
Kali ini Bagus tidak bisa bergerak karena di peluk mereka berdua dengan sangat erat, Yuyun yang melihat semua itu malah berpura-pura ketakutan, dia juga ikut memeluk tubuh Bagus dari depan.
Kali ini Bagus merasa sangat bingung dan juga merasa senang, karena semua teman-temannya sangat perhatian kepadanya.
Dita dan Hariyati mencoba berinteraksi dengan para hantu, sedang Gadis dan Suci hanya termenung, ingin takut tapi malu dengan kak Bagus, tetapi mereka berdua heran kepada temannya yang bernama Yuyun, sebetulnya Yuyun tidak takut kepada hantu, akan tetapi sekarang kok berbeda.
Sedangkan Bulan malah bermain-main dengan hantu seusianya, untuk putri dia hanya diam saja mandangi para hantu penasaran.
"Wahai hantu penasaran, kenapa kamu tinggal di altar istana" ucap Dita.
"Kamu tuan putri Dita ya, ternyata sudah lama ya sejak putri Susi memimpin di istana ini"
"Iya putri Susi sangat cantik orangnya juga sangat ramah sekali"
"Putri Susi adalah nenek buyut ku, memang kalian semua mengenalnya" kata Dita dengan sangat penasaran.
"Ya kami semua ingat pada tuan putri yang sangat baik hati"
"Kalau boleh tauh???
Kenapa kalian semua tidak menuju ke surga" ucap Hariyati dengan nada pelan.
"Nah gadis ini sangat mirip sekali sifatnya dengan putri Susi"
"Arwah kami tidak bisa keluar dari sini, sepertinya tempat ini mengekang kami semua, bila di suruh pergi ke surga aku akan pergi dengan senang hati"
"Iya kami semua tidak akan pernah bisa keluar dari sini, terkecuali ada keajaiban"
"Hei......kalian......... jangan dekati...... kami............. karena kami...... tidak...... ada yang menggangu mu......" Kata Niken dengan sangat takut.
__ADS_1
Kali ini mahkluk halus itu banyak yang mendekati mereka semua, bahkan sangat dekat sekali, ada yang diam dan ada juga yang berlari serta terbang ke sana dan ke mari.
Kali ini ada hantu seorang anak gadis yang masih kecil, umurnya sekitaran 9 tahun, hantu itu sepertinya menyukai Gadis yang bernama Yuyun, kali ini hantu itu berjalan mendekati Yuyun dengan perlahan.
"Kakak berbaju biru bolehkah aku memelukmu, karena kamu mirip sekali sama kakakku"
"Hei hantu kecil,kumohon pergilah dari sini, cepat pergilah menjauh hus.....hus......." Bisik-bisik Yuyun dengan sangat pelan mengusir hantu itu agar mau pergi darinya.
Kali ini Niken dan Chika merasa sangat ketakutan sekali, walaupun mereka berdua sudah memeluk tubuh Bagus dengan sangat erat, kedua kaki mereka tidak bisa di bohongi, karena kaki mereka berdua mengigil seperti orang kedinginan.
Kanapa hantu kecil itu masih ada di dekat Yuyun, kali ini Chika dan Niken sudah berusaha menahannya setengah mati, agar mereka berdua tidak mengulanginya kencing di celana seperti kemarin.
"Kakak aku tidak akan pergi jauh dari sini, kakak mau kah kamu mengelus kepalaku seperti kakakku mengelus-elus kepalaku"
Kali ini hati Yuyun sangat tersentuh setelah melihat hantu anak kecil itu, dia mulai melepaskan pelukan tanganya dari leher bagus, dia pun berbalik arah dan memandangi hantu anak kecil itu, Yuyun pun tersenyum setelah melihat dia seperti kedua temanya, tidak lama Yuyun pun mengelus-elus kepalanya, kali ini hantu itu merasa sangat senang, dia pun memeluk tubuh Yuyun dengan wajah gembira.
Kedua tangan anak kecil itu tanpa sengaja menyentuh lutut mereka berdua, ketika tersentuh kedua tangan itu tembus, tetapi hawa dingin darinya membuat Chika dan Niken sekali lagi ngompol di celana untuk yang kedua kalinya.
Kali ini pakaian mereka bertiga menjadi basah tetapi hanya sementara, sedangkan baunya menyebar luas ke semua area altar.
" Kalian berdua jangan ada rasa malu walau sudah pipis di celana, karena itu sesuatu yang tidak di sengaja" kata Bagus dengan pelan.
Walau sudah di bilang seperti itu tetap saja mereka masih menangis ketakutan, karena hati seorang wanita sangat sensitif sekali, di banding hati seorang laki-laki.
Kali ini Hariyati mencoba membebaskan arwah mereka semua yang masih tertahan di dunia, menggunakan jurus PENSUCIAN.
Setelah Hariyati mengucapkan doa tiba-tiba tubuh parah arwah penasaran berteriak kesakitan, setelah Hariyati melihat kejadian itu, dia pun menghentikan jurus PENSUCIAN, dia pun berpikir sejenak tentang jurusnya yang tidak pernah gagal, tetapi kali ini jurus yang dia pakai menjadi gagal total.
Tidak lama setelah itu Hariyati pun menyadari tentang senjata Suci Tongkat Emas, adanya Tongkat itu mungkin para arwah penasaran tidak bisa pergi dari tempat itu dengan tenang.
__ADS_1
Kali ini Hariyati menyuruh Yuyun untuk menyimpan Tongkat Emas, tetapi Yuyun tidak mengerti caranya.
"Nona jangan khawatir senjata Suci Tongkat Emas bisa di simpan di dalam perutku" kata Lili.
"Betulkah senjata ini bisa di simpan di perutmu, nanti senjata ini bisa melukai tubuhmu loh" jawab Yuyun.
"Dari awal senjata suci itu di ciptakan, aku juga tercipta dari Cahaya senjata Tongkat Suci, jadi tubuhku tidak akan pernah hancur kecuali senjata itu yang hancur, maka tubuhku akan lenyap" kata Lili.
Kali ini Yuyun mengangkat Tongkat Emas dengan sangat tinggi, Lili menyuruh Yuyun untuk mengatakan Tongkat Emas segel, pada awalnya Yuyun merasa sedikit berat, tetapi tidak berapa lama kemudian, dia pun tersenyum dan mulai mengangukan kepalanya.
"Wahai Tongkat Emas segel" teriak Yuyun sedikit keras.
Tongkat Emas tiba-tiba menyala keemasan, tidak berselang lama tongkat itu terbang dan masuk ke dalam mulut Lili, setelah Tongkat Emas menghilang tiba-tiba tubuh semua arwah mulai bercahaya.
Semua arwah mulai tersenyum, tidak berselang lama semua arwah meminta Hariyati untuk mendoakan mereka, dengan senang hati Hariyati mendoakan mereka semua.
Ketika di doakan, semua arwah tiba-tiba terbang ke langit, tetapi cahaya dari arwah itu tidak kunjung menghilang, cahaya itu perlahan-lahan masuk semua ke mulut Lili.
Yuyun melihat Chika dan Niken yang sedang ketakutan, dia merasa kasihan kepada mereka berdua, Yuyun mulai mengeluarkan Air dari jari telunjuknya, ketika Air membungkus tubuh mereka bertiga, Chika dan Niken pun sadar dari ketakutannya.
Ketika Air itu menghilang bau yang menyelimuti tubuh mereka bertiga pun ikut hilang, kali ini Chika dan Niken terdiam hanya beberapa saat, tidak lama setelah itu mereka berdua mulai pergi menjauh dari tempat itu.
Bagus merasa heran kepada mereka berdua, karena mereka berdua tidak seperti biasanya.
Kenapa Bagus sangat tidak peka terhadap pola pikir para wanita, setelah kejadian itu mereka semua bergegas meninggalkan tempat itu, mereka semua pun harus menghadap Raja, mereka menjelaskan semua yang telah terjadi di ruang bawah tanah di dekat altar.
Raja merasa sangat senang dengan berita yang baru saja dia dengarkan, Raja pun mulai mengatakan sesuatu yang sangat penting, kalau arwah yang ada di altar itu adalah para penduduk, mereka telah meninggal waktu perang melawan para Monster.
Raja mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Hariyati dan Yuyun, karena mereka telah berhasil menolong para penduduknya yang telah lama meninggal Dunia.
__ADS_1
Kali ini Raja mengingatkan tentang serangan para Monster Lalat, dia meminta tolong supaya mereka semua bisa menyelamatkan para penduduk Negeri Moderen, kali ini tuan putri mulai ikut andil dalam penyerangan.
"Aku sebagai tuan putri Dita, aku akan bergabung dengan teman-temanku semua, kali ini aku meminta bantuan dengan sangat, aku akan pertaruhkan nyawaku untuk melindungi rakyatku dari serangan para Monster" kata Dita dengan penuh percaya diri.