
" Put, aku menagih janjimu waktu itu. Kamu pura - pura lupa ya " tegur Angga saat kami sedang berdua saja di kamar malam ini.
Ini malam ketiga Angga pulang kerumah Mama, sengaja kami memutuskan untuk tinggal di rumah mama untuk sementara waktu karena luka Angga yang masih belum sembuh benar.
Aku berfikiran kalau nanti pulang ke apartemen pas waktu naik lif pasti ada sedikit guncangan dan akan membahayakan luka Angga.
Jadi aku meminta untuk sementara pulang di rumah mama saja.
Sekalian di rumah Mama beliau bisa membantuku untuk menjaga Angga saat aku sibuk dengan urusan caffe atau pun urusan usaha ku yang lainnya.
Selama Angga sakit aku juga membatasi kesibukan ku.
Aku percaya dengan para asisten yang dengan setia membantuku selama ini.
Mereka sangat jujur dan memiliki dedikasi yang tinggi pada tugas - tugas yang aku berikan selama ini.
Syukurlah, aku di kelilingi orang - orang yang baik selama ini.
" Janji apa ??? Aku merasa tidak berjanji apa - apa denganmu Mas. " sahutku dengan memicingkan kedua mataku untuk mengingat - ingat kembali akan janji yang Angga bilang barusan.
" Lupa atau pura - pura lupa sih ?? " sahut Angga dengan cemberut.
" Beneran Mas, aku lupa. Janji apa yang pernah aku ucapkan padamu !!! " sahutku
" Janji bahwa kau akan menyerahkan dirimu seutuhnya padaku saat kita tiba di rumah " sahutnya dengan berbisik dan mendesah di telingaku yang sedang duduk dengan serius di sampingnya untuk mengklarifikasi janji apa sebenarnya
Sungguh merah padam wajahku menahan malu karena Angga mengungkit masalah tersebut.
Duuuh . . . harus bagaimana aku menjawab dan melaksanakan janjiku tersebut.
__ADS_1
Melihat keadaan Angga yang masih seperi itu.
" Kamu sudah ingat sekarang ?? " bisik Angga lagi tetap dengan suara mendesah di telingaku yang b
membuat bulu kudukku berdiri.
Seakan membatu saja aku dibuatnya.
Kali ini tangan Angga mulai membelai punggungku dan masih membisikkan kata - kata yang membuatku semakin memanas sekujur tubuh.
" Mas, kondisimu masih seperti ini. Aku takut nanti kamu malah lama sembuhnya " kilah ku saat dia mulai memelukku dan menciumi wajah sampai bibirku.
Dengan memberanikan diri aku menolaknya secara halus. Tapi sumpah, aku pun dengan sekuat tenaga membunuh kobaran gejolak hatiku dengan amat sangat sekuat tenaga.
Tidak dapat aku pungkiri bahwa aku juga mengharapkan itu semuanya.
Nanti kalau Angga sudah sembuh sempurna toh dia Bisa memiliki aku seutuhnya. Pikirku dalam hati
" Hahahahahaha . . . senangnya aku menggoda mu sayang ku " sahut Angga dengan berkelakar dengan mencubit daguku.
" Mas . . . Kamu mulai nakal ya . . . " sahutku dengan mencubit perutnya
" Aaaaaaakh . . . . kamu sekarang suka ya mencubit - cubit mesrah " sahut Angga dengan mencuri - curi mencium pipiku dengan spontan dan kemudian merengkuh pundak ku untuk di peluknya.
Kami pun tertawa bahagia dalam saling berdekatan saat ini.
Kriiiiiing . . .
kriiiiiing . . .
__ADS_1
Telepon pintar ku pun berdering dua kali.
Ku lihat tertulis nama Adela di sana.
" Ada apa Lia. " tanyaku seketika saat kami sudah sama - sama saling tersambung.
" Siapa ?? Ibu - ibu tua dan seorang bapak tua juga ??? siapa yaaa . . . " sahutku dengan mengerutkan dahi ku.
Tidak berapa lama aku pun menutup sambungan telepon tersebut.
dan sedikit gusar aku di buatnya.
" Siapa yang menelepon ??? Adela kah ??? ada apa ??? " tanya Angga yang melihatku mengerutkan dahi ku dengan seriusnya.
" Katanya Ayah dan ibu datang mencari ku di caffe. Tahu dari mama ya mereka, mas ??? " tanyaku dengan ku tatap lekat wajah Angga.
" Aku tidak tahu sayang. Sejak aku bercerai dari Tasya aku sudah tidak pernah lagi bertemu dengan beliau berdua. Sungguh !! " sahut Angga dengan wajah serius sekali.
" Iya mas, aku tahu. ' sahutku dengan membelai lembut pipi suamiku tersebut.
Kemudian dengan keberanian tingkat dewa ku kecup bibir merah suamiku tersebut.
Sesaat Angga meminta lebih dari sekedar ciuman bibir.
Tapi aku kemudian mengalihkan perhatian Angga dengan berusaha menghindar dengan halus.
Hatiku sedang kacau sekali secara tiba - tiba saat mendapatkan telepon dari Adela tadi.
Ada apa gerangan Ayah dan Ibu mencariku ???.
__ADS_1