
Awan Hitam membumbung tinggi ke atas Langit serta menyebar ke segala arah, disana terlihat serpihan Timah yang sedang tercecer diatas Tanah dan berserakan, namun tidak lama Awan Hitam yang sangat pekat pun perlahan lenyap, dibalik Awan Hitam keluarlah Dinda yang tergores dibagian Tubuh, serta Tangannya Hingga mengeluarkan Darah segar.
Dia terlihat sangat Marah sekali karena Dirinya sedang terluka, Hingga Tubuhnya mengeluarkan Darah, Dia melihat ke arah Niken yang sudah hancur dan Dia juga melihat ke arah Hariyati yang sedang menangis.
"Lucu sekali Kamu menangisi Temanmu yang sudah hancur itu, sekarang giliranmu yang akan Aku hancurkan seperti Temanmu itu" ucap Dinda.
"Tutup mulutmu, kali ini Aku akan bersungguh-sungguh untuk menghancurkanmu" jawab Hariyati dengan sangat Marah.
"Oh menarik sekali, jadi selama ini Kamu masih belum menggunakan kekuatanmu" kata Dinda sambil tersenyum.
"Hei Monster jangan lupakan Aku ya, Kamu pikir Aku bisa mati dengan sangat mudahnya" teriak Niken dengan sangat keras.
Hariyati yang melihat temanya berdiri kembali tanpa terluka sedikitpun, Dia merasa kaget dibuatnya, sedih bercampur senang itulah yang terlihat diraut Wajahnya.
"Untunglah Kamu selamat, Kamu membuatku khawatir. Tapi yang terpenting Kamu masih hidup" kata Hariyati sambil meneteskan Air mata.
"Hehehehehee.....berkat Manusia Timah Aku berhasil kembali seperti semula" jawab Niken sambil tersenyum cengar-cengir.
"(( Aku akan melindungimu dengan nyawaku Nona ))" ucap Manusia Timah.
"Kamu mengatakan kalau Aku ini Monster, akan Aku habisi Kalian Semua, sabetan Kegelapan Hoaaaaah...." Teriak Dinda dengan sangat keras.
Hariyati kaget dengan Jurus sabetan Kegelapan yang melesat ke arahnya, Dia masih belum siap dan sangat kerepotan, kali ini Niken tidak bisa menolong Temannya yang sedang dalam bahaya.
Dengan sangat cepat sabetan Kegelapan menerjang Tubuh Hariyati, Hingga terdengar Suara ledakan yang sangat keras dhuuuuaaaarrr......... Ledakan besar pun terjadi Hingga membuat Tanah bergetar sangat hebat, Angin pun berhembus sangat kencang, Awan Hitam membumbung tinggi ke atas Langit.
Niken yang melihat kejadian itu menjadi sangat terpukul karena Temannya telah dibunuh didepan matanya.
"Sekarang tinggal Kamu yang akan Aku bunuh dengan sangat kejam" ucap Dinda dengan sinis.
Tiba-tiba terdengar suara dari arah gerbang Dimensi, Niken sangat terkejut dengan kehadiran Temannya yang bernama Chika.
__ADS_1
"Kamu jangan sakiti Teman-temanku, lawanmu adalah Aku Chika" teriak Chika.
"Oh menarik sekali ada seorang Gadis yang ingin mati ditanganku" ucap Dinda dengan sangat sombongnya.
"Siapa yang ingin mati sia-sia ditanganmu, jangan remehkan Aku. Pengawal Elemen Kegelapan" ucap Chika dengan sangat Marah.
Kali ini Tubuh Chika diselimuti oleh aura Hitam, namun kejadian itu membuat Dinda sangat terkejut, ketika aura Hitam itu menghilang. disana terlihat Chika sedang memakai kostum pengawal Elemen Kegelapan yang sama seperti miliknya.
"Kamu itu sama seperti Diriku,tetapi Kamu itu masih terlalu cepat untuk mengalahkanku" ucap Dinda meremehkan.
"Kamu jangan meremehkan Diriku, Gravitasi Kegelapan Hahhhh" teriak Chika.
Jurus Gravitasi kegelapan berhasil menangkap Tubuh Dinda, namun Dia malah tersenyum melihat Jurus yang Chika gunakan, sementara itu ditempat Hariyati yang terkena serangan, masih terlihat Asap Hitam yang membumbung sangat tinggi, perlahan-lahan Asap itu meghilang, disana terlihat Hariyati sedang baik-baik saja, Dinda lebih terkejut lagi yang menolong itu adalah seorang pemuda yang berdiri tegap.
"Kamu sudah datang...... Aku sudah menunggumu cukup lama, Bagus Aku tidak ingin kamu tinggalkan lagi, bila Kamu pergi bawalah Aku ikut serta bersamamu" ucap Hariyati terlihat sedih.
"Iya Aku tidak akan meninggalkanmu lagi Aku berjanji, tapi Aku tidak akan membiarkan Dia menghancurkan Negeri Peri" jawabku dengan sangat Marah.
"Sayang apa sudah selesai bicaranya, kalau sudah Kamu jangan ikut campur ya, biar Aku yang akan melawannya" kata Chika dengan sangat serius.
"Niken maafkan Aku karena Aku terlambat memanggil Bagus" kata Linda.
"Tidak apa-apa sekarang papaku sudah datang, sekarang Aku bisa bernafas lega" jawab Niken.
Dinda kaget kenapa pemuda itu bisa menahan sabetan Pedangnya, Walau Tubuh Dinda terperangkap Jurus Gravitasi Kegelapan milik Chika, namun Dia masih bisa bergerak dan menoleh ke arah Miya.
"Rupanya Gadis kecil itu berada disini, ini kesempatan Bagus untuk membawanya pergi dari sini, Pedang Kehancuran hisaplah Jurus Gravitasi Kegelapan yang mengikatku" pinta Dinda.
Jurus Gravitasi Kegelapan perlahan-lahan menghilang, Chika yang melihatnya sempat berpikir, kalau Pedang itu sama seperti Monster Siput, namun Chika kaget dengan kecepatan Dinda yang dalam sekejap sudah berada disamping Gadis yang bernama Miya.
Sebelum Dia memegang Tangan Miya Aku mulai menyerangnya dengan tendangan, Dia pun kaget dengan kecepatanku, dengan cepat dan kuat tendanganku mengenai perut Dinda, dengan sangat cepat Tubuh Dinda melesat membentur Batu yang sangat besar.
__ADS_1
terjadilah Ledakan yang sangat keras dhuuuuaaaarrr....... Sehingga membuat Batu itu pun hancur.
"Chika Kamu jangan sampai lengah, Dia itu musuh yang sangat kuat" kataku mengingatkan Dirinya.
"Baiklah Aku mengerti" jawab Chika.
Dinda berdiri dengan tegap namun mulutnya mengeluarkan Darah, Dia menjadi sangat geram. Setelah melihat luka akibat tendangan yang dilancarkan oleh pemuda itu.
"Siapa namamu ???" Tanya Dinda dengan sangat penasaran.
"Namaku Chika ingat itu" jawab Chika.
"Aku tidak bertanya namamu, Aku bertanya siapa nama teman laki-lakimu itu???" Ucap Dinda dengan sedikit kesal.
"Namaku Bagus panggil saja Aku Satria Naga" jawabku menjelaskan.
"Oh jadi namamu Satria Naga, jadi Kamu sudah bangkit kembali dengan memakai raga pemuda itu" kata Dinda.
"Jangan meremehkan Temanku, karena Temanku ini sangatlah kuat" jawab Satria Naga dengan sangat Marah.
"Baiklah akan Aku bunuh Temanmu dan Aku akan musnahkanmu, dengan Tanganku Satria Naga, sabetan Pedang Hitam" teriak Dinda.
Kali ini Dinda tersenyum sinis ke arahku dan Chika, kali ini Chika menggunakan kekuatan LV 2 miliknya, Dia mulai menghadang Jurus sabetan Kegelapan dengan Jurus Lubang Hitam miliknya, Dinda menjadi sangat terkejut.
Ketika Dirinya melihat Chika bisa menggunakan kekuatan LV 2 yang sama seperti Temannya yang lain.
Dia saja masih menggunakan kekuatan LV 1, karena Dia memiliki Pedang Kehancuran. Dinda pun meremehkan Jurus yang dikeluarkan oleh Chika, Jurus Lubang Hitam naik dari bawah Tanah dan melahap Jurus sabetan Kegelapan, Dinda pun menjadi kaget dengan Jurus yang dikeluarkan oleh Chika.
Ketika Chika menahan Jurus sabetan Kegelapan milik Dinda, Dia pun menaikannya menjadi berlipat ganda, kemudian Jurus itu ditembakkan ke arahnya, Dinda pun terlihat sangat panik sekali, kenapa Jurus yang Dia tembakkan malah dikembalikan lagi menjadi berlipat ganda, tanpa pikir panjang Dia mengayunkan Pedang Kehancuran ke arah sabetan Kegelapan.
"Pedang Kehancuran hisaplah Jurus itu dengan semua kekuatanmu" teriak Dinda dengan sangat keras.
__ADS_1
Pedang Kehancuran berbenturan dengan sabetan Kegelapan, Hingga terjadilah guncangan yang sangat hebat, kali ini Dinda sangat kerepotan menghadapi Jurusnya sendiri yang sudah menjadi berlipat ganda, keringat dingin pun membasahi Wajahnya.
Terlihat pula kalau Pedang Kehancuran sudah tidak mampu lagi, atau tidak bisa menahannya. Sehingga terjadilah Ledakan yang sangat hebat DHUUUUAAAARRR....... Ledakan yang sangat besar, sehingga membuat Tanah hancur berserakan disertai Angin yang sangat kencang, kepulan Asap Hitam membumbung tinggi ke atas Langit.