Satria Naga Legendaris

Satria Naga Legendaris
KEPANIKKAN PUTRI DITA


__ADS_3

Niken sangat kecewa sekali, karena Monster Air yang sudah ada di depan matanya tiba-tiba menghilang dari hadapannya.


Dia pun berpikir positif, karena masih ada hari esok untuk menyegel Monster Air, bila bertemu lagi dia tidak akan membiarkannya lolos pikirnya, tapi kali ini pandangan Niken tertuju hanya kepada Bagus yang telah mengendong dirinya.


"Terima kasih sudah menolongku suamiku" ucap Niken dengan sangat senang.


"Heh.....kenapa kamu tiba-tiba bicara seperti itu lagi" tanya Bagus.


"Sudah jelas kan kalau aku sangat mencintaimu lebih dari diriku sendiri, lagian aku sangat suka kalau di gendong sama kamu" jawab Niken dengan senyuman manis.


Chika yang mendengar ucapannya Niken dia menjadi sangat cemburu, dia mendekati Niken yang sedang di sembuhkan oleh Hariyati, pipi Chika terlihat sangat merah.


"Hei Niken kamu dalam kondisi seperti ini, kenapa kamu masih sempat merayu kekasihku, kamu di larang mengambil kesempatan itu dariku mengerti" kata Chika sedikit keras.


"Yang jelas Aku akan mengandung anak-anaknya Bagus" jawab Niken sambil mengoda temannya.


Kali ini mereka berdua bersaing dengan sangat keras untuk mendapatkan hati pujaannya, mereka berdua sangat ingin menjadi kekasihnya.


Bagus yang mendengar persaingan mereka berdua hanya bisa menghela nafas, namun dia berhasil mengalihkan pembicaraan mereka berdua, untuk menolong Dita yang sedang terkapar di atas tanah.


Ketika Chika mendengar nama Dita dia terlihat sangat geram, dirinya tidak Sudi untuk menolong seorang putri yang sangat sombong.


Hariyati mulai menyembuhkan luka-luka yang di alami teman barunya, tetapi Bagus sempat berpikir kenapa selalu saja ada musuh baru yang selalu bermunculan, apa lagi Raja Iblis Joko terlihat sangat kuat sekali, dia sempat berpikir kalau dia berhadapan dengannya, mungkin dia bisa mati dengan sangat mudah.


Ruangan pertandingan sudah hancur hingga rata dengan tanah, sedang Dita berdiri di bantu oleh Hariyati, Dita kali ini sangat menyesal dengan sikapnya yang sangat sombong.


Dia mengajak mereka semua untuk masuk ke istana untuk melapor kepada raja,dan mengantar mereka semua untuk beristirahat.


Raja mengatakan soal bangunan yang rusak, mereka tidak boleh merasa khowatir sebab raja akan merenovasi ulang arena pertandingan, akan tetapi yang lebih penting soal Monster Lalat, mereka akan menyerang Negeri Moderen dalam tiga hari lagi.


Raja merasa sangat panik bila para penduduknya di culik kembali, sedangkan sang Raja tidak bisa menolong mereka, maka citra Raja akan terlihat jelek di mata rakyatnya.


Bagus dan teman-temannya telah berjanji akan membantu Negeri Moderen dari serangan Monster Lalat, sedang raja menanyakan kenapa baju putrinya seperti itu.


Bagus pun menjelaskan semua tentang Dita bisa menjadi pengawal tipe petir, Raja yang mendengarnya merasa sangat senang sekali, mereka berpikir raja akan marah setelah mendengarnya secara langsung.


Mereka semua berpamitan untuk meninggalkan istana dan mencari penginapan di luar, tetapi sang Raja melarang mereka untuk mencari sebuah penginapan, raja menawarkan mereka untuk menginap di dalam istana.


Niken dan Linda menerima tawaran Raja dengan senang hati, namun tidak untuk Chika,di dalam hatinya dia menolak tapi setelah di pikir-pikir, penginapan di luar ukuranya sangat kecil sedang kamar di istana sangat besar dan luas, akhirnya dia pun mau menerimanya juga.


Mereka bertujuh di antar oleh Dita menuju kamar mereka masing-masing, ketika mengantar mereka semua menuju kamarnya, lirikan mata Dita sekilas melihat mereka semua sedang memasuki kamar mereka masing-masing, dia terlihat ingin meminta maaf atas semua ucapan dan kesombongannya yang telah di lakukannya, namun dia masih belum berani mengatakannya.


Ketika memasuki kamar yang sangat luas, Linda dan Chika merasa sangat senang dengan kamar yang mereka tempati, sedang Hariyati dan Niken hanya bisa tersenyum manis melihat temannya.


Para pelayan datang untuk mengantar makanan ke kamar mereka, ketika pelayan keluar dari kamar, Bagus pun membawa makanan itu ke teras di samping kamarnya, alangkah terkejutnya dia setelah mengetahui semua teman-temannya menunggunya di teras kamar, mereka menunggu bagus membawakan makanan untuk mereka semua.


Mereka pun makan bersama-sama seperti biasanya, canda dan tawa menghiasi suasana, Dita yang melihat mereka semua sedang makan bersama, dia sebetulnya ingin ikut bergabung dengan teman barunya, tetapi karena sikapnya dia pun menjadi malu.


Pada malam hari suasana di luar istana sangat dingin, mereka semua sedang tertidur dengan sangat pulas, tetapi hanya Hariyati yang masih berdiri di teras kamar yang sangat luas.


Dia berdiri termenung memandangi bulan, wajahnya terlihat sangat senang dia tersenyum-senyum seorang diri, entah apa yang dia pikirkan.


Dia menoleh ketika sebuah pintu terbuka, ternyata yang membuka pintu adalah Bagus, dia terkejut melihat Hariyati yang sedang berdiri sendiri memandangi bulan, bagus pun mendekatinya dengan sangat dekat sekali.


"Bagus kamu sangat populer ya, Chika dan Niken sangat mencintaimu apa lagi kehadiran Dita putri Negeri ini, mungkin dia juga akan mengejar cintamu, aku....takut kehilangan orang yang paling aku sayangi" kata Hariyati.


"Kamu itu selalu saja seperti itu, aku juga tidak ingin kehilangan dirimu dan teman-teman yang lain" jawab Bagus.


Tiba-tiba Hariyati memeluk tubuh Bagus dari belakang, pelukannya sangat erat hingga membuat dia tidak bisa berkata apa-apa.


"Terima kasih ya sayang, kamu sudah membantuku membunuh Monster ular yang telah memakan guruku" kata Hariyati dengan sangat senang.

__ADS_1


"Iiii......ya.....aku juga senang bila kamu merasa senang, yang paling penting hatimu hanya untukku seorang" jawab Bagus.


Mereka berdua sedang terbawa suasana malam di terangi oleh sinar bulan, perasaan mereka telah menjadi satu, tetapi tidak lama dari samping atas sebelah kanan terdengar suara pintu sedang terbuka, di sana terlihat Dita sedang Kebingungan akan sesuatu.


Dia pun menoleh ke arah teras bawah tempat Bagus dan yang lainya sedang tidur, dia sangat senang setelah melihat Hariyati dan Bagus masih belum tidur, karena dilihat Hariyati pun melepaskan pelukannya, Dita menghampirinya dengan cara melompat.


Terdengar suara Tap bunyi sepatu menyentuh lantai, dia menghampiri mereka berdua, setelah dia sangat dekat dia memegang dada Bagus dengan perasaan tenang.


"Sudah aku duga kalau kalian berdua saling mencintai, tetapi aku ke mari bukan untuk menanyakan soal kalian berdua, tetapi ini lebih penting dari cinta kalian" ucap Dita sangat kesal.


"Apa masalah anda tuan putri, katakanlah mungkin aku bisa membantu" jawab Bagus dengan tenang.


"Kamu jangan begitu formal kalau memanggilku, panggil saja namaku Dita, tapi urusan kita berdua masih belum selesai" kata Dita.


"Kalau boleh tahu urusan apa ya ???


Aku heran padahal kita baru saja bertemu" tanya Bagus dengan sangat penasaran.


"Memang kita berdua baru saja kenal, tetapi kamu sudah mengambil sesuatu yang sangat berharga dari ku, kenapa kamu mengambil ciuman pertamaku" kata Dita dengan sangat marah.


"Aku menciumu karena paksaan dari teman-temanku, kalau aku tidak melakukan itu semua maka......." jawab Bagus sedikit ragu.


"Maksutmu paksaan apa ???


Kalau ngomong yang jelas" kata Dita sedikit marah.


"Dia melakukan itu karena ini menyangkut tentang nyawamu, jurus penyembuhanku tidak bisa menyembuhkan luka yang kamu alami" ucap Hariyati sedikit sedih.


Dita pun terdiam sesaat setelah mendengar kata-kata Hariyati, dia mulai merasa malu dan pipinya pun menjadi merah saat melihat wajah bagus, dia mendekatinya dan mengatakan maaf kepadanya, namun sebelum dia meminta maaf bagus sudah memaafkan dia, yang terpenting baginya hilangkan sikap meremehkan teman-temannya yang lain, Dita pun mengerti dan paham dengan sikapnya yang pernah dia lakukan kepada temannya, dia juga harus meminta maaf kepada Chika.


Akan tetapi apa Chika bisa memaafkan dirinya, tetapi Hariyati meyakinkan dirinya untuk tidak ragu bila ingin meminta maaf.


"Satu hal lagi untukmu bagus, jadikan aku kekasihmu seperti kamu mencintainya, itulah masalah yang harus kamu terima" kata Dita dengan sangat yakin.


"Iya juga...tapi kamu bukan orang biasa, kamu seorang penyelamat Dimensi Cahaya sang penyelamat dunia, jadi itu sangat mungkin kalau aku harus menjadi pengantinmu" jawab Dita.


Dia hanya menghela nafas panjang setelah mendengar perkataan dari tuan Putri Dita, tidak berselang lama Dita baru saja sadar ada sesuatu yang ingin dia bicarakan, sesuatu yang sangat penting tentang penampilannya.


"Bagus kenapa baju ini tidak bisa di lepas, padahal aku ingin mandi dan berganti pakaian, tetapi baju ini sangat kuat menempel di tubuhku" kata Dita sedikit panik.


"........." Bagus terdiam beberapa saat.


"Soal baju pengawal memang tidak bisa di lepas, karena baju itu sudah menyatu dengan tubuhmu" ucap Hariyati.


"Baju ini dia yang memberinya jadi dia juga bisa melepas baju ini, bagus pokoknya kamu harus membantu melepaskan baju ini" kata Dita terlihat sangat panik.


Karena di paksa terus bagus hanya bisa diam, dia sedang berpikir kalau bajunya di lepas dia bisa telanjang di depannya.


Suara ribut-ribut membuat Chika dan yang lainya keluar dari kamarnya, mereka heran kenapa mereka bertiga ribut-ribut di luar.


"Hei kamu cepat kembali ke kamarmu sebelum kamu aku lempar dari sini" kata Chika dengan kasar.


"Aku tidak akan pergi dari sini sebelum bajuku di lepas olehnya" jawab Dita dengan sangat panik.


"Apa kamu tidak malu apa, seorang Putri Negeri Moderen telanjang di depan laki-laki, jangan-jangan kamu itu putri cabul ya" kata Chika.


Kata-kata Chika sangat menusuk hati Dita, tanpa berkata satu patah kata pun Dita pergi melompat kembali ke kamarnya.


Niken yang mendengarnya pun merasa kasihan kepada Dita, namun Chika berkata seperti itu karena dia sudah sakit hati karena sikapnya Dita.


Kesempatan mereka untuk berduaan sedang terganggu oleh Dita dan teman-temannya yang lain, sedang bulan memandang wajah mereka berdua, tak lama dia pun tersenyum kepadanya, kali ini Chika, Niken dan putri di buat heran dengan sikap bulan.

__ADS_1


Karena selama dia terlahir, dia tidak pernah tersenyum tetapi kali ini dia tersenyum.


"Kak bagus dan kak Hariyati, maafkan kalau kami semua sudah menganggu kencan kalian" kata Bulan sambil tersenyum kecil.


"Apa kalian berdua sedang berkencan, kenapa aku tidak di ajak" ucap Chika sedikit kecewa.


"Aku juga mau ikut kencan bersamamu sampai pagi suamiku" kata Niken dengan sangat senang.


"Kamu tidak boleh menyebut dia suami, hanya aku yang boleh menyebutnya begitu" jawab Chika tidak ingin kalah bersaing.


Sedang Hariyati cuma bisa tersenyum kecil mendengar teman-temannya sudah kembali seperti sedia kala, bagus yang mendengar ungkapan kata hati mereka berdua hanya bisa menepuk jidatnya, tak lama bagus pun berlari masuk ke kamarnya, Cika berpikir kenapa Bagus kabur darinya.


"Selalu saja jadi seperti ini" ucap Linda sedikit kecewa.


"Hanya aku yang moleh menjadi penggantinya dan tidak untuk yang lainya" pikir Putri dalam hati.


Sedangkan Dita hanya melihat mereka dari atas sambil bersembunyi, dia berpikir ternyata mereka semua orang-orang yang sangat menyenangkan.


Di malam hari Kota Air terdengar suara rintihan dari balik jeruji besi, banyak tangisan para wanita yang sedang terdengar di sana, mereka semua seperti warga kota yang sedang di paksa menjadi budak dan di jual ke para pembeli.


"Lepaskan kami semua, karena kami tidak mau di jadikan budak"


"Aku mohon kasihani nyawa kami"


Para penjaga yang menjaga tempat itu hanya diam saja, mereka tidak merasa kasihan kepada para tahanan yang meminta untuk di bebaskan.


Sedang di ruang penguasa yang agak jauh dari tahanan, di sana terlihat pemimpin Monster lalat mengatakan kepada penguasa.


"Tuanku tinggal 3 hari lagi rakyatku siap untuk menyerang Negeri Moderen, mereka siap untuk membawa warga dan membunuh sang Raja, agar penguasa bisa menjadi Raja di Negeri Moderen" kata Monster lalat.


"Kalian lakukan saja sesuai dengan komando yang telah aku berikan,ingat kamu juga jangan sampai lupa bawa para pengawal Satria Naga Legendaris di hadapanku hidup-hidup" ucap penguasa dengan sangat lantang.


"Baik tuanku" ucap Monster lalat sambil menundukkan kepala.


Di tengah hutan yang sangat dingin, di sana terlihat Yuyun sedang membuat api unggun untuk menghangatkan diri, mereka bertiga terlihat sangat kelaparan, Yuyun menyuruh mereka berdua untuk menjaga api unggun, karena dia mau mencari jamur dan tanaman yang bisa di makan serta berburu hewan untuk di makan, ke dua anak yang duduk berdua di dekat api unggun merasa sangat ketakutan, mereka berdua di kelilingi pohon yang sangat tinggi dan rumput yang sangat rimbun.


Mereka berdua merasa kalau ada seseorang yang sedang mengawasi mereka semua dari balik pohon, ketika terdengar suara kresek.....dari semak-semak, mereka berdua menjerit setelah melihat sosok yang keluar dari balik pohon.


"Suci, Gadis kenapa kalian berdua berteriak, ini aku kakak Yuyun" ucap Yuyun.


"Kami sangat takut kak" jawab Suci.


"Hutan ini terlihat sangat seram kak Yuyun" kata Gadis menggigil ketakutan.


"Kalian diam saja di sini, akan ada Monster yang akan datang kemari, mereka datang ke sini karena teriakan kalian berdua" ucap Yuyun sedikit khawatir.


Dari atas langit terlihat Monster Lalat yang terbang mendekati api unggun yang sedang menyala, Monster itu berpikir mungkin di sana tempat suara teriakan yang baru saja dia dengar berasal.


Dia pun mendarat dengan santainya, tubuh Monster itu terlihat sangat besar dan menakutkan, dia mencium ada bau anak manusia yang sedang bersembunyi di balik pohon.


Monster itu menyuruh mereka untuk keluar, tetapi tidak ada respon dari nya, mereka bertiga mulai menyusun strategi untuk membunuh Monster Lalat yang ada di hadapannya.


Mereka berdua mulai keluar dari balik pohon, sedangkan untuk Yuyun dia memanjat ke atas pohon, dia pun bersiap untuk membunuh Monster itu dengan kekuatannya, Monster lalat mendekati kedua gadis itu dengan mengeluarkan nafas yang sangat kencang.


"Untung hanya aku yang menemukan kalian berdua" kata Monster Lalat.


"Kamu jangan mendekat......" teriak Gadis terlihat sangat ketakutan.


"Kalian berdua jangan berteriak sangat kencang, nanti teman-temanku akan mengetahui posisimu" kata Monster Lalat.


"Sebaiknya kamu pergi dari sini dan jangan kamu dekati aku" jawab suci dengan memberanikan diri.

__ADS_1


"Oh kalian anak manusia yang masih kecil mempunyai tekat dan keberanian yang cukup kuat, aku mendekati kalian berdua karena aku ingin memakan tubuh kalian, karena teman-temanku sedang tertidur jadi hanya aku yang terbangun dan terbang ke sini, ternyata aku Monster yang sangat beruntung bisa memakan kalian berdua" ucap Monster Lalat merasa sangat senang.


__ADS_2