Sorry Bos, I Love U

Sorry Bos, I Love U
SB 70


__ADS_3

Semalam James tidak jadi keluar untuk menemui teman seperti izinnya padaku.


Semalam mendadak suasana menjadi melankonis. James tiba - tiba menangis hebat dalam pelukanku, saat aku bertanya ada apa dan mengapa dia tidak bergeming untuk menjawabnya, hanya mengatakan ingin memelukku saja.


Aku pun tidak dapat menolaknya, meskipun sebenarnya aku juga bingun " Apa yang sebenarnya terjadi " padanya semalam.


Pagi ini kulihat James tampak segar dan tidak terlihat lagi sisa - sisa suasana melankonis semalam.


" Sayang, cepat bangun. Aku sudah membuatkan mu sarapan. " ucapnya membatu mengecuk seluruh wajahku untuk membangunkan ku.


Geli rasanya dan ahirnya aku pun terbangun dengan tersenyum menahan rasa geli akibat ciuman yang bertubi - tubi tersebut.


" Iya . . . iya . . . aku akan bangun. " sahut ku dengan bangun karena kegelian dan langsung menuju kamar mandi.


Beberapa menit kemudian aku pun sudah duduk di depan makanan yang di masak oleh James, Omelet telor yang di campur dengan bawang Bombay dan beberapa sayuran serta keju dan potongan beef di dalamnya. terlihat menggoda selera sekali. setelah melihatku duduk di sebelahnya, James pun mulai menyuapiku dengan telaten.


" Aku bisa makan sendiri sayang " ujarku sambil meminta garpu dan pisau makan dari tangan James.


" Biar aku saja yang menyuapi mu my princess " sahut James dengan memandang lekat padaku.


Aku pun tidak dapat mengelak nya.


Sampai ahirnya ritual sarapan kami di pagi ini berakhir, dan kemudian James mengantarku de kampus.


Perkiraan ku kuliah ini hanya beberapa bulan lagi sampai ahirnya aku akan di wisuda.


tidak terasa empat tahun sudah aku menimba ilmu untuk mengejar cita - citaku ini dan tidak terasa juga empat tahun lebih aku hidup berumah tangga dengan James. Rasanya baru kemaren saja kami di pertemukan kembali dan ahirnya menikah.

__ADS_1


" Putri, apa tugas kamu sudah selesai ??? " tanya Bu Weni dosenku di kampus. Ya Tuhan baru sadar aku, ternyata aku sedang melamun di dalam kelas.


" Maaf Bu, belum selesai " jawabku


" Melamun terus sih , mentang - mentang sudah punya suami ya " ledek Kurnia teman sekelas ku.


Duuuuh malunya . . .


" Sudah . . . sudah . . . ayo di selesaikan dulu, baru nanti kalian bisa bercanda lagi " sahut Bu Weni lagi dengan tersenyum ramah.


Kami pun menyelesaikan tugas dari Bu Weni pada ahirnya, dan tidak berapa lama kami sekelas satu persatu sudah mulai mengumpulkan tugas tersebut.


" Nah kelas . . . kalian sudah menyelesaikan tugas kalian. sekarang kalian silahkan pulang " ucap Bu Weni pada ahirnya untuk mengakhiri kelas ini.


Ahirnya kali pun mulai bejalan satu persatu untuk meninggalkan kelas ini.


Hampir tiga puluh menit sudah aku menunggu di sana.


James belum juga kunjung datang.


Sampai ahirnya aku mengeluarkan telepon selular ku.


Setelah ku hidupkan ternyata ad 3 kali panggilan dan satu pesan.


Ternyata semuanya dari James.


" Tolong tunggu aku sampai aku datang, aku masih ada sedikit keperluan. " bunyi pesan tersebut.

__ADS_1


" Aneh . . . James sebelumnya tidak seperti ini." tanyaku dalam hati.


Karena tidak ada kepastian jam James akan menjemput ku, ahirnya aku pun berjalan menuju kantin kampus yang letaknya tidak seberapa jauh dari pintu gerbang tempat aku menunggu.


" Pak amat, saya pesan lemon tea dan mie goreng pakai telor ceplok ya masing - masing satu " pesanku pada Pak Amat penjual di kantin ini.


" Baik neng, kok belum pulang. Tumben ??? " jawab pak amat dengan langsung menanyai aku mengapa aku belum pulang.


" Iya pak, nunggu suami. Ada keperluan sedikit katanya " sahutku dan Pak Amat pun meninggalkan aku dengan terlebih dahulu berpamitan untuk membuatkan pesanan ku.


Setelah pesanan ku datang, aku pun mulai memakannya karena memang aku merasa lapar sekali.


Dan saat makan ku masih tinggal setengah, kulihat James datang dan berjalan ke arahku.


" Maaf ya sayang, membuatmu menunggu lama. " sapa nya padaku dengan merasa serba salah.


" Tidak apa boy, kamu sudah makan ??? " tanyaku membuatnya senyaman mungkin.


" Tidak terimakasih, tapi boleh lah kamu suapi aku sedikit " ucapnya kemudian dengan nada manja dan mendekat kepadaku untuk minta di suapi.


" Dasar manja " ujar ku dengan pura - pura marah.


" Aaaaaa . . . " ucap nya dengan membuka mulutnya lebar - lebar.


Kulihat James berkeringat dingin, ada apa gerangan dengan James apa dia sakit ???


tanyaku dalam hati. Tapi pertanyaan tersebut tidak sampai hati ku utarakan sebab kulihat dia sangat lahap sekali menerima suapan mie goreng dalam piring yang ku makan.

__ADS_1


Bahkan aku pun memesan seporsi mie goreng lagi untuk aku makan dan berdua dengan James lagi.


__ADS_2