Satria Naga Legendaris

Satria Naga Legendaris
MENOLAK


__ADS_3

Kali ini Chika akan mencoba Jurus Tangan peledak, tetapi sebelum itu Dia menyuruh Teman-temannya untuk menjaga jarak, karena ditakutkan Jurus Mereka Berdua akan mengenai Dirinya sendiri.


"Teman-teman Ayo Kita Semua mundur dulu agak jauhan" ucap Chika.


"Chika apa Kamu sudah mendapatkan cara untuk menghancurkan Pelindungnya" tanya Niken sudah tidak sabaran.


"Katakanlah....... Aku juga akan ikut membantu, walaupun tenagaku tinggal sedikit" kata Hariyati dengan sangat yakin.


"Kita Bertiga sama-sama kehabisan tenaga, Kalian Berdua sudah melihatkan Pelindung Api yang digunakan oleh Miya, waktu Kita menolong Desa yang ada didalam Gunung" ucap Chika mengingatkan.


"Iya Kami masih ingat soal Pelindung Api yang sangat besar, Pelindung itu digunakan oleh Teman Kita Miya" jawab Mereka Berdua.


"Pelindung Api miliknya sama dengan Pelindung Api milik Miya, jadi konsepnya Mereka itu sama, bila diserang dari depan dan atas pelindung itu tidak akan bisa ditembus, kalau semisalnya Pelindung itu diserang dari dalam, maka sipemakai akan kalah" kata Chika menjelaskan dengan sangat terperinci.


Mereka Berdua masih belum mengerti apa yang dimaksud oleh Chika, bagaimana caranya agar Mereka bisa masuk ke dalam Pelindung, serta menyerang Dia dari dalam pikir Hariyati.


Chika mengajak Mereka Berdua untuk bekerja sama dengan Miya, karena Sihir Miya adalah Sihir yang akan melenyapkan Monster Singa.


Dengan cepat Mereka Bertiga menjauh dari Monster Singa, setelah melihatnya Monster itu merasa Pelindungnya kuat Hingga Dia tertawa hahahaha.......


"Apa Kalian Semua sudah merasakan takut, apa karena Kalian tidak bisa menghancurkan Pelindungku" ucap Monster Singa merendahkan.


"Memang Pelindungmu sangatlah kuat, tetapi Kami tidak merasa takut, malah Kami Semua telah memikirkan cara untuk membunuhmu" ucap Chika.


Merasa sangat kesal dan Marah karena telah diremehkan oleh Para pengawal yang lemah, Dia pun menggunakan Jurusnya.


Monster Singa menembakkan semburan Api yang sangat kuat, namun Miya berhasil membuat Api Pelindung untuk menahannya, Monster itu terkejut karena salah satu dari Mereka bisa menggunakan Jurus yang sama denganya, padahal Dia yang mencopi Jurusnya Miya.


Kali ini Mereka Semua harus bekerja sama agar bisa membunuhnya, Niken dan Hariyati mulai melompat dengan sangat tinggi, sedangkan Chika berlari kesampingnya, karena Monster itu tidak mengetahui rencana Mereka, Dia pun menghentikan semburan Apinya.


Dia mulai menggunakan Api Pelindung, karena untuk menahan serangan Mereka Berdua dari atas dan samping.

__ADS_1


Jurus 1.000 Pisau Cahaya dan Jurus Cahaya Laser Super, dengan kekuatan penuh ditembakkan, Kedua Jurus itu melesat dengan sangat cepat ke arahnya, dengan perisai Api. Dia terlihat sangat percaya Diri sekali, namun Dia lupa dengan posisi Chika yang akan menyerang Dirinya dengan Bayangan Tangan peledak.


Ketika Tangan Hitam keluar dari bawah Tanah dan memegang ke Empat kakinya, tidak lama Tangan Hitam itu mulai meledak Sehingga perisai Api mulai lenyap, tanpa bisa menghindar Monster itu terkena Jurus 1.000 Pisau Cahaya dan Laser Cahaya Super.


Ledakan yang sangat besar dan panjang pun terdengar DHUMMmmmm........, namun tidak berapa lama Ledakan itu terbungkus oleh kurungan Api yang sangat besar.


Ledakan itu diredam dan dibakar dari luar, Tanah yang dekat dengan kurungan Api mulai mengering dan berwarna Hitam, saat kurungan Api lenyap Monster itu juga ikut lenyap, Putri yang melihat kejadian itu tidak percaya, kalau Monster LV Ultimate miliknya bisa dikalahkan dengan sangat mudahnya.


Sedangkan Monster yang mengawasi Mereka dari kejahuan, Mereka harus mewaspadai seorang Gadis pengawal Elemen Api, kerja sama Mereka sangat menakutkan sekali, tetapi Kami tidak akan kalah ucap sang Monster.


Karena kekuatan Kalian sudah terkuras habis, setelah melawan Monster tingkatannya yang jauh lebih tinggi dari Kami, dengan sangat cepat Monster itu mulai pergi menjauh.


Selesai pertarungan Mereka Semua mulai kehabisan tenaga, Mereka Semua mulai duduk dan bersandar dipohon untuk melepas lelah, hanya Miya yang tenaganya masih banyak dan hanya terkuras sedikit.


"Kakak Bagus apa Kamu mau makan Buah, Buah ini rasanya manis loh..... Kak" ucap Sintia.


"Dari mana Buah itu Kamu ambil, Sedangkan disinikan tidak ada Pohon Apel" jawabku dengan sangat penasaran.


Mereka Semua mulai memetik Buah Apel dan mulai memakannya, rasa manis membuat Mereka Semua merasa sangat senang.


Aku ingin Kamu ikut bersama Kami ucap Chika sambil tersenyum. sedangkan Sintia hanya menunduk diam karena Dirinya takut, kalau Dia hanya akan menjadi beban untuk Teman-temannya.


"Maaf Chika kalau untuk ikut sepertinya Aku tidak bisa, soalnya Aku disini memiliki tempat tinggal" jawab Sintia sambil menundukkan Kepalanya.


"Padahal kalau Kamu ikut Kami, Kamu bisa menyelamatkan Dimensi Cahaya, dan juga Aku bisa memakan Buah manis setiap hari" ucap Chika sambil membayangkan.


"Iya Buah yang Kamu Tumbukan rasanya sangat enak dan manis ada juga asamnya" kata Hariyati dengan sangat senang.


"Sintia dengan kekuatanmu, Kamu bisa membantu orang yang sedang kesulitan makanan, namun itu Semua terserah Kamu. Karena Semua keputusan ada di Tanganmu" jawab Niken.


"Kamu itu seperti Gadis bodoh, Gadis yang sedang menolak tawaran Ciuman dari Kak Bagus" ucap Putri.

__ADS_1


"Bukan......bukan Aku menolak soal berciuman dengan Kakak Bagus.


Tapi dari lahir Aku sudah tidak bisa melihat apa pun" jawab Sintia dengan sangat kecewa.


"Aku mengijinkanmu untuk menjadi pengawal Satria Naga. Dengan begitu Aku bisa makan Buah yang sangat segar setiap harinya.


"Itu namanya exploitasi orang yang baru dikenal" kata Niken.


"Bukan begitu Niken, Aku hanya ingin membuat Dia menjadi bagian dari Kita" jawab Chika.


"Kakak Chika Waktu awal bertemu, Dia tidak mengijinkan kalau Sintia mendekati Kak Bagus lebih lama" kata Miya mengingatkan.


"Itukan tadi tapi kalau sekarang sudah berbeda" jawab Chika sedang menutupi kesalahannya.


Mereka Semua terlihat sangat senang, namun Sintia tetap memutuskan untuk tidak ikut, keputusan Sintia membuat Chika menghela nafas panjang, mau bagaimana lagi kalau itu sudah keputusan bulat yang telah diambil oleh Sintia.


"Oh iya satu lagi buatmu Sintia, kalau Kamu ingin berubah pikiran Kamu boleh ikut dengan Kami" kata Chika sedang mengingatkan.


"Iya sekali lagi Aku ucapkan Terimakasih banyak" jawab Sintia dengan sangat yakin.


Keputusan Sintia membuatku merasa sangat lega, setelah beristirahat sejenak Mereka Semua melanjutkan perjalanan, Sintia menyuruh Mereka Semua untuk mampir ke tempatnya walau hanya sebentar, namun Mereka belum mengetahui kalau Mereka Semua telah menjadi incaran Kelima Monster.


Mereka Semua mulai berjalan menyusuri jalan setapak, setelah sampai diujung jalan setapak, Chika merasa sangat senang bukan main, disana terlihat banyak Pohon yang berbuah lebat, Buah yang tumbuh disana terlihat seperti disurga bagi Chika, apa lagi disebelah sungai ada banyak Tanaman obat serta sayur-sayuran yang siap untuk dipetik.


Melihat pemandangan seperti itu Mereka Semua terlihat sangat gembira, disana Sintia mengatakan kalau ini adalah kebunku, Chika menghampirinya dan mengatakan sesuatu kepadanya.


"Apa Aku bisa belajar menggunakan kekuatan yang sama sepertimu" ucap Chika dengan sangat penasaran.


Namun Dia menjadi patah semangat, setelah mendengar jawaban darinya.


Kekuatan ini sudah ada sejak Aku dilahirkan, karena Kekuatan ini sudah ada didalam Tubuhku, jadi tidak ada yang bisa menggunakannya atau mempelajarinya seperti Aku" jawab Sintia dengan nada tegas.

__ADS_1


Chika terlihat seperti orang bingung, serta matanya terlihat sedang berputar-putar, namun Miya menyemangatinya agar Chika kembali tersenyum seperti sediakala, sedangkan Hariyati membawa sebuah keranjang, Dia meminta ijin untuk memetik Buah dan sayuran untuk dibuat masakan.


__ADS_2