
"Baiklah akan Aku buktikan kata-kataku, Pedang Suci panjang datanglah" teriak Hariyati.
Dinda sebagai pengawal Kegelapan menjadi sangat terkejut, setelah Dia melihat sebuah Pedang Suci panjang keluar dari Tangannya, dengan sangat tenang Hariyati mengayunkan Pedang Suci panjang dengan sangat cepat.
Dia mulai menyayat Tubuh Dinda dengan sangat cepat, namun alangkah terkejutnya Dia, setelah melihat Tubuh Lawannya tidak terpotong atau pun terluka.
"Kamu dan Pedangmu sangat lemah, kalau sebuah Pedang Aku pun memilikinya, tetapi Pedangku sangatlah hebat" kata Dinda dengan sangat bangga.
"Kenapa Pedangku ini tidak bisa memotongnya, ternyata Kamu ini sangat kuat" ucap Hariyati dengan sedikit panik.
"Ternyata Kamu baru tahu kalau Aku ini sangat kuat, tapi Aku akan memparlihatkan Pedang milikku sepesial untukmu, Pedang Suci Kehancuran datanglah" ucap Dinda dengan nada keras.
Kepalan tangan Dinda mengeluarkan aura Hitam yang sangat pekat, namun tidak lama sebuah Pedang Hitam yang sangat besar pun keluar, Hariyati sedikit panik dan tidak bisa berkata apa-apa lagi.
Tidak lama Dia pun melompat kebelakang dengan sangat cepat, kali ini Dia memasang aba-aba untuk menyerang, kejadian itu membuat Dinda tersenyum sangat lebar.
"Ayo tunjukanlah kekuatan Pedangmu kepadaku" ucap Dinda sedang menantang.
Tubuhnya mengeluarkan aura Putih yang sangat besar, tidak lama aura Putih itu membungkus Pedang Suci panjang, dengan kekuatan penuh Pedang Suci panjang diayunkan.
Tidak berselang lama keluarlah Pisau Cahaya, Jurus sangat besar melesat ke arah Lawanya, dengan sangat tenang Dinda mengayunkan Pedang Suci Kehancuran ke arah Pisau Cahaya, hembusan Angin menerjang pepohonan Hingga banyak Pohon yang tumbang, kepanikan Hariyati terlihat jelas saat Pisau Cahaya hancur diterjang Angin yang keluar dari Pedang Lawanya.
Ketika Angin yang keluar dari Pedang Suci Kehancuran, mengenai Tubuh Hariyati terjadilah Ledakan yang sangat hebat DHHUUAArrrr....... Ledakan itu membuat Pohon dan Tanah menjadi hancur. kepulan Awan Hitam membumbung tinggi ke atas Langit.
Kepulan Awan Hitam perlahan-lahan menghilang, ketika Awan Hitam lenyap. Disana hanya terlihat Tanah yang sudah hancur dan berserakkan, ditengah-tengah Tanah yang hancur terlihat Tubuh Hariyati sedang terkapar tidak berdaya, dengan perlahan dinda menghampirinya, mata yang penuh dengan kebencian dan rasa ingin membunuh terlihat jelas dimata Dinda.
"Entah kenapa Aku tidak berminat membunuhmu, mungkin Kamu itu orang yang sangat lemah sekali. Sebaiknya Aku pergi dari sini, akan aku tangkap Gadis itu dan akan Aku hancurkan Negeri Peri sampai tidak tersisa seorang pun" kata Dinda.
__ADS_1
"Jangan lakukan itu Lawanmu adalah Aku" ucap Hariyati.
"Oh Kamu itu sangat lemah, Kamu itu hanya bisa menjadi sampah Satria Naga bukan pengawalnya" jawab Dinda dengan sangat sinis.
"Tutup mulutmu pengawal Kegelapan yang tidak tahu balas Budi" teriak Hariyati dengan sangat Marah.
"Apa katamu........sampah????" Ucap Dinda terlihat sangat Marah.
"Tidak akan Aku biarkan Kamu hidup......HAAhhhhhh.....akan Aku tunjukkan kekuatan LV 2 Hahhhh....." Ucap Hariyati.
Terlihat sangat jelas sekali, kali ini Dia mulai serius dengan Lawannya, kekuatan yang keluar dari Tubuhnya terlihat sangat jelas, sedangkan terlihat aura Putih yang sedang meluap-luap keluar dari Tubuhnya.
Kejadian itu membuat Dinda menjadi sangat kaget, namun tidak lama Dinda malah tersenyum melihatnya, tidak lama aura Putih yang sangat pekat membungkus Tubuhnya mulai membesar, tidak berselang lama aura Putih itu pun menghilang. Dinda sangat terkejut melihat perubahan pakaian dan Pedang milik Hariyati, kekuatannya sekarang sudah berlipat ganda.
Dengan tatapan yang sangat tajam, Hariyati menyerang Dinda dengan seluruh kekuatan miliknya, satu sayatan Dua sayatan berhasil ditangkis oleh Pedang Kehancuran, serangan yang hebat membuat area sekitarnya menjadi hancur, terlihat jelas kalau kekuatan Mereka Berdua tidak seimbang.
Sedangkan Miya masih terus berlari dengan sekuat tenaga, agar Dia bisa sampai dengan sangat cepat ke Negeri Peri, setelah berlari cukup jauh Miya melihat kebelakang, disana hutan yang Dia masuki sudah terlihat cukup jauh. Namun Miya masih terus melanjutkan berlari dengan sekuat tenaga untuk sampai ke Negeri Peri.
"(( Kakak Bagus tolong Aku, Tubuhku sudah tidak kuat melanjutkan perjalanan ke Negeri Peri, sepertinya mataku sudah kabur seseorang tolong Aku ))" pinta Miya terlihat sangat berharap ada keajaiban.
Dari jauh kira-kira 1 kilometer ada sebuah Pesawat Terbang, Miya sangat senang kalau Pesawat Terbang itu menghampirinya, tidak berselang lama Pesawat Terbang itu melewatinya, alangkah kecewanya Dia. Karena pengendara itu tidak mengetahui kalau Miya sedang terbaring dan butuh bantuan.
Namun tidak lama kendaraan itu berputar kembali ke arah Miya yang sedang terbaring di Tanah, sebuah Pesawat Terbang yang cukup besar mendarat dengan perlahan.
Angin yang sangat kencang keluar dari bawahnya, namun dengan perlahan mesin Pesawat Terbang berhenti bersuara, tidak lama pintunya pun terbuka dengan perlahan-lahan, Miya yang melihatnya bisa dibuat takjub, seorang Gadis Cantik yang keluar dari Pesawat Terbang, langkah kaki yang sangat cepat menghampirinya.
"Sepertinya Aku pernah melihatmu" kata Niken.
__ADS_1
"Aauuuuaa...... (( Kakak tolong bawah Aku ke Negeri Peri, karena Aku mau menemui Satria Naga Legendaris ))" ucap Miya terlihat sangat ketakutan.
"Aku tidak mengerti perkataanmu ???" Jawab Niken sambil menggelengkan Kepalanya.
"(( Nona Aku merasakan kehadiran Ratu Kegelapan ))" ucap Monster Bayangan dengan sedikit khawatir.
"(( Iya Nona Aku merasakanya aura ini sangatlah kuat, dan sepertinya Dia sedang bertempur melawan pengawal Satria Naga Elemen Cahaya ))" kata Monster Air menjelaskan.
"(( Jangan-jangan yang kalian maksut itu Hariyati, kalau seperti itu Aku harus membantunya ))" jawab Niken.
"Auuuaauu... (( Kakak tolong bawah Aku pergi dari sini ))" ucap Miya dengan bahasa orang bisu.
"(( Nona sebaiknya Kamu tolong Gadis itu, karena Dia itu telah diincar oleh Ratu Kegelapan ))" kata Monster Bayangan sedang menyuruh.
"(( Apa benar begitu ???
Aku jadi bingung dengan maksut Kalian Berdua ??? ))" Jawab Niken dengan sedikit ragu.
"(( Tidak ada waktu lagi nona, bawa Gadis itu ke gerbang Dimensi yang telah dijaga Satria Naga ))" pinta Monster Bayangan.
"(( Nona sebaiknya anda bergegas pergi dari sini dan bertemu dengan Bagus ))" kata Monster Air meyakinkan Tuannya.
"Baiklah kalau begitu ayo Kita pergi dari sini" jawab Niken dengan sangat tegas.
Niken pun bergegas masuk ke dalam Pesawat Terbang dengan mengendong Tubuh Miya, Pesawat Terbang mulai Terbang tinggi meninggalkan hutan dengan sangat cepat.
Di Negeri Peri sedang ada keramaian, banyak Penduduk Peri yang sedang merayakan pesta, ada pula yang sedang menari dengan diiringi sebuah musik yang sangat merdu, terlihat jelas Wajah Peri yang sedang bergembira.
__ADS_1
Kilauan Cahaya mengelilingi Para Penduduk Peri, ada Peri yang sangat cantik berjalan dengan lemah gemulai menuju panggung, namun langkah kakinya itu terhenti karena Dia merasakan, kalau ada tamu yang akan datang ke Negeri Peri. Para Penduduk Peri pun sangar panik, yang datang itu orang baik ataukah orang jahat, tanya Penduduk Peri.
Namun tidak lama Peri Cantik itu tersenyum setelah melihat ke atas Langit, terlihat sebuah Pesawat Terbang yang sangat besar, semua Para Penduduk melihat ke arah Pesawat Terbang yang akan mendarat dengan mata terbuka lebar, hembusan Angin yang sangat kencang keluar dari badan Pesawat, setelah Pesawat Terbang itu mendarat. Para Penduduk Peri pun terlihat sangat penasaran siapa yang ada didalamnya.