
Aku dan James mengantarkan Lily untuk pulang ke kotanya pagi ini.
Sudah satu Minggu ini Lily menginap di rumah kontrakan kami.
Aku merasa senang sekali, sebab aku bisa bertemu lagi dengan teman, sahabat dan juga sudah ku anggap saudara ku ini.
Dia selalu hadir saat aku sedih, saat aku putus asa di karenakan orang tua ku yang selalu lebih menyayangi kak Tasya.
" Maaf ya, aku tidak bisa berlama - lama lagi tinggal di sini. Kuliah dan pekerjaanku menunggu." terang Lily saat kami akan berpisah di terminal ini, untuk lili naik Bus kembali ke kotanya.
" Tidak apa - apa Lil, nanti kalau ada waktu luang kami yang akan datang mengunjungimu. " sahut ku untuk kemudian menyalami dan memeluk sahabatku tersebut.
Lily pun bergantian menyalami Angga.
" Jaga putri baik - baik ya boy. kamu harus ingat untuk mendapatkannya kamu membutuhkan perjuangan yang tidak mudah. sampai - sampai kamu harus seperti ini " pesan Lily pada James dan James pun membalas ucapan Lily dengan mengangkat tangannya dengan sikap hormat ke pada Lily, Lily membalasnya dengan senyum dan melayangkan tinjunya di dada kiri James. pukulan yang ringan saja, tanpa meninggalkan rasa sakit pada dada bidang James.
__ADS_1
Ahirnya kami melepas kepergian Lily dengan melambaikan tangan saat Bus tersebut mulai merangkak meminggalkan sarangnya.
" Ayo kita pulang sayang " ucap Angga saat Bus yang di tumpangi Lily benar - benar sudah tidak terlihat lagi.
Ku balas dengan senyuman saja ajakan James dan tangannya pun mulai menggenggam tangan ku erat dan kami mulai berjalan menyusuri terminal ini untuk menuju lahan parkir tempat kami menitipkan Mobil kami.
" Setelah ini, kejutan apa lagi yang akan kamu berikan kepadaku James ??? " tanyaku serius dengan duduk di sebelah James yang sedang mengemudi.
Mobil yang di punya James ini bukan mobil mewah yang di milikinya dahulu saat dia masih remaja.
Seorang teman tersebut tidak sampai hati melihat James yang saat itu belum menggunakan kaki palsunya harus bolak balik menjemput ku dan mengantarku untuk cek up di rumah sakit dengan menaiki motor beroda tiga milik James yang diperuntukkan khusus untuk orang cacat.
Karena hobi lain James adalah suka mengotak Atik otomotif jadi dia senang sekali menerima pemberian mobil ini. meskipun terlihat sangat tua sekali tapi James sangat menyayangi mobil tipe sedan dengan tahun keluaran 1980 an.
Yaaa . . . lumayan lah bagi kami, setidaknya saat James mengantar ku untuk kuliah kami tidak akan kehujanan atau pun kepanasan.
__ADS_1
" Ada deh kejutannya . " sahut James kemudian dan membuatku penasaran.
" Jangan bilang kamu akan mempertemukan aku dengan ayah dan ibu ku ??? " tanyaku dengan sengaja mataku ikut ku belalakkan sebagai tanda aku tidak menyetujuinya.
" Tidak lah, aku juga tahu perasaanmu. Ketika kamu bilang siap saat itu juga aku akan mengabulkan permintaanmu. " sahut James dengan mencubit kecil dagu ku.
" Lalu siapa lagi yang akan kamu jadikan kejutan buat ku " tanyaku dengan penasarannya dengan ku lipatkan tanganku di depan dadaku.
" Adikku Melisa, meskipun kami tidak sedarah tapi aku sangat merindukannya. " sahut James kemudian dengan mata menerawang dan tatapannya lurus menatap ke depan.
Adik James ??? kalau tidak salah ingat, aku pernah bertemu dengannya dulu sewaktu aku menginap di rumah mama, ibunya Angga kan ???
Melisa yang selalu jutek saat melihatku dulu itu kan.
Tidak dapat ku bayangkan kalau kami akan bertemu kembali saat aku menjadi istri dari kakak kesayangannya tersebut.
__ADS_1
Haduuuuh . . .