku membawanya......Aku jadi bingung" tanya Chika dengan rasa bingung.
"Kalau masalah membawanya kamu kan punya teman peri cantik yang bernama Linda, lihatlah dia membawa tas ajaib milik peri bunga" ucap Antok.
"Apa benar kalau tas yang di bawa linda itu tas ajaib" jawab Chika dengan perasaan senang.
Linda yang mendengar pembicaraan mereka berdua mulai panik, dia mencoba untuk menyembunyikan tas yang di bawanya, namun Chika sudah mengetahui kalau Linda mempunyai tas kecil yang selalu dia bawa.
Dengan perlahan Chika mendekatinya dan memandanggi tubuhnya dengan rasa penasaran, saat dia sedang menanyakannya, Linda pun tidak menjawab dan tampak sedikit angkuh, sikap Linda membuat Chika sangat kesal, tapi Bagus mendekati Chika dan menepuk bahu dia dengan pelan.
"Sudahlah Chika jangan kamu paksa Linda, tas yang dia bawa kita tidak berhak untuk memegang ataupun meminjamnya, apa kamu sudah mengerti dengan apa yang telah aku katakan" ucap Bagus.
"Tapi Bagus......Baiklah kalau begitu.
Antok aku tidak jadi mengambil harta yang telah kamu beri" ucap Chika dengan penuh kecewa.
Linda pun menjadi lega karena tas kesayanganya tidak di jadikan tempat untuk menyimpan benda ataupun barang, Bagus pun menyadarkan Hariyati dengan cahaya putih, tak lama dia pun sadar, tapi Hariyati tidak ingat dengan apa yang telah dia lakukan.
Antok perlahan mendekati Linda dan bertanya sesuatu tentang satria naga legendaris.
"Kalau tidak salah namamu Linda kan" kata Antok dengan wajah serius.
"Iya namaku Linda memang ada apa kamu bertanya namaku" jawab Linda heran.
"Sebagai informan aku ingin tanya sesuatu, menurutmu bagai mana satria naga legendaris yang bernama bagus" ucap Antok dengan tatapan dingin.
"Dia itu orangnya baik, dia juga telah menyelamatkan negeriku dari serangan Monster Buaya, dia juga memiliki tanggung jawab penuh, serta menolong Manusia yang sedang di tindas oleh para Monster.
Kalau aku melihat dia waktu bertarung aku jadi kagum" kata Linda dengan bangganya.
"Kalau kamu pernah di tolong, kenapa kamu tidak membalas kebaikannya.
Coba bayangkan kalau mereka masuk di Kota besar dan tidak punya uang untuk membeli makanan dan untuk menginap di penginapan" ucap Antok dengan tatapan wajah serius.
Linda hanya bisa diam tanpa kata, setelah mendengar kata-kata dari Antok, mungkin kata-katanya bisa merubah pemikirannya.
Sedang dia masih berpikir cukup keras dan dengan sangat serius, kali ini Linda di hadapkan dengan ketakutan yang luar biasa, tas ajaib pemberian Neneknya nanti bisa rusak gara-gara menyimpan harta yang sangat banyak.
Sementara Bagus berpamitan kepada Antok dan para penduduk untuk melanjutkan perjalanan, saat berjalan 10 langkah bagus melihat ke belakang ternyata Linda masih duduk termenung dan memikirkan sesuatu.
Bagus pun menghampirinya dan bertanya sesuatu namun Linda tidak merespon, Bagus pun berpikir mungkin Linda sedang sakit, dia pun mengendongnya dan di taruh di atas kepala, seketika itu Linda baru tersadar setelah Bagus melangkahkan kaki maju ke depan.
"Tunggu........sebentar aku mau membawa harta itu tapi hanya sebagian, sedangkan yang sebagian lagi tolong berikan kepada para penduduk yang membutuhkan" tanya Linda dengan penuh semangat.
"Baiklah akan aku berikan sisa harta yang tidak kamu ambil kepada para penduduk miskin di Kota ini" jawab Antok.
"Linda kenapa kamu berubah pikiran, memangnya kamu tidak merasa berat dengan bawaan yang semakin banyak???" tanya Bagus dengan rasa penasaran.
"Tidak apa-apa kok, barang yang sangat banyak itu tidak terasa berat kalau masuk ke dalam tasku" jawab Linda spontan.
"Aku memiliki teman yang bernama yudi, dia tinggal di Kota Palam, dia memiliki balon udara, kendaraan itu bisa mengantar kalian ke tempat tujuan, tempat tinggalnya ada di sebelah Desa kecil, Desa di balik gunung ini" ucap Antok.
Mereka semua mengucapkan terima kasih dengan tulus, wajah para penduduk tersenyum dengan penuh gembira, kini harapan mereka untuk hidup damai akan bisa terwujud, setelah datangnya sang penyelamat dunia ini.
__ADS_1