
".........Kenapa kamu tahu tentang diriku???
Padahal kita baru kenal tapi kamu sudah mengetahui semua kepribadianku" jawab Linda penuh penasaran.
"Informasi itu aku dapatkan dari ciuman dengan Bagus dan Monster Bayangan yang berhasil aku segel,tapi ingat ya jangan kamu ceritakan kepada mereka semua (( mereka berdua itu telah menjadi sepasang kekasih tapi Bagus tidak menyukai Chika, karena sebuah janji dia harus menepatinya, tapi yang membuat bagus jatuh cinta adalah gadis yang bernama Hariyati dia sama-sama suka tapi mereka berdua sedang malu-malu ))" kata Niken.
"Aku memang tahu barang siapa yang bisa mendapatkan kekuatan Monster Bayangan dia akan bisa menggunakan kemampuannya, kemampuan itu bisa membaca pikiran orang lain dengan cara memegangnya.
Sekarang aku sudah lega karena Monster Bayangan sudah di kalahkan dan di segel, dia itu musuh bebuyutan para peri Negeri bunga, dia meneror bangsa kami dengan kekuatannya sehingga para peri banyak yang mati di tangannya" jawab Linda.
"Aku mau menyelamatkan Ibuku yang telah di rubah menjadi patung, ayahku pernah berkata kalau mereka berdua telah di serang oleh Raja Monster Maikel di ladang bunga para peri, ketika ayah dan ibu melarikan diri tiba-tiba ibu tertangkap oleh Monster Bayangan.
Dengan kekuatan Raja Monster Maikel ibuku dirubah menjadi batu, sedangkan para peri menghentikan langkahnya ayahku, dia terus membawa ayahku lari dari tempat itu" ucap Niken.
"Ada kabar dari leluhurku kalau sihir batu milik Raja Monster Maikel bisa di hilangkan dengan kekuatan kedua Monster, kamu harus mencari Monster Air dan Monster Bayangan, kemudian gabungkan kedua kekuatan Monster itu, dengan jurus pensuci tubuh maka sihir kutukan berhasil di hilangkan" jawab Linda.
"Terima kasih atas informasinya, aku tinggal menyegel Monster Air dan menolong ibuku.
Dulu aku ingin menyegel mereka berdua tapi aku hanya anak perempuan biasa, ketika aku membaca buku yang ada di ruangan ayahku di sana tertulis Satria Naga Legendaris dan pengawalnya bisa menyegel seluruh Monster, pada akhirnya aku menciptakan alat untuk menyegel Monster, aku mulai berpetualang ke seluruh Dunia untuk mencari keberadaan kedua Monster itu.
Sekarang salah satu Monster itu berhasil aku segel, dan aku sangat berterima kasih kepada Bagus, karena dia aku bisa menjadi pengawal tipe tanah" ucap Niken dengan raut wajah senang.
"Perjuanganmu sangat hebat dan kamu itu orangnya sangat gigi, aku akan menunjukkan di mana letak ladang bunga para peri, tapi kamu harus menyegel Monster Air terlebih dahulu" jawab Linda.
"Baiklah aku terima kerja samanya, ayo kita menyusul teman-teman yang sedang menunggu kita" kata Niken.
Mereka semua menunggu kedatangan Niken dan Linda untuk makan malam bersama-sama, setelah mereka berdua datang mereka mulai menyantap makanan yang telah di hidangkan di atas meja makan.
Namun ada yang membuat Chika bingung dengan masakan yang telah tersaji di meja makan, Professor Yudi cuma tertawa kecil melihat mereka penasaran dengan semua makanan yang ada di atas meja makan.
"Profesor Yudi aku mau tanya???apa makanan ini buatan Niken???" tanya Chika dengan penuh penasaran.
"Hohohoho.....Tidak tidak, makanan ini aku yang membuatnya tapi makanan yang tersaji cuma sedikit dan tidak banyak seperti anakku yang membuatnya" jawab Professor Yudi dengan tertawa senang.
"Profesor tadi sore kita kan sudah makan bersama, kenapa malam hari kita juga harus makan lagi" ucap Chika.
"Keluarga kami selalu mengutamakan tamu, bila ada tamu kami mengajak mereka makan satu hari empat kali, pagi, siang, sore dan malam" jawab Professor Yudi.
"Kalau seperti itu tamu anda bisa jadi gemuk, seharusnya kalau makan itu tiga kali sehari" kata Chika.
"Kami selalu menghormati para tamu yang datang ke rumahku, tapi kalian adalah tamu rumah ini yang paling sepesial" ucap Professor Yudi dengan begitu santainya.
Mereka semua sedang tertawa kecil, wajah Niken tampak bercahaya saat terkena percikan air minum, namun mereka semua tidak menyadari kalau mereka sedang diawasi oleh seseorang.
Dari atas atap rumah ada seorang wanita berdiri dan memandangi Bagus yang sedang makan malam, entah wanita itu teman atau lawan.Tiba-tiba wanita itu menghilang tanpa jejak bersama hembusan angin malam yang sangat dingin.
"Menarik sekali mereka sudah menemukan ke tiga pengawal, tapi itu masih belum cukup tinggal dua pengawal lagi, pengawal elemen api dan pengawal elemen air.
Siapa wanita berambut merah yang ada di atas atap, tiba-tiba dia menghilang tanpa jejak" pikir Monster Tanah.
Monster Tanah bergegas meninggalkan Kota Palam dan melapor kepada Raja Naga Kegelapan.
Sementara di suatu tempat yang sangat dingin dan berwarna putih, banyak pohon yang di tutupi oleh salju yang sangat dingin.
Di sana terlihat seorang Manusia dengan tubuh besar dan tinggi sedang duduk termenung, dia melihat danau yang sudah membeku, tapi tiba-tiba Manusia itu di kagetkan oleh seorang gadis berambut merah panjang.
"Hayoooo......Ayah sedang melamun apa???kalau sering melamun nanti bisa cepat tua loh" ucap ratu kehancuran.
__ADS_1
"Kamu itu selalu mengagetkan ayah, kamu bisa saja kalau bicara dengan ayah, tapi mana mungkin aku bisa tua sedangkan umur ayahmukan masih 1500 tahun jadi ayah masih mudah hahahaha" jawab Raja Kehancuran.
"hahahahaha.......Ketahuan deh...kalau aku berbohong, ayah aku ada berita bagus untukmu Ayah" tanya ratu kehancuran.
"Berita bagus apa yang akan kamu sampaikan kepada Ayahmu???" jawab Raja Kehancuran sangat penasaran.
"Ayah aku tertarik dengan seorang pria yang bernama Bagus, dia anak yang sangat menarik aku ingin mengawasinya dari dekat bolehkan Ayah???" ucap Ratu Kehancuran.
"Boleh saja tapi kalau kamu bosan mungkin dia akan kamu musnahkan seperti biasanya" jawab Raja Kehancuran
"Hahahahha ayah kok bisa tahu tentang apa isi hatiku" ucap ratu kehancuran dengan tertawa kecil.
"Ayah pasti tahu semuanya tentang dirimu, pergilah ayah mengijinkanmu" jawab Raja Kehancuran.
Di tempat lain sebuah istana yang sangat megah Monster Air telah muncul dan membawa kabar buruk kepada Rajanya, terlihat dari wajahnya dia sangat ketakutan untuk menyampaikan sesuatu yang dia ketahui, berita itu membuat Raja Monster Maikel sangat penasaran.
"Monster Bayangan yang telah anda kirim kini sudah di kalahkan dan di segel oleh pengawal elemen tanah, Satria Naga Legendaris berhasil menemukan pengawalnya yang bernama Niken, dia adalah anak dari profesor Yudi yang sangat terkenal" kata Monster Air sedikit takut.
"Jadi Satria Naga Legendaris sudah berhasil medapatkan pengawal tipe tanah, dan Monster Bayangan yang telah aku kirim sudah di segelnya.Kalau tidak salah profesor Yudi adalah penemu kendaraan balon terbang" jawab Raja Monster Maikel.
"Besok pagi mereka semua akan melanjutkan perjalanan dengan pesawat terbang penemuan profesor Yudi yang baru" ucap Monster Air.
Raja Monster Maikel memberi perintah kepada Manusia Timah untuk pergi ke pulau terbang.
Hadang dan bunuh mereka semua, karena dia tidak ingin mereka semua membaca dan mengetahui tulisan kuno yang sebagian dia lenyapkan, ketika teringat saat menghancurkan tulisan itu dia hampir mati terkena pelindung yang tertanam di sana, tetapi dia sangat di untungkan dengan hilangnya sebagian dari tulisan kuno yang ada di sana.
Ketika perintah di ucapkan, manusia timah langsung memberi hormat dan pergi dari hadapan Rajanya, karena perintah Raja adalah mutlak.
Jauh di tengah hutan di sana terlihat Monster Tanah sedang berjalan menghampiri majikannya, dia berjalan dengan sangat cepat kelihatannya dia tidak sabar ingin menyampaikan kabar buruk kepada tuannya, wajah yang sangat panik terlihat jelas di wajah Monster Tanah.
Kelihatannya kamu sangat panik sekali cepat katakan padaku" tanya Raja Naga Kegelapan.
"Ada berita buruk tuanku" ucap Monster Tanah dengan sangat panik.
"Berita buruk apa yang akan kamu sampaikan padaku???" tanya Raja Naga Kegelapan sangat ingin tahu.
"Berita ini menyangkut tentang Satria Naga Legendaris dan pengawalnya, mereka telah mendapatkan pengawal elemen Tanah, aku takut kalau mereka bisa mendapatkan semua pengawal" jawab Monster Tanah terlihat ketakutan.
"Kalau masalah itu kamu jangan khawatir, aku akan membiarkan mereka mendapatkan semua pengawalnya, aku ingin tahu sebesar apa kekuatan mereka semua, dulu aku tergesa-gesa ingin membunuh Satria Naga Legendaris tapi ternyata dia sangat lemah, kekuatannya jauh di bawaku bila dulu aku sabar aku pasti akan merasa sangat senang sekali bertarung melawannya" ucap Raja Naga Kegelapan.
"Tuan ada satu berita lagi, seorang gadis telah memata-matai mereka semua, tapi gadis itu memiliki kecepatan yang sangat luar biasa dia juga bisa menghilang.
Gadis itu berambut merah panjang" kata Monster Tanah.
"Itu jurus teleportasi jurus itu sangat langkah, tidak akan ada yang bisa mempelajarinya, gadis berambut merah panjang dia adalah Ratu Kehancuran.
Dulu aku pernah di kalahkan olehnya dengan sangat mudah, dia itu anak Raja Kehancuran, sedangkan Raja Kehancuran adalah Rajaku yang telah memberikan kekuatan untukku, waktu itu aku hampir mati di tangan ratu kehancuran.
Mmungkin dia sedang tertarik dengan anak laki-laki yang bernama Bagus, Monster Tanah sebaiknya kamu temani aku di sini biarkan Monster Air dan Raja Monster Maikel yang akan bertindak" ucap Raja Naga Kegelapan.
"Baiklah tuan aku akan menemanimu, bila saatnya sudah tiba aku akan beraksi tuan" jawab Monster Tanah dengan hormat.
Percakapan mereka membuat Binatang dan Burung semuanya kabur meninggalkan hutan, para Binatang menjauh dari area tersebut dan tak akan ada yang mendekati.
Sementara malam semakin larut Bagus dan teman-temannya tertidur pulas, tapi masih ada satu yang masih belum tidur, mata Hariyati terbuka sangat lebar mungkin dia sedang mencari toilet.
Dia bangun dan berdiri dari tempat tidurnya, perlahan-lahan dia berjalan menyusuri ruangan yang sangat besar dan panjang, kelihatannya dia sangat kebingungan mencari toilet.
__ADS_1
Saat dia menyusuri koridor yang sangat besar dan panjang, di kagum dengan apa yang akan di lakukan oleh Niken di luar rumah, Niken melakukan latihan di tengah malam, dia seorang diri berlatih di malam hari dengan di temani cahaya bulan, sedangkan terlihat banyak keringat yang bercucuran membasahi wajahnya.
Hariyati penasaran dan menghmpirinya mungkin dia hanya ingin mengetahui kenapa niken berlatih di malam hari yang sangat dingin.
"Ah maaf suaraku membuatmu tidak bisa tidur dengan nyenyak" kata Niken sambil meminta maaf.
"Tidak kok........aku terbangun dari tidur dan aku tadi mau ke toilet tapi aku tidak tahu di mana toiletnya, saat aku berjalan menyusuri koridor aku terkejut melihatmu berlatih di malam hari" ucap Hariyati sambil tersenyum malu.
"Aku berlatih tiap ada kesempatan, karena aku ingin menjadi kuat dan akan aku ciptakan perdamaian bersama kalian semua" Jawab Niken dengan sangat yakin.
"Kenapa tubuhmu bermandikan keringat, padahal malam ini kan udaranya sangat dingin sekali" tanya Hariyati penasaran.
"Aku berlatih menggunakan gelang pemberat ini, beratnya satu gelang 25 kilo, jadi ke empat gelang ini beratnya 100 kilo" jawab Niken.
"Oh pantas saja kamu bisa memakai tangan robot, Altapi aku penasaran dengan gelang yang kamu pakai, apa aku boleh meminjamnya sebentar" pinta Hariyati penuh dengan rasa penasaran.
Niken merasa senang kalau ada tamannya yang ingin mencoba gelang ciptaannya, ketika Hariyati memegang dan mengangkat gelang milik Niken.
Tiba-tiba dia merasakan berat gelang dan sangat sulit untuk mengerakkan tanganya, namun dia merasa senang dan suka dengan gelang ciptaan Niken, tak lama gelang itu di pakai di pergelangan tangannya, lama-lama tubuhnya mengeluarkan keringat dingin yang bercucuran.
Hariyati mulai berlatih mengayunkan pedangnya.
"Hariyati kalau kamu suka dengan gelang itu, ambil saja karena aku punya banyak gelang yang seperti itu" ucap Niken dengan sangat senang.
"Benarkah apa aku boleh membawanya, karena aku ingin menjadi pengawal cahaya yang sangat kuat" jawab Hariyati.
"Kamu ikutlah denganku, aku akan tunjukkan semua gelang ciptaanku.
Sekalian akan aku tunjukkan toiletnya" ucap Niken terlihat sangat senang.
"Ah....Terima kasih banyak karena aku sudah menahannya dari tadi" jawab Hariyati dengan wajah merah.
Mereka berdua berjalan menuju toilet, mereka berjalan melewati kamar Hariyati, saat Niken berhenti di depan pintu yang berbeda dengan pintu kamar lainnya.
Ketika pintu itu di buka dia sangat terkejut melihat kamar mandi yang sangat besar dan indah, sedangkan toilet yang ada di depannya juga ruangannya sangat besar dan bersih, Hariyati menyuruh Niken untuk menunggu di luar karena perutnya sudah tidak kuat menahannya.
Setelah dia menunggu selama 15 menit Hariyati keluar dari kamar mandi, mereka berdua bergegas menuju kamar Niken, langkah kaki mereka berdua terdengar sangat nyaring karena di sana hanya ada mereka berdua yang sedang berjalan di koridor.
Langkah kaki mereka berdua berhenti setelah mereka tiba di depan sebuah pintu yang sangat besar.
Ketika pintu itu di buka di dalamnya terlihat sebuah tempat tidur, di tengah ruangan ada kolam air mancur yang penuh dengan ikan, serta pohon mawar menghiasi dindingnya, pemandangan dalam kamar tidur sangat indah sedangkan di dalam kamar itu juga ada kamar mandi dan toilet.
"Wah indah sekali kamar tidurmu semua serba mewah, kolam ikan juga ada kalau lapar kita tinggal memasaknya, kamar mandimu juga sangat mewah jangan-jangan kamu itu anak seorang Raja" kata Hariyati penuh kagum.
"Aku bukan anak seorang Raja tapi aku ini anak orang biasa, aku ini anak seorang profesor dan kamar ini akulah yang merenofasinya, kalau bosan aku bisa memandangi ikan apalagi pas waktu bangun tidur, aku suka sekali melihatnya , aku juga tidak punya pikiran untuk memakan ikan yang telah aku pelihara" jawab Niken.
"Aku tadi hanya bercanda, bajumu semuanya bagus-bagus pasti belinya sangat mahal" ucap Hariyati terlihat sangat kagum.
"Bajuku memang mahal tapi aku cepat bosan, aku lebih suka dengan baju pemberian Bagus, ini gelang yang aku maksut kamu tinggal pilih mana yang kamu suka" jawab Niken.
"Aku mau yang berwarna kuning, karena aku suka maka aku akan memakainya setiap hari" kata Hariyati.
"Wah kalau setiap hari aku rasa berlebihan, karena gelang itu bukan gelang sembarangan jadi di pakai saat berlatih saja" jawab Niken mengingatkan.
"Aku ingin menjadi kuat, waktu aku melakukan aktifitas apapun itu aku anggap latihan, karena aku ingin mencapai tujuanku" ucap Hariyati sangat percaya diri.
"..........Baiklah aku tidak akan memaksamu" jawab Niken.
__ADS_1