Sorry Bos, I Love U

Sorry Bos, I Love U
SB 101


__ADS_3

Kepalaku terasa di belai lembut seseorang, aku terkejut dan sontak bangun dari tidurku.


Ku lihat Angga sudah bangun dan memaksakan tersenyum manis kepadaku.


" Bagaimana keadaanmu. apa masih sakit ??? Tanyaku dengan kawatir sekali.


sebab ku lihat Angga masih meringis sesekali kesakitan saat sedikit bergerak.


Dia menjawab pertanyaan ku dengan sedikit mengangguk saja dan tersenyum yang lagi - lagi di paksakan.


Aku merasa tidak enak hati sekali. Melihat sakit yang di rasakan Angga dan . . . masih banyak lagi


Angga meraih tanganku untuk di genggamnya, aku pun tidak menolaknya.


Saat itu aku merasakan dia berbicara padaku dari hati ke hati.


Sesekali Angga meremas lembut jemari tanganku.


" Maaf kan aku " ucapnya parau dan lebih terdengar berbisik.


" Untuk apa ??? Aku yang seharusnya meminta maaf. Karena aku terlalu mala menutup mata untuk tidak perduli pada suamiku sendiri. " sahutku menghiburnya dan berbalik meremas lembut lengannya.


Tidak ku sangka, lelaki yang terlihat kekar dan macho ini ahirnya meneteskan air matanya.


Sontak aku kaget di buatnya

__ADS_1


" Kenapa ??? apa terasa sakit ??? aku akan memanggil dokter jaga " tanyaku saat melihat air matanya bergulir pelan membasahi pipi mulus tersebut.


" Tidak, tidak ada yang sakit. entah mengapa tiba - tiba air mata ini tidak mau berhenti " sahutnya dengan suara yang sudah mulai bisa terdengar jelas meskipun masih bernada lemah.


" Kamu mau makan atau minum ??? " tanyaku dengan membelai lembut lengannya


" Masih belum boleh, karena aku belum bisa kentut " sahutnya malu - malu


" Sudah kok, semalam kamu sudah kentut beberapa kali. " sahutku dengan nada menggodanya tapi benar Angga sudah kentut berkali - kali. Jelas sekali aku mendengarnya.


" Benarkah . . . " ucapnya sekali lagi dengan malu sekali.


" Tidak apa, kamu juga tidak sengaja kan ?? sekarang aku Carikan bubur dan air mineral ya ?? atau kamu mau teh hangat saja ??? " ucapku dengan akan beranjak bangkit dari tempatku duduk.


" Tidak usah sebentar lagi juga ada jatahku untuk makan pagi dari Rumah Sakit ini. " sahut Angga dengan mencegah ku untuk duduk kembali.


" Tidak, aku tidak terlalu lapar kok " sahutnya dengan masih menahan ku untuk tetap duduk.


Aku pun menurut saja, terpaksa aku mengalah karena aku berusaha menghemat tenaga Angga untuk tidak selalu memaksaku duduk.


Sebab ku lihat dia selalu meringis menahan sakit setiap kali menahan ku untuk tetap duduk di sampingnya.


Kami pun ngobrol santai dengan dia menanyakan kabarku, kabar usaha yang sedang aku jalani dan yang lain - lain.


Saat kami sedang mengobrol santai tiba - tiba seorang suster datang dengan membawa kereta makanan,

__ADS_1


" Bapak Angga apa sudah bisa kentut ?? " Tanya suster tersebut tanpa Tedeng Aling - Aling yang membuat muka Angga merah karena menahan malu.


Meski ini bukan pertama kalinya bagi dia.


" Sudah sus, semalam suami saya kentutnya " sahutku mewakili Angga yang sedang menahan malu untuk menjawabnya.


" Baik, jadi pagi ini bapak Angga sudah mendapat jatah kanan ya.


Sementara ini bapak Angga mendapat jatah makan bubur sumsum ya, dengan minuman susu. Segara di makan ya setelah itu di minum obatnya " ucap suster tersebut menyarankan.


" Terimakasih suster " ucapku sebelum suster tersebut berjalan pergi melanjutkan tugasnya dan tak lupa suster tersebut membalas ucapan ku dengan senyum dan anggukan kepalanya.


" Aku suapi ya ??? kamu jangan bangun dulu, pasti masih sakit bekas operasinya " ucapku dengan menahan Angga yang akan bangun untuk memakan makanannya.


Dia pun ahirnya menurut dan ku coba untuk menaikkan sedikit sandaran kepalanya dengan memutar besi yang terletak di sekitar ranjangnya.


Setelah di rasa pas posisinya, ahirnya aku pun mulai menyuapi bubur sumsum tersebut ke mulut Angga.


Pelan - pelan tapi pasti Angga melahap bubur yang terasa manis gurih tersebut.


" Sudah Put, Eneg rasanya " ujar Angga menyetop suapan ku


" Ini masih banyak, tolong habiskan supaya stamina kamu kembali pulih " sahutku merayunya.


" Tidak, beneran eneg rasanya, aku tidak bisa makan makanan manis terlalu banyak " sahutnya kemudian dengan ingin memuntahkan bubur yang masih ada di mulutnya.

__ADS_1


" Baiklah, aku berhenti. Tapi tolong usahakan untuk tidak di muntahkan. Supaya perut kamu tidak kosong. " pintaku dengan mengelap lembut bekas suapan ku di mulutnya dengan tissu yang ku ambil dalam tasku.


" Aku juga tidak mau susu itu. seumur - umur aku tidak pernah meminum nya. " sahut Angga saat aku akan mengangkat susu dalam gelas di atas nakas.


__ADS_2