
Niken mengajak semua teman-temannya untuk memasuki pesawat terbang, mereka berempat sangat kagum setelah melihat sebuah pesawat yang cukup besar.
Ketika pintu pesawat di buka dan mengeluarkan bunyi chesss..... Dita sangat kagum, sedang untuk Yuyun, Gadis dan Suci mereka di buat melongo, karena baru pertama kali ini mereka berempat memasuki kendaraan pesawat terbang.
Yuyun sangat kagum setelah melihat dalamnya pesawat terbang, ada kamar tidur, dan ada kamar mandi, kali ini Dita sangat takjub melihat tempat pengendali, setelah 15 menit Niken menyuruh mereka semua berkumpul, Niken mengeluarkan sebuah koper yang cukup besar, di dalam koper itu terdapat banyak gelang untuk berlatih.
"Ini gelang yang kalian pakai waktu bertarung melawan tiga Iblis, aku sangat suka warna dan bentuknya" kata Dita.
"Ini ada enam warna gelang merah, kuning, biru, hitam, pink dan abu-abu.
Masing-masing memiliki berat 20 kilo sampai 1 ton" jawab Niken.
"Niken maaf ya gelang yang kemarin aku hilangkan" kata Hariyati.
"Kalau masalah gelang aku masih punya setok banyak, lagian gelang ini bisa aku buat lagi dengan sangat mudah" jawab Niken.
"Aku mau yang beratnya 300 Kilo totalnya, karena aku ingin menjadi lebih kuat" kata Chika.
"Aku juga minta yang beratnya 100 Kilo" ucap Yuyun.
"Aku seperti biasanya 500 Kilo" kata Hariyati.
"Aku mau coba yang 200 Kilo" ucap Dita.
Mereka semua mulai memakai gelang yang mereka pilih sendiri-sendiri, Dita merasa sangat berat setelah memakai gelang berbobot 200 Kilo, keringat dingin bercucuran membasahi tubuhnya, namun dia masih ingin tetap memakainya, karena Dita ingin menjadi lebih kuat dari sebelumnya.
Mereka semua mulai belajar mengendalikan gerakan tubuhnya, mereka sangat antusias berjuang untuk pertempuran besok, Bagus juga ikut melatih tubuhnya mengunakan 4 Ton, putri sangat senang sekali melihat Bagus ingin menjadi lebih kuat.
Yuyun dan Chika mulai belajar gerakan dasar untuk menyerang para Monster, tendangan memutar serta pukulan bertubi-tubi pun dia ajarkan.
Sedangkan didalam hutan terlihat segerombolan Monster Lalat dan para bandit, mereka semua membawa kereta yang di lengkapi jeruji besi yang terlihat sangat kokoh, kereta itu berjumlah 10 buah, kemungkinan kereta itu dibuat untuk mengangkut para tahanan yang akan di jadikan budak.
"Hei kamu???
__ADS_1
Apa benar ini jalannya untuk menuju penjara bawah tanah" ucap Monster Lalat sedikit kebingungan.
"Iya benar ini tuanku, karena aku sangat hafal dengan jalan ini"
Mereka semua mencari tempat tahanan yang di maksud, tetapi mereka tidak menemukan tempat yang mereka cari-cari.
Dari arah timur para bandit berteriak kepada rekannya, mereka telah menemukan puing-puing bangunan yang sudah roboh dan hancur.
"Pasti ini ulah dari putri Dita, kali ini aku akan menyerang Negeri Moderen dengan tanganku sendiri" ucap Monster Lalat.
"Tunggu tuan......kalau kamu menyerang Negeri Moderen, Raja pasti akan marah kepada kita semua"
Mau tidak mau mereka semua harus kembali, tetapi tidak untuk pemimpin mereka semua, dia menyuruh anggota yang lainya untuk kembali, tetapi tidak untuk pemimpin rombongan.
Dia terbang menuju Negeri Moderen dengan sangat cepat, dia berpikir akan bisa menang melawan para pasukan putri Dita.
"Kali ini aku akan membunuhmu Putri Dita, akan aku makan tubuhmu sampai habis tidak tersisa sedikit pun" teriak Monster Lalat dengan sangat marah.
Monster itu terbang tinggi, tidak lama dia melihat di depan gerbang ada sebuah kendaraan, dia mulai turun dengan sangat cepat hingga mengeluarkan bunyi brukkk......, Bunyi berisik membuat Dita dan teman-temannya keluar dari Pesawat Terbang.
"Kali ini muncul panglima Monster Lalat, dia berada di luar sedang menghampiri kita" kata Niken dengan sangat yakin.
Setelah mereka semua keluar, ternyata benar kalau yang datang panglima Monster Lalat, semua temannya heran dengan kebenaran ucapan Niken, kenapa Niken bisa memprediksi yang datang itu siapa, tetapi Niken hanya tersenyum sedikit.
Panglima Monster Lalat sangat marah setelah melihat sosok Putri Dita berada diantara mereka semua, dia menantangnya bertarung dengan taruhan nyawa.
"Hei Putri Dita aku akan membunuhmu, karena kamu telah merusak markasku" teriak panglima Monster lalat.
"Kamu mau membunuhku coba saja kalau kamu bisa, memang benar aku yang telah menghancurkan tempat itu, di mana para tahanan yang telah kalian kurung berada" ucap Dita.
"Kali ini aku tidak akan membiarkan kamu hidup-hidup, aku akan membunuh kalian semua dan memakan kalian" kata panglima Monster Lalat.
"Kamu Monster yang sangat sombong, apa kamu pikir bisa membunuh kami semua, baiklah aku yang akan melawanmu" Jawab Yuyun dengan sangat tenang.
__ADS_1
Monster itu sangat marah setelah mendengar Yuyun berbicara, kali ini dia ingin mencoba kekuatan dan kehebatannya dalam bertarung.
Monster itu berlari dengan sangat cepat sekali, dia menyerang Yuyun dengan kekuatan penuh, kali ini Yuyun merasa sangat percaya diri sekali.
Monster itu menyerang Yuyun dengan kecepatan yang sangat tinggi, ketika pukulan dan tendangan serta koyakan dari panglima Monster berhasil di hindari, Yuyun pun melancarkan serangan balasan, sebuah pukulan tepat mengenai perutnya dan di susul oleh tendangan memutar.
Kali ini panglima Monster Lalat jatuh tersungkur ke atas tanah, hingga tubuhnya terguling-guling dan berhenti setelah membentur pohon.
"Wow....... pukulanku hebat juga bisa melukai para Monster jelek" ucap Yuyun.
"Kakak Yuyun sangat kuat sekali, apa aku juga bisa menjadi kuat seperti dirinya" tanya Gadis sangat ingin menjadi kuat.
"Iya aku juga mau menjadi kuat" ucap Suci dengan wajah tersenyum manis.
"Kalian juga bisa menjadi kuat asal, kalian berdua juga harus rajin berlatih seperti kami semua" jawab Niken.
"Iya aku mau ikut berlatih" ucap mereka berdua sangat senang.
"Ini aku punya yang lebih ringan 20 kilo, masing-masing 5 kilo tetapi ingat kalau tidak kuat jangan di paksa" kata Yuyun mengingatkan.
Panglima lalat berdiri dengan tubuh sempoyongan, dari jauh di melihat Gadis yang di lawanya mengeluarkan sesuatu dari jari telunjuknya, dia tidak mengerti dengan situasi yang akan merenggut nyawanya.
Dengan sekuat tenaga tembakan air di lepaskan, kecepatan tembakan Air sangat cepat sekali, peluru Air melesat dengan sangat cepat membuat tubuh panglima Monster Lalat berlubang, dengan begitu panglima Monster Lalat roboh bersimpah darah.
Tidak berselang lama tiba-tiba Monster Air dan Monster burung Api, kedua Monster itu muncul di hadapan mereka semua, Niken menjadi sangat senang dengan kehadiran Monster Air, kali ini Niken dengan sangat cepat berlari ke arahnya, dia melancarkan serangan tetapi serangan itu tidak bisa mengenainya, Niken pun melancarkan pukulan dan tendangan ke arah lawanya dengan sangat cepat, ketika pukulan dan tendangan itu mengenai Tubuh Monster Air, terdengarlah Suarah crakkkkk..... tiba-tiba tangan Niken terhisap masuk.
Dia tidak bisa melepaskan tanganya, kali ini Monster Burung Api memasukan dua buah Benih Iblis ke dalam dada Monster Lalat yang berlubang.
Kali ini dua benih itu dengan sangat cepat mengeluarkan akar, Benih Iblis mulai menyatu seperti benalu.
"Hari ini cukup sampai di sini saja, sekarang sebaiknya aku harus pergi dulu dari sini" kata Monster Air.
"Kamu Monster Air yang sangat pengecut, tidak seperti Monster pada umumnya" ucap Niken dengan tatapan jengkel.
__ADS_1
"Bukan saatnya aku bertempur denganmu, karena hari ini aku sedang tidak mood" kata Monster Air.
Kali ini Monster Air terlihat sangat ketakutan setelah melihat pengawal elemen air ada di antara mereka.