Satria Naga Legendaris

Satria Naga Legendaris
RAHASIA MIYA


__ADS_3

"Miya Kamu jangan takut untuk melakukan apa pun, karena Kita Semua orangnya selalu terbuka, jadi Kamu jangan sampai ragu. Karena masalalu itu biarlah menjadi masa lalu, sekarang Kita harus fokus menatap masa depan" ucapku dengan sangat tenang.


"Aduh Sayang....... sekarang Kamu seperti seorang Ayah, kepada anaknya dan Aku sangat suka sama sikapmu yang barusan" kata Niken dengan sangat senang.


"Niken Kamu bisa saja" jawabku sambil menghela nafas panjang.


Wajah Miya mulai berwarna Merah sekali. Namun dengan satu suapan dariku Miya pun bisa ikut makan bersama, karena besok pagi Kami harus meneruskan perjalanan ke Negeri Cahaya, untuk membebaskan Satria Naga yang telah dirantai segel oleh Sugiyono.


Malam semakin larut sedangkan pesta pun telah selesai, disana terlihat Para Peri dan yang lainya tertidur dengan lelapnya.


Malam yang sangat dingin membuat mata Engan terbuka, Cahaya bintang bersinar dengan sangat Indah Hingga membuat hati menjadi tentram, ditengah malam Aku mulai terbangun dari tidur, ketika bangun Aku dibuat kaget sekali, setelah melihat Tangan Miya memeluk Tubuhku, karena Dia sedang tidur disampingku.


Dengan Perlahan-lahan Aku mulai menyingkirkan Tangannya, agar Miya tidak terbangun dari tidurnya, setelah dirasa aman Aku mulai berjalan-jalan diarea sekitar.


Akan tetapi Miya juga masih belum tidur. Dia membuntutiku dari belakang, Dia hanya ingin tahu apa yang akan Aku lakukan ditengah malam begini, langkah kakiku Tiba-tiba berhenti setelah didepanku ada Hariyati, Dia sedang duduk memandangi Bulan dan bintang, sedangkan Miya melihat Kami Berdua dari kejauhan.


"Maaf sudah lama ya Kita Berdua baru bertemu, saat berpisah denganmu hatiku terasa sangat berat. sekarang Aku tidak akan pernah lagi untuk meninggalkanmu" ucapku dengan sangat pelan.


"Aku sangat kagum kepadamu dan juga kaget, dari awal bertemu dan sampai hari ini kamu sangat populer, banyak Gadis yang menyukaimu" jawab Hariyati sedikit sedih.


"Aku juga kurang mengerti dengan perasaan cinta, akan tetapi Aku tidak ingin berpisah lagi dengan Kalian Semua, terutama dengan Dirimu yang sangat Aku cintai" kataku dengan sangat mesra.


Setelah mengetahui tentang perasaanku kepada Hariyati, Miya pun berlari pergi meninggalkan Kami Berdua dengan rasa sedih.


Setelah bercerita cukup lama, Aku dan Hariyati pada akhirnya memutuskan untuk kembali, menuju tempat dimana orang-orang sedang berkumpul.


Ketika sampai ditempat pesta yang sudah selesai, Kami Berdua dibuat terkejut setengah mati, dimana Miya sekarang berada, tadi Dia tidur disini tapi sekarang Dia tidak ada, Hariyati menyuruhku untuk mencarinya bersama-sama.


Tidak lama Kami Berdua menemukan Miya, Dia sedang duduk-duduk dipinggir sungai, kali ini Wajahnya terlihat sedang sedih memandangi sungai yang sangat Indah.

__ADS_1


"Miya kenapa Kamu belum tidur, sekarang ini sudah sangat larut malam loh" ucapku sambil menunjuk Langit.


Miya hanya terdiam dan tidak menjawab sapaanku, ketika Hariyati melangkah pergi meninggalkannya, Dia berharap agar Kami Berdua bisa ngobrol dengan bebas, tidak berselang lama setelah Hariyati pergi Miya mulai berdiri, Dia bertanya kepadaku sambil meneteskan Air mata.


"Aku tahu Kamu sangat mencintai Hariyati, tapi Aku juga sangat mencintaimu pada pandangan pertama, karena Kamu terlalu baik dan sangat perhatian kepadaku, Sehingga Aku menjadi seperti ini. Tapi Aku tidak boleh egois dan mementingkan egoku sendiri, kali ini Aku tidak akan menyerah untuk mendapatkan hatimu" ucap Miya sangat menyentuh hati.


"Kamu boleh mencintai Aku tetapi Kamu tidak boleh bersedih lagi, karena Kamu harus ceria seperti biasanya apa Kamu sudah mengerti. Tapi jujur Kamu sangat Cantik dan baik serta perduli dengan orang lain" jawabku sambil memberi Dia semangat.


"Terimakasih atas pujiannya" ucap Miya sambil tersipu malu.


"Jadi perasaanmu sekarang sudah lega kan??" Tanyaku hanya ingin tahu.


"Iya Aku mengerti dan Aku tidak boleh menyerah, kali ini Aku harus bisa menjadi istrimu Sayang" jawab Miya dengan sangat senang.


Aku hanya bisa menghela nafas panjang setelah mendengar kata-kata Miya, Dia tersenyum sambil menangis itu yang Aku lihat, dalam posisi ini Miya tampak lebih Cantik Sehingga membuat Wajahku berwarna Merah.


"..........." Pikirku sambil tersenyum Kecil.


"Sayang bolehkah Aku bertanya sesuatu, tetapi jawab pertanyanku dengan jujur ya" tanya Miya.


"Aku akan menjawab Semua pertanyanmu jadi katakanlah" jawabku dengan kata-kata terbuka.


"Ini adalah rahasiaku, sebenarnya Aku memang seorang Putri di Negeri Pelangi, tetapi Aku tidak ingin pergi ke Negeri itu, serta Aku tidak ingin merebut kembali tahtahku yang telah diambil alih oleh Bandit, karena berada disisimu sudah membuat Diriku menjadi sangat tenang" kata Miya.


"Aku akan menjaga rahasiamu dengan baik, karena Kamu adalah bagian dariku" jawabku sambil menjelaskan.


Tidak berselang lama datanglah Niken, Chika, Hariyati dan Linda. Mereka Semua sudah mendengar, kalau Miya adalah Tuan Putri, Dia pun tidak bisa menyembunyikan lagi jati Dirinya.


Chika malah terlihat senang dan antusias untuk membantu merebut kerajaan milik Miya, akan tetapi Miya malah menolak dengan alasan takut, Kamu jangan takut sekarang ada Kami Semua yang akan membantumu ucap Niken.

__ADS_1


Namun Miya bersikeras menolak karena sesuatu alasan, tetapi desakan dari Teman-temannya membuat Miya harus mengatakan yang sebenarnya, ternyata Miya tidak ingin berpisah dengan Kami Semua, terutama denganku yang sangat Dia cintai.


Karena bila Dia menjadi Tuan Putri, Dia tidak akan diperbolehkan pergi meninggalkan istana, namun Chika berkata yang bisa membuatnya tenang.


"kamu tenang saja Kami Semua akan memikirkan cara agar Kamu bisa tetap ikut dengan Kami" ucap Chika sambil memberi solusi.


Dengan sangat yakin Chika mengatakan sesuatu yang membuatnya sangat yakin, namun didalam hatinya Dia merasa senang kalau Miya tetap dikerajaan.


"Teman Kami yang belum bersama Kami Semua ada Dua, Mereka Berdua bernama Yuyun dan Dita, Yuyun adalah pemimpin Negeri Air, sedangkan Dita Putri dari Negeri Moderen, Mereka Berdua bisa pergi kemanapun tanpa ada yang melarangnya" kata Niken menjelaskan dengan sangat rinci.


"Betulkah apa yang Kamu katakan, kalau begitu Kita harus mampir dulu ke Kota Air dan Negeri Moderen, Kita jemput Mereka Berdua untuk ikut" pinta Miya dengan sangat senang.


Mendengar kata-kata itu, pada akhirnya Miya memutuskan untuk merebut kembali kerajaannya. Malam semakin larut Kami Semua memutuskan untuk kembali ke Negeri Peri, akan tetapi malam ini pemandangan bintang di Langit terlihat sangat Indah.


Keesokan harinya Kami Semua mulai bersiap-siap untuk melakukan perjalanan, sedangkan Linda belum tahu tujuan Kami sekarang.


"Aku akan ikut Kalian Semua untuk melanjutkan perjalanan" ucap Linda menawarkan Diri.


"Kalau Kamu ikut, terus yang menjaga Negeri ini siapa???" Tanyaku kepada Peri Linda.


"Di Negeri Peri kan masih ada Ratu, jadi dialah yang akan memimpin Negeri ini, kali ini Aku telah menjadi Manusia seutuhnya. Kalau boleh tahu tujuan Kita sekarang ke mana" jawab Linda sambil bertanya.


"Kami harus membawa Satria Naga ketempat kelahirannya" ucapku.


"Ada apa dengan Satria Naga, Dia baik-baik sajakan???" Tanya Linda dengan sedikit khawatir.


"Tubuh Satria Naga sekarang sedang disegel, sekarang sayangku tidak bisa mengeluarkan kekuatan penuhnya" jawab Chika.


Kejadian yang sangat ironis telah menimpa penyelamat Dimensi Cahaya, kali ini Linda harus membantunya dengan segala kemampuannya, agar Satria Naga terbebas dari segel yang telah membelenggunya.

__ADS_1


__ADS_2