
Saat terbangun kulihat aku berada di sebuah ruangan yang sama sekali tidak aku kenal.
" Ini bukan rumah kontrakan kami " guman ku lirih dalam hari.
Saat kulihat ke atas terdapat tongkat infus lengkap beserta selang dan ampul infus di sana, lalu Terasa ketat di sekitar hudung ku dan terasa ada udara yang sejuk terasa di sekitar hidung ku. Ternyata benar dugaan ku. ini selang oksigen yang terjepit di kedua lubang hidung ku.
Kenapa aku berada di rumah sakit ???
Itulah pertanyaan dan dugaan ku. Karena aku tidak menemukan seorang pun yang bisa aku minta penjelasan.
Kemudian aku tersentak kaget, karena tanpa sengaja aku meraba perut buncit ku
"Aaaaaakh kenapa perut ku menjadi datar ??? " berkecamuk pertanyaan dalam hati ku.
Spontan aku pun ingin segera bangkit dan mencari tahu apa yang terjadi dengan anak dalam kandungan ku.
" Aaaaaaakh . . . . !!" jerit ku menahan sakit di perut ku saat aku mencoba untuk sekedar duduk.
terasa seperti kram, kemudian terasa sakit pula pada Mis V ku, " Apa yang sebenarnya terjadi ??? " beribu tanya berkecamuk dalam hati ku.
Sejenak aku flasback pada kejadian aku menaiki angkot, yang tiba - tiba mogok di tengah jalan dan kemudian ada sebuah mobil sedan yang melaju kencang dan menabrak angkot yang aku tumpangi itu.
Ada beberapa penumpang juga di sana, spontan kami menjerit sekeras - kerasnya di karenakan terkejut akan kejadian tersebut. Hingga pada ahirnya pandangan mata ku menjadi kabur dan berangsur - angsur menjadi gelap gulita, dengan merasakan rasa sakit yang sangat - sangat sakit sekali.
__ADS_1
" Sa . . . sayang, ka . . . kamu sudah sadar " sapa James saat masuk ke kamar ku
di kayuhnya kursi rodanya tersebut dengan tergesa - gesa guna segera menghampiriku saat melihat ku sudah tersadar.
" Kenapa aku boy, kenapa perut ku jadi datar begini ??? apakah anak kita sudah lahir ??? " kesempatan ada James yang datang dan langsung saja aku memberondongnya dengan beberapa pertanyaan.
" Be . . . begini sayang " sahut James dengan terbata, seperti nya dia kebingungan.
" Anak kita lahir laki - laki atau perempuan ??? " tanya ku antusias.
" Anak kita laki - laki sayang " sahutnya dengan kemudian ku lihat mata James berkaca - kaca.
" Syukurlah, di mana sekarang dia ??? " tanyaku semakin antusias.
" Cepat katakan boy, di mana anak kita " sahutku dengan nada kasar sebab James terlalu berbelit-belit menjawabnya, sedangkan aku, aku sudah tidak sabar ingin melihat Bayi ku.
James menggenggam tangan ku dengan tiba - tiba, kemudian dia menciumi kedua tangan ku dengan air matanya sudah mulai tumpah di kedua tenganku yang di ciuminya.
" Sabar ya sayang, aku mohon kamu menerima dengan ikhlas apa yang terjadi " sahutnya dengan menahan Isak tangisnya.
Apa sih maksud James, kenapa ??? apa yang terjadi.
Tiba - tiba aku merasakan firasat yang tidak enak.
__ADS_1
" Anak kita . . . . anak kita lahir terpaksa secara prematur, dan di . . . . dia . . . . " ucap James terputus di karenakan dia tidak bisa menahan isaknya lagi, sebab ku lihat dia mulai kesulitan untuk bernafas di karenakan terisak.
" kenap boy . . . ??? " sahut ku lemas seakan aku sudah tahu apa yang akan di ucapkannya setelah itu.
Air mata ku pun sudah tak dapat ku bendung lagi.
Ku peluk James, seakan aku memberikan kekuatan untuk bersabar atas kejadian ini.
Aku melihat James amat sangat terpukul sekali karen kejadian ini.
Aku dengan terpaksa, harus sabar serta ikhlas menerima kenyataan ini.
Calon bayi dalam kandungan ku harus menyerah pada takdirnya yang hanya mampu bertahan dalam rahim ku selama 7 bulan ini.
Aku mengalami pendarahan hebat, di karenakan kecelakaan angkot tersebut.
Dokter sudah berusaha menyelamatkan calon bayi dalam kandunganku, tapi takdir berkata lain. Perut ku mendapatkan guncangan hebat saat itu.
Sang Khalik memintanya tanpa dia bisa lahir ke dunia ini dengan selamat.
" Maaf kan aku Put, seandainya saja aku tidak terlambat menjemputmu, seandainya saja teleponku tidak mati karena kehabisn batrai mungkin kamu dan bayi kita akan selamat " ucap James dengan meraung - raung menyesali apa yang terjadi kepada ku
semakin erat pelukan ku untuk memeluk James, tenyata dia lebih - lebih terpukul dari pada aku.
__ADS_1
Dia benar - benar sangat menyayangi anak dalam kandungan ku ini, meski ini bukan darah dagingnya.