Satria Naga Legendaris

Satria Naga Legendaris
JURUS YANG SANGAT BERBAHAYA


__ADS_3

Chika pun tersenyum dengan sangat lebar. sedangkan Hariyati dan Niken sangat kaget dengan kehadiran Chika, Mereka Berdua dibuat heran. Kenapa Dia memaksakan lagi dengan menggunakan Jurus Lubang Hitam, namun didalam hatinya tidak ada pilihan lain selain menggunakan Jurus andalannya.


Ketika Asap Hitam mulai meredah, disana terlihat Tubuh Dinda penuh dengan luka-luka, terlihat raut Wajah yang mengandung kebencian yang sangat mendalam.


"Kurang ajar....... Tubuhku jadi babak belur seperti ini, Aku tidak boleh meremehkan pengawal Elemen Kegelapan, Kalau Aku menggunakan Pedang Suci Kehancuran Tubuhku bisa terkena untuk yang Kedua kalinya" ucap Dinda sambil menggerutu.


Tidak berselang lama muncullah Bola berwarna Merah menghampiri Dinda dengan sangat cepat, dalam hitungan detik Bola itu berubah menjadi Monster Semut Hitam besar, kejadian itu membuat Satria Naga dan yang lainya menjadi terkejut, dari mana datangnya Monster itu.


"Ratu biarkan Aku saja yang menghadapi Mereka Semua, akan Aku bunuh pengawal Elemen Kegelapan itu untukmu, Anda pergi saja dari sini. Biar Aku yang akan membawa mayat Gadis itu untuk Anda.


"Baiklah tapi ingat bila Kamu belum mendapatkan Gadis itu, Kamu jangan kembali kehadapanku" kata Dinda terlihat sangat serius.


"Baik Ratu Aku tidak akan mengecewakan anda" jawab Monster Semut.


Sementara Chika merasa sangat senang dengan kondisi yang dialami oleh Lawannya, luka yang cukup parah dialami oleh Dinda, membuat Hariyati dan Niken merasa sedikit senang, Dinda pun mulai tertawa sambil melihat Satria Naga dan Ketiga pengawalnya.


"Kalian Semua akan Aku hancurkan, terutama Kamu Satria Naga dan Terimakasih Kamu telah memberi Aku kekuatan Kegelapan.


"Bukan Aku yang memberimu kekuatan Kegelapan, kekuatan Kegelapanlah yang telah memilihmu" ucap Satria Naga Legendaris.


"Oh apa benar seperti itu, jadi pengawal Kegelapan yang bernama Chika akan bernasip sama sepertiku, Dia akan membunuhmu suatu saat nanti hahahahahaha......" Kata Dinda sambil tertawa terbahak-bahak.


"Tutup mulutmu Wanita tidak tahu balas Budi, terimalah ini Cahaya Bulan sabit haaaa....." Teriak Chika dengan sangat keras.


Dengan sangat cepat Chika menganti Bola Kegelapan Dengan Bola Tanah, Dia pun mengeluarkan Jurus Bulan sabit yang sangat besar, tetapi Dinda malah tersenyum dan mengeluarkan Bola berwarna Merah, Linda pun kaget melihat Bola Merah yang dikeluarkan oleh Dinda, Dia berpikir mungkin itu Bola Elemen Api milik Chika.


Tak lama Bola berwarna Merah dimakan oleh Tubuh Monster Semut, tidak berselang lama Cahaya berwarna Merah keluar dari Tubuh Monster Semut dan mengitari Tubuhnya.


Cahaya Bulan sabit itu ditepis oleh Dinda dengan Tangan kanannya, sehingga jurus itu membentur Batu yang sangat besar, Ledakan besar pun terjadi dengan sangat keras Dhuuuuaaaarrr........., Chika pun terkejut dengan kekuatan yang dimiliki oleh Dinda.


"Sekarang Lawan Kalian adalah Aku, Satria Naga dan Ketiga pengawalnya akan Aku makan Kalian Semua, dan akan Aku koyak Tubuh Kalian sampai hancur.

__ADS_1


"Hei Monster jelek Kamu ingin memakan Kami Semua, jangan harap Kamu bisa memakanku" teriak Chika dengan sangat Marah.


"Ratu sebaiknya anda pergi dari sini dan sembuhkanlah luka-lukamu" ucap Monster Semut.


"Kalian Semua berhati-hatilah dengan Monster yang satu ini, Dia bukan Monster sembarangan" ucap Hariyati.


"Monster itu bisa melelehkan Semua Kota dalam sekejap" kata Chika.


"Kamu pintar juga, tapi Kalian tidak akan selamat dari targetku" kata Monster Semut.


Mereka Semua bertindak waspada dengan cairan yang akan dikeluarkan untuk menyerang, Monster Semut menyerang dengan cairan miliknya yang berwarna Hijau ke arahku, namun dengan cepat Aku menghindarinya, tidak cuma aku yang diserang olehnya, bahkan Para Penduduk Negeri Peri pun ikut diserang.


Hariyati dan Niken khawatir dengan serangan itu, namun dengan sangat cepat Aku mengeluarkan pelindung yang sangat besar, pelindung itu berhasil melindungi Para Penduduk Peri, dari cairan pelebur yang berwarna Hijau.


Hariyati berlari menyerang Monster Semut dengan Jurus Pisau Cahaya, namun ketika Jurus Pisau Cahaya mengenai Tubuh Monster Semut, Hariyati dibuat kaget karena Tubuhnya tidak tergores sedikit pun.


"Apa cuma seperti itu Jurus yang Kamu punya, ternyata Kalian Para pengawal Satria Naga sangatlah lemah hahahaha...." Ucap Monster Semut sambil tertawa terbahak-bahak.


"Ayo kita serang Dia bersama-sama, siapa tahu Dia akan bisa dimusnahkan dengan sangat mudah" jawab Niken dengan sangat serius.


"Kalian melupakan Aku ya, tidak apa-apa kalau Aku tidak dianggap" ucap Chika terlihat sangat kesal.


"Maafkan Kami, bukan maksut Kami melupakanmu, sebaiknya Kita bertiga menyerang Monster Semut bersamaan" jawab Mereka Berdua.


"Kamu pikir Kalian bertiga bisa mengalahkanku" kata Monster Semut.


Hariyati, Chika dan Niken. Tubuh mereka bertiga mengeluarkan aura Putih yang sangat kuat, ketika aura Putih itu keluar terjadilah guncangan yang sangat hebat dan hembusan Angin yang sangat kencang.


Monster Semut terlihat sangat panik, Dia berpikir mungkin yang Mereka bertiga keluarkan itu adalah Jurus yang sangat hebat, terbukti dengan guncangan yang sangat kuat Mereka keluarkan.


"Gila Mereka akan mengeluarkan Jurus yang sangat kuat, Aku tidak boleh kalah dari ke tiga pengawal Satria Naga. Serangan Lava membara hancurlah Kalian bertiga dengan Jurus terhebatku" teriak Monster Semut.

__ADS_1


Diatas Kepala Monster Semut muncul Bola Lava yang sangat kecil, namun lama kelamaan Bola Lava itu bertambah besar, Chika, Hariyati dan Niken sangat terkejut dengan Jurus milik Monster Semut.


Namun Mereka bertiga tidak merasa gentar sebelum Monster Semut berhasil dikalahkan, Mereka bertiga mulai mengeluarkan Bola Cahaya yang sangat besar, bahkan Bola yang itu jauh lebih besar dari Bola Lava milik Monster Semut.


Ketika ketiga Jurus itu sudah mencapai puncaknya, Mereka bertiga menembakkan Bola Cahaya masing-masing ke arahnya, kecepatan dan daya rusak Bola Cahaya sangatlah hebat, tidak lama Bola Cahaya bersatu dan menjadi sangat besar.


Terbukti ketika Bola Cahaya melesat ke arahnya, Tanah yang telah dilewatinya menjadi hancur, tapi Monster Semut malah tersenyum melihatnya.


Monster Semut juga tidak mau kalah, Dia juga menembakkan Jurus Lava miliknya ke arah Bola Cahaya.


Tanah yang dilewatinya pun meleleh dan terasa panas sekali, Mereka semua yakin kalau Jurus baru Mereka bisa mengalahkan Monster Semut. Ketika Kedua Jurus saling berbenturan, terjadilah guncangan yang sangat hebat, Tanah dan Batu beterbangan dan tidak lama Batu dan Tanah terbakar menjadi Api, Para Penduduk Negeri Peri merasa sangat khawatir kalau Kota Mereka akan lenyap oleh Api Lava yang bisa melelehkan Tanah.


Hariyati dan Niken merasa sangat panik dengan Jurus baru Mereka, bila Bola Cahaya berbenturan dengan Api, maka Kedua Jurus itu akan merusak apa yang ada disekitarnya.


"Hahahaha......bagai mana kalau Kita hancurkan Kota ini bersama-sama. Lihatlah Negeri Peri ini akan Aku hancurkan Hingga tidak tersisa sedikitpun" ucap Monster Semut sambil tertawa terbahak-bahak.


"Sialan kenapa jadi seperti ini" ucap Niken terlihat sangat menyesal.


"Monster Semut sangat merepotkan sekali, kalau seperti ini maka Negeri Peri bisa hancur lebur" kata Hariyati dengan sangat khawatir.


"Kalian Berdua jangan khawatir Aku akan menangani masalah ini" jawab Chika dengan penuh percaya diri.


"Chika biar Aku yang membantumu" ucapku menawarkan Diri.


"Tidak perlu, Aku sendiri saja sudah bisa mengatasinya sayang" jawab Chika.


"Nanti Kamu mengulangi lagi, kejadian 2 Tahun lalu" kata Hariyati merasa sangat khawatir.


"Iya Bagai mana Kamu bisa meremehkan Jurus yang sangat dahsyat itu sendirian, dari pada Kamu mati untuk yang Kedua kalinya, sebaiknya Kita berempat menghentikan Jurus itu" ucap Niken.


"Kalian Berdua lihat saja, karena Aku tidak akan mati untuk yang Kedua kalinya, karena Aku yang sekarang abadi" jawab Chika dengan penuh percaya diri.

__ADS_1


Kami Semua dibuat kaget dengan kata-kata yang diucapkan oleh Chika, tetapi Kami sudah mengerti karena Chika telah mandi Darah Naga Suci.


__ADS_2