Satria Naga Legendaris

Satria Naga Legendaris
HADIAH


__ADS_3

Kali ini Chika langsung terdiam setelah mengatakan kata-kata Kematian, Dia sangat menyesal telah mengajak Miya ikut didalam pertempuran. Disaat itu Wajahku berubah menjadi Merah, ketika Miya masih duduk dipangkuanku, ingin bilang jangan duduk dipangkuanku. Tetapi Aku takut kalau nanti Dia bilang Aku suka atau keenakan jadi serba salah pikirku.


"Aku tahu kalau Kakak Chika sedang menyesal membawaku ikut ke Medan pertempuran, tapi Aku sangat senang karena ada yang mengakui kemampuanku, disaat genting Aku harus berkorban nyawa demi menyelamatkan Para Penduduk dari kematian.


Dulu ketika Aku masih Kecil, Kedua orang tuaku adalah seorang Raja yang sangat baik dan mengerti keadaan Penduduknya, Para Penduduk pun merasa sangat senang, karena sang Raja sangat mengerti kondisi Penduduknya, tetapi ketika Aku berumur 5 Tahun.


Keluargaku dibunuh oleh Para Bandit dan seluruh harta dan istana dikuasai oleh Mereka, sedangkan Aku dijual sebagai Budak, tapi sebelum Aku dijual seseorang memberiku minuman, pada saat itu Aku dipaksa olehnya untuk menghabiskan minuman itu.


Tidak lama setelah itu tenggorokanku terasa sangat panas, Tubuhku juga rasanya seperti terbakar dan Aku pun pingsan, setelah terbangun Aku sudah berada didalam kurungan Besi, serta Suaraku hilang dan baju yang Aku pakai compang-camping, setiap harinya Tubuhku dipukuli dan ditendang, bila ada orang yang mau membeli Pedagang Budak itu merasa senang, tetapi sebaliknya kalau pembeli tidak suka anak cacat, Dia tidak akan membeliku. Disaat itulah Tubuhku disiksa habis-habisan.


Hingga datanglah Dua orang yang membeliku, walau Dia tahu kalau Aku anak yang cacat, saat itu Aku merasa sangat senang sekali, karena Dia merawatku namun Dia sekarang telah tiada, karena dibunuh oleh Ratu Kegelapan.


Karena Kakak Bagus Aku jadi bisa berbicara seperti orang lainnya, dan sekarang Aku bisa menjadi bagian dari Dirimu Kakak Bagus" ucap Miya sedang menceritakan masa lalunya yang sangat teragis.


Mendengar cerita Miya kali ini Chika, Niken dan Hariyati. Hatinya mulai tersentuh Sehingga Mereka meneteskan Air mata, namun Aku mengatakan sekarang Kamu jangan sedih lagi, dan mau sampai kapan Kamu duduk dipangkuanku ucapku dengan nada pelan.


"Aku ingin selamanya seperti ini Kakak, karena Aku sangat menyukaimu dari awal Kita bertemu di Kota Palam" ucap Miya merasa sangat senang.


Mendengar ungkapan perasaan Miya Aku pun hanya terdiam, namun tidak lama Miya mulai berdiri dan mengatakan "hari ini Aku sangat senang dan bahagia" saat melompat dari atas tempat tidur baju Miya terlihat sangat Cantik sekali, kali ini pengawal Satria Naga yang baru adalah Tuan Putri yang sangat Cantik.


Miya pun terlihat bersemangat untuk menjalani hidup, sedangkan Chika hanya bisa mengeluh dan tidak berani melawan perkataan Miya. Kami Semua mulai berdiri dan meminta izin untuk kembali ke Negeri Peri, tetapi sebelum Kami pergi meninggalkan Desa dokter mengatakan sesuatu.


Perjalanan Kalian Semua akan jauh lebih sulit, jadi Kalian membutuhkan seorang dokter yang bisa merawat luka-luka Kalian Semua, Aku hanya bisa tersenyum namun Niken mengatakan kalau anda ingin ikut sebaiknya jangan, karena soal usia Anda sudah Tua, sekali lagi Kami minta maaf.

__ADS_1


Namun dokter itu mulai tertawa lebar, setelah Niken berkata kalau Dia sudah tua, dokter itu membalas ucapan Niken Aku memang sudah Tua tapi bukan Aku yang akan ikut Kalian, karena orang tua ini hanya akan menjadi beban sambil tertawa Kecil.


"Bila Kalian mampir ke Negeri Pelangi temuilah cucuku yang bernama Wulan, Dia seumuran Kalian, Dia adalah dokter yang sangat hebat di Negeri itu, ajaklah Dia karena Wulan ingin sekali berpetualang" ucap dokter.


Aku hanya diam dan hanya menganggukkan Kepala, karena Aku tidak ingin mengajak orang lain dalam bahaya, sedangkan Miya hanya terdiam sebentar setelah mendengar Negeri pelangi, kali ini Miya momotong pembicaraan Kami Semua dengan cara menarik Tanganku, kali ini Aku hanya bisa cengar-cengir.


Akan tetapi Niken terlihat sedikit memahami, kenapa Miya bisa menjadi seperti itu, Niken mulai melangkah menghampirinya dan bertanya sesuatu yang membuat Miya terdiam.


"Miya jangan-jangan Kamu adalah Putri dari Negeri Pelangi" ucap Niken dengan sangat serius.


"Tidak itu tidak benar, Aku bukan dari Negeri Pelangi yang Kalian maksud" jawab Miya dengan sedikit takut.


"Soalnya diwaktu Aku Kecil Ayahku pernah bercerita padaku, Kalau Negeri Pelangi telah berganti Raja" kata Niken dengan sangat yakin.


Tanpa berkata apa-apa Miya langsung pergi meninggalkan Aku, Dia berlari keluar klinik dan berhenti dipintu keluar, Niken menyuruh Hariyati untuk mengejarnya karena Dia takut kalau ada apa-apa dengan Miya.


Danu dan Sri menghampiri Niken, Dia melihat Niken seperti sesosok yang lain dalam hidupnya, Dia pun mulai tersenyum setelah melihat Dia dengan perasaan senang.


"Kakak Niken kenapa bisa tahu tempat Kami bersembunyi" tanya Sri dengan sangat penasaran.


"Hehehehe....itu karena Tadi Kami sedang mencari binatang untuk diburu, tetapi Kami Berdua malah tidak menemukan apa-apa, ketika ada Goa besar Aku berharap bertemu buruan, tapi jadinya Aku bertemu Kalian Berdua" kata Niken sambil menjelaskan.


"Berkat Kakak Desaku berhasil diselamatkan" ucap Danu merasa sangat senang.

__ADS_1


"Sebagai rasa Terimakasih, Kami dan Para Penduduk akan memberi Kalian imbalan yang cukup pantas" kata Kepala Desa.


"Kami bukannya menolak tetapi Kami Semua tidak pantas menerima Hadiah dari Para Penduduk" jawab Niken agak ragu.


"Karena Desa Kami sudah diselamatkan, jadi sudah sewajarnya Kalian Semua mendapatkan Hadiah, Aku mewakili Para Penduduk untuk menyiapkannya" ucap Kepala Desa.


Kali ini Niken tidak bisa berkata apa-apa lagi, karena Kepala Desa bersih keras untuk memberi Hadiah, ketika Kami Semua keluar dari ruang perawatan, Para Penduduk yang ada di sana mengucapkan Terimakasih, karena telah menyelamatkan desanya dari Para Monster Nyamuk.


Entah apa jadinya kalau Kami Semua tidak datang, kemungkinan Para Penduduk sudah menjadi santapan Para Monster, diluar gedung sebelah barat Para Penduduk yang lain sedang membawah Hewan ternak, Hewan yang sangat besar dan sehat sebanyak 10 Ekor.


Sapi dan uang untuk digunakan dalam perjalanan Kami, dengan terpaksa dan berat hati Niken pun menerima Semua Hadiah itu, namun Aku dan Chika menjadi bingung, bagaimana caranya Kami membawanya.


Niken mulai tersenyum setelah melihat Kami Berdua menjadi bingung, namun Niken menunjukkan sebuah cincin dijari manisnya, dalam sekejap cincin itu menyerap Hewan ternak yang dijadikan Hadiah, Semua Para Penduduk dibuat terpukau dengan cincin milik Niken.


"Cincin itu seperti room penyimpanan barang-barang dan yang lainya ya, lagian cincin itu pernah Kamu tunjukkan kepada Kita Semua" tanyaku untuk memastikan.


"Sayang Kamu kok masih ingat, padahal sudah 2 Tahun Kita tidak bertemu" jawab Niken dengan sangat senang.


"Aku juga masih ingat dengan ciptaanmu yang sangat hebat" ucap Chika.


Sementara ditempat pintu keluar, Miya sedang berbincang-bincang dengan Hariyati, Dia takut kalau Aku akan pergi meninggalkan Dirinya karena Dia seorang Putri, namun Hariyati menasehatinya kalau Bagus tidak akan pernah meninggalkanmu, walaupun Kamu seorang Putri.


Mendengar nasehat dari Hariyati, Miya mulai memberanikan Diri untuk mengatakan yang sebenarnya kepadaku.

__ADS_1


Ketika Aku dan yang lainya mulai berpamitan kepada Para Penduduk, Miya mulai datang menghampiri dan ikut berpamitan, setelah berpamitan Kami Semua melanjutkan perjalanan ke Negeri Peri.


__ADS_2