Satria Naga Legendaris

Satria Naga Legendaris
NIKEN DI HAJAR HABIS-HABISAN


__ADS_3

Tubuh Niken di selimuti bayangan hitam, setelah bayangan hitam bersatu seutuhnya, kini penampilan Niken sangat berbeda dari yang sebelumnya.


Manusia Timah yang mengetahui kalau pengawal tanah sudah ditemukan maka dia harus berhati-hati melawannya, kalau dia sampai salah langka maka dia bisa di segel olehnya.


Bola timah berduri berputar sangat cepat dan akan menabrak tubuh Bagus dan teman-temannya, kesigapan Chika menggunakan jurus gravitasi kegelapan bisa di hindari oleh Manusia Timah, Chika pun terkejut kenapa dia bisa menghindari jurusnya, lebih terkejutnya lagi bola timah berduri beruba haluan dia menyerangnya.


Berkali-kali dia mengeluarkan jurus gravitasi kegelapan, berkali-kali pula bola timah berduri menghindarinya dengan sangat cepat.


Kepanikan Chika terlihat semakin jelas ketika bola timah berduri menabraknya, dengan cepat Niken menghentikan tabrakan dengan kedua tangannya.


Chika pun akhirnya selamat dari maut tapi dia terkejut ketika melihat tubuh temannya yang tertembus oleh duri yang sangat tajam, niken pun melempar bola timah berduri ke arah lain namun bola timah berduri masih terus berputar.


"Chika aku minta kerja samanya untuk mengalahkan dia" ucap Niken.


"Niken tubuhmu berlubang???kalau kita menyerang dia bersamaan mungkin dia bisa di kalahkan" jawab Chika sangat khawatir kepada kondisi temannya.


"Kamu jangan khawatir tentang luka yang telah aku Terima dari dia, ingat sekarang tubuhku tidak bisa di lukai oleh siapa pun" ucap Niken.


"Kamu sekarang jadi berbeda dan sangat hebat" kata Chika sangat kagum.


"Ah tidak begitu, kekuatan yang aku pakai adalah kekuatan monster bayangan jadi aku tidak hebat" jawab Niken dengan tersenyum kecil.


Lubang yang ada di tubuh Niken menutup kembali seperti semula, bola timah berduri kembali menyerang Chika.


Namun dia terlihat sedikit panik, tak lama dirinya terlihat sangat tenang untuk menghadapinya.


Kepalan tangan Niken menghantam tanah, dengan sangat cepat sebuah bayangan hitam keluar dari dalam tanah dan menusuk bola timah berduri hingga tertembus, bayangan hitam yang menjulang tinggi kelangit berhasil menghentikan putarannya, tapi bola timah berduri sangat kuat dia berusaha untuk keluar dari menara bayangan, dengan sangat cepat Chika mengeluarkan jurus gravitasi kegelapan.


Jurus itu menghentikan gerakan bola Timah berduri, dengan cepat Hariyati mengeluarkan Pisau Cahaya dan dengan sangat cepat pisau cahaya berhasil memotong-motong bola timah berduri.


Niken berlari ke arah bola timah berduri yang sudah terpotong-potong menjadi kecil, dia pun melepaskan kekuatan monster bayangan dan hendak menyegel manusia timah.


"Wahai monster aku perintahkan masuklah ke dalam kepalan tangan robotku, SEGEL.....Dengan ini tamat sudah riwayatmu manusia timah" kata Niken dengan raut wajah serius.


"Tidak......Tidak Mungkin aku bisa dikalahkan......" teriak Manusia Timah.


Kali ini penyegelan manusia timah terlihat sangat aneh, tangan besar milik Niken berubah menjadi putih dan tangannya tidak bisa digerakkan.


Tiba-tiba terdengar suara orang tertawa di dalam potongan timah, tapi potongan itu kembali menyatu menjadi manusia timah yang sangat tinggi dan besar, Niken pun menjadi panik karena kedua tangannya tidak bisa digerakkan.


"Akhirnya aku berhasil juga membuatmu tidak bisa berkutik, tadinya aku takut kalau aku jadi tersegel, tapi kekuatanmu itu tidak akan bisa menyegelku karena kekuatan pengawal yang kamu miliki sangat lemah sekali, sekarang aku akan membunuh kalian semua" ucap Manusia Timah dengan sangat senang.


"Tidak mungkin kalau kekuatanku sangat lemah, wahai Monster Bayangan pinjamkanlah kekuatanmu padaku dan bersatulah dalam tubuhku" kata Niken dengan nada lantang.


"Hahahahaha kamu tidak akan bisa menggunakan kekuatan Monster Bayangan dan kamu juga tidak akan bisa menyegelku, karena kedua tanganmu sudah aku belenggu dengan sebagian tubuhku" ucap Manusia Timah penuh percaya diri.


Manusia timah mendekatinya dan melayangkan pukulan, namun Niken berhasil menangkis pukulan yang dilancarkan oleh Manusia Timah, pukulan bertubi-tubi pun berhasil di hindari dan di tangkis oleh Niken, tapi manusia timah malah tersenyum lebar setelah melihat gerakan niken yang sangat cepat.


Kali ini serangan Manusia Timah menjadi sangat cepat sehingga pukulannya berhasil mengenai tubuhnya, pukulan bertubi-tubi berhasil mengenai perut dan wajah Niken, darah segar pun keluar dari mulutnya.


Tak berapa lama sebuah tendangan mengenai kepala Manusia Timah, hingga dia tersungkur di atas tanah, Bagus pun menolong Niken yang sedang terluka, sedang Hariyati menghampiri Niken dan menyembuhkannya, Manusia timyah bangkit kembali dengan wajah menghadap ke belakang, dia terlihat sangat marah melihat lawanya yang tidak sabaran.


"Manusia timah akulah lawanmu???

__ADS_1


Aku tidak akan membiarkan kamu menyakiti teman-temanku" kata Satria Naga Legendaris.


"Buktikan kata-katamu Satria Naga Legendaris, apa kamu bisa memusnahkan tubuhku dengan kekuatanmu yang sekarang" ucap Manusia Timah.


Satria naga legendaris yang telah menggunakan tubuh bagus mulai menyerang dengan kecepatan penuh, rambut berwarna merah serta matanya juga sangat tajam memandang ke depan.


Manusia Timah menjadi kaget setelah menyaksikan kecepatan satria naga legendaris, pukulan dan tendangan bertubi-tubi berhasil mengenai tubuh Manusia Timah, karena pukulannya sangat kuat lawanya pun terlempar sangat jauh hingga menabrak gunung, tidak itu saja dia mengeluarkan batu meteor yang sangat besar dan di arahkan ke gunung.


Di mana Manusia Timah terlempar dengan sangat cepat dan kuat, ketika batu meteor membentur gunung yang sangat besar terjadilah ledakan yang sangat besar DHUUAARR.......Guncangan membuat pulau terbang menjadi tidak steabil.


Angin berhembus sangat kuat sehingga membuat pulau terbang bergetar, terjadi keretakan yang sangat besar membuat Chika, Hariyati dan Niken menjadi panik kalau pulau terbang akan jatuh ke tanah.


Gunung yang hancur dan asap hitam yang sangat besar membuat tempat itu tidak terlihat, tapi ketika angin berhembus sangat kencang asap hitam pun hilang dengan sangat cepat, di sana terlihat batu yang sedang berserakan tapi tak lama keluar sebuah tangan yang tidak berbentuk, sebuah tangan menyingkirkan sebongkah batu, tubuh manusia timah keluar semuannya, di sana terlihat tubuh Manusia Timah terlihat sangat reyot.


Chika yang sedang melihatnya merasa miris dengan kondisi musuhnya, tidak berselang lama tubuhnya kembali seperti semula, mereka semua terkejut kenapa bisa tubuh manusia timah yang sudah reot bisa kembali seperti semula, pertanyaanya kenapa dia bisa seperti itu.


"(( Naga jangan kamu gunakan jurus apapun kepadanya, jurusmu tidak akan ada yang bisa melukainya ))" kata Bagus.


"(( Kalau dia tidak bisa dikalahkan dengan jurusku, terus bagai mana kita bisa mengalahkannya ))" jawab Satria Naga Legendaris dengan sedikit panik.


"(( Seandainya pengawal elemen api sudah ditemukan, kita pasti bisa mengalahkannya untuk selama-lamanya ))" ucap bagus.


"(( Walaupun kita mendapatkan pengawal api, dia tetap tidak akan bisa di bunuh ))" jawab Satria Naga Legendaris dengan sangat yakin.


"Kalian memikirkan apa Satria Naga Legendaris, apa kalian sudah kehabisan cara untuk membunuhku, perlu kamu ketahui kalau aku tidak akan bisa mati dengan tubuhku tetap abadi" ucap Manusia Timah.


Manusia timah melesat dengan kecepatan yang sangat berbeda dari yang pertama dia keluarkan, pukulan yang sangat kuat tepat mengenai wajah Satria Naga Legendaris, pukulan dan tendangan bertubi-tubi di lancarkan sehingga dia terlempar dengan sangat cepat dan membentur batu hingga batu itu pun berlubang dan hancur.


Chika yang melihatnya pun menjadi sangat marah, dia menyerang manusia timah dengan kekuatan pedang elemen tanah, cahaya bulan sabit pun melesat dengan cepat menuju ke arah Manusia Timah, tiba-tiba lawanya menghilang dengan sangat cepat dan dia muncul di belakang Chika.


Hariyati yang sangat marah melihat teman-temannya di hajar habis-habisan, dia mengeluarkan kekuatan yang sangat besar, ketika gelang tangan dan gelang kaki di lepas, kekuatannya keluar dengan sangat besar dan meluap-luap.


Manusia Timah pun terkejut dengan pengawal Satria Naga Legendaris elemen Cahaya, dia berpikir kenapa dia bisa memiliki kekuatan yang sangat berbeda dengan yang lainnya.


Namun Manusia Timah mengangap remeh lawan yang ada di depan matanya, dia menyerang dengan kecepatan penuh ke arah Hariyati namun dia cuma diam saja, serangannya tidak melukai hariyati malah tangan dan tubuh Manusia Timah terpotong-potong dengan sendirinya, dia sangat kaget dan merasa heran kepada gadis yang bernama Hariyati.


"Sejak kapan kamu memotong-motong tubuhku, padahal kamu dan pedangmu tidak bergerak sama sekali" kata Manusia Timah dengan sangat penasaran.


"Kamu mau tahu bagai mana caraku memotong-motong tubuhmu, tapi kamu tidak akan bisa mengikuti gerakanku yang sangat cepat" jawab Hariyati dengan tatapan dingin.


Dengan cepat hariyati memotong-motong tubuh Manusia Timah dengan gerakan yang sangat cepat, sehingga tubuhnya terpotong-potong menjadi dadu kecil-kecil.


Temanya yang bernama Niken pun kagum dengan kegigian Hariyati, dia tidak bisa mengikuti kecepatan temanya yang sudah menjadi sangat kuat.


Dalam 3 hari dia bisa menguasai gelang pemberiannya.


Dengan sangat cepat tubuh manusia timah menyatu kembali namun ada sebagian tangan kirinya tidak bisa kembali seperti semula, sedangkan hariyati cuma diam saja melihat manusia timah merasa kesakitan.


"Tidakkkkkk Mungkin, kenapa tangan kiriku tidak bisa kembali ke tubuhku, sakit sekali tanganku.


Aku tidak akan membiarkanmu hidup akan aku membalas perbuatanmu padaku" teriak Manusia Timah dengan sangat marah.


"Coba saja kalau kamu bisa menyentuhku, akan aku pisahkan seluruh tubuhmu hingga tubuhmu tidak bisa kembali seperti semula" ucap Hariyati dengan sinis.

__ADS_1


"Kamu jangan sombong hai pengawal elemen cahaya, akan aku buat kamu tidak bisa berbicara seperti itu lagi kepadaku" jawab Manusia Timah dengan sangat sombongnya.


Manusia Timah merencanakan sesuatu yang tidak di ketahui oleh dia, ternyata potongan tangan yang tergeletak mencair dan melilit tubuh Hariyati dengan sangat kencang.


Dia pun tidak bisa melawannya apalagi melepaskan timah yang melilit tubuhnya, Manusia Timah tertawa melihat lawannya terlilit oleh sebagian tubuhnya.


Hahahahahaha....dia tertawa sangat keras setelah melihat lawanya tidak berdaya, ketika dia ingin melepaskan tubuhnya dari lilitan timah, tak di sangka lilitan itu menjadi sangat kencang.


Hariyati terlihat sangat panik setelah tubuhnya susah untuk bernafas, dia telah masuk dalam perangkap musuhnya dan kondisinya hampir mati lemas.


"Hariyati aku akan menolongmu" kata Niken.


"Hei gadis elemen Tanah bagai mana kamu bisa menolongnya, lihat saja kamu sudah tidak bisa menggunakan kekuatanmu lagi, tapi sekarang aku akan menghabisimu pengawal elemen Tanah" kata Manusia Timah.


Manusia Timah melancarkan serangannya dengan sangat cepat ke arah Niken, tapi niken berhasil mengimbanginya, namun kedua tangannya tetap tidak bisa di gerakan karena dia sudah di belenggu oleh musuhnya.


Pukulan dan tendangan bertubi-tubi tepat mengenai tubuhnya sehingga dia pun terlempar cukup jauh membentur batu yang sangat besar, suara ledakan yang sangat keras terdengar DHHUAAARRR.....dan batu besar itu pun hancur menjadi kecil dan berserakan.


Manusia Timah melesat memasuki puing-puing dan menginjak tubuh Niken, hingga mulutnya mengeluarkan darah segar, tidak puas dengan injakan dia pun menendang tubuhnya sampai terpental jauh membentur dinding goa.


Ketika Niken membuka mata di depannya sudah berdiri Manusia Timah, wajah dan tubuhnya tampak lusuh, mulut serta hidungnya mengeluarkan darah segar.


Langit mulai gelap terlihat akan ada hujan dan di sertai oleh badai yang cukup kencang, di dalam Gua terlihat sangat tenang dan terasa sunyi, di sana terlihat bola yang cukup terang bola itu melayang dan berputar-putar di dalam Gua yang sangat gelap, cahaya bola itu tidak bisa menerangi seluruh Gua yang sangat gelap dan dingin.


Di dalam Gua terdengar suara rintihan minta tolong dengan nada renda, bola itu bisa merasakan kehadiran orang yang ada di sekitar gua.


Di luar gua Niken sedang di hajar habis-habisan oleh Manusia Timah, tubuh mungilnya tampak lemas dan tidak berdaya, suara Niken pun di dengar oleh bola cahaya dengan cepat bola cahaya itu keluar dari gua menuju mulut gua.


Bola cahaya itu melesat menerjang tubuh Manusia Timah, karena bola cahaya itu sangat kuat dia pun mundur sangat jauh dari bola itu, dia takut kalau bola itu bisa menghancurkan dirinya.


Bola cahaya itu mendekati Niken dengan perlahan.


"(( Kamu siapa??? ))


Kenapa kamu minta tolong padaku, lihatlah kondisiku yang tak berdaya ini, tidak mungkin aku bisa menolongmu.


Sebentar lagi mungkin aku akan mati di hajar oleh Manusia berhati Monster" ucap Niken dengan pelan.


"(( Aku bola cahaya aku di kurung di tempat ini selama 500 tahun, aku bisa keluar dari tempat ini asalkan kamu memiliki tekat juang yang sangat kuat, kalau saja ada pengawal satria naga legendaris di sini maka aku akan langsung terbebas ))" kata bola cahaya.


"(( Aku ini pengawal satria naga legendaris elemen tanah, jadi kamu bola cahaya yang telah di segel di tempat ini, kamu itu separuh kekuatan Satria Naga Legendaris ya, kalau begitu aku akan menolongmu teman ))" ucap Niken sambil tersenyum.


"(( Terima kasih kita akan bertarung bersama-sama, dan aku akan kembali ke tubuhku yang sesunguhnya ))" jawab bola cahaya.


Niken pun bangkit dan menatap tajam Manusia Timah, kejadian itu membuatnya menjadi kaget, dia berpikir kalau pengawal elemen Tanah sudah mati tapi ternyata dia masih hidup.


Tekat Niken berkobar-kobar kekuatannya pun meluap-luap sangat besar.


Tekatnya yang sangat kuat membuat Manusia Timah tertawa terbahak-bahak mendengar perkataannya, ketika sebuah cahaya berwarna merah keluar dari dalam gua manusia timah pun terkejut, dia berpikir cahaya apa itu yang keluar dari dalam Gua.


Kedua Cahaya itu mendekati niken namun tak lama cahaya putih itu berubah menjadi 4 bola cahaya.


"Tolong bawa aku ikut bersamamu???

__ADS_1


Aku akan memberikan kekuatan sempurnamu pengawal elemen tanah" ucap bola cahaya putih.


"Baiklah aku akan mengajakmu ikut bersama kami" jawab Niken dengan senang hati.


__ADS_2