
Kami Semua melangkah masuk ke dalam Pesawat dan melambaikan Tangan ke Para Penduduk, ketika Mereka selesai melambaikan Tangan. Mereka Semua bergantian berubah ke bentuk LV1.
Mereka Semua terkejut dengan batas dari kekuatannya LV sempurna yang sangat singkat, Niken beramsumsi kalau kekuatan LV Sempurna ada batasnya, jadi Mereka tidak boleh menggunakan kekuatan LV sempurna dengan sesuka hati Mereka.
Sedangkan Linda masih diposisi LV sempurna, kali ini Niken masih mengamatinya dengan seksama, dari awal Linda berciuman dan sampai sekarang masih kurang dari 5 menit, ketika Waktu menunjukkan Waktu 5 menit kurang, sekarang Niken melakukan perhitungan mundur.
5,4,3,2,1 Tiba-tiba Tubuh Linda bercahaya dan kembali ke LV1. jadi kesimpulan yang dikatakan Niken memang benar kekuatan itu hanya bertahan selama 1 jam.
Mereka Semua tidak mempermasalahkan kekuatan itu, yang terpenting Mereka Semua harus bekerja sama untuk megancurkan Monster jahat, dengan penuh semangat Mereka akan menyelamatkan Dimensi Cahaya dari Kehancuran.
Keberangkatan Kami membuat Para Penduduk Peri tersenyuman dan tangis bahagia, tidak lama pintu Pesawat tertutup dengan Perlahan-lahan, Sehingga menimbulkan Suara ceeesssssss......... Suara itu diiringgi oleh asap yang sangat banyak.
Setelah pintu utama tertutup sepenuhnya, disusul pintu yang sangat besar pun ikut tertutup dengan Perlahan, setelah pintu tertutup mesin Pesawat pun mengeluarkan Angin yang sangat kencang.
Sehingga membuat debu berterbangan kesana dan kemari, Para Penduduk mulai berteriak dengan sangat keras, Hingga Suaranya terdengar sampai didalam Pesawat.
"Teman-teman apa Kalian Semua mendengar teriakan dari Para Penduduk???" Kata Linda dengan sangat keras.
"Benar Para Penduduk memberi Kita Semua semangat, Aku tidak akan membiarkan semangat Mereka hilang Gara-gara Monster yang haus akan kekuatan" jawab Niken.
"Aku pun juga demikian, akan Aku musnahkan Semua Monster yang berani menganggu umat Manusia" ucap Chika dengan sangat serius.
"Chika tumben cara bicaramu seperti orang dewasa" ejek Putri sambil tersenyum.
"Memangnya tidak boleh, Aku ini sudah dewasa apa Kamu pikir Aku ini masih anak-anak seperti Dirimu" jawab Chika membalikkan perkataanya.
"Hahahhaha Chika jadi Marah, kalau seperti ini Kamu persis seperti anak Kecil" ucap Putri.
__ADS_1
"Apa kamu bilang barusan. Awas ya Aku beri Kamu pelajaran, biar Kamu tahu siapa Diriku yang sebenarnya" jawab Chika dengan sedikit kesal.
"Coba saja Kamu tangkap Aku kalau Kamu bisa" kata Putri sambil mengejeknya.
Mereka Berdua dari dulu sampai sekarang tidak bisa akur, Sehingga membuat Teman-temannya menjadi bingung, namun Aku hanya tersenyum melihat kelakuan Chika dan Putri.
Kali ini Hariyati dan Niken menjadi bingung setelah melihat Aku yang sedang tersenyum, setelah melihat pertengkaran Mereka Berdua. Namun Aku cuma mengatakan satu kata, biarkan saja Mereka Berdua seperti itu.
Awalnya Hariyati dan Niken menjadi sedikit bingung dengan ucapanku, tetapi tidak berapa lama Mereka Berdua baru sadar, sedangkan Miya sangat ketakutan melihat tingkah laku Chika dan Putri.
Keringat dingin keluar dari Wajah Miya, namun Linda menenangkan Miya agar tidak boleh takut, Chika dan Putri menoleh ke arah Miya dan Linda.
Setelah melihat kejadian itu Mereka Berdua menghampirinya dan meminta maaf kepada Miya. setelah Mereka Berdua meminta maaf Miya kembali tersenyum.
Perjalanan Kami Semua sudah dimulai, keberangkatan Kami telah memberi harapan baru bagi Penduduk Negeri Peri, setelah Pesawat Terbang pergi dari Negeri Peri dan menuju ke Gunung. Jarak antara Gunung dan Negeri Peri sejauh 1.000 kilometer, Aku dan Teman-temanku sudah tidak sabar untuk sampai di Gunung, tempat dimana Monster yang sangat kuat sedang berada.
"Aku menjadi penasaran sekali, Monster apa yang telah membuat Para Burung menjadi sangat ketakutan" ucap Chika dengan sangat penasaran.
"Baik Kami mengerti sayang, Aku akan berhati-hati bila melawannya" kata Mereka Semua dengan sangat bersemangat.
Dibawah kaki Gunung ada hutan yang sangat rimbun, sepertinya terlihat sosok Monster yang sangat menakutkan, Lidah yang sangat besar dan panjang, serta Air liur yang sangat banyak mulai menetes membasahi Tanah.
Disamping Monster terlihat sesosok Gadis berusia 16 Tahun, Dia memakai baju berwarna Putih serta memakai rok berwarna berwarna Merah, Mereka Berdua terlihat sedang bermain-main dengan rasa senang dan gembira.
"Teman sepertinya Kita kedatangan tamu dari atas, Kita tidak tahu tujuan Mereka kemari, sebab tadi malam Aku merasakan kehadiran seseorang, entah Dia Manusia atau Monster. Mungkin Dia memiliki kekuatan yang sangat besar, namun Dia hilang tanpa jejak" ucap Sintia dengan sangat hati-hati.
"Baiklah Nona..... Kamu jangan khawatir, Aku akan mengawasi Mereka secara diam-diam, bila diperlukan Aku akan membunuh Mereka" jawab Monster Katak sambil menatap tajam.
__ADS_1
"Baiklah berhati-hatilah jangan sampai Kamu ketahuan oleh Mereka" pinta Sintia.
"Baiklah Aku mengerti" jawab Monster Katak.
Monster Katak sedang menundukkan Kepalanya kepada seorang Gadis, sepertinya Gadis itu pimpinan dari Para Monster.
Sementara Ditempat lain seperti Kota yang telah ditinggal oleh Para Penduduknya, sedangkan Kota itu disebut-sebut oleh Para Penduduk sebagai Kota mati, kondisi Ratu Kegelapan sedang diobati dan dirawat oleh Dino.
"Kenapa kamu menolongku????" Tanya Dinda.
"Aku hanya ingin Dirimu tidak celaka, kalau Kamu sampai mati maka Aku akan dimarahi Raja Naga Kegelapan, semua ini adalah perintah beliau Agar Aku membantumu, dan Aku akan pertaruhkan nyawahku untuk melindungimu Ratu" jawab Dino sambil memberi hormat.
"Ternyata Mereka Semua sudah bertambah kuat, Kalau lukaku sudah sembuh. Aku akan bikin perhitungan denganmu Chika" ucap Dinda terlihat sangat Marah.
"Aku tidak akan membiarkan anda bertindak gegabah, karena Raja Naga Kegelapan akan membantu Kita, jadi Kita harus bersabar dulu" jawab Dino.
"Apa Raja sudah tidak percaya lagi dengan kekuatanku" ucap Dinda dengan sedikit kesal.
"Raja sangat menghawatirkan Dirimu, Aku hanya ingin mengingatkanmu saja, kalau Gadis yang bernama Chika memiliki Jurus yang sangat mematikan. Yang terpenting anda harus menyembuhkan luka-luka terlebih dulu, baru Kita bikin perhitungan dengan Satria Naga dan Para pengawalnya. Tetapi ingat Pemuda yang mengaku sebagai Satria Naga, Dia memiliki kekuatan yang sangat besar, namun kekuatan itu sedang bersembunyi didalam Tubuhnya" jawab Dino.
"Apa betul yang Kamu katakan, kalau Dia sedang menyembunyikan kekuatannya sebesar itu, maka kita harus bertindak Hati-hati kalau melawannya" ucap Dinda dengan tenang.
"Aku mengerti Ratu, biarkan Teman-temanku yang akan membunuh Mereka, Kalian Semua keluarlah dan beri hormat untuk Tuan Putri Kita" perintah Dino.
"Kalian Berlima akan membantuku menghancurkan Satria Naga, dan bawalah kemari Gadis Api yang ikut bersamanya. Monster Ayam, Monster Karet, Monster Es, Monster Api dan Kamu Serigala Petir" perintah Dinda dengan sangat cepat.
"Baik Tuan Putri....... Kami akan menghancurkan Mereka Semua, Satria Naga bersama Para pengawalnya" jawab Mereka Semua dengan sangat kompak.
__ADS_1
"Kalian jangan mengecewakan Aku......sekarang laksanakan tugas Kalian" ucap Dinda.
Setelah Dinda memberi perintah pada kelima Monster, tidak berselang lama Kelimanya langsung menghilang, sedangkan Dino masih merawat luka-luka Temannya.