
Dari jauh terlihat mulut Chika terus mengeluarkan darah segar, kejadian itu tidak diketahui oleh semua teman-temannya, karena Dia menutupi mulutnya dengan telapak tangan kirinya.
Mereka semua mulai menyerang bersama-sama dengan serempak, serangan keempat pengawal dan Satri Naga Legendaris beserta 20 duplikat peledak, kali ini dia sangat kerepotan karena dia tidak bisa membedakan mana yang asli dan mana yang palsu dari Satri Naga Legendaris.
Pukulan serta serangan dari segala arah mengarah kearahnya dengan sangat cepat, kesempatan untuk menghindarinya sangatlah tipis, tetapi bagi Raja Iblis kesedihan itu bukanlah masalah besar.
Karena Dia tidak mau salah menyerang karena bisa berakibat fatal baginya, sedangkan Bagus menyuruh Dita untuk mengunakan jurus pelindung Petir, serta seluruh pengawal harus mundur dan mendekatlah ke arah Chika, saat mereka bertiga mundur dan mendekati Chika, Hariyati merasa ada yang aneh dengan kondisi Chika, dia mengunakan dua jurus sekaligus dan tubuhnya sedang memikul jurus Naga hijau didalam lubang hitam miliknya.
Hariyati mendekati Chika dengan perlahan-lahan, dia mengamati tangannya sedang mengeluarkan darah yang terus menetes ke bawah, kali ini dia membantunya dengan jurus penyembuh, sepertinya tubuh Chika sudah sembuh tapi kenapa mulutnya mengeluarkan darah terus menerus.
Ketika Dia ingin memanggil Bagus tiba-tiba telapak tangan Chika memegang tangan Hariyati, dia pun tersenyum serta mulutnya mengeluarkan darah segar, lama kelamaan wajah Chika menjadi pucat Pasih namun Dia masih tetap ingin berjuang bersama-sama.
"Hariyati tolong jangan bilang sama Dia tentang kondisiku, sejujurnya jurus yang aku tahan sangat luar biasa hebat, jadi tolong bantu Dia dan jangan kamu tinggalkan Dia bila terjadi apa-apa dengan diriku" kata Chika dengan sangat pelan.
Sementara di gurun kematian Raja Monster Maikel mendapatkan kabar kalau Sugiyono sangatlah kuat, kekuatanya jauh lebih kuat dari Raja Iblis Kekacauan, setelah mendengar itu Dia mulai berpikir bagaimana bisa anak Manusia bisa sekuat itu, dia berjalan ke sana dan ke mari siapa tahu dia menemukan sebuah ide yang sangat cemerlang.
Sedangkan Monster Air merasa kasihan kepada Rajanya, akan tetapi dia takut kalau dirinya akan dimarahi habis-habisan, Dia hanya bisa menunduk dan diam tanpa kata.
Apa mungkin dia akan mengunakan jantung dari Pohon Iblis Kematian, serta benih iblis yang tersisa.
Sebab Dia tidak ingin menjadi Iblis karena kebanggaannya menjadi Raja Monster yang dia inginkan dari dulu hingga sekarang, gelar Raja Monster adalah gelar pemberian Raja Naga Kegelapan yang harus dia jaga.
__ADS_1
Di Negeri Es semuanya terlihat putih serta udaranya sangatlah dingin, semua bangunan ataupun pohon ditutupi salju, disana tidak ada satupun binatang besar maupun kecil yang berkeliaran.
Di suatu rumah yang cukup besar dan megah terlihat jendela yang sangat besar terbuat dari kaca, pagar berwarna hitam tinggi dan sangat kokoh serta ditutupi oleh salju, rumah itu terlihat seperti istana berlantai 5, disebuah kursi terlihat Raja Iblis Joko sedang melakukan telepati dengan anaknya Iblis Agung.
"Anakku apa kamu bisa mendengarku, kalau bisa jawablah pangilanku" ucap Raja Iblis Joko.
"Aku bisa mendengarmu Ayah, ada apa memanggilku??? Tanya Iblis Agung sedikit penasaran.
"Aku memanggilmu karena aku ada tugas untukmu yang harus kamu jalankan" jawab Raja Iblis Joko memerintah.
"Tugas apa Ayah kalau boleh tahu???" Tanya Iblis Agung.
"Kamu datanglah ke negeri Cahaya dan tunggulah Satria Naga Legendaris pergi ke tempat itu, setelah itu bunuh mereka semua dan ambillah kunci setelah itu bawalah kemari, karena kita bersama para panglima dan Raja kita akan menyerang tempat itu" pinta Raja Iblis Joko kepada anaknya.
"Tenang saja karena peramal andalanku tidak akan pernah salah, karena pemuda yang bernama Bagus bukan dari bumi dan juga bukan dari Dimensi Cahaya, sepertinya dia berasal dari istana Dewa Pencipta" ucap Raja Iblis Joko.
"Kalau dia berasal dari istana Dewa Pencipta pemuda itu sangatlah kuat" jawab Iblis Agung.
"Iya dia sangatlah kuat bahkan jauh lebih kuat dari Raja kita, karena kekuatannya masih tertidur dan belum bangun jadi membunuhnya akan jauh lebih mudah bagimu" kata Raja Iblis Joko.
"Baik ayah perintahmu akan aku kerjakan dengan sangat baik" jawab Iblis Agung.
__ADS_1
Setelah pembicaraan selesai Iblis Agung terbang menuju tempat yang di maksud oleh ayahnya, Dia terbang dengan santainya.
"Sebentar lagi tinggal menyerang Negeri pelindung Manusia, agar kami para Iblis dan Monster bisa menguasai Dunia ini kikikiki......." ucap Raja Iblis Joko sambil tersenyum lebar.
Pertarungan di Negeri Moderen semakin memanas, serangan duplikat peledak tidak henti-hentinya menyerang , Raja Iblis kesedihan merasa bingung yang mana yang asli karena mereka semua masih mengunakan jurus pukulan Api hijau.
Jurus itu bila mengenainya kemungkinan inti kehidupannya akan hancur bersama dengan tulang-tulangnya, serangan mereka tidak ada batasannya namun setelah Dia menoleh ke arah Gadis yang bernama Chika Dia pun menyadari akan sesuatu, kemungkinan jurus yang Dia pakai akan menguras seluruh kekuatannya, hanya tinggal menunggu waktu sampai kekuatan pengawal Kegelapan kehabisan tenaga maka bebaslah dirinya.
Karena terlalu fokus untuk menghindari serangannya, Raja Iblis Kesedihan melupakan pengawal yang lainya ketika dia tersadar Dirinya sudah terkurung di dalam pelindung Petir milik Dita, ruang lingkup pelindung itu tidaklah besar ukuran pelindung itu 5x5 meter.
Terciptanya pelindung itu membuat lawannya tidak bisa bergerak dengan bebas, kali ini Chika mulai tersenyum dan meledakkan semua duplikat peledak yang ada di dalam pelindung, namun Raja Iblis Kesedihan telah mengetahui rencana mereka semua, sebelum dirinya terkena jebakan Dia mengunakan jurus gelang Emas.
Sebuah gelang Emas yang muncul melingkari tubuhnya dan melebar, jurus itu mendorong mereka semua hingga terjadilah ledakan yang sangat hebat DHUUARRRrrr...........pelindung Petir itu pun hancur beserta jurus duplikat peledak.
Akibat ledakan itu membuat area sekitarnya dipenuhi asap hitam dan tebal, asap itu perlahan menyebar dan menghilang, setelah asap hitam terlihat samar di atasnya terlihat empat duplikat peledak dan salah satu diantaranya adalah Bagus.
Sebuah pukulan dilayangkan kearah wajah, namun Dia bisa menghindarinya dengan sangat mudah, karena dirinya tidak mau terkena serangan dan mati, Dia mengunakan jurus gelang Emas sekali lagi.
Ketika ketiganya terkena jurus itu tiba-tiba terdengar suara Dhummmmm......yang cukup kencang, serta dirinya mengunakan pancaran tenaga untuk menghilangkan asap hitam yang membumbung tinggi, ketika asap itu terkena terjangan pancaran tenaga tidak lama menghilang tertiup angin.
Kali ini hanya tinggal Bagus yang tersisa, dia melayang serta menyerangnya dari Udara, karena tinggal yang asli Raja Iblis Kesedihan melancarkan tendangan putar 90° akan tetapi sebelum kakinya menyentuh tubuhnya tiba-tiba bagus yang asli keluar dari dalam Tanah, kemunculannya membuat lawanya tidak bisa menghindar apalagi menangkisnya.
__ADS_1
Sebuah pukulan api hijau tepat mendarat di punggung Raja Iblis Kesedihan, sedangkan kaki lawannya mengenai wajah duplikat peledak hingga terjadilah ledakan yang sangat besar Dhummmmm...........
Dalam kepulan asap hitam tubuhnya mengalami keanehan, semua tulang-tulangnya hancur serta jantung dan intinya yang terbuat dari Cristal ikut hancur, asap hitam akibat ledakan pun lenyap dengan sangat cepat, ketika tertiup oleh angin.