Satria Naga Legendaris

Satria Naga Legendaris
LAHIRNYA PENGAWAL KEGELAPAN


__ADS_3

Dari jauh Monster Air sedang melihat mereka yang sedang bertarung, dia berpikir kalau temanya Monster Ular bisa membunuh mereka semua dengan mudah.


Tapi entah kenapa tiba-tiba Monster Air terlihat sedikit ketakutan, mungkin temanya akan di bunuh dengan sangat mudah, pikirannya terlihat mulai kacau.


Ketika dia mengingat kekuatan Satria Naga Legendaris yang dulu, dia dengan sangat mudahnya membunuh para Monster yang di kirim oleh Raja Monster Maikel.


Tapi dia baru teringat kalau setengah kekuatan Satria Naga Legendaris sedang di segel di pulau terbang, jadi dia pun berpikir kalau temanya Monster Ular yang akan menang.


Di tempat Bagus yang sedang bertarung, disana terlihat hariyati kaget setelah melihat monster ular membenturkan dirinya ke batu hingga hancur, serangan apa yang bisa membuatnya seperti itu, bahkan tubuhnya di potong dan di belah menjadi dua saja dia masih hidup kembali.


Mata Monster Ular terlihat gelap seperti terkena racun yang lebih kuat darinya, entah siapa yang melakukannya pikir Hariyati dengan menatap pertarungan Bagus.


"Sialan kamu peri kecil yang sangat menyebalkan, berani sekali kamu melukai mataku dengan racun, akan aku makan kamu terlebih dahulu" teriak monster ular dengan nada yang sangat keras.


Linda ketakutan dan dia melarikan diri ke belakang Bagus, wajah Linda terlihat sangat ketakutan mukanya pucat pasi, namun Bagus menenangkannya agar tidak perlu takut kepada Monster Ular seperti dia.


Monster Ular yang sangat marah menerjang Bagus, namun dia bisa menghindarinya dengan sangat mudah, Hariyati melihat Bagus dengan mata terkagum-kagum, padahal monster itu terlalu cepat ucapnya.


Tangan Bagus menjadi merah karena menahan kepala ular yang sedang menerjangnya Linda pun kaget melihat satu tangan bisa menghentikan terjangan Monster Ular, tak lama kemudian muncullah batu panjang yang berkobar berwarna merah.


Batu itu menghantam tubuh atas perut Monster Ular, tak lama batu itu menusuk tubuhnya hingga monster ular menjerit HHOoooooaaahHHhhhhhh.


"Kurang ajar kau Satria Naga Legendaris, kamu pikir dengan jurus ini kamu bisa membunuhku dengan mudah" teriak Monster Ular dengan sangat keras.


"Iya aku bisa membunuhmu dengan mudah seperti ini" kata Bagus.


HHOooooookkkkhHhhhhh, tubuh Monster Ular kesakitan karena separuh tubuhnya sudah menjadi hangus terkena batu api merah, perlahan tubuh Monster Ular yang hangus menjalar ke kepala dan hingga akhirnya Monster Ular itu mati.


Hariyati pun tersenyum melihat Bagus sang Satria Naga Legendaris berhasil membunuh monster ular, dendam yang sudah lama kini terbalaskan sudah, namun Hariyati menjadi sedih karena pedang pemberiannya tidak berhasil di selamatkannya.


"Bagus maaf ini soal pedang pemberianmupedang itu telah jatuh ke dalam sungai, aku gagal menyelamatkan pemberianmu" tanya Hariyati dengan wajah sedih.


"Jangan di pikirkan, tapi aku suka sama kamu soalnya kamu telah menyelamatkan temanku Chika, masalah pedang katakan pedang samurai panjang datanglah" ucap Bagus.


"Jangan bilang seperti itu dong aku kan jadi malu" jawab Hariyati dengan wajah malu.


"Tidak perlu malu begitu, cepat katakanlah" kata bagus.


"Baiklah.....Pedang samurai panjang datanglah" ucap Hariyati dengan lantang.


Tak lama sebuah pedang samurai berada digenggaman tangan Hariyati, dia pun merasa senang setelah pedangnya kembali lagi ke tangannya.


Tak lama tiba-tiba wajah Hariyati tampak murung memikirkan Chika yang terkena racun monster ular, Linda mendekati Chika dan memeriksa racun apa yang telah mengenainya, setelah tahu chika langsung di obati dengan obat penawar miliknya.


"Tubuh chika sudah terbebas dari racun yang telah menjalar ke seluruh tubuhnya namun dia masih belum sadarkan diri setelah mengalami luka-luka akibat kibasan ekor Monster Ular, jurus penyembuh juga tidak bisa menyelamatkannya karena dia sekarang sedang kritis.


Hanya ada satu cara agar dia selamat dari maut, Bagus cium Chika seperti kamu mencium Hariyati agar dia mendapat hawa murnimu, itulah cara agar dia bisa selamat dari maut" kata Linda dengan pelan.


"Tapi aku tidak bisa melakukan itu karena dia adalah teman baikku" jawab Bagus dengan raut wajah terlihat serius.


"Hanya itulah caranya kalau tidak Chika akan mati, soalnya tadi racunnya sudah menjalar keseluruh tubuh, walau sekarang racunnya sudah bersih karena obat penawar milikku, tapi nyawanya butuh pertolongan" jawab Linda dengan tatapan yang sangat serius.

__ADS_1


"Bagus lakukanlah akukan juga temanmu kan, karena hanya kekuatan suci milik Satria Naga Legendaris yang bisa menolongnya" ucap Hariyati dengan wajah memelas.


"Baiklah kalau kamu bilang seperti itu, akan aku lakukan" jawab Bagus dengan sedikit lesu.


Tubuh Chika menjadi pucat dan panas, namun tak lama mulut Chika di cium oleh Bagus walau agak lama karena pemberian hawa penyembuhan milik Satria Naga Legendaris, setelah itu tubuh Chika bercahaya dan tubuhnya melayang-layang di udara, saat Chika tersadar dia menjadi kaget kenapa tubuhnya menjadi seperti ini.


"Cahaya apa ini terang sekali dan rasanya hangat, luka yang ada dalam tubuhku sudah hilang, aku suka kehangatan yang seperti ini" ucap Chika.


Tak lama kemudian cahaya yang membungkus tubuhnya pun lenyap dengan perlahan dalam hitungan menit Chika sudah berubah mengenakan pakaian pengawal kegelapan seperti milik Hariyati.


Pakaian dan kekuatan mereka berdua sangatlah berbeda, pakaian yang dikenakan oleh Chika berwarna abu-abu, baju terusan rok dan ada dua bola Cristal di bajunya, sedang pakaian yang di kenakan Hariyati berwarna kuning, saat Chika tersadar dia melihat bajunya sudah berubah seperti baju milik Hariyati.


Berarti bagus tadi telah menciumnya pikir dia sambil malu-malu dan mukanya jadi memerah.


"Chika kamu sedang memikirkan apa, jangan-jangan yang ada di pikiranmu cuma hal lain saja" tanya Bagus.


"Enak saja kamu bilang seperti itu, seharusnya kamu masih belum boleh menciumku.........Tapi tidak apalah ciumanmukan sudah terlanjur, tapi ingat jangan lakukan itu lagi, jadi tunggu sampai kita berdua menikah" ucap Chika dengan rasa senang.


"Chika kamu bilang apa???


Kitakan masih kecil, maaf aku tidak akan melakukannya lagi" jawab Bagus.


"Chika seharusnya kamu itu bilang terima kasih kepada Bagus yang telah menyelamatkanmu dari kematian" tanya Linda dengan serius.


"Iya aku sudah tahu itu" jawab Chika sedikit menyesal.


Setelah mereka bercakap-cakap tiba-tiba keluarlah Monster Ular, monster ular itu keluar dari kepala Monster Ular yang sangat besar, namun kali ini penampilannya sangat berbeda dari yang tadi.


"Kenapa kamu bisa hidup lagi setelah menerima jurus batu api milikku" tanya Bagus.


"Kamu pasti kaget karena aku sudah menduganya, perlu kamu ketahui aku tidak bisa mati aku ini abadi, kekuatanku sekarang sudah sangat sempurna dan inilah tubuh dan kekuatan sejatiku" ucap Monster Ular.


"Hei monster jelek tubuhmu yang sekarang malah lebih jelek dari pada yang pertama kamu kami kalahkan" ucap Chika dengan keras.


"Oh rupanya kamu sudah selamat dari racunku yang sangat mematikan, tapi bagai mana bisa kamu lolos dari racunku" tanya Monster Ular dengan rasa penasaran.


"Kamu tidak perlu tahu yang terpenting kamu akan aku bunuh, karena aku sudah sangat marah kepadamu" jawab Chika dengan nada kesal.


"Beraninya kamu bilang seperti itu kepadaku, baiklah akan aku tunjukan kekuatanku yang sekarang kapada kalian semua" teriak Monster Ular.


Monster Ular yang telah berubah menjadi seukuran manusia, dia memiliki kekuatan yang sangat besar dan kecepatan yang tidak tertandingi oleh siapapun.


Ketakutan para penduduk kembali lagi setelah Monster yang tadinya sudah mati kini hidup kembali, mereka takut kalau teror yang lebih kejam akan dia gunakan.


Kecepatan monster ular sangat cepat sekali seperti angin, tiba-tiba serangan monster itu tertahan oleh pedang milik Hariyati sehingga monster itu melompat sejauh mungkin sebelum tangannya terpotong oleh pedang milik lawanya yang sangat tajam.


Monster Ular sempat berpikir bila ia menyerang dengan gegabah maka dia akan bisa terpotong dengan sangat mudah tanpa berpikir panjang Monster Ular membuka mulutnya lebar-lebar, dia memasukan tangan kanan ke dalam mulutnya, setelah itu tak lama kemudian tangannya di tarik ke atas.


Air liur yang sangat banyak membasahi tanganya, ternyata monster ular mengeluarkan pedang yang telah lama hilang, sontak saja Hariyati sangat kaget setelah melihat sebuah pedang yang telah lama di cari oleh gurunya kini sudah di temukan.


Namun bagaimana bisa Monster itu bisa mendapatkan pedang itu ucapnya, pikiran Hariyati sekarang telah menjadi kosong setelah melihat pedang itu, mungkin itu adalah pengaruh dari pedang kegelapan yang telah membuat seseorang yang telah melihatnya menjadi tak sadarkan diri.

__ADS_1


Dalam hitungan detik Hariyati tertebas oleh pedang milik Monster Ular sehingga perutnya mengeluarkan darah segar, namun tak lama Hariyati pun jatuh ke tanah, saat dia mencoba untuk bangkit ternyata tangan Bagus menghentikan langkahnya.


"Sebaiknya kamu mundur biar dia aku yang akan melawannya, pedang itu sangat berbahaya pakaian pelindungmu dari Satria Naga Legendaris saja bisa robek seperti itu, Chika tolong kamu jaga Hariyati biar aku yang akan membunuhnya untukmu" ucap bagus.


"Coba saja kalau kamu bisa mengalahkanku atau membunuhku seperti tadi, jangan salah kali ini aku yang akan membunuhmu dengan pedang ini" jawab Monster Ular dengan keyakinan yang sangat besar.


Monster Ular itu mengambil aba-aba untuk menyerang Bagus dengan pedang kegelapan miliknya, pertarungan pun di mulai dengan sangat sengit.


Namun kecepatan Monster Ular tidak bisa di ikuti oleh mata Bagus, sehingga tubuh dia terkena luka terkena sayatan di mana-mana hingga lukanya mengeluarkan darah segar, serangan pedang pun belum cukup dia keluarkan, Monster Ular melancarkan sebetan ekor bertubi-tubi ke arah Bagus, sebetan itu membuatnya terlempar sampai jauh hingga membentur batu yang berdiri sangat kokoh, terdengar suara BLARRrrrr..., sehingga batu besar itu pun hancur.


Mata Monster Ular tertuju kepada Chika namun dia masih belum menyadarinya, dengan kecepatan penuh monster ular melesat ke arah Chika.


"Akan aku potong tubuhmu sekarang juga, setelah itu akan aku makan potongan tubuh kalian berdua" ucap monster ular dengan raut wajah seram.


Saat Chika tersadar ketakutan yang luar biasa menghampirinya, karena pedang kegelapan yang sangat di cari-cari adalah pedang terkuat.


Pedang itu diayunkan ke arah Chika dan Hariyati yang sedang terluka oleh sabetan pedang kegelapan, saat tebasan pedang kegelapan itu hampir mengenai tubuh Chika.


Tiba-tiba pedang itu berhenti kejadian itu membuat Monster Ular terkejut kenapa dengan pedang ini, apa pedang ini sudah tidak mau menuruti perintahnya lagi.


Tidak disangka pedang itu memberontak untuk melepaskan diri, entah kenapa pedang itu seperti memiliki sebuah jiwa, setelah pedang kegelapan berhasil melepaskan diri dari tangan Monster Ular, dia berbalik menyerang tangan Monster Ular hingga tanganya terluka, setelah melukai tangan sang Monster tak lama pedang itu terbang mendekati Chika.


"Kenapa kamu mendekatiku???


Apa kamu mau ikut bersamaku???" tanya Chika dengan penuh rasa penasaran.


Pedang kegelapan itu memberi respon kepada Chika dia bergerak-gerak dari atas dan ke bawah seperti dia menganguk, hati Chika merasa sangat senang mendapatkan sebuah senjata bahkan pedang itu lebih kuat dari milik Hariyati.


Kegelisahan monster ular terlihat jelas di matanya, pedang yang sudah dia dapatkan dengan susah payah kini sudah berpihak ke musuhnya pengawal tipe kegelapan.


"Apa kamu mau mengkhiyanati tuanmu, aku dengan susah payah mendapatkanmu tapi kenapa kamu sekarang berani memihak kepada orang lain" tanya Monster Ular dengan raut wajah marah.


Monster Ular itu pun marah dia menyerang Chika yang sedang membawa pedang kegelapan namun pedang itu mengeluarkan sinar hitam yang sangat pekat sehingga Monster itu mulai menyerang dengan amarah yang sangat tinggi, serangan Monster Ular berhasil di hindari oleh Chika.


Dia pun menjadi kaget kenapa dirinya bisa menghindari serangan monster ular dengan cepat, kekaguman dia pun terlihat saat pedang kegelapan menyuruhnya menebas tubuh monster ular, Chika mencoba memasang aba-aba untuk menyerang balik, dia pun mulai berlari dengan cepat dengan sebuah pedang kegelapan dengan sangat cepat pedang itu di ayunkan ke arah Monster Ular, dengan cepat tubuh Monster Ular terbelah menjadi dua bagian Chika pun terkejut melihat kecepatan dan kekuatannya.


"Baru kali ini aku menjadi orang kuat dan cepat" ucap Chika dengan perasaan senang.


"Chika kamu sekarang bukan gadis biasa lagi, kamu yang sekarang ini adalah pengawal Satria Naga Legendaris tipe kegelapan, jadi kamu harus berhati-hati menggunakannya.


Apalagi kamu sekarang telah memiliki pedang kegelapan yang telah lama di cari-cari oleh semua orang tidak terkecuali para monster juga ikut mencarinya" ucap Hariyati dengan wajah penuh keseriusan.


"Iya aku tahu kalau aku tidak boleh sembarangan menggunakan pedang ini, sekarang musuh kita masih belum musnah jadi aku harus waspada" jawab Chika dengan nada meremehkan.


Chika merasa senang bisa menjadi lebih kuat dari Hariyati tubuh Monster Ular yang terpotong sudah kembali seperti semula akan tetapi Chika malah merasa senang bisa menebasnya sesuka hatinya, expresi wajah Chika seperti orang yang sedang kecanduan hasrat untuk membunuh.


Tiba-tiba Monster Ular menyerang dia dengan kecepatan penuh, namun Chika tidak merasa cemas sama sekali, dia malah tersenyum pedang kegelapan ditebaskan ke arah Monster Ular, sehingga tubuh sang Monster Ular terbelah menjadi dua, belum cukup puas Chika menebaskan pedang kegelapan itu sampai berkali-kali, sehingga tubuh monster ular menjadi potongan kecil-kecil.


Hariyati mengawasi pertarungan Chika dengan seksama, di saat itu pula Bagus keluar dari puing-puing yang berserakan, dia perlahan-lahan berjalan mendekati Chika.


Namun tak lama tubuh sang monster ular yang terpotong-potong sangat kecil mulai berkumpul dan menyatu kembali seperti semula, kejadian itu membuat mereka semua kaget.

__ADS_1


__ADS_2