Sorry Bos, I Love U

Sorry Bos, I Love U
SB 102


__ADS_3

Mama masuk kedalam ruangan tempat Angga untuk di rawat ini tepat saat aku sedang membasuh sebagian tubuh Angga untuk ku bersihkan.


Sebenarnya Angga tadi sempat menolaknya. Tapi saat aku bilang semalam aku juga melakukannya dia pun ahirnya menyerah untuk aku membantunya menyeka tubuh kekar tersebut.


" Kamu di sini putri ??? Tanya mama dengan nada sinis


" Iya mam, dari semalam aku sudah di sini. Maaf " sahutku dengan menyalami dan mencium tangan mertua ku yang terlihat sedang marah padaku ini.


Kali ini dia tidak mengibaskan mengibaskan tanganku seperti kemarin.


Kulihat beliau menata beberapa air mineral dan beberapa kotak yang terbuat dari stainless, yang di masukkan ke dalam nakas.


" Angga sudah sarapan ??? " tanya mama dengan nada datar saat beliau melihat bekas makan Angga yang tidak habis.


" Sudah mam, tapi sebagian " jawabku

__ADS_1


kemudian beliau menjilat sedikit sisa bubur dalam piring tersebut dan ku lirik Angga hanya terdiam melihat kami berdua.


" Angga tidak suka makanan manis dan juga susu putih " ujar mama kembali dengan nada datar.


" Iya mam, aku juga baru tahu " sahutku dengan merasa bersalah.


" Apa yang kamu tahu tentang Angga, bahkan kamu tidak pernah mau tahu kan akan kondisi dan pa yang terjadi pada suamimu ini. Atau memang benar, kalau kamu tidak pernah menganggap Angga suami kamu, Hanya menganggapnya suami bohongan saja untuk menggantikan James yang sudah meninggal " sahut mami dengan nada suara yang mulai tinggi.


" Mam, sudah. Tolong jangan di bahas lagi. Nanti Aku akan membicarakan nya dengan Puti saat aku keluar dari rumah sakit " sahut Angga dengan berusaha bangun dan duduk di ranjangnya.


" Tidak ada besok - besok, sekarang saja sekalian kita perjelas hubungan kalian ini seperti apa. Mama capek melihat tingkah kalian berdua yang acuh tak acuh dengan pernikahan ini. Duduk sini putri, kita selesaikan masalah rumah tanggamu sekarang juga. " Perintah Mama dengan suara sedikit melunak.


ku juga tidak bisa menghindarinya selamanya.


aku harus menyelesaikan nya saat ini juga.

__ADS_1


Angga meraih tanganku untuk memintaku duduk lebih dekat dengannya.


" Sekarang apa mau kalian. Mau pisah ?? Mau bercerai ??? silahkan mama setuju saja. Mama tidak tahan melihat kalian berdua. sepasang suami istri tapi tidak berubah hidup bersama. Umur kalian juga tidak muda lagi, Apa kalian akan terus menjalani hidup seperti ini ??? saling berjauhan dan seakan tidak perduli satu sama lain. " ucap Mama dengan nada penuh selidik.


" Kami kan sedang sibuk mengurusi usaha kami masing - masing, Mam " ucap Angga sengaja membelaku.


" Bukannya sibuk, tapi lebih tepatnya menghindar tanggung jawab sebagai seorang istri. Buktinya mama mendengar sendiri kalau Puti menyuruh kamu menikah lagi kan dulu " ujar Mama dengan nada tinggi lagi


Sontak aku kaget mendengarnya, ku pandangi lekat wajah Mama untuk mengingatkan ku kapan aku pernah mengatakan itu.


" Kamu sudah lupa kan pernah bilang begitu. Mama ingatkan kamu, dulu waktu di taman rumah James, mama mendengarnya sendiri kamu pernah mengatakan itu. Apa kamu ingat sekarang " Ucap Mama dengan mencibirku.


Sontak aku teringat kejadian itu. saat aku memutuskan untuk mengurusi caffe dan usaha James yang lainnya.


Tertunduk malu aku mengingatnya.

__ADS_1


" Sekarang Mama ingin aku bagaimna ??? " sahutku pasrah dan tertunduk lesu di hadapan mereka berdua.


" Mama ingin kalian segera bercerai. Biar Angga bisa menikah lagi dan punya keturunan. " sahut mama dengan lantang.


__ADS_2