
Hari ini hari Sabtu, James mengajakku untuk datang ke acara keluarganya yang akan berlangsung besok hari Minggu. Dia mengajakku untuk pergi di hari ini untuk sengaja menghindari kemacetan.
Benar sih, biasanya saat menjelang libur Ahir Minggu begini jalanan mulai di padati kendaraan pribadi untuk mereka sekedar liburan di Ahir minggunya.
" Kamu sudah siap kan untuk bertemu mereka semuanya ??? " tanya James hati - hati saat kami mulai melakukan perjalanan.
untung lah, mobil yang kami kendarai, mobil yang kami dapat dari sumbangan teman sudah di modifikasi untuk James mudah mengendarainya.
Kami memakai mobil tersebut untuk perjalanan kami hari ini.
" Harus siap !!" jawabku mantap dengan melihat lurus ke depan.
Padahal bermacam wajah aneh yang bakal aku temui nanti di sana.
Wajah asing orang tua James yang sudah tidak mengakui nya anak !!
Wajah asing dari keluarga James yang lainnya !!!
Dan juga wajah asing dari Angga dan mama nya.
Pastilah itu akan terjadi.
" Nanti kita menginap di hotel saja ya??? Aaah . . . aku lupa untuk memesan hotelnya dulu. " ucap James lagi dengan memecah lamunanku.
" Apa kita harus tidur di hotel boy ??? " tanyaku dengan polosnya.
" Yaa . . . mau bagai mna lagi ??? kan acaranya masih besok. kita tidur di mana coba ??? masa harus di mobil ini ??? " tanya James kemudian.
" Iya sih " sahutku singkat.
__ADS_1
Benar kata James,
Untuk tidur di rumah nya pasti tidak mungkin !!!
Tidur di rumah ku apa lagi !!
Atau tidur di rumah Angga ??? Langsung saja aku melonjak ngeri ketika membayangkan itu.
" Aaakh . . . " James memekik lirih dengan memegangi kaki nya.
" Kenapa sayang ??? " tanya ku panik, melihat James mengerang menahan sakit dan berwajah merah dengan tangannya satu memegang kemudi dan tangannya yang lainnya memegangi kakinya yang katanya terasa sakit.
" Kaki ku . . . " jawabnya terpotong dengan suara menahan sakit.
" Berhentilah dulu Boy. " ujar ku dengan mencoba untuk tidak panik.
Ya Tuhan.
Kaki James kedua - duanya terlihat merah kehitaman pas pada kaki yang terpotong dulu dan sekarang tengah mengenakan kaki palsu tersebut.
Sejenak tubuhku bergetar hebat melihatnya.
Tidak aku sangka kakinya yang selama ini di sembunyikan dari rasa sakitnya saat bersamaku terlihat seperti daging busuk begitu.
" Kenapa seperti ini James ?? " tanyaku dengan menahan air mata ku yang selalu ingin jatuh ini.
Tidak kuasa mata dan hatiku ini melihat penderitaan James.
" Sudah berapa lama ini terjadi sayang ??? mengapa kamu tidak pernah mengeluh di depan ku dan bercerita sih " ucapku lirih dengan sekuat tenaga menekan emosional ku.
__ADS_1
" Sa . . . sayang ma . . . maafkan a. . . aku ya. Aku tidak ingin kamu jadi bersedih seperti ini karena memikirkan aku. Makannya aku memendamnya sendiri " sahut James dengan nada ketakutan dan merasa bersalah.
" Ayo kita kerumah sakit dulu, apa kamu masih bisa mengemudikan mobil ini.?? " tanyaku dengan mengelap keringat yang bercucuran pada wajah suamiku tersebut.
" Aku sudah tidak sanggup lagi sayang " sahut James terdengar putus asa dan kesakitan.
" Ya Tuhan, sayang mengapa kamu harus memaksakan perjalanan ini. Dan . . . "
Tidak kuasa lagi aku meneruskan keluh kesah ku padanya saat ini.
Melihatnya tidak berdaya seperti ini saja, Aku sudah merasa lemas dan rasanya aku juga bingung harus berbuat apa??
" Apa boleh aku menelpon bang Angga untuk meminta pertolongan ??? hanya bang Angga yang ada dalam bayanganku untuk kita mintai pertolongan saat ini put. " ujar James kemudian untuk memberi solusi.
" Baik lah, kamu coba telepon dia." sahutku pasrah, karena aku juga tidak punya solusi yang lainnya.
Sejenak kemudian James pun mencoba untuk menelpon Angga untuk meminta bantuan.
Perjalanan kami tinggal setengah perjalanan saja, Kami juga harus mencari Rumah Sakit segera untuk memeriksakan kondisi James.
Saat James menelpon Angga aku keluar dari mobil yang kami tumpangi untuk mencari air mineral dan beberapa roti untuk sekedar mengganjal perut kami.
Tadi waktu kami berangkat kami hanya meminum teh hangat saja.
Karena saat kami berangkat tadi masih terlalu pagi untuk kami sarapan.
" Bang Angga langsung meluncur ke sini. untung dia libur di hari Sabtu ini. " ujar James saat aku kembali ke dalam mobil setelah membeli air mineral dan beberapa makanan.
" Syukurlah, nah sekarang kamu makan roti ini, kita tadi tidak sempat sarapan bukan ?? " sahutku cuek mendengar kesigapan Angga dan langsung menyodorkan makan untuk mengganjal perut kami.
__ADS_1