Satria Naga Legendaris

Satria Naga Legendaris
BANGKITNYA BENIH IBLIS


__ADS_3

Dita menghampiri Bagus, dia mengajukan diri untuk membantu menyerang markas Monster Lalat, tapi permintaannya Dita di tolak olehnya, dia pun bertanya kenapa dirinya tidak di perbolehkan ikut, semua itu dilakukannya karena manusia biasa tidak akan mampu melawan atau pun membunuh para Monster, seketika itu Dita menjadi sangat emosi.


"Kamu jangan meremehkan aku" ucap Dita dengan sangat marah.


"Aku tidak ingin kamu sebagai manusia biasa celaka" jawab Bagus.


"Apa kamu meremehkan kemampuanku, baiklah aku ingin bertanding melawanmu" ucap Dita tidak ingin dirinya di remehkan.


"Sudah-sudah anakku, kalau kamu tidak boleh ikut sebaiknya kamu tetap tinggal di sini, biarkan saja mereka yang menyerang para Monster Lalat" kata paduka Raja.


"Baik ayahanda aku tidak akan ikut, apa bila dia bisa mengalahkan aku dalam turnamen satu lawan satu" ucap Dita dengan pandangan serius.


Bagus dan yang lainya menjadi kaget, ketika mengetahui kalau Dita adalah seorang Putri Negeri ini.


Dia tidak mungkin bisa berhadapan dengan tuan putri, apa lagi dia seorang perempuan.


Chika sempat berpikir bagai mana kalau dia yang menjadi ratu Negeri Moderen bukan Dita.


"Maaf kalau aku melawan wanita aku tidak bisa, bagai mana kalau pengawalku saja yang berhadapan denganmu" jawab Bagus.


"Aku tidak mau" jawab Chika.


"Aku juga tidak mau" kata Niken ikut-ikutan.


"Aku juga menolak" jawab Hariyati.


"Kenapa kalian semua tidak mau membantuku" ucap Bagus terlihat sangat bingung.


Mereka bertiga menjawab dengan kompak "kalau harus melawan tuan putri kami tidak akan mau" Bagus yang mendengarnya menjadi lemas, dia hanya bisa menghela nafas panjang, mau tidak mau dia harus berhadapan dengan tuan Putri Dita.


Pada akhirnya mereka semua di pandu oleh Dita berjalan melalui lorong kerajaan yang sangat besar, perjalanan melewati lorong membuat mereka semua sangat penasaran, setelah 10 menit perjalanan mereka semua telah sampai di arena pertandingan.


Bagus terlihat gugup, akan tetapi dia mendapat dukungan dari teman-temannya, jadi mau bagai mana lagi dia harus menang.


"Lawan aku dengan seluruh kekuatanmu, bila kamu meremehkan kekuatanku maka kamu akan terluka" ucap Dita dengan pandangan serius.


"Tunggu.......bisakah kamu menyerah saja dari pada kita berdua bertanding" jawab Bagus dengan sangat ragu.


"Aku menyerah padamu.


Yang benar saja........aku harus menyerah tanpa bertanding dulu, kamu sangat meremehkanku walau aku seorang Putri, tapi dalam kamusku tidak ada kata menyerah" ucap Dita dengan sangat marah.


"Bu.....bukan begitu.........hanya saja" jawab Bagus masih berpikir lama.


Belum selesai berbicara Dita mulai berlari menyerang dengan pukulan dan tendangan, tapi Bagus bisa dengan mudah menghindarinya, dia masih menyerang Bagus dengan pukulan bertubi-tubi akan tetapi pukulan itu tidak ada satu pun yang mengenainya, Dita di buat jengkel olehnya.


kenapa semua seranganya tidak ada yang mengenainya, dia berlari memutari Bagus dengan sangat cepat, dia melancarkan pukulannya yang sangat kuat, akan tetapi pukulan itu berhasil di tahan dengan satu jarinya.


Kejadian itu membuat Dita menjadi kaget, padahal pukulan yang barusan dia keluarkan bisa menghancurkan batu yang sangat besar, Bagus pun sangat kagum dengan kekuatan dan kegigihannya.


Dita pun mulai menjauh dari Bagus, kali ini dia mulai serius akan mengunakan kekuatan penuhnya, Bagus pun kaget setelah melihat tubuh Dita mengeluarkan cahaya petir.


kaki, tangan serta tubuhnya di kelilingi oleh cahaya petir, walau petir itu sangat kecil, dia mulai tersenyum kecil melihat bagus yang terlihat kagum dengan kekuatan miliknya, kali ini Dita mulai menyerangnya dengan seluruh kekuatan yang dia miliki.


akan tetapi kecepatan Dita tidak bisa di ikuti oleh matanya, dalam sekejap Dita sudah berada di depannya, sebuah pukulan di lancarkan tepat mengenai perutnya, tubuh bagus pun seperti tersengat listrik dan tidak berselang lama dia merasa sedikit kesemutan.


Dita pun berdiri mendekati dan memandangi wajahnya yang terlihat sangat lucu, kedua telapak tangannya di tepukan ke bahu bagus, tak lama pun dia pun berteriak kesakitan ahhhhhh........, Dita mendekatkan wajahnya sangat dekat sekali ke wajah Bagus.


"Bagai mana kamu mengaku kalah, atau bila kamu mau aku akan ikut menjadi pengawalmu" ucap Dita menawarkan diri sebagai pengawal.


"Tunggu..... tunggu....kamu seorang putri tidak boleh menjadi para pengawal" ucap Chika dengan nada yang cukup tinggi.


"Kenapa aku tidak boleh menjadi pengawal" jawab Dita.

__ADS_1


"Pokoknya tidak boleh ya tidak boleh" kata Chika tidak memberi penjelasan.


"Kamu tidak bisa menjelaskan kenapa aku tidak boleh menjadi pengawal" ucap Dita terlihat sedikit sinis.


"Kalau kamu ingin menjadi pengawalnya, kamu harus bisa berciuman denganya sedikit lama" jawab Niken dengan serius.


"Apa kamu bilang aku harus berciuman dengan dia, mana mungkin aku mau karena aku baru saja mengenalnya" ucap Dita dengan nada tinggi.


"Sebaiknya kamu lupakan pemikiranmu tentang para pengawal seperti kami tuan Putri" kata Niken dengan sangat serius.


"Apa tidak ada cara lain untuk menjadi pengawal seperti kalian" jawab Dita agak kecewa.


Mereka bertiga menggelengkan kepala ke kiri dan ke kanan, jadi Dita tidak mungkin bisa memaksanya untuk menjadi pengawal Satria Naga Legendaris.


Dari arah belakang Bagus menepuk bahu Dita dengan santainya, kejadian itu membuatnya menjadi sedikit takut.


Dia sempat berpikir kenapa jurusnya tidak mempan terhadapnya, padahal tadi jurusnya bereaksi kepadanya tapi kenapa sekarang dia baik-baik saja.


Dita menyerangnya kembali dengan pukulan dan tendangan serta sengatan petir, semua serangan yang dia keluarkan tepat mengenainya seluruh badanya, akan tetapi bagus tidak bergeming sama sekali.


"Menyerahlah karena semua pukulanmu tidak terasa apa-apa bila mengenaiku" kata Bagus dengan tenang.


"Apa kamu bilang aku harus menyerah, lebih baik aku mati dari pada menyerah" ucap Dita dengan sangat marahnya.


Setelah mendengar kata-katanya bagus pun tersadar, walaupun dia seorang Putri kerajaan seharusnya dia tidak boleh berbicara seperti itu, karena ini hanyalah sebuah pertandingan.


akan tetapi Dita terbawa suasana, serta dia harus memikul beban yang sangat besar yang dia emban.


Sepintas Bagus pun sadar akan posisi Dita, sebagai seorang putri bila rakyatnya sedang di culik atau dalam bahaya maka dia akan segera bertindak, walaupun nyawa sebagai taruhannya.


Karena merasa jengkel Dita kembali menyerangnya dengan semua kekuatan yang dia miliki, sebuah pukulan di lapisi petir yang sangat kuat dilontarkan ke wajah bagus, dalam sekejap pukulanya berhasil di tahan olehnya dengan satu jari, Dita pun menjadi lemas karena kehabisan tenaga.


Dari jauh pertempuran mereka di awasi oleh tiga orang yang sangat misterius, mereka bertiga mengamati mereka semua dari pertama masuk Negeri Moderen.


"Baiklah aku menyerah karena aku tidak bisa mengalahkanmu" ucap Dita dengan sangat kesal.


"Terima kasih banyak, boleh aku bertanya sesuatu yang sangat penting" kata Dita.


"Katakan saja aku akan menjawabnya" ucap Bagus.


"Apa mereka bertiga adalah kekasihmu???" tanya Dita dengan sangat penasaran.


"Mereka semua adalah teman-temanku yang paling aku sayangi dan harus aku lindungi" kata bagus.


"Jadi mereka bukan kekasihmu setelah kamu mencium ke tiga gadis itu, aku kira mereka semua kekasihmu setelah menerima sebuah ciuman" ucap Dita dengan wajah kaget.


".........hehehe......iya seperti itu" jawab Bagus dengan wajah gugup.


"Kelihatanya salah satu di antara mereka ada yang kamu sukai, baik aku minta satu darimu ciumlah aku seperti kamu mencium mereka bertiga" kata Dita dengan sangat serius.


Setelah mendengar permintaan Dita yang tidak masuk akal, bagus pun menjadi shock di buatnya, walaupun Dita seorang Putri sekalipun.


Tiba-tiba mereka di kejutkan oleh hal yang tidak terduga tubuh Niken, Chika dan Hariyati mulai mengeluarkan cahaya putih terang, mereka bertiga sangat heran dan kaget melihatnya.


Tidak berselang lama cahaya putih itu meredup dan hilang, kondisi itu membuat mereka semua sangat terkejut, kenapa baju pengawal yang mereka kenakan berubah kembali ke kondisi semula, karena mereka bertiga telah kembali ke LV 1 maka kekuatanya juga turun dengan drastis.


Mereka bertiga sangat terkejut dan bertanya langsung kepada Bulan, kenapa dengan pakaian dan kekuatan mereka semua bisa kembali seperti semula.


"Kekuatan kalian bertiga sedang tertidur di dalam diri kalian, bila kalian semua ingin mengunakan kekuatan itu, salah satu dari kalian harus bisa membangkitkanya" kata Bulan.


"Bagai mana caranya kita bertiga bisa membangkitkanya, agar kami semua bisa menggunakan kekuatan itu dengan bebas" ucap Niken dengan sangat serius.


"Kalau untuk masalah itu hanya kalianlah yang bisa membangkitkanya, sedangkan aku tidak mengetahuinya" jawab Bulan dengan tenang.

__ADS_1


Mereka bertiga mulai sedikit lemas dengan jawaban yang keluar dari mulut Bulan, mau tidak mau mereka harus bertempur menggunakan kekuatan mereka yang sekarang.


Tidak lama terdengar suara dari jauh yang sangat keras"serahkan Negeri Moderen pada kami"mereka semua menjadi kaget setelah melihat ke arah suara itu berasal, ternyata di sana ada tiga orang yang memakai topeng sedang berjalan mendekatinya.


satu di antara mereka laki-laki bertubuh tinggi, sedang dua di antara mereka adalah wanita, satu dari mereka bertubuh pendek dan yang satunya bertubuh tinggi.


Mereka bertiga memakai jubah hitam panjang serta kerudungnya terbuka,


Chika yang menyadari kalau mereka bertiga mungkin ada hubunganya dengan pengendali Monster, dia pun mulai berpikir dengan sangat tenang.


Mereka menawarkan kesepakatan untuk bertempur satu lawan satu, sampai salah satu di antara mereka harus ada yang mati, bila mereka semua kalah maka Negeri ini harus di serahkan ke tangan mereka bertiga.


Dita menolak kalau harus menyerahkan Negeri ini kepada mereka bertiga, namun Bagus meyakinkannya kalau Negeri ini akan baik-baik saja.


Mereka bertiga memperkenalkan diri masing-masing, yang laki-laki bernama Yogi, sedangkan wanita tinggi bernama Ros, dan yang paling pendek bernama Hartanti.


Chika sangat heran, salah satu nama mereka ada yang hampir sama dengan nama temanya yang bernama Hariyati.


"Apa kalian manusia yang di kirim oleh Raja Monster Maikel" ucap Chika dengan semangat.


"Hahaha........kamu bilang kami bertiga ini Manusia, yang jelas kami bukan Manusia juga bukan Monster" jawab Yogi sambil tertawa.


"Kami bertiga memang berkerja pada Raja Monster Maikel, akan tetapi kami memiliki tuan yang telah kami hormati" kata Hartati dengan sangat tenang.


"Jadi kalian bertiga bawahan Raja Monster Maikel, Raja Monster yang telah menciptakan dunia yang sangat mencekam" ucap Dita dengan sangat marah.


"Dita biar aku yang akan membunuh mereka, jadi siapa yang akan mati di tanganku" kata Niken dengan tatapan tajam.


"Hihihi.......tatapanmu membuatku menjadi sangat ingin membunuhmu, ayo kita mulai pertarungan di antara kau dan aku siapa yang akan mati" jawab Hartati sambil tersenyum kecil.


Mereka berdua mulai memasang aba-aba untuk bertempur, dengan cepat Niken berlari ke arah lawannya dan melancarkan pukulan dan tendangan, tapi semua seranganya berhasil di hindari oleh lawanya.


Hartati membalas dengan mengayunkan kakinya ke atas dengan sangat cepat, tendangan itu mengenai dagu Niken hingga membuat tubuhnya melayang ke atas, tidak cukup sampai di situ lawanya melompat menghampirinya dengan sangat capat, dia melancarkan pukulan bertubi-tubi yang sangat kuat, serta yang terakhir adalah sebuah tendangan yang mengarah ke bawah.


Tendangan itu mengenai tepat di bagian perutnya, hingga tubuh Niken melesat jatuh ke bawah dan membentur lantai.


Benturan yang sangat keras membuat lantai hancur berserakan serta bunyi Dhummmmm...... yang sangat nyaring, Dita yang melihatnya cukup merinding, bila dia yang terkena serangan itu maka berakhirlah hidupnya.


Dari atas Hartati pun turun mendekati lantai yang hancur, di sana terlihat tubuh Niken yang terbaring lemas, ketika kakinya menyentuh lantai tiba-tiba Niken melancarkan serangan balasan.


Sebuah pukulan yang sangat kuat tepat mengenai wajah lawanya, hingga topeng yang dia pakai menjadi retak serta tubuh Hartati terlempar cukup jauh terguling-guling di atas lantai.


Belum cukup puas Niken berlari dan melesat dengan sangat cepat, sebuah pukulan yang sangat kuat menghantam perut Hartati, hingga mulutnya mengeluarkan darah segar, serta lantainya pun hancur dan berlubang.


Dita terkejut di buatnya, ternyata pengawal Satria Naga Legendaris sangat kuat, dia sempat berpikir, kalau saja dia menjadi salah satu di antara mereka.


Sedang dari jauh Joko, Agung dan Monster air memantau pertarungan mereka berdua, sekuat apa beni iblis yang di tanamkan pada hewan yang mereka temui.


Niken memegang jubah yang di pakai Hartati, dia mengangkatnya ke atas akan tetapi Niken sangat terkejut melihat wajah lawannya, Hartati memberontak dan mengunakan kedua kakinya untuk melepaskan diri.


Sebelum lawanya lepas dia melemparkan tubuhnya ke atas, tubuh Hartati pun melayang ke atas dan ketika tubuhnya terjatuh ke tanah, Niken melayangkan tendangan tepat mengenai perutnya hingga tubuhnya melesat hingga membentur dinding.


Tubuh Hartati jatuh ke lantai dengan kondisi terkulai lemas.


"HAHAHAHAHahahahaha kamu hebat juga Niken pengawal Tanah, tapi kami masih belum kalah, hari ini adalah hari sepesial di tempat ini nyawamu akan melayang di tangan teman kami" ucap Yogi dengan sangat serius.


Dari jauh tubuh Hartati mulai bangkit, dia mulai melepas jubah hitam miliknya, mereka semua kaget dan juga merasa heran, dia bukan Monster dan juga bukan Manusia, dia adalah hewan iblis yang baru saja di bangkitkan dari tidurnya.


Wajahnya seperti anak Manusia akan tetapi dia memiliki taring yang sangat tajam, telinga lancip seperti kucing, serta bola matanya seperti hewan yang haus akan membunuh, dia memakai baju putih dengan terusan rok pendek di atas lutut.


Niken tersenyum lebar setelah melihat lawanya yang akan menyerangnya kembali, Bagus dan yang lainya merasa kaget apalagi Dita, dia baru pertama kali melihat iblis yang telah bangkit kembali dari alam bawah.


"Kamu hebat juga bisa mendesakku sampai sejauh ini, tapi kali ini aku akan mulai serius untuk membunuhmu" ucap Hartati.

__ADS_1


"Coba saja kalau kamu bisa, dari tadi aku juga masih belum serius melawanmu" jawab Niken mengingatkan lawanya.


"Menarik sekali ucapanmu, mari kita buktikan siapa yang akan mati kamu atau aku" ucap Hartati menantang.


__ADS_2