Satria Naga Legendaris

Satria Naga Legendaris
MENGUNGKAPKAN PERASAAN


__ADS_3

Hariyati berdiri dan tak lama dia memasang aba-aba, dia pun mengayunkan pedang samurai panjang dan tak lama pedang samurai panjang itu mengeluarkan cahaya putih yang sangat besar dari biasanya, niken pun terkejut dengan jurus yang akan hariyati keluarkan, tak lama hariyati menembakkan jurus pisau cahaya yang sangat besar dan jauh lebih banyak dari yang sebelumnya.


Jurus pisau cahaya menerjang batu pulau yang sangat besar, dalam hitungan detik batu pulau yang jatuh hancur berkeping-keping, namun cahaya pisau yang lain juga menghantam batu-batu yang lainnya.


Ledakan besar pun terjadi DHUUUAARRRR.....hingga membuat para penduduk Kota merasa ketakutan.


"Hariyati hentikan kamu nanti bisa celaka, lihat mata kamu terlihat sangat pucat" ucap bagus sangat khowatir.


"Kalau seperti ini aku masih bisa bertahan, aku hanya ingin menolong para penduduk dari kehancuran dan kematian" jawab Hariyati dengan serius.


"Hariyati lihatlah kamu sudah banyak mengeluarkan tenaga, pisau cahaya yang kamu keluarkan sudah melebihi jurusmu, kalau aku hitung kamu sudah mengeluarkan 500 pisau cahaya" kata Niken.


"Aku masih bisa bertahan kalau cuma seperti ini" jawab Hariyati menyepelehkan.


Tubuh dia sudah diambang batas, matanya sangat pucat terlihat jelas tapi dia masih saja bersih keras untuk menolong para penduduk walau terlalu kecil harapannya, tak lama tangan Bagus memegang tangan Hariyati kejadian itu membuat Chika menjadi sangat cemburu.


Sebuah kata yang keluar dari mulut Bagus sangat berbeda dari dirinya yang sesungguhnya atau Satria Naga Legendaris, tatapan matanya sangat tajam serta rambutnya berwarna kuning dan bola matanya berwarna biru.


"Hariyati hentikan jurusmu, aku akan membantu naga menciptakan pelindung yang sangat besar dan kuat" ucap Sugiyono.


"Siapa kamu suara kamu berbeda dari biasanya, mata kamu juga berubah dan penampilan kamu juga berubah???" tanya Hariyati sangat bingung.


"Namaku Sugiyono, aku bertugas melindunggi Bagus dari bahaya, sebaiknya kamu hentikan jurusmu biar aku yang akan melindunggi Kota itu" jawab Sugiyono menjelaskan.


"Baiklah kalau kamu bilang begitu" kata Hariyati terlihat pasrah.


"(( Kalau seperti ini bagus sangat keren sekali aku jadi semakin suka sama dia ))" pikir Chika dan Niken dalam hati.


Hariyati menghentikan jurus pisau cahaya, namun tubuhnya terlihat lemas kehabisan tenaga, sedangkan ledakan yang sangat kuat telah berhenti, setelah jurus pisau cahaya tidak di keluarkan lagi.


Tatapan tajam mata Sugiyono terlihat sangat jelas terpancar, tangan kanannya di angkat ke atas namun tak lama sebuah pelindung yang tadinya kecil berubah menjadi sangat besar dan menutupi Kota, Naga pun kaget dengan kekuatan yang di miliki Sugiyono.


Batu besar pun jatuh menimpa pelindung yang sangat besar, akan tetapi pelindung besar itu tidak bergeming sedikitpun walau di terjang bebatuan yang sangat besar sekalipun, penduduk merasa was-was setelah melihat batu yang sangat besar sedang menimpanya, setelah melihat ke atas para penduduk pun menjadi kagum, setelah melihat sendiri dengan mata mereka sendiri.


Batu besar maupun batu kecil menjadi hancur ketika membentur pelindung yang diciptakan Sugiyono, Satria Naga Legendaris pun kaget setelah melihatnya, sedang Hariyati dan yang lainnya terkagum-kagum melihatnya.


Putri pun tersenyum lebar melihatnya entah apa yang di pikirkannya.


Ketika batu yang jatuh sudah hilang maka pelindung yang di ciptakan oleh Sugiyono juga ikut menghilang, terlihat jelas para penduduk merasa senang karena Kota dan nyawa para penduduk sudah di selamatkan oleh seseorang yang menaiki benda aneh, Niken menyuruh teman-temannya untuk masuk ke dalam pesawat terbang, niken pun menutup pintu dapur secara otomatis dia pun menuju tempat kemudi dan di susul oleh teman-temannya.


Mereka semua akhirnya bisa bernafas dengan lega, setelah Pulau Terbang bisa di hancurkan.


Tapi dengan seenaknya Sugiyono pergi menghilang begitu saja, Bagus merasa sangat heran dengan sisi lain yang ada di tubuhnya, ketika sisi lainya pergi wujud Bagus pun kembali seperti semula, dia jatuh duduk di lantai dan badanya menjadi lemas.


Tak lama Chika pun mendekatinya dengan sangat penasaran, dia memandangi wajah Bagus dari dekat tanpa mengedipkan mata.


Wajah Chika yang sangat manis membuatnya sedikit kaget, semakin lama wajahnya semakin dekat, sehingga bagus bisa merasakan hembusan nafas Chika dari dekat, bau mulutnya yang sangat harum membuat jantungnya pun berdegup sangat kencang.


Kenapa dirinya bisa seperti ini, padahal dia adalah teman masa kecilnya, matanya masih tetap memandang mata Chika yang berwarna hijau seperti daun yang segar.


"Ternyata dia sudah pergi, padahal Sugiyono itu sangat keren, tapi kamu juga sangat cakep kekasihku.kenapa dadaku berdegup sangat kencang bila ada di dekatmu" kata Chika Dangan pelan.


"Mung....kin itu cu....ma perasan.....mu sa.....ja Chi......ka" jawab Bagus dengan sangat gugup.


"Tapi dadamu juga ikut berdetak sangat kencang, itu tandanya kamu dan aku sama-sama mencintai" ucap Chika dengan terus terang sehingga kedua pipinya menjadi merah.


"..............." Bagus hanya diam saja seperti orang yang pasrah dengan keadaan.

__ADS_1


"Hei Chika kamu tidak boleh terlalu dekat dengan bagus, karena kedekatanmu itu bisa membuat sesuatu yang tidak diinginkan" kata Niken dengan tegas.


Chika hanya menghela nafas panjang setelah Niken menasehatinya, sedang tubuh Chika masih duduk di pangkuannya bagus, Linda dan Putri yang melihat kejadian itu hanya menutup mata, sedang untuk Hariyati hanya bisa diam tanpa kata.


Entah kenapa hari ini Niken orangnya terlihat uring-uringan, akan tetapi tidak untuk bola cahaya merah, dia sedang tersenyum lebar melihat mereka bertiga terlihat sangat akrab.


Baru kali ini dia tertawa dan tersenyum, setelah 500 Tahun tubuhnya di kurung di dalam Pulau Terbang.


"Hei Chika mau sampai kapan kamu duduk di pangkuan bagus" ucap Niken mengingatkan.


Chika pun langsung berdiri sambil tersenyum lebar, tapi tak lama bola cahaya merah ikut duduk di pangkuan Bagus, dia tidak mengerti apa yang telah dia lakukan, tapi wajahnya terlihat sangat cantik dan senyumanya sangat menawan.


Niken mengendong tubuhnya dan mengatakan kamu jangan ikut-ikutan seperti Chika, hanya aku yang boleh begitu kata Niken sambil tersenyum.


Hari ini Bagus sempat berpikir kenapa dirinya begitu populer.


Ketika Niken mengatakan kata-kata hanya aku yang boleh, suasana pun menjadi hening untuk beberapa saat, namun tak lama suasana menjadi ramai kembali dan di penuhi canda dan tawa.


Bagus mendekati bola cahaya merah dan mengatakan sesuatu yang sangat penting sekali.


"Kamu mau kembali lagi ke tubuhku dan menjadi satu lagi seperti dulu" ucap Bagus dengan pelan.


"Aku masih ingin hidup bebas, sudah 500 tahun aku di kurung di sana dan tidak pernah mendapatkan kabar darimu lagi.waktu yang sangat lama membuat aku jenuh dan frustrasi dengan keadaan" jawab bola cahaya merah dengan wajah sedih.


Niken yang merasa kasihan kepadanya mulai mendekatinya, dia meminta kepada Bagus agar teman barunya bisa hidup di dunia lebih lama, bagus hanya bisa mengangukan kepala dengan ekspresi wajah lesuh.


Tapi sebelum itu Niken memberi nama gadis itu Bulan, dia sangat senang dengan nama pemberian dari Niken, sebuah nama yang sangat cocok untuknya yang sangat cantik.


Ketika Chika melihat ke arah jendela dia sangat terkejut, para penduduk kota berkerumun di dekat pesawat yang mereka naiki, dia kaget dan berteriak kebingungan, Niken yang sedang melihat tingkah laku Chika hanya bisa menghela nafas, wajar saja para penduduk berkerumun kepada mereka yang telah menyelamatkan negeri dan nyawanya.


"Teman-teman hari ini kita istirahat di sini, aku akan memperbaiki pesawat ini dan kalian semua boleh berjalan-jalan dulu di Negeri Moderen" ucap Niken.


"Kota yang sangat maju seperti itu bisa membuatku nyaman, aku mau berbelanja pakaian" kata Chika dengan sangat senang.


"Linda kamu mau jalan-jalan bersamaku mencari makanan baru yang sangat lezat" ucap Putri sambil meneteskan air liur.


"Kalau soal makanan ayo kita semua berangkat sekarang" jawab Linda dengan penuh semangat.


"Hehe......heh......Linda kalau mendengar makanan selalu bersemangat" kata Bagus sambil tersenyum.


"Aku akan berjalan berdua bersama Bagus, ingat tidak ada yang boleh ikut ya" ucap Chika dengan senang hati.


"........aku tidak boleh kalah dan aku juga akan ikut" jawab Niken tidak ingin kalah bersaing dengan temanya.


Mereka berdua memperebutkan bagus untuk di ajak jalan-jalan, atau lebih tepatnya lagi kencan, sedangkan Hariyati hanya diam melihat temanya sedang bersaing.


Dia berjalan mendekati Bagus dengan perlahan-lahan, tak berselang lama dia memeluk tubuh Bagus dengan sangat kuat, dia mengungkapkan semua perasaan yang telah dia rasakan selama perjalanan bersama mereka semua, Hariyati mengucapkan satu patah kata "aku sangat mencintaimu" Bagus yang mendengar kata-kata itu menjadi sangat senang dan membalasnya "aku juga dari awal bertemu" dengan kata-kata pelan.


Perasaannya telah dia utarakan sehingga membuat hatinya menjadi sangat lega, kata-kata Hariyati membuat Chika dan Niken tidak mau kalah, mereka berdua ikut memeluk tubuh Bagus dengan sekuat tenaga.


Kejadian itu membuat Bagus menjadi sangat bingung untuk berkata-kata.


"Aku sangat menyukaimu dari kita berdua masih kecil" ucap Chika dengan sangat senang.


"Aku juga sangat mencintaimu, walau aku menjadi istri ke dua aku juga mau" kata Niken dengan sangat tulus.


"Kalian ini kenapa sih kok seperti itu kepadaku????" tanya Bagus dengan sangat Kebingungan.

__ADS_1


"Kalau kamu sudah menjawab perasaan kami maka akan kami lepas pelukanku ini" kata Chika.


"Iya aku juga setuju dengan kata-kata Chika, aku akan melepaskan pelukanku juga" ucap Niken dengan sangat yakin.


"Kalian berdua...........baik aku akan menjawab semua isi hati kalian, saat ini aku sangat menyukai kalian berdua seperti keluarga dan tidak lebih, untuk masalah menikah aku akan pikirkan kalau aku sudah berumur 18 tahun" jawab Bagus.


Setelah mendengar kata-kata dari Bagus, mereka berdua mulai melepaskan pelukan mereka, Niken dan Chika akhirnya sepakat siapa yang akan menjadi yang kedua, mereka akan bersaing memperebutkan hati orang yang sangat mereka cintai.


Niken berjalan menuju pintu keluar, dia menekan tombol untuk membuka pintu pesawat terbang, ketika pintu yang sangat besar terbuka perlahan-lahan, para penduduk yang ada di sekitar pesawat terbang merasa kaget, setelah mereka semua keluar dari dalam pesawat terbang, para penduduk mulai kagum.


Bagus melihat para penduduk ada orang tua dan anak muda, mereka sangat antusias untuk bertemu dengan para penyelamat Negerinya dan nyawa para penduduk, bagus di dekati para gadis cantik, sedang Chika, Niken dan Hariyati didekati oleh banyak cowok.


Chika menjadi sangat marah ketika Bagus di kerumuni banyak wanita cantik dan para gadis, wajar saja mereka sangat senang karena negerinya tidak hancur.


Dari jauh terdengar sebuah langkah kaki yang sedang menghampiri mereka semua, dengan teriakan "kalian semua diamlah dan beri kami jalan" yang terdengar cukup lantang membuat para penduduk terdiam, bagus penasaran dengan suara yang cukup keras, dari mana suara itu berasal.t


Tiba-tiba banyak penduduk yang menepi memberi jalan, di sana terlihat seorang gadis yang sangat angun, berambut kuning panjang dan berombak di ikat dua ke bawah, mata berwarna kuning serta berparas cantik dan menawan, dia di dampingi oleh dua pengawal pribadinya yang seorang laki-laki tinggi berbadan tegap.


Gadis melihat Bagus dan teman-temannya dengan sangat tenang, ketika langkah kakinya hampir dekat 10 meter dengan bagus, dia pun menghentikan langkahnya.


Dia terlihat seperti anak penguasa Negeri Moderen, karena semua terlihat dari sikap para penduduk yang begitu hormat kepadanya.


"Perkenalkan namaku Dita Ayu pangil saja Dita, apa kalian semua yang telah menyelamatkan Negeriku dari kehancuran" ucap Dita sangat ingin tahu pahlawan yang menyelamatkan Negerinya.


"Namaku Bagus memang benar kami semua yang telah menyelamatkan negeri ini dari kehancuran" jawab Bagus dengan sangat tegas.


"Namaku Hariyati" ucap Hariyati sangat kalem.


"Namaku Niken dari Kota Palam" kata Niken.


"Namaku Chika dan dia Bulan" ucap Chika.


"Namaku Putri salam kenal Dita" jawab Putri.


"Namaku Linda aku peri bunga dari negeri peri" kata Linda.


Dita mendekati Linda dengan rasa penasaran, kalau dia peri Linda dan Niken anak dari profesor Yudi, berarti mereka semua adalah Satria Naga Legendaris dan para pengawalnya.


Kabar itu telah menyebar ke seluruh Negeri Cahaya, raut wajah Dita terlihat sangat senang mendengar kalau mereka adalah sang penyelamat dunia.


Para penduduk pun sangat senang karena Negerinya kedatangan para pahlawan penyelamat dunia dan umat manusia, bagai mana mungkin berita mengenai mereka semua telah menyebar luas.


Bagus pun heran dengan kata-kata Dita yang telah mengetahui bahwa bagus sang penyelamat.


"Kamu jangan heran seperti itu kalau aku bisa tahu soal kalian semua, karena aku punya informan dari Kota Palam yang selalu memberi kami kabar" kata Dita.


Bagus dan teman-temannya baru mengerti dengan kata-kata informan, setelah mereka berbincang-bincang sebentar Dita mengajak mereka semua untuk menghadap Raja Negeri Moderen.


Para penduduk mulai memberi jalan untuk mereka semua, Dita berpesan kepada mereka semua jangan terlalu formal kepada sang Raja.


Dalam perjalanan menuju kerajaan Dita ingin mengajak mereka semua untuk mengelilingi negeri ini sebagai pemandu bukan sebagai bangsawan.


Negeri ini sangat besar dan bangunan di sana cukup tinggi dan terlihat kokoh, banyak rumah yang berwarna putih dan biru cerah.


Di sana terlihat semua warga melambaikan tangan untuk sang penyelamat, namun Bagus malah terlihat seperti malu, dia menundukkan kepalanya ke bawah, dari atas atap ada seorang laki-laki dan dua orang perempuan, dia mengawasi mereka dari atas atap rumah yang cukup tinggi, saat Bagus dengan cepat menoleh ke atas, sosok ketiga orang itu tiba-tiba menghilang.


Dita melihat Bagus dengan sangat penasaran, kenapa raut wajahnya sekilas seperti orang yang siap untuk bertempur, namun dia tidak menghiraukannya, dia terus melangkah menuju istana yang sangat megah, mereka semua takjub dengan pemandangan di dalam istana, dindingnya di hiasi emas dan permata, serta lampu aula sangat besar dan berkilau seperti berlian.

__ADS_1


__ADS_2