Sorry Bos, I Love U

Sorry Bos, I Love U
SB 112


__ADS_3

" Mas . . . Mas . . . Bangun. Alarm kamu bunyi terus tuh . . . katanya juga kamu ada meeting pagi ini. Ayo mas bangun . . . " Ujarku dengan menggoyang - goyan pelan tubuh Angga.


" Eeeem . . . " Hanya itu sahutan yang keluar dari mulutnya dengan tubuhnya di miringkan tepat menghadap kepadaku.


Sejurus kemudian dia sudah memelukku erat sekali. Nafas kami saling bertabrakan satu sama lain sehingga menimbulkan uap panas di depan kami


" Maaaas . . . bangun dong " ucapku lagi dengan berusaha untuk melepaskan pelukannya tersebut.


" malas . . . biar nanti meeting nya di tunda saja " sahutnya dengan masih memelukku dan mulai mencumbu iku.


" Bangun dong mas . . . sudah siang ini. Nanti Mama cari kita Lo, " ucapku lagi dengan masih berusaha melepaskan pelukan serta cumbuan mautnya.


Ya Tuhan . . .


Apa semalam tidak cukup dia mengeluarkan jurus - jurus mautnya yang membuatku klepek klepek setengah mati.


Bahkan Bekas yang di tinggalkannya pun masih terasa sakit dan ngilu di **** * ku.


Belum lagi sekujur tubuh ini juga terasa pegal semuanya dari ujung rambut hingga ujung kakiku ini. Masih di tamba satu lagi, tubuh ku terasa lengket semua karena keringat yang sangat deras bercucuran semalam.


" Beginikah jika orang sedang memadu asmara dengan status suami istri yang syah ?? " rintihku dalam hati.


" Mas . . . **** * ku sakit sekali, seperti robek rasanya " bisik ku di telinga Angga dengan pelan sekali karena aku menahan malu juga.

__ADS_1


Spontan Angga melepas kan pelukannya dan bangun terduduk di sebelahku.


" Benarkah ??? Trus bagaimna ??? boleh aku lihat ??? " tanya Angga yang sontak saja membuatku semakin malu saja.


" Tidaaaaak , sudah sana cepat mandi dan berangkat ke kantor " sahutku malu sekali dengan mengusirnya.


" Tapi . . . bagaimana dengan kamu . . . ???? " sahutnya dengan nada kawatir.


" aku di runah saja kan, jadi aku akan baik baik saja mas. " ucapku dengan ku lingkarkan kedua tanganku di lehernya.


Sejurus kemudian dia membopongku dan membawaku ke kamar mandi.


" Mas aku bisa sendiri, aku akan berusaha jalan biar terbiasa " sahutku dengan terkejut.


" Mas aku malu, dan aku bisa sendiri mas " sahutku dengan menundukkan wajahku dalam - dalam


" Lihat aku, statusku sekarang apanya kamu ??? Ayo jawab ??? " Tanya Angga dengan menghentikan tangannya mengguyur ku dan memegang daguku untuk di angkatnya tepat kami saling bertatapan.


" Aku istrimu mas. " sahutku dengan menatap lekat manik - manik mata indah milik Angga.


" Nah, kalau kamu istriku, berarti aku suamimu kan Putri Samuel yang cantik. Jadi kenapa harus malu sih sayang " ucap Angga dengan mengecup hangat bibirku.


Yaa . . . mungkin saja ini masih permulaan bagiku, jadi wajar saja aku merasa malu saat Angga memandikanku dan dengan leluasa memandangi tubuhku saat tidak ada sehelai benang pun di sana.

__ADS_1


Setelah selesai mandi dia pun membopongku aku untuk kembali ke kamar. Setelah sampai di kamar, Angga Dengan telatennya mengeringkan tubuhku serta memakaikan pakaianku dan sampai menyisir dengan juga mengeringkan rambutku ini.


" Mas . . . sudah cukup. sekarang kamu mandi " ujarku dengan meraih tangannya untuk aku genggam dan menciumnya.


" Iya aku akan mandi, kamu sudah terlihat cantik dan segar sekarang. tunggu sebentar. Aku akan mengganti Bad cover ini terlebih dahulu agar kamu nyaman nanti kalau tidur siang " dengan cekatan dia menyingkap Bad cover tersebut dan dia terkejut melihat noda darah yang berserakan di seprei dan bedcover yang berwarna Merah muda polos tersebut.


" Kenapa mas ??? Ada apa ??? " tanyaku penasaran sebab kulihat dia lama sekali terdiam saat menyingkap Badcover tersebut.


" Ada noda darah, cukup banyak sekali " sahutnya dengan masih menatap noda tersebut.


Spontan aku pun ikut terpancing untuk melihatnya.


Apa kah itu darah datang bulanku ???


Aaaakh bakal malu sekali aku, jika itu memang darah haid ku.


Tapi setelah ku pikir - pikir baru Minggu kemarin aku selesai datang bulan di bulan ini.


lalu itu darah apa ???


" Terimakasih ya istriku, kamu telah memberikan aku penghargaan yang kamu jaga selama ini " ucap Angga dengan menunjukkan noda darah tersebut dengan kepalanya dengan kedua tangannya memelukku serta menciumiku dengan berutal.


__ADS_1


__ADS_2