Satria Naga Legendaris

Satria Naga Legendaris
KETAKUTAN PADA HANTU


__ADS_3

Dengan sekali ayun ketua bandit roboh tidak bernyawa dan bersimpa darah, sedangkan Dita masih shock dengan kejadian yang telah menimpah dirinya.


Chika menghilangkan pedang kegelapan dan menghampiri Dita, dia mengajak Dita untuk segera bangkit dan menolong para penduduk yang berada di dalam jeruji besi.


Namun kondisi Dita masih tetap sama, pandanganya kosong, kejadian itu membuat Chika hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala, tetapi Niken mendekatinya dan mengatakan sesuatu yang bisa membuat Dita kembali sadar.


"Bagus sedang melihatmu yang sedang shock" ucap Niken dengan pelan.


Setelah mendengar nama Bagus Dita langsung tersadar, kali ini Chika menjadi sangat cemburu, karena Dita adalah seorang Putri Raja, jadi dirinya tidak bisa seenaknya sendiri.


Sedangkan para tahanan yang melihat kejadian itu merasa sangat senang dan juga takut, mereka semua membuka pintu jeruji besi dan membawa mereka keluar dari tempat itu.


Wajah penuh dengan harapan dari semua orang terlihat jelas di mata mereka semua, dia merasa sangat senang bisa melihat para penduduknya yang telah di culik oleh Monster Lalat berhasil di selamatkan.


Para penduduk sangat berterima kasih kepada mereka semua terutama kepada tuan Putri Dita,


Dita memberi usulan untuk menghancurkan tempat itu dengan bantuan Niken, karena mereka para bandit yang sangat kejam dan mereka juga telah bersekongkol untuk menculik para warga dan di jadikan budak.


Mau tidak mau Niken menuruti semua perintah dari putri Dita, karena suatu saat mereka bisa saja melakukan penyerangan di Negeri Moderen.


Dengan kekuatan tanah milik Niken bangunan itu di hancurkan dengan pukulan tanah, tidak butuh waktu lama bangunan itu sudah rata dengan tanah.


Mereka semua pun membagi tugas, Putri Dita mengawal para penduduk untuk kembali ke Negeri Moderen, sedang untuk Hariyati, Niken dan Chika meneruskan perjalan masuk ke dalam hutan.


Kali ini Chika terlihat sangat tergesa-gesa, mereka bertiga telah memasuki hutan dan sudah cukup jauh, langkah kaki mereka berdua terhenti ketika melihat banyak sosok yang memakai baju putih, kali ini bulu kuduk Chika dan Niken pun berdiri, mereka terlihat sangat ketakutan setelah melihat banyak sosok hantu wanita berambut panjang.

__ADS_1


Wajah hantu itu hancur dan wajahnya di penuhi oleh darah, matanya melotot keluar seakan mau lepas dari tempatnya, kedua tanganya mengeluarkan darah, tangan kirinya putus sedangkan tangan kanannya robek dan hampir lepas, kaki yang di penuhi luka-luka membuat Hariyati merasa sangat kasihan kepada mereka.


Kaki mereka berdua merinding dan tidak bisa di gerakan, mata mereka berdua terlihat pucat setelah salah satu dari arwah penasaran mendekat, kali ini Niken dan Chika jatuh duduk di atas tanah sambil berpelukan.


"He.....hei..... per.....gi......lah......... kalian dari....... si......ni......" Ucap Chika terlihat sangat ketakutan sekali.


"Sudah aku bilang kan, kalau di dalam hutan ini banyak arwah penasaran, seandainya hanya kita berdua yang ada di sini, kita berdua bisa mati kaku" kata Niken sambil ketakutan.


'Iya maafkan aku, Hariyati kumohon usir mereka semua dari sini" teriak Chika cukup keras.


Di sana Hariyati terlihat sangat tenang karena dia tidak takut sama sekali dengan hantu, dia mulai berinteraksi namun hantu itu sangat tertarik dengan gadis berkepang dua, namun Chika malah menjadi sangat ketakutan karena namanya di sebut-sebut olehnya, karena sangat ketakutan akhirnya Chika dan Niken pun kencing di celana.


Wajah mereka menjadi pucat pasi dan menyuruh temanya untuk mengusir secepatnya, karena mereka berdua sudah tidak tahan dan rasanya ingin pingsan.


"Kamu sudah lihat kan, kalau kedua temanku takut pada hantu seperti kalian, katakan apa yang membuatmu mati penasaran di sini, mungkin aku bisa membantu kalian semua" ucap Hariyati dengan sangat penasaran.


"Kalau masalah itu aku bisa membantu kalian semua untuk pergi ke surga dengan tenang, tetapi kalian semua harus ikhlas" kata Hariyati.


"Kalau untuk ikhlas kurasa mereka semua cukup berat, selama ada Monster Lalat dan para bandit yang masih hidup"


"Kalian semua jangan khawatir karena kami para pengawal Satria Naga Legendaris akan membunuh semua Monster lalat yang ada di hutan ini, serta menyingkirkan para bandit yang masih tersisa" ucap Hariyati.


Mereka pun terdiam sejenak, setelah mendengar nama Satria Naga Legendaris, mereka semua akhirnya mau dan ikhlas untuk di doakan, kali ini Hariyati mengunakan jurus yang di ajarkan oleh gurunya, dia mengangkat kedua tangan setinggi bahu dan mengucapkan kata JURUS PENSUCIAN.


Tidak berselang lama kedua telapak tangan Hariyati mengeluarkan cahaya putih terang serta hangat, cahaya itu mulai menyebar ke seluruh area yang di penuhi oleh hantu penasaran.

__ADS_1


Hantu yang minta tolong tadi tubuhnya mulai bercahaya, sebelum dirinya pergi ke surga dia terbang menghampiri Chika dan Niken, dia mengatakan kepada mereka berdua untuk berhati-hati dan mengucapkan terima kasih, tetapi mereka berdua malah pingsan di buatnya.


Dia pun mulai kembali ke teman-temannya, tubuh mereka yang sudah hancur kembali seperti sedia kala, mereka semua mengucapkan terima kasih dan menghilang, mereka pun menjadi butiran cahaya dan terbang bebas ke langit.


Setelah mendoakan mereka semua dia menghampiri mereka berdua, Hariyati menjadi kaget melihat mereka berdua telah pingsan, kali ini momen yang sangat memalukan bagi dua pengawal ngompol di celana.


Mau tidak mau dia harus menunggu kedua temannya sadar.


Sementara di gurun kematian, Raja Monster Maikel sedang memandangi jantung Iblis yang di ambil dari tubuh Pohon Iblis Kematian, yang di tawarkan oleh raja Iblis Joko, sebelum pergi dia berpesan gunakan itu pada saat genting saja,


Dari arah depan Monster air menyuruh Rajanya untuk bersikap tenang, karena kelima temanya sudah siap untuk membunuh mereka semua.


Mendengar perkataan bawahnya Raja Monster Maikel pun menjadi sangat tenang, dia kembali duduk di tempat singgahsananya.


Kali ini Monster Air kembali keluar dari ruangan, dia kembali untuk memantau perkembangan Monster Lalat yang sudah bersatu dengan benih Iblis.


Sedangkan Raja Monster Maikel melihat layar sihir yang ada di depannya, dia berpikir layar sihir buatan Joko menang hebat.


Sementara di Negeri Moderen, Linda terlihat mondar-mandir seperti orang kebanyakan jengot, kali ini Putri juga hilang.


Kalau bagus sampai tahu dia bisa saja marah kepadanya, kali ini dia pun terlihat bingung kepada teman yang lain dan juga Putri.


Linda pun menangis karena dia tidak bisa berbuat apa-apa, dari arah belakang munculah Putri yang telah menggunakan jurus teleportasi, dia mengendap-endap mendekati Linda dan menepukan jari telunjuknya ke bahunya, ketika Linda menoleh Putri memasang wajah aneh, sontak saja Linda menjadi ketakutan setengah mati, matanya menjadi bulat putih serta nafasnya terengah-engah.


"Dasar Putri bodoh kenapa kamu muncul tiba-tiba dan mengatakan aku, kalau seperti ini aku bisa mati tahu" teriak Linda dengan raut wajah kesal.

__ADS_1


"Hehehehe...... maaf-maaf aku hanya bercanda, jangan di masukan ke hati ya, kamu nanti bisa cepat tua loh" ucap ucap Putri sambil tersenyum.


Kali ini wajah Linda terlihat begitu cemberut, tetapi putri melihatnya dengan senyuman lebar, tidak lama kemudian mereka berdua pun tertawa bersama.


__ADS_2