Sorry Bos, I Love U

Sorry Bos, I Love U
SB 46


__ADS_3

Hujan sangat lebat tiba - tiba datang tanpa permisi dulu di hampir menjelang pagi ini.


Aku pun mencari tempat berteduh yang sebelumnya tubuhku sudah setengah basah kuyup.


Rasanya tubuhku menggigil kedinginan, juga tubuhku terasa bergetar hebat.


Dengan semua kejadian semalam, dan aku pun telat untuk makan.


" Aduuuh . . . Bagai mana ini ???" rintihku dengan suara bergetar, Aku takut sekali, bagai mana dengan kandunganku.


Tuhan tolong lindungi kami.


Tubuhku terasa lemas, tanpa tenaga dan mataku ini sudah tidak bisa tertahan lagi untuk terlelap.


Ahirnya aku pun menemukan tempat, emperan toko yang luas dengan kanopi di atapnya, dengan tidak sabar dan beralaskan ala kadarnya aku pun merebahkan tubuhku di sana.


Tidak butuh waktu lama aku pun sudah terlelap di tengah hujan di awal pagi ini.


Entah berapa lama aku tertidur, yang pasti tubuhku terasa ada yang menggoyang - goyangkannya dengan suara hardikan yang keras.


" Heeeh bangun . . . bangun, cepat pergi dari sini " suara seseorang yang tidak aku kenal dengan kasarnya mengusirku untuk segera pergi dari emperan toko tersebut.


" Maaf Pak, maaf . . . " sahut ku dengan ku paksakan tubuhku bangun dan segera beranjak dari tempat paling nyaman untukku tidur tadi malam.


" Sudah . . . sudah cepat pergi dari sini " hardik suara tersebut lagi, ternyata seorang pria paruh baya dengan tubuh tinggi tegap dan perut agak buncit dengan berseragam security.

__ADS_1


Ku lanjutkan perjalanan ku untuk mencari tempat berlindung yang aman dan pergi sejauh - jauhnya dari Angga dan kak Tasya.


Dalam perjalanan ku ini, dengan banyak berkecamuk pikiranku.


Semuanya sudah berantakan, kuliahku, cita - citaku, kebebasanku, sekarang bertambah satu yaitu kehamilanku.


" Astaga, maaf kan bunda ya nak, tidak . . tidak . . . kamu bukan beban kok buat bunda, kamu anugerah nak buat bunda " ucapku perlahan dengan membelai perutku ini. Seketika aku pun tersadar akan ucapan serta Do'a ku saat ini.


Aku ingin anak ini terlahir dengan penguh keberkahan, kebahagiaan, penuh cinta dariku meskipun ayahnya sudah tidak menginginkannya lagi.


Lagi - lagi air mata ini berjatuhan tanpa permisi lagi.


Sungguh hancur hati ini, Tuhan.


Seketika Ku seka air mataku, ku tepis jauh kesedihanku, d Ngan mantab ku langkahkan kakiku untuk menuju tempat angkutan umum yang bisa membawaku pergi jauh, jauh sekali dari kota ini.


Tanpa ragu aku pun menaikinya, Tuhan turunkan aku di tempat yang menjadi pijakan terakhir untuk ku menjalani hidupku selanjutnya.


Aamiin


Lagi - lagi aku pun terlelap dalam perjalanan ke kota J tersebut.


Badanku terasa capek sekali dari kemaren malam, menempuh perjalana. yang entah berapa kilo meter ku lalui.


Aku berharap Kali ini Dewi Fortuna berpihak kepadaku, membawakan keberuntungan serta kebahagiaan untuk kami berdua.

__ADS_1


Tuhan lindungilah kami berdua.


" Mbak . . . mbak bangun mbak, ini sudah di Ahir perjalanan " sapa sebuah suara laki - laki dengan mencolek - colek tangan kiriku.


Dengan spontan aku pun terbangun dan mengucek - ucek mataku dengan perlahan.


Hari sudah gelap ternyata, dan hujan lebat lagi.


Aku pun mencoba untuk turun, aku takut kalau harus tetap di dalam bus ini untuk tetap berteduh, karena tidak menutup kemungkinan orang berbuat jahat kan.


Saat aku turun dari bus, di terminal ini masih ramai dengan orang - orang yang berlalu lalang. Mungkin ini di karenakan hujan yang sangat lebat ini.


Kucoba mencari warung untuk ku berteduh dan mengisi perutku yang terasa lapar ini.


dari pagi tadi aku tidak makan nasi sama sekali, hanya sepotong roti dan teh hangat saat bangun tidurku pagi tadi.


Itu pun ku beli saat aku berjalan untuk mencari tempat tujuan ku.


Syukurlah, aku menemukan warung makan penjual nasi yang masih buka. Aku pun memesan nasi dengan lauk dan sayurnya, tak lupa ku pesan teh hangat agar perutku tidak kedinginan.


" Maaf ya nak, kita terlambat makan lagi " ucapku lirih dengan membelai perutku.


dan kemudian aku pun langsung melahap makanan yang diantarkan pemilik warung tersebut.


Tidak butuh waktu lama, ahirnya nasi beserta lauk dan sayur tersebut sudah ludes aku makan, tinggal teh hangatnya saja yang masih terasa panas tadi waktu akan aku minum.

__ADS_1


" Masih lapar ya sayang ??? sabar ya nak, kita harus berhemat, nanti kalau bunda dapat pekerjaan kita akan makan sepuasnya ya nak " pesanku dengan berbicara sendiri pada calon bayi dalam kandunganku.


Dengan perlahan - lahan ku hirup dan ku minum perlahan - lahan, dengan sebelumnya aku berDo'a agar teh hangat ini bisa membuat ku dan anakku kenyang.


__ADS_2