
Kali ini Hartati berlari dengan sangat cepat ke arah Niken, tangan yang mengeluarkan cakar mulai menyerangnya dengan sangat cepat.
Namun seranganya berhasil di hindari olehnya, tidak cukup sampai di sana Hartati mengeluarkan jurus cakar maut, cakar berbentuk cahaya merah menerjang tubuh Niken dengan telak, ledakan pun terjadi dengan sangat hebat.
Awan hitam menutupi tubuh Niken yang terkena ledakan, di sana terlihat tubuhnya melayang keluar dari kepulan debu hitam dan jatuh ke lantai.
Hartati sekali lagi melancarkan jurus cakar maut ke arah Niken dengan sangat cepat, tanpa bisa menghindar tubuhnya terkena terjangan cakar maut, hingga terjadi ledakan serta guncangan yang sangat hebat, debu hitam menutupi tempat di mana Niken terbaring.
Dita sangat panik melihat iblis yang di lawan Niken, iblis itu sangat kuat apa mungkin dia sudah di kalahkan dengan mudah, tidak berselang lama sebuah batu melesat dengan sangat cepat mengenai wajah hartati.
Dia sangat marah ketika dirinya tiba-tiba dilempar batu oleh lawanya, dia pun berlari menghampiri debu hitam.
Setelah langkah kakinya hampir mendekat dengan debu hitam, disana Niken pun keluar dan menyerang dengan kekuatan penuh.
Sebuah tangan robot yang sangat besar, Niken melesat dengan sangat cepat menghantam perutnya, pukulan yang sangant kuat membuat lawanya melesat ke atas.
Dari mulut Hartati mengeluarkan darah yang cukup banyak, tubuhnya melayang cukup tinggi, dari kepulan debu hitam Niken pun melompat ke atas.
Dia memukul perut dan wajah lawanya bertubi-tubi hingga darah mengenai pipi Niken, di rasa seranganya belum cukup dia memukul bahunya dari atas menggunakan ke dua tangan robot secara bersamaan.
Tubuh Hartati melesat dengan cepat membentur lantai, sehingga lantai yang terkena terjangan hancur dan terdengar suara DHUUARRRrrr....
Suara yang cukup keras mengema di sekitar ruangan, di sana Niken pun berhasil mendarat dengan sempurna.
"Dita maaf ya lantai pertandingannya menjadi hancur" kata Niken sambil tersenyum kecil.
"Tidak apa-apa, nanti lantainya bisa di perbaiki, yang terpenting bunuh iblis itu dan jangan beri dia ampun" jawab Dita dengan memberi semangat.
"Siap laksanakan tuan Putri" kata Niken memberi hormat.
Dita hanya tersenyum melihat Niken sangat bersemangat, dia memandangi kepulan debu hitam yang sedang membumbung tinggi dan melebar.
Dari dalam debu terlihat sosok yang sedang berdiri sempoyongan, ketika debu hitam menghilang sepenuhnya, di sana terlihat tubuh Hartati penuh dengan luka-luka.
Dari raut wajahnya dia menjadi sangat marah, kedua matanya melotot serta dari mulutnya mengeluarkan suara geraman, dia berdiri dengan kondisi badan yang terlihat sempoyongan.
"Akan aku membunuhmu Niken" kata Hartati sambil berteriak cukup keras.
"Heh.....kamu mau membunuhku???
Lihat saja kondisi tubuhmu sudah sempoyongan, sebaiknya akan aku akhiri secepatnya" jawab Niken mengejeknya.
Dari jauh terlihat Joko mengatakan kepada Monster Air, kalau pertunjukannya baru saja akan di mulai, sedangkan Agung hanya diam membisu, Monster Air hanya melihat sampai di mana kekuatan dari benih iblis.
"Mereka bertiga adalah Sempel yang aku buat khusus buatmu pelanggan baru, semoga kita bisa terus bertrangsaksi" ucap Joko sangat meyakinkan.
"Aku rasa kamu membuat mereka sudah tujuh hari, kamu tidak akan bisa membohongi aku" kata Monster Air mengingatkan.
"Hihihi.....kamu sangat pintar sekali, pantas saja kamu di juluki sebagai Monster yang sangat jenius, tapi lihatlah kekuatan dari benih iblisku yang sesunguhnya" teriak Joko sedikit keras.
"Ayah kalau berbicara bisa kecilkan suara, nanti kita bertiga bisa ketahuan" kata Agung mengingatkan.
"Hihihi......maafkan Ayah, karena Ayah sangat terbawah suasana" jawab Joko.
Sedang suasana di Kota Randu semakin berkembang, di sana terlihat sangat ramai, hiruk pikuk orang-orang yang sedang berlalu lalang, serta keramaian orang yang sedang berjualan kebutuhan hidup.
Kota dan taman bunga yang sangat indah, di sana terlihat sebuah gundukan tanah yang sedang merayap seperti sedang berjalan.
__ADS_1
Tapi anehnya gundukan Tanah itu seperti sedang mencari sesuatu, dia menyusuri Kota dan melewati taman bunga yang sangat indah, di sana terlihat ada tujuh anak, lima diantaranya seorang gadis dan dua yang lainya adalah laki-laki.
Mereka sepertinya sedang belajar tentang alam dan tumbuhan, wajah mereka semua terlihat sangat serius, sesekali mereka bercanda penuh tawa.
Monster Tanah berpikir apa mereka semua akan aku bawa, karena dirinya tidak ingin mengecewakan Rajanya.
Dari dalam tanah terbukalah sebuah lubang yang cukup besar, lubang itu berhasil membawa ke tujuh anak masuk dalam hitungan detik, ketika semua anak tertelan tidak lama lubang besar itu pun menutup.
Dari dalam lubang terlihat ke tujuh anak itu merasa ketakutan, mereka sempat berpikir kenapa dirinya bisa di telan oleh Tanah, dan anehnya lagi tubuh mereka masih bisa bebas bergerak dalam lingkup 4x4 meter.
Mereka semua mulai bertanya-tanya mungkin ini perbuatan Monster, setelah mendengar kata-kata Monster mereka sangat ketakutan.
Akan tetapi tidak berselang lama Monster Tanah mulai muncul di depan mereka, dengan hadirnya Monster di hadapan mereka, alhasil mereka semua sangat ketakutan.
"Kalian semua berhentilah menangis, bila tidak aku akan memakan kalian semua hidup-hidup" kata Monster Tanah dengan sangat marah.
"Lepaskan kami semua, aku mohon ampuni nyawa kami" jawab kedua anak laki-laki.
"Aku akan mengampuni nyawa kalian semua asal kalian mau menuruti kata-kataku, apa kalian semua mengerti" ucap Monster Tanah.
Mereka semua terdiam setelah mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Monster Tanah, dia masih terus mencari anak laki-laki sebanyak tiga anak, dia menyusuri rumah dan jalan kecil serta gang buntu di pusat kota, Monster Tanah mulai berhenti setelah melihat sesuatu, di sana ada tiga anak laki-laki yang sedang menghajar anak lain.
Mungkin mereka saja yang di ambil pikir Monster Tanah, dia membuka lubang sehingga ke empat anak laki-laki itu masuk semua ke dalam lubang, dia sempat berpikir aduh sudah kebanyakan aku mengambil target untuk raja, tapi biarlah yang satunya biar menjadi bonus.
Sedang ke empat anak itu menjadi sangat ketakutan, sehingga mereka berempat menjadi tidak sadarkan diri, dengan begitu dia lebih mudah membawa mereka semua.
Sore hari di bumi udara semakin dingin, di rumah bagus terlihat dua wanita sedang berbicara tentang sesuatu tentang anaknya yang belum kembali.
"Hei temanku bagai mana kondisi kedua anak kita sekarang" tanya Mama Chika dengan sangat tenang.
"Mereka berdua sekarang sedang menghadapi peperangan dengan para Monster, tapi mereka masih bisa mengatasinya" kata Ibu Bagus.
"Sebaiknya kita tetap tinggal di sini, biarkan anakku menyelesaikan masalahnya sendiri" kata Ibu Bagus dengan tenang.
"Baik ibu ratu" jawab Mama Chika dengan sangat hormat.
"Kamu masih saja seperti dulu ya" ucap Ibu Bagus.
Mereka berdua tersenyum lebar dan tertawa kecil, mengapa mereka berdua tidak merasa khowatir dengan kedua anaknya yang hilang ke Dimensi lain.
Sementara di Negeri Moderen pertempuran mereka berdua masih terus berlanjut, di sana Niken masih berdiri dengan memakai kedua tangan robot.
Hartati mengeram kesakitan dan juga sangat marah, dia berpikir kalau lawanya sangat lemah, tetapi musuhnya berbeda jauh di luar nalarnya, bila dia tidak serius maka dia yang akan mati.
Hartati mengertakkan giginya dengan sangat kuat, tidak berselang lama tubuhnya mengeluarkan aura hitam yang sangat pekat, aura hitam itu membungkus tubuhnya seperti kepompong, kepompong hitam itu perlahan-lahan terserap masuk kedalam tubuhnya.
Ketika aura hitam hilang seutuhnya, di sana terlihat tubuh Hartati berbeda dari sebelumnya, sebuah tangan yang cukup besar memegang dua buah pedang berwarna merah, pedang itu memiliki panjang satu meter, sedang kedua kakinya juga bertambah besar serta, di kelima jarinya di tumbuhi kuku panjang besar dan sangat runcing.
Di punggungnya tumbuh dua buah sayap, bentuk sayapnya seperti kelelawar, di kepalanya terlihat dua tanduk berwarna merah menjulang ke atas.
Kekuatannya bertambah 2x lipat di banding yang sebelumnya, dengan senyuman lebar serta tatapan yang sangat tajam, Hartati mulai menyerang Niken dengan sangat cepat.
Kecepatannya jauh dari rata-rata, Niken pun menjadi semakin panik,dengan sangat cepat tendangannya mengenai perut Niken, serta sayatan kedua pedangnya mengenai tepat di dadanya, tidak berhenti sampai di situ, dia menyayat-nyayat tubuh Niken dengan ke dua pedangnya.
Tubuhnya tidak terluka sedikitpun, walau kedua buah pedang mengenai tepat di bagian perut, dada serta punggung, namun Niken melindungi wajahnya dengan kedua tangan robotnya.
Hartati semakin marah dia terus melancarkan sayatan pedang terus menerus, tapi anehnya tubuh Nike tidak mengalami luka yang cukup serius.
__ADS_1
Dia pun mundur ke belakang dengan cepat, dia mulai berpikir sejenak tentang lawan yang dia hadapi.
"Gila benar tubuhnya seperti besi baja, yang tidak akan tergores dengan sayatan pedang, aku akan menggunakan jurus terakhir" pikir Hartati dengan tatapan mata yang sangat tajam.
Kenapa dia mundur ke belakang, apa yang sebenarnya dia rencanakan, padahal sayatan pedangnya berhasil melukai tubuhku dari dalam, akan tetapi baju pengawalku tidak rusak ataupun robek, jika tidak ada baju ini mungkin tubuhku akan terpotong-potong" pikir Niken merasa sedikit heran.
Hartati melompat tinggi ke atas tempat latihan, ketika sampai di atas dia pun diam sejenak, Niken yang mengerti kejadian itu membuatnya sangat siaga.
Kedua pedang Hartati mengeluarkan cahaya merah yang sangat kuat, pedang itu membentuk huruf X yang sangat besar, setelah cahaya itu terkumpul Hartati menyerang Niken dengan sinar X yang menerjang dari atas meluncur ke bawah.
Niken pun berpikir kalau jurus itu mengenainya dia bisa mati konyol, terlintas sebuah pemikiran walau hanya sepintas.
Mata Niken melirik ke lantai di sekitarnya, dia melihat semua lantainya berbentuk kotak, seperti terbuat dari marmer yang cukup keras, di sanalah terbesit sebuah ide untuk menghabisi lawannya.
Niken pun memasang aba-aba, tubuhnya pun mengeluarkan aura putih kecoklatan, ketika aura putih kecoklatan berkumpul pada kedua telapak tangan robotnya, hingga kedua telapak tanganya mengeluarkan cahaya, dia mulai meletakan kedua tanganya ke atas lantai, semua jari-jarinya membuat lubang untuk di jadikan sebuah pegangan.
Tak berselang lama, Niken pun mengangkat sebuah lantai yang berbentuk kotak besar dan sangat tebal, kejadian itu membuat Dita melongo, di dalam pikirannya kalau seperti ini terus ruang pertandingannya bisa hancur lebur.
Hartati yang melihat kejadian itu masih terus melesat ke bawah, dia berpikir dengan jurus miliknya, lawanya bisa di bunuh dengan sangat mudah.
Ketika jurus itu mengenai tubuh Niken, sepintas dia bisa menghindar mundur ke belakang, alhasil jurus milik Hartati membentur lantai, terjadilah ledakan yang sangat hebat DHUUARRRrrr..............
Ledakan itu membuat debu hitam yang sangat pekat, serta puing-puing batu berserakan di mana-mana, kesempatan itu dimanfaatkan oleh Niken dengan sangat baik, dia memukulkan lantai yang dipegangnya ke arah debu hitam yang menutupi lawanya.
Ketika lantai akan menerjang lawanya, tiba-tiba debuh hitam mulai menyingkir dengan cepat seperti terkena sebuah kibasan, di sana terlihat sosok Hartati yang sedang bangkit untuk berdiri, namun matanya mulai terbuka lebar setelah dirinya akan tertimpa sebuah lantai yang cukup tebal dan besar.
Tanpa bisa menghindar kepalanya terkena terjangan lantai, hingga lantai itu menjadi hancur, di sana terlihat kepala Hartati mengeluarkan darah dan satu tanduknya patah, kali ini tamatlah sudah riwayatmu.
Kaki Niken dengan sangat kuat menendang dagunya yang berlumuran darah, seketika itu tubuh Hartati melesat ke atas, tubuhnya melayang setinggi dua meter, ketika dia akan jatuh ke tanah, kedua tangan Niken di arahkan tepat ke arah lawanya.
Dalam hitungan detik sebuah jurus cahaya laser di tembakkan ke tubuh Hartati, Cahaya laser dengan cepat menerjang tubuhnya tanpa bisa menghindar, Niken berharap dengan jurusnya benih iblis bisa di musnahkan.
Tubuh Hartati terkikis perlahan-lahan hingga tubuhnya lenyap tidak tersisa, namun cahaya laser itu juga menerjang atap ruangan pertandingan, sehingga atap itu menjadi berlubang cukup besar.
Dita yang melihatnya hanya bisa menepuk jidatnya, serta menghela nafas panjang, seandainya mereka tidak bertempur di dalam ruangan, maka ruangan untuk pertandingan tidak akan rusak separah ini pikir Dita.
Yogi dan Ros sedikit kecewa dengan kekalahan dari temannya, sekarang giliran Ros yang maju ke arena pertempuran, kakinya melangkah dengan sangat anggun, tubuhnya pun terlihat sangat seksi ketika dia melepas jubah yang dia kenakan, kali ini tubuhnya seperti binatang kelinci, dua buah telinga panjang muncul dari kepalanya.
"Hei kamu.......menyingkirlah karena kamu bukan lawaku, aku akui kamu terlihat sangat kuat di banding mereka semua" ucap Ros dengan sombongnya.
"Kamu pikir teman-temanku lebih lemah dariku, pemikiranmu salah, kamu akan mengetahui kehebatan teman-temanku, mereka lebih kuat dari pada diriku" jawab Niken dengan nafas terengah-engah.
Perkataan Niken membuat Ros sangat marah, namun Yogi mengingatkan Ros untuk tenang, jika tidak dia akan bernasib sama seperti temannya Hartati.
Dari jauh Joko masih terus memantau perkembangan dari benih iblis miliknya, sedang Monster Air sedikit kecewa, karena salah satu di antara mereka terlihat sangat bodoh sekali.
Joko menepuk bahu Monster Air, dia mengatakan sesuatu yang membuatnya terdiam, pertunjukannya baru saja di mulai ucapnya.
Sedang agung hanya diam, dia merasa bosan dengan pertarungan itu.
Dita mendekati Niken yang sedang duduk di lantai, Niken merasa sangat lelah.
Karena seluruh kekuatanya telah dia keluarkan semuanya, untuk membuat Cahaya Laser yang sangat kuat, Dita menepuk bahu Niken dengan senyuman yang tidak biasa.
"Kamu tidak apa-apa" kata Dita.
"Aku baik-baik saja, tapi maaf aku sudah merusak tempatmu hingga tempatmu menjadi seperti ini" jawab Niken dengan wajah menunduk.
__ADS_1
"Kalau masalah itu jangan kamu pikirkan ( kalau ayah tahu maka aku akan di marahi habis-habisan )"kata Dita.
Dita sempat berpikir kalau benih iblis itu menguasai Negeri Moderen, maka tamatlah sudah rakyatnya pasti banyak yang mati di makan olehnya.