Satria Naga Legendaris

Satria Naga Legendaris
PESTA BESAR


__ADS_3

Namun disuatu tempat yang sangat jauh, disana terlihat ada pulau yang ditutupi oleh Salju yang sangat dingin, disana terlihat banyak Tumbuhan yang tertimbun Salju, serta di Pulau itu juga dihuni Banyak Monster, dari yang Kecil maupun yang sangat besar, dipintu masuk terdapat pintu gerbang yang sangat besar dan kokoh.


Tiba-tiba muncullah sosok Gadis yang tidak lain adalah Putri. Dia mulai berjalan melewati pintu masuk, namun Para Monster tidak ada yang menyerangnya, kali ini Semua Monster yang ada disana menghormatinya, terlihat sangat jelas sikap Putri sangat dingin, karena Dia adalah Ratu Kematian.


Langkah kaki yang sangat cepat pun terlihat, kalau Dia sedang tergesa-gesa ingin menemui seseorang. Saat Dia sampai diaula utama yang sangat besar, Putri telah disambut oleh Raja Kehancuran.


"Ada apa Putriku tercinta datang kemari, sudah 2 Tahun Kamu meninggalkan Ayah tanpa jejak, Ayah tahu kalau Putriku sedang kangen sama Ayah tercinta" ucap Raja Kehancuran terlihat sedikit menyesal.


"Ayah jangan seperti itu, Aku sudah bukan anak-anak lagi, Aku sudah dewasa. Jadi jangan bersikap seperti itu kepadaku, apa Ayah tidak malu sama bawahan Ayah yang lain, terutama kepada Raja Iblis Joko" jawab Putri sedang mengalihkan pembicaraan.


"Kalau masalah Dia Kamu tenang saja, karena Dia adalah bawahanku yang sangat setia dan yang paling jenius, dibandingkan dengan Para panglima yang lain" ucap Raja Kehancuran dengan blak-blakkan.


"Tuan Putri Kamu jangan khawatir, Ayahmu seperti itu karena Dia sangat menyayangimu, jadi abaikan Kami Semua Para bawahan" kata Raja Iblis Joko.


"Apa benar seperti itu Raja Iblis Joko, apa Kamu yakin dengan ucapanmu" jawab Putri dengan tatapan sinis.


"Aku mengerti kalau anda sedang tersinggung oleh ucapanku, Tuan Putri boleh menghukumku" ucap Raja Iblis Joko sambil menundukkan Kepalanya.


"Menghukumu yang benar saja.........perkataanmu memang ada benarnya juga, tetapi Aku ada urusan dengan Ayahku jadi Kamu menyingkirlah dari sini" jawab Putri dengan sedikit kesal.


"Baik Tuan Putri, Aku permisi dulu" kata Raja Iblis Joko dengan sangat sopan.


Setelah kepergian Raja Iblis Joko, Putri bertanya sesuatu yang membuat Raja Kehancuran menjadi terdiam walau hanya sejenak.


"Tadi saat Aku bersantai di Negeri Peri, Aku merasakan kekuatan Ayah" ucap Putri.


"Aaahh.............Ayah tadi cuma jalan-jalan dan melihat-lihat saja" jawab Raja Kehancuran.


Dengan tatapan tajam Putri menatap mata ayahnya, apa Dia sedang berbohong ataukah tidak, setelah itu Putri pun berpamitan kepada ayahnya untuk pergi, akan tetapi ayahnya meminta Putri untuk berpesta atas kedatangan anaknya yang pertama Ratu Kehancuran.

__ADS_1


Setelah melihat ayahnya sangat senang, Putri pun mengikuti ayahnya untuk berpesta, tidak berselang lama datanglah seorang Gadis yang terlihat sangat Cantik, akan tetapi tatapan matanya sangat sinis, Dia berjalan mendekati Putri dan membisikkan kata-kata, kali ini Putri terlihat sangat panik sekali dengan kehadiran Kakaknya.


"Sudah lama Aku tidak bertemu denganmu, kemana saja Kamu selama ini" bisik Ratu Kehancuran dengan sangat pelan.


"............. Aku........." Kali ini Putri hanya bisa terdiam.


"Aku mencium bau penyelamat Dunia sedang menempel di Tubuhmu, Adikku Ratu Kematian, apa jangan-jangan Kamu sekarang sudah bagian dari Mereka Satria Naga Legendris" bisik Ratu Kehancuran.


"Oh.....tidak mungkin Aku bagian dari Mereka, Aku tadi habis bertarung melawannya Tapi hanya sebentar, karena Aku hanya ingin mencoba kekuatannya" jawab Putri dengan sangat pelan, sambil berbohong sedikit.


"Oh.....jadi begitu ya, baguslah kalau Kamu bukan bagian dari Mereka, tetapi kalau Kamu berbohong Aku akan melumpuhkanmu" ancam Ratu Kehancuran kepada Adiknya.


"Iya Aku mengerti Kakakku yang paling cantik, sekarang ayo Kita berpesta" jawab Putri terlihat sangat ketakutan.


Kali ini Putri mampu menyembunyikan ketakutannya kepada Kakaknya, akan tetapi Ratu Kehancuran tidak mungkin percaya begitu saja dengan Adiknya.


Sementara di Negeri Peri, Niken menyerahkan Hewan Sapi untuk di potong sebagai pesta makan besar, namun Para Penduduk Peri tidak bisa memakan daging, yang dimakan Para Peri adalah sayur dan buah-buahan, sedangkan untuk daging itu penolakan.


Niken menyuruh Hariyati untuk memotongnya, akan tetapi Dia tidak berani karena Hewan itu sangat imut baginya, sementara Chika mengatakan kalau Dirinya tidak pernah membunuh Hewan.


Niken Ingin sekali menyuruh Miya untuk memotongnya, akan tetapi itu sangat mustahil baginya, mana mungkin Dia mau memotong Hewan itu pikir Niken dengan perasaan sedih, yang harus Dia lakukan hanyalah pasrah dan tidak bisa berbuat apa-apa.


"Kakak Niken biarkan Aku yang memotong Hewan itu untuk Kita Semua" ucap Miya sambil menawarkan Diri.


Setelah mendengar kata-kata Miya, Kami Semua menjadi kaget bukan main, kenapa Miya tidak takut memotong binatang, karena dulunya dia juga seorang petualang. Serta Dia sudah banyak memburu dan memotong buruanya untuk dijadikan makanan.


Keberanian dan keulatan dalam menyembelih milik Miya ternyata tidak diragukan lagi, sedangkan Kami Semua cuma bisa cengar-cengir melihat kehebatan Miya.


Waktu mulai beranjak Sore, hari untuk berpesta besar pun sudah dimulai, disana terlihat jelas Semua Peri terlihat sangat senang, begitupun Aku dan Teman-temanku, Miya menghampiriku yang sedang berkumpul dengan yang lainya, Dia membawa nampan berukuran sangat besar yang berisi sate dan daging panggang.

__ADS_1


Kami Semua mulai makan dengan sangat lahapnya, namun Miya hanya melihat Kami Semua makan, Dia tidak berani mengambil makanan yang sudah dihidangkan diatas meja makan, Aku terdiam sejenak ketika melihat tingkah laku Miya.


"Miya kenapa Kamu tidak makan, apa Kamu tidak enak badan" tanyaku karena sangat penasaran.


"Apa Kamu tidak suka makanannya" ucap Chika.


"Miya Kita semua adalah keluarga, jadi Kamu jangan malu-malu begitu" kata Hariyati.


"Miya Semua makanan yang Kamu buat ini enak loh" ucap Niken dengan sangat senang.


"Kakak semuanya. Aku tidak boleh makan bersama Kalian, karena Aku ini hanya seorang Budak, Aku tidak bisa hidup tanpa belas kasihan orang lain" jawab Miya.


"Miya coba Kamu lihat Aku, apa Kami Semua mengangapmu sebagai Budak, Kami Semua yang ada disini sudah mengangapmu sebagai keluarga, jadi jangan berpikiran kalau Kamu itu seorang Budak, dan jangan panggil Kami Semua dengan sebutan Kakak mengerti, karena umur Kita Semua sama" ucap Chika.


"Iya Kamu juga jangan memanggilku sebagai Kakak, panggil saja nama Kami ok" kataku sedang mengingatkan.


"Iya baik Kakak Bagus, maaf Aku salah sayang" jawab Miya dengan sangat manja.


Kali ini Aku sedang dibuat bingung dengan sikapnya, akan tetapi Dia juga bagian dari Diriku yang akan menyelamatkan Dunia ini dari kehancuran, tetapi Mereka sangat kaget dengan ucapan Miya, tetapi Mereka sadar karena rasa cinta itu akan datang dengan sendirinya.


"Disini tidak ada yang namanya Budak, Aku akan menghancurkan perdagangan Budak kalau Aku mengetahui lokasi Mereka" ucap Niken dengan sangat Marah.


"Tetapi Aku tidak pantas makan bersama dengan Kalian Semua" jawab Miya terlihat sedikit takut.


"Miya apa perlu Aku suapi, biar Kamu tidak malu lagi bila makan bersama Kami Semua" kata Hariyati.


"Sayang Kamu boleh menyuapi Miya, akan tetapi kalau Dia tidak mau Kamu paksa saja" ucap Chika dengan sangat kesal.


Mendengar kata-kata Chika, Miya menjadi sangat malu bercampur senang, namun Aku terlihat sangat gugup. Ketika Aku memandang Wajah Hariyati dengan Wajah tidak bersemangat, sedangkan Hariyati cuma menganggukkan Kepala, karena ini demi Teman baru Kita Semua.

__ADS_1


Dengan sangat terpaksa Aku mulai menyuapinya, namun Miya malah menjadi salah tingkah saat Aku suapi.


__ADS_2